Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Di Depan Gubernur Koster, BPIP Nyatakan Kebijakan di Bali tak Ada Diskriminatif

BALIILU Tayang

:

Gubernur Bali Wayan Koster menerima Deputi Bidang Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi BPIP Ani Purwanti saat kunjungan kerja rombongan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi, di ruang rapat Gedung Gajah Jayasabha Denpasar, Kamis (10/12).

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kerja rombongan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bidang Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi, di ruang rapat Gedung Gajah Jayasabha Denpasar, Kamis (10/12).

Di hadapan para peserta kunker, Gubernur Koster menyampaikan kekhawatirannya terhadap perkembangan situasi dan kondisi yang belakangan ini kurang kondusif, terutama yang menyangkut masalah persatuan bangsa dan kesatuan bangsa.

“Kita sudah merdeka sejak tahun 1945, tapi masalah ideologi ini gak tuntas-tuntas, masih saja sering terdengar dan terkadang mengkhawatirkan. Kemajuan suatu bangsa dan kecepatan dalam membangun diukur dari ideologi kebangsaannya. Kalau belum tuntas, maka akan terhambat. Kalau kita melihat negara – negara maju, saya kira masalah ideologinya sudah selesai,” kata Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Untuk itulah, lanjut Gubernur Koster, dengan terbentuknya BPIP bersama lembaga-lembaga lainnya seperti DPR, diharapkan mampu memberikan pembinaan dan menggawangi ideologi Pancasila.

“Secara spesifik kan dengan adanya badan ini akan menjadi lebih fokus, lebih kuat, lebih terarah, lebih tersistematis dalam memperkuat ideologi kebangsaan masyarakat yang diawali dari instansi pemerintahan sebagai penerbit produk-produk kebijakan yang berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, sehingga sangat memahami alur satu regulasi,” ujar Gubernur yang tiga periode sempat menjadi anggota DPR RI.

Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali itu menyatakan, lembaga yang ada saat ini seperti DPR dan Kemendagri, tentu akan terbantu dengan kehadiran BPIP. Terutama dalam mengkaji peraturan daerah yang diterbitkan provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia.

Deputi Bidang Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi BPIP Ani Purwanti menjelaskan, BPIP mempromosikan nilai-nilai Pancasila kepada pemerintah daerah hingga akademisi untuk mencegah lahirnya regulasi yang diskriminatif. Sekaligus menginternalisasi apabila ditemukan data perundang-undangan yamg dinilai diskriminatif.

Baca Juga  Menhub RI dan Gubernur Koster Letakkan Batu Pertama Pembangunan Pelabuhan Sanur dan Bias Munjul di Nusa Ceningan

“Kami mendapatkan banyak Perda yang untuk dilihat lagi sinkronisasinya dengan Pancasila, dan kami mengapresiasi terkait pembuatan Peraturan Daerah di Bali termasuk kemitraan yang dijalin dengan stakeholder sangat baik, sehingga tidak terdapat satu Peraturan Daerah atau Peraturan Kepala Daerah yakni peraturan gubernur, bupati/wali kota yang diskriminatif,” ujarnya, menjelaskan. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Tandatangani Prasasti Karya, Bupati dan Ketua DPRD Badung Resmikan Bale Banjar Jaba Jero Kuta

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Tandatangani Prasasti Bale Banjar Jaba Jero
TANDATANGANI PRASASTI: Bupati Wayan Adi Arnawa menandatangani prasasti saat meresmikan Bale Banjar Adat Jaba Jero, Kuta, Sabtu (10/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Krama Banjar Adat Jaba Jero, Kuta, kini resmi memiliki fasilitas adat baru senilai Rp 7 miliar melalui dana hibah fisik APBD Induk Kabupaten Badung TA 2026. Gedung baru ini diresmikan dengan upacara karya melaspas, pedudusan alit, mendem dasar, mendem pedagingan dan mecaru serta penandatanganan prasasti, Sabtu (10/10).

Pembangunan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah memperkuat fasilitas publik untuk menunjang kehidupan sosial, adat, agama, dan budaya krama. Acara dihadiri langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti.

Bupati Adi Arnawa menegaskan pembangunan fasilitas masyarakat harus disertai penentuan prioritas yang jelas untuk kenyamanan warga dan pariwisata. “Program pemerintah harus tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Saat ini, kami memprioritaskan penataan infrastruktur yang mendukung kepentingan publik, termasuk penataan kawasan Kuta agar kembali menjadi destinasi pariwisata yang nyaman, tertib, dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa Bale Banjar krama sudah bagus, fasilitas yang ada agar dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan adat, keagamaan, pelestarian seni dan budaya serta penguatan interaksi sosial antar krama.

Bupati juga membeberkan upayanya memulihkan daya tarik Kuta lewat kolaborasi berbagai pihak. Saat ini sedang dilakukan penataan pedestrian, penyediaan fasilitas parkir, serta peningkatan aksesibilitas menjadi bagian dari upaya membangun kawasan pariwisata yang lebih tertata.

“Saya ingin mengembalikan marwah Kuta, saat ini saya sedang melaksanakan penataan pedestrian, penyediaan fasilitas parkir, peningkatan aksesibilitas menjadi bagian dari upaya membangun kawasan pariwisata yang lebih tertata. Setelah rampung perbaikan pedestrian di pantai Kuta, saya lanjutkan hingga ke Kartika Plaza,” ucap Adi Arnawa.

Kelian Adat Banjar Jaba Jero, I Dewa Gede Ketut Rimbawa, mengapresiasi penuh bantuan dana hibah tersebut. Ia menjelaskan bahwa pembangunan Bale Banjar Jaba Jero ini menelan biaya kurang lebih Rp 7 miliar. Sebagian besar pembiayaannya bersumber dari bantuan dana hibah Pemerintah Kabupaten Badung.

Baca Juga  Unud Dapat Kepercayaan dari UNIZAR Mataram Selenggarakan Pelatihan PEKERTI

“Atas nama seluruh krama Banjar Adat Jaba Jero, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung dan Bapak Ketua DPRD Badung atas dukungan yang telah diberikan,” ujarnya.

Kegiatan turut dihadiri anggota DPRD Nyoman Graha Wicaksana, Camat Kuta I Made Agus Suantara, Sekretaris Camat Kuta I Putu Dedik Adi Ardiana, Lurah Kuta Ayu Putu Erawati, Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana serta tokoh adat dan krama Banjar Adat Jaba Jero Kuta. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri HUT Ke-48 ST Catur Asrama Kekeran

Published

on

By

Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri HUT ke-48 ST Catur Asrama
HADIRI HUT: Wabup Bagus Alit Sucipta Bersama Ketua WHDI Nyonya Yunita Alit Sucipta saat menghadiri HUT. ke-48 ST. Catur Asrama di Banjar Delod Sema, Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, Jumat (9/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, didampingi Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Sekaa Teruna (ST) Catur Asrama, sekaligus pelantikan pengurus baru masa bakti 2026–2028, Jumat (9/10). Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Generasi Muda yang Santun, Berbudaya dan Bermasyarakat” tersebut bertempat di Banjar Delod Sema, Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi.

Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Badung I Wayan Edy Sanjaya, perwakilan Camat Mengwi beserta unsur Tripika Kecamatan, Perbekel Desa Kekeran I Nyoman Suarda, Bendesa Adat Kekeran I Gusti Ngurah Okanaya, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi kepada ST Catur Asrama yang telah menyelenggarakan perayaan HUT dengan dukungan seluruh lapisan masyarakat. Ia berharap momentum peringatan ini dapat memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong generasi muda untuk terus berperan aktif dalam pembangunan desa, pelestarian adat, dan budaya Bali.

Wabup Bagus Alit Sucipta secara khusus berpesan agar para anggota Sekaa Teruna menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan, seperti mengganggu ketertiban umum, mengkonsumsi minuman keras secara berlebihan, serta terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

“Saya berpesan kepada seluruh anggota Sekaa Teruna Catur Asrama menjauhi hal-hal negatif. Jangan mengganggu ketertiban umum, jangan mabuk-mabukan, dan perangi narkoba. Mari isi masa muda dengan kegiatan positif, seperti melestarikan seni, adat, tradisi, dan budaya kita,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wabup menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung akan terus memberikan dukungan terhadap kreativitas generasi muda melalui program dan bantuan yang mendorong tumbuhnya kegiatan kepemudaan yang produktif serta bermanfaat bagi masyarakat.

Ia juga menyampaikan komitmen peningkatan dukungan dana kreativitas Sekaa Teruna dari Rp. 25 juta menjadi Rp. 40 juta, serta dana perayaan HUT Sekaa Teruna dari Rp. 10 juta menjadi Rp. 20 juta. Dukungan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kegiatan yang bernilai positif.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Apresiasi Pemberian Penghargaan dalam Penyaluran Stimulus Ekonomi

Sementara itu, Bendesa Adat Kekeran I Gusti Ngurah Okanaya menyampaikan rasa bahagia atas terselenggaranya perayaan HUT ke-48 ST Catur Asrama yang menjadi momentum mempererat kebersamaan serta meningkatkan semangat generasi muda dalam berkegiatan.

Ia mengapresiasi berbagai aktivitas positif yang telah dilaksanakan oleh ST Catur Asrama, khususnya di bidang seni, budaya, dan olahraga. Menurutnya, keikutsertaan dalam berbagai kegiatan merupakan proses pembelajaran yang penting bagi generasi muda untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan.

“Anak-anak kami di Sekaa Teruna Catur Asrama telah melaksanakan berbagai kegiatan positif, baik di bidang seni, budaya maupun olahraga. Walaupun belum memperoleh juara, mari tetap semangat dan terus berusaha menjadi lebih baik. Pemerintah desa juga telah berkomitmen memberikan ruang gerak bagi kreativitas generasi muda di Desa Kekeran,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Rasniathi Adi Arnawa Dilantik Jadi Duta Budaya dan Ketua Pakis MDA Badung 2026–2031

Published

on

By

Rasniathi Adi Arnawa Dilantik Jadi Duta Budaya dan Ketua Pakis MDA Badung
PELANTIKAN: Nyonya Rasniathi Adi Arnawa resmi dilantik sebagai Duta Budaya Kabupaten Badung sekaligus dikukuhkan sebagai Ketua Pakis MDA Kabupaten Badung di Kantor MDA Kabupaten Badung, Minggu (11/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Nyonya Rasniathi Adi Arnawa resmi mengemban dua peran dalam pelestarian adat di Kabupaten Badung. Ia dilantik sebagai Duta Budaya Kabupaten Badung sekaligus dikukuhkan sebagai Ketua Pasikian Paiketan Krama Istri (Pakis) Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Badung masa bakti 2026–2031.

Prosesi pelantikan dan pengukuhan tersebut berlangsung dalam rangkaian upacara mejaya-jaya di Kantor MDA Kabupaten Badung, Minggu (11/10). Selain pengurus Pakis, prosesi ini juga mengukuhkan prajuru Pasikian Pecalang dan Pasikian Yowana MDA Kabupaten Badung untuk masa bakti yang sama.

Pelantikan Nyonya Rasniathi sebagai Duta Budaya dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Badung, Luh Suryaniti, yang hadir mewakili Bupati Badung. Sementara itu, pengukuhan prajuru ketiga pasikian (Pakis, Pecalang, dan Yowana) dipimpin langsung oleh Bendesa Madya MDA Kabupaten Badung, Ida Bagus Gede Widnyana.

Usai prosesi, Rasniathi Adi Arnawa menyatakan komitmennya untuk mengabdi penuh kepada masyarakat adat di Kabupaten Badung melalui dua tanggung jawab baru yang diembannya tersebut.

“Kami akan semaksimal mungkin melakukan dan mengerjakan tugas-tugas serta menjalankan fungsi kami di desa adat. Kami akan ngayah di Badung, baik sebagai Pakis maupun sebagai Duta Budaya. Kami semua mengabdi untuk kemajuan Badung yang kita cintai bersama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, momentum pelantikan ini harus menjadi titik balik untuk menguatkan eksistensi dan kontribusi Pakis agar dampak positifnya semakin dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Harapan kedepannya, Pakis Kabupaten Badung bisa lebih terdengar gaungnya. Kami akan semaksimal mungkin menjalankan tugas dan fungsi kami sebagai Pakis, dan saya juga sebagai Duta Budaya Kabupaten Badung,” imbuh Rasniathi.

Ketua Panitia Kegiatan, I Ketut Nuridja, menjelaskan bahwa pengukuhan bersama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan MDA Kabupaten Badung. Langkah ini juga bertujuan memacu partisipasi generasi muda dalam membentengi tradisi, seni budaya, serta kearifan lokal Bali di tengah arus modernisasi.

Baca Juga  DPRD Bali Terima dan Setujui Ranperda RTRW Provinsi Bali 2023-2043

Pada kesempatan yang sama, Bendesa Madya MDA Kabupaten Badung, Ida Bagus Gede Widnyana, berharap sinergi antara majelis adat dan pemerintah daerah terus terjaga demi kelancaran program kerja di tingkat desa adat.

“Semoga kedudukan dan kehadiran Bapak/Ibu di tempat ini berkenan untuk membimbing kami, agar berguna dalam mendampingi desa adat serta selaras dengan pelaksanaan serta ketentuan program kerja pemerintah. Semoga keselamatan dan kesejahteraan senantiasa menyertai jagat Badung, jagat Bali, dan semuanya,” ucap Ida Bagus Gede Widnyana.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, serta perwakilan dari PHDI, Listibiya, dan Widyasaba Kabupaten Badung. Hadir pula para prajuru MDA Kabupaten Badung beserta jajaran pengurus tingkat kecamatan se-Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca