Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

PARIWISATA

Bertemu Gubernur Koster, Dubes Rumania Dukung Bali Wujudkan Pariwisata Berkualitas

BALIILU Tayang

:

de
CENDERAMATA: Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan cenderamata saat menerima kunjungan Duta Besar Rumania Dan Adrian Balanescu, Senin (18/10) di Jaya Sabha, Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Karo Pemerintah dan Kesra Setda Provinsi Bali I Ketut Sukra Negara menerima kunjungan Duta Besar Rumania Dan Adrian Balanescu, Senin (18/10) di Jaya Sabha, Denpasar.

Dan Adrian Balanescu dalam kesempatan ini menyambut baik telah dibukanya kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali meski di antara 19 negara yang bisa masuk ke Pulau Dewata, Rumania belum ada dalam daftar.

“Untuk itu, saya berharap ini adalah awal dibukanya pariwisata Bali, selanjutnya akan ada lagi negara-negara lainnya yang dibolehkan masuk ke Bali, khususnya Rumania,” terang Dan Adrian Balanescu.

Dan Adrian Balanescu mengungkapkan jika sebelum terjadinya pandemi Covid-19, sebanyak 20 ribu lebih turis Rumania berkunjung ke Bali. Ia menyakinkan kepada Gubernur Wayan Koster jika setelah pandemi turis Rumania akan kembali mengunjungi Bali.

“Saya harap tahun depan pandemi ini sudah selesai dan kondisi pariwisata Bali bisa cepat pulih,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi strategi Gubernur Bali Wayan Koster yang menginginkan agar wisatawan yang datang ke Bali adalah wisatawan berkualitas.

“Saya sudah sempat bertemu dengan Menteri Pariwisata Indonesia, saya mendengar jika strategi pariwisata Bali berfokus pada turis berkualitas atau pariwisata berkualitas. Saya sangat setuju untuk hal ini. Saya bisa pastikan turis Rumania adalah salah satu turis yang berkualitas. Selama ini belum pernah ada kasus besar dari turis Rumania di Indonesia khususnya Bali,” ungkapnya.

Selain itu, Dan Adrian Balanescu juga mengapresiasi langkah Pemprov Bali dalam menangani Covid-19 yang menurutnya sangat bagus. Ini menjadi modal baik bagi Bali sebagai destinasi wisata dunia untuk bisa kembali menerima wisatawan mancanegara.

Lebih lanjut, Dan Adrian Balanescu juga menawarkan kepada Gubernur Bali untuk menjalin kerjasama bilateral dengan salah satu provinsi di Rumania yakni Provinsi Arges. Menurutnya, Bali dan Arges memiliki beberapa kesamaan yang nantinya bisa dikerjasamakan.

Baca Juga  Di Depan Gubernur Koster, BPIP Nyatakan Kebijakan di Bali tak Ada Diskriminatif

Pada kesempatan ini, Gubernur Bali Wayan Koster mengucapkan terimakasih telah berkunjung ke Bali. Dikatakan Gubernur Wayan Koster, saat ini Bali tengah bekerja keras untuk menangani pandemi Covid-19 agar semakin baik dan mencegah terjadinya lonjakan kasus baru pasca-dibukanya pintu masuk bagi wisatawan mancanegara.

“Perkembangan Covid-19 di Bali sudah semakin baik, kasus baru dan meninggal sudah semakin menurun. Kasus sembuh juga terus meningkat. Kami terus meningkatkan pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment) di Bali. Vaksinasi di Bali sudah berjalan dengan baik selama ini.  Ini yang membuat kita membuka pintu bagi wisatawan mancanegara,” jelas Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini.

Dikatakan Gubernur Wayan Koster, Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan standarisasi kepariwisataan guna mendukung terwujudnya pariwisata yang berkualitas di Pulau Dewata. Gubernur Wayan Koster juga menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 ini menjadi momentum untuk membenahi pariwisata Bali.

“Bali sebagai daerah tujuan pariwisata dunia terus berbenah diri dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas bagi para wisatawan. Sebagai daerah pariwisata dunia, Bali terkenal tidak hanya karena alamnya yang indah tetapi juga budaya serta adat istiadatnya yang unik yang menarik wisatawan. Untuk itu pengembangan pariwisata Bali kedepannya akan selalu memperhatikan alam, pelestarian budaya serta sumber daya manusianya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Bali telah memutuskan membuka wisatawan mancanegara, pada Kamis (14/10). Adapun negara yang diperbolehkan masuk: risiko Covid-19 rendah di level 1 dan level 2; positif rate kurang dari 5% (sesuai standar WHO); dan menerapkan kebijakan sama-sama membuka (prinsip timbal balik/reciprocal) dimana diputuskan sebanyak 19 negara diperbolehkan masuk ke Bali, yaitu Saudi Arabia, United Arab Emirates, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein,  Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria dan Norwegia. (gs)

Baca Juga  Gubernur Koster Usung Semangat Efisiensi pada Rakor Pemerintahan di Puspem Badung

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

PARIWISATA

Hadiri BBTF Ke-12, Gubernur Koster Dorong Penguatan Pariwisata Indonesia di Tengah Tantangan Global

Published

on

By

buka bbtf
BUKA BBTF: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus turut membuka secara resmi gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 yang berlangsung di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, pada Kamis (28/5). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, perwakilan Menteri Luar Negeri RI yang diwakili Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ketua BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBTF tahun ini mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Ia menegaskan BBTF bukan sekadar ajang business matching antara buyer dan seller, melainkan platform strategis untuk membangun kepercayaan pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan membuka peluang bisnis nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tahun ini, BBTF diikuti 407 buyers dari 44 negara dan 286 sellers, yang menjadi bukti tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi unggulan di tengah dinamika global.

Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan BBTF sebagai salah satu travel fair terbesar dan paling strategis di Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan BBTF merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah bersama seluruh pelaku industri pariwisata untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara di tengah tantangan krisis global, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan tren perjalanan dunia.

Ia menegaskan, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia, memperluas jejaring pasar internasional, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Bertemu Gubernur Koster, Pemerintah Tiongkok Siap Dukung Penanganan Covid-19 di Bali

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Dorong Bali Jadi Pusat MICE Dunia, Gubernur Koster Tekankan Standar Berbasis Budaya dan UMKM Lokal

Published

on

By

gubernur koster
AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali telah memiliki posisi kuat sebagai pusat pertemuan internasional dunia atau meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE). Untuk itu, ia mendorong pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan MICE di Bali membangun standar penyelenggaraan yang berkarakter, berbasis budaya Bali, sekaligus memberi dampak nyata bagi pelaku ekonomi lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima audiensi jajaran pelaku pariwisata yang tergabung dalam Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) di Jayasabha, Denpasar, Rabu (27/5).

“Bali sudah secara de facto menjadi pusat meeting internasional. Selama ini begitu banyak pertemuan dunia diselenggarakan di Bali karena fasilitas kita kuat, SDM siap, keamanan dan kenyamanan VVIP terjaga,” ujar Koster.

Menurutnya, kekuatan utama Bali bukan hanya pada fasilitas ballroom, convention center, dan hotel berstandar internasional, melainkan budaya Bali yang unik dan tidak dapat ditiru daerah lain secara instan.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda dunia seperti G20 dan World Water Forum yang menghadirkan puluhan ribu delegasi dari ratusan negara. Dalam forum internasional tersebut, khususnya World Water Forum, Bali dinilai unggul karena mampu memadukan fasilitas modern dengan konsep budaya dan filosofi lokal seperti Sad Kerthi, Danu Kerthi, serta sistem subak.

“Kita jangan terlalu terbawa arus luar karena branding Bali sudah sangat kuat. Yang menjadi nilai jual utama adalah budaya Bali,” katanya.

Koster meminta BaliCEB merumuskan standar MICE khas Bali agar memiliki identitas dan karakter berbeda dibanding destinasi lain di dunia.

“Organisasi silakan rumuskan standar MICE di Bali yang unik supaya punya identitas. Kontennya harus orisinal, dipikirkan dan diurus dengan benar sehingga semua penyelenggara punya acuan,” ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Usung Semangat Efisiensi pada Rakor Pemerintahan di Puspem Badung

Selain memperkuat identitas budaya, Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam setiap kegiatan MICE di Bali, mulai dari transportasi, dekorasi hingga souvenir.

“MICE harus mampu mendukung UMKM lokal Bali. Bangkitkan spirit kelokalan agar dampaknya lebih optimal terhadap pelaku ekonomi Bali,” tegasnya.

Ia juga memastikan persoalan sampah dan kemacetan yang selama ini menjadi sorotan wisatawan akan terus dibenahi secara bertahap guna memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi global.

Ratusan Pelaku Industri Gabung BaliCEB

Sementara itu, Ketua Umum Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Ketut Jaman mengungkapkan minat pelaku industri pariwisata Bali untuk bergabung dalam organisasi tersebut sangat tinggi.

“Sudah ratusan yang ancang-ancang bergabung dengan MICE ini. Kita ingin Bali menjadi pusat MICE dunia,” ujarnya.

Menurut Ketut Jaman, Bali memiliki ratusan fasilitas MICE dengan sekitar 30 ballroom berkapasitas di atas 200 orang yang tersebar di berbagai kawasan pariwisata.

Pelantikan pengurus BaliCEB dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni mendatang di kawasan The Meru, Sanur. Organisasi tersebut menargetkan Bali menjadi destinasi utama penyelenggaraan meeting internasional yang jumlahnya mencapai ribuan agenda setiap tahun di berbagai negara.

Selain itu, BaliCEB juga menyatakan komitmennya mendukung program pungutan wisatawan asing melalui sosialisasi kepada peserta dan penyelenggara event MICE di Bali.

“MICE sangat membantu tingkat hunian hotel maupun kunjungan ke daya tarik wisata di Bali,” kata Ketut Jaman. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

PARIWISATA

Peringkat Satu Top Destinasi Pariwisata Dunia, Gubernur Koster: Bali Tetap Kuat Meski Digoyang Isu Sampah, Macet dan Sepi

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster mengalungkan bunga menyambut wisatawan yang datang ke Bali saat Tahun Baru 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster gembira dan berterima kasih kepada semua stakeholders dan masyarakat yang terus aktif menjaga kualitas pariwisata Bali. Kerja keras semua pihak diapresiasi dunia. Bali Indonesia baru saja meraih peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor. Bali di posisi teratas, melampaui sembilan destinasi kenamaan dunia lainnya seperti London, Roma, Hanoi, Paris, New York (NY) hingga Dubai. 

Penghargaan dunia ini diakui Koster bahwa Bali tetap kuat dengan pariwisata berbasis budaya, tradisi, seni dan alam meskipun sering digoyang dengan isu sampah, macet dan sepi.

“Bali di posisi nomor 1 dari 10 Top Destinasi Pariwisata Dunia. Bali menempati posisi tertinggi di dunia sepanjang sejarah. Digoyang dengan isu sampah, macet, sepi dan lain ternyata tak bisa menggoyahkan posisi Bali,” kata Gubernur Koster, Jumat, 16 Januari 2026.

Tak hanya dianugerahi peringkat satu Top Destinasi Pariwisata Dunia oleh TripAdvisor, Bali juga diakui global dalam berbagai kategori lainnya seperti diakui sebagai peringkat pertama Honeymoon Destination. kemudian masuk Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, Top 20 Trending Cities. 

Berikut ini data dan fakta Top 10 World’s Best Destinations Travelers’ Choice Awards Trip Advisor dan Bali Indonesia berada di posisi pertama. Setelah itu disusul urutan kedua London, Britania Raya, dan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab, keempat Hanoi, Vietnam, kelima Paris, Prancis, keenam Roma, Italia, ketujuh Marrakesh, Maroko, kedelapan Bangkok, Thailand, kesembilan Kreta, Yunani dan sepuluh New York, Amerika Serikat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bertemu Gubernur Koster, Pemerintah Tiongkok Siap Dukung Penanganan Covid-19 di Bali
Lanjutkan Membaca