Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster Ajak “Pasemetonan” Arya Wang Bang Pinatih Perkuat Karakter, Identitas dan Jati Diri Masyarakat Bali

BALIILU Tayang

:

AUDIENSI: Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Pengurus Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih (PW-AWBP) yang langsung dipimpin IGN Jaya Negara, SE. selaku Ketua Umum PW-AWBP Bali / Pusat beserta jajaran pengurusnya di Ruang Tamu Gubernur, Kantor Gubernur Bali, Selasa (2/11).

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Pengurus Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih (PW-AWBP) yang langsung dipimpin IGN Jaya Negara, SE. selaku Ketua Umum PW-AWBP Bali / Pusat beserta jajaran pengurusnya di Ruang Tamu Gubernur, Kantor Gubernur Bali, Selasa (2/11).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas dukungan Pasemetonan AWBP terhadap program – program pemerintah daerah, khususnya Pemprov Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang memprioritaskan pembangunan alam Bali dan isinya yakni masyarakat Bali beserta kebudayaannya.

Lebih jauh, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan arahan terkait kebudayaan, dimana setiap komponen baik organisasi, kelompok maupun perorangan memiliki kewajiban untuk menjaga budaya yang sudah diwariskan secara turun temurun. Karena berkat budaya dan kearifan lokal inilah Bali menjadi terkenal dan dilirik sebagai salah satu destinasi wisata dunia terbaik oleh para pelancong.

“Kebudayaan Bali menjadi karakter yang terus hidup dalam keseharian masyarakat Bali dan menjadikan Bali terkenal. Karena budaya Bali memiliki kekayaan dan keunikan tersendiri yang tidak dimiliki budaya daerah lain. Oleh karena itu harus kita jaga bersama – sama,” pinta Gubernur Bali dihadapan para tamu sembari menyampaikan pembangunan ekonomi Bali harus berimbang dengan pembangunan dan pelestarian kebudayaan. Jika kebudayaan Bali terpelihara dengan baik, maka perkembangan ekonomi pun dengan sendirinya akan mengikuti.

Guna terus membangun, memelihara dan melestarikan kebudayaan Bali, selaku pemimpin, Gubernur Bali Wayan Koster pun telah menerbitkan berbagai kebijakan – kebijakan yang bersifat fundamental dan dapat mendukung alam, manusia serta kebudayaan Bali. Seperti Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 80 tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Sastra dan Aksara Bali, Pergub Nomor 79 tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali secara serentak di seluruh Bali, dan sebagainya.

Selanjutnya Gubernur Wayan Koster mengharapkan pasemetonan – pasemetonan yang ada di Bali bisa menjadi benteng awal untuk menyaring berbagai kebudayaan yang datang dari luar, sehingga bisa memperkuat karakter, identitas dan jati diri sebagai masyarakat Bali.

“Di Bali banyak terdapat pasemetonan, ini bagus, di samping bisa untuk mempererat ikatan pasemetonan juga untuk memperkuat keberadaan Bali. Pasemetonan bisa memberikan pemahaman dan wawasan kepada warganya dalam menghadapi berbagai tantangan yang semakin komplek ke depan. Sehingga keberadaan masyarakat Bali beserta kebudayaannya tidak tergerus oleh perkembangan,” cetus Gubernur Bali.

“Sebagai orang Bali yang memegang teguh petuah leluhur, kita harus pageh, harus teguh, kata orang-orang tua itu kita miyasa. Sehingga godaan hidup yang datangnya diundang / tidak diundang bisa terlewati,” pungkas Gubernur Bali.

Sebelumnya Ketua Umum PW-AWBP Jaya Negara yang juga Walikota Denpasar melaporkan AWBP telah melaksanakan Mahasabha IV pada tanggal 31 Oktober 2021. Selaku organisasi di bawah binaan Gubernur, wajib menyampaikan hasil – hasil pembahasan yang disepakati sekaligus memperkenalkan kepengurusan PW-AWBP yang baru dikukuhkan. Mewakili pasemetonan, Jaya Negara menyampaikan dukungan terhadap program – program prioritas yang dilaksanakan Pemprov Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Organisasi pasemetonan AWBP selaku masyarakat umum, wajib mendukung apa pun program yang dilaksanakan Pemprov Bali. Di samping juga karena melihat begitu besar komitmen Bapak Gubernur Bali dalam menjaga alam, manusia dan kebudayaan Bali melalui visi misinya, sehingga sudah sepatutnya kita mendukung,” ujarnya.

Tak hanya itu, Jaya Negara juga berkesempatan menyampaikan gebrakan baru dalam organisasi pasemetonan AWBP yakni dengan pembentukan Dewan Pakar atau Sabha Maha Widya, yang di dalamnya terdiri dari para cendekiawan, intelektual, akademisi, birokrat, teknokrat, usahawan.

“Semoga lembaga yang baru kita bentuk ini, yang beranggotakan tokoh – tokoh intelektual dari berbagai kalangan, dapat memberikan kontribusi masukan –masukan positif dalam menghadapi berbagai tantangan besar seperti yang disampaikan Bapak Gubernur barusan. Bisa membangun kualitas SDM dan peran serta kita demi paiketan, daerah, bangsa dan negara kita. Intinya kami sesuai slogan pasemetonan Ayu Tunggal Kabeh, ingin membangun kebersamaan diantara pasemetonan kemudian kami teruskan ke masyarakat,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Jaya Negara mewakili pasemetonan AWBP juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Bali yang telah berkenan menerima Pengurus AWBP serta memberikan bantuan berupa tanah untuk pembangunan petilasan dan sekretariat di kawasan eks Balitex Denpasar serta berharap kedepannya mendapatkan bantuan untuk pembangunan wantilan dan penyengkernya. Pada kesempatan tersebut juga dilaporkan progres pembangunan Pura Segara Rupek di Grokgak yang mendapatkan bantuan hibah Pemprov Bali yang rencananya Jumat (5/11) akan dilaksanakan upakara Mulang Dasar. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Monitoring Implementasi Indikator Kabupaten Ber-Aksi oleh KPK RI

Published

on

By

Kabupaten Ber-Aksi
HADIRI MONITORING: Sekda Surya Suamba menghadiri kegiatan Monitoring Implementasi Indikator Kabupaten Ber-Aksi yang diselenggarakan oleh KPK RI, di Ruang Rapat Satya Gosana I, Inspektorat Kabupaten Badung, Selasa (7/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Mewakili Bupati, Sekda Badung IB Surya Suamba menghadiri kegiatan Monitoring Implementasi Indikator Kabupaten Ber-Aksi (Berani Berantas Korupsi) yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melalui Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Dit. Permas) KPK RI, bertempat di Ruang Rapat Satya Gosana I, Inspektorat Kabupaten Badung, Selasa (7/7). Acara ini dihadiri oleh Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, Camat dan Lurah se-Kabupaten Badung.

Sekda Badung IB Surya Suamba dalam sambutannya menyampaikan bahwa setelah Kabupaten Badung ditetapkan sebagai Kabupaten Antikorupsi, monitoring ini merupakan momen yang dinantikan, karena melalui Monitoring Implementasi Indikator Kabupaten Antikorupsi, Pemkab Badung akan mendapatkan masukan-masukan yang berharga bagi pembangunan integritas dan pencegahan korupsi di Kabupaten Badung.

“Sudah kami sampaikan beberapa indikator bagaimana program pencegahan korupsi dan dari KPK RI juga sudah memberikan beberapa tambahan terkait indikatornya. Tentunya nanti akan disempurnakan, Predikat sebagai Kabupaten Antikorupsi bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui komitmen bersama seluruh jajaran pemerintah daerah. Kedepannya tentunya seluruh kelurahan/desa di Kabupaten Badung akan disiapkan menjadi Desa/Kelurahan Antikorupsi,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua Satuan Tugas (Waka satgas) Dit. Permas KPK RI, Ariz Dedy Arham dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada Kabupaten Badung sebagai Kabupaten Antikorupsi telah menerapkan e-Pakta/e-Komitmen tidak memberikan gratifikasi pra-pelayanan publik pada Mal Pelayanan Publik di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Dan hal ini juga menjadi salah satu indikator untuk Kabupaten/Kota antikorupsi tahun 2026 oleh KPK RI.

“Selain monitoring, kami juga berterima kasih dan mengapresiasi kepada Pemkab Badung yang telah menerapkan e-Pakta/e-Komitmen tidak memberikan gratifikasi pra-pelayanan publik pada Mal Pelayanan Publik. Status Percontohan Kabupaten/Kota Ber-Aksi bisa dicabut, jika terdapat kepala daerah atau pimpinan OPD yang terjerat tindak pidana korupsi/tindak pidana lainnya. Maka dari itu, pentingnya saling mengingatkan dan menjaga Integritas berdasarkan Indikator Kabupaten/Kota Ber-Aksi,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

K3S Badung Buka Pelatihan Membuat Kue untuk PPKS di Kabupaten Badung

Published

on

By

SERAHKAN BANTUAN: Ketua K3S Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan bantuan usai membuka Pelatihan Membuat Kue untuk PPKS Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu (Yapi), Senin (6/7/2026) di Gedung Yayasan MBM Kelurahan Kapal Mengwi. (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, secara resmi membuka Pelatihan Membuat Kue untuk Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu (Yapi) yang berada di lingkungan panti asuhan se‑Kabupaten Badung, Senin (6/7/2026).  Kegiatan ini berlangsung di Gedung Yayasan Maha Bhoga Marga (MBM), Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, dan dilaksanakan secara bertahap mulai tanggal 6 hingga 11 Juli 2026.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung, Kepala Pengurus Yayasan Maha Bhoga Marga, Ketua dan pengelola panti asuhan se‑wilayah Badung, narasumber serta tenaga pelatih ahli membuat kue, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua K3S Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang setinggi‑tingginya dan menyambut baik terselenggaranya program ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya pemberdayaan yang tidak bersifat sesaat, melainkan dirancang agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Anak‑anak yatim, piatu, maupun yatim piatu yang tinggal di panti asuhan adalah generasi yang kehilangan sosok orang tua, namun tetap berhak mendapatkan pembinaan, kasih sayang, pendidikan, serta penghidupan yang layak sebagaimana anak lainnya. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali mereka dengan keterampilan praktis yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa berharap materi pembuatan kue yang disampaikan dapat meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri anak‑anak didik. “Tujuannya agar mereka memiliki bekal keterampilan untuk memenuhi haknya menuju kemandirian, bisa berusaha sendiri, serta memiliki masa depan yang lebih cerah dan tidak tergantung selamanya pada bantuan orang lain,” tambahnya.

Selama enam hari pelatihan, peserta akan diajarkan cara membuat berbagai jenis kue kering, kue basah, dan olahan roti yang banyak diminati pasar, mulai dari pemilihan bahan berkualitas, teknik pengolahan yang higienis, hingga cara pengemasan dan pemasaran sederhana.

Setelah rangkaian acara pembukaan selesai, Ketua K3S Badung beserta rombongan melanjutkan kunjungan langsung ke dua rumah warga yang tergolong rentan di wilayah Kelurahan Kapal. Pertama, mengunjungi Ni Ketut Rai Alit Artini di Lingkungan Banjar Titih, dan kedua menemui Ni Luh Putu Trisnayanti, penyandang disabilitas di Lingkungan Banjar Belulang. Dalam kunjungan tersebut, diserahkan bantuan berupa kursi roda dan paket sembako lengkap guna meringankan beban kebutuhan sehari‑hari serta mendukung aksesibilitas dan kenyamanan hidup mereka.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen K3S Badung dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya melalui peningkatan keterampilan bagi anak‑anak panti, tetapi juga melalui bantuan langsung bagi warga rentan dan penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua GOW Badung Terima Kunjungan Kerja GOW Kabupaten Sekadau

Perkuat Silaturahmi dan Berbagi Pengalaman Organisasi

Loading

Published

on

By

TERIMA KUNKER: Ketua GOW Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta saling bertukar cinderamata saat menerima kunjungan kerja GOW Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, di Sekretariat Balai Budaya Lantai III, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Senin (6/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta, menerima kunjungan kerja Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, di Sekretariat Balai Budaya Lantai III, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Senin (6/7/2026).

Rombongan GOW Kabupaten Sekadau dipimpin langsung oleh Ketua GOW Kabupaten Sekadau, Ny. Wiwin Atriana, beserta jajaran pengurus. Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh para pengurus GOW Kabupaten Badung sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman dalam pengelolaan organisasi perempuan.

Ketua GOW Kabupaten Sekadau, Ny. Wiwin Atriana, menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk mempererat hubungan antarlembaga sekaligus mempelajari berbagai program dan kegiatan yang telah dijalankan GOW Kabupaten Badung.

Menurutnya, GOW Kabupaten Badung dinilai berhasil mengembangkan berbagai program organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat, sehingga dapat menjadi referensi dalam pengembangan program GOW Kabupaten Sekadau.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta, menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja tersebut. Pihaknya menjelaskan berbagai kebijakan dan program yang telah dilaksanakan GOW Kabupaten Badung sejak terbentuk tiga tahun lalu, mulai dari kegiatan sosial kemasyarakatan hingga agenda rutin organisasi.

Ny. Yunita, yang juga menjabat sebagai Ketua WHDI Kabupaten Badung, menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan berbagai program tersebut tidak terlepas dari soliditas, kekompakan, dan semangat kebersamaan seluruh jajaran pengurus GOW Kabupaten Badung.

“Melalui kunjungan ini, semoga kita dapat saling berbagi pengalaman dan bertukar pengetahuan dalam menjalankan organisasi yang kita cintai agar semakin maju ke depannya. Semoga pula tali silaturahmi yang telah terjalin dapat terus dipererat melalui wadah organisasi ini,” ujarnya.

Ketua GOW Kabupaten Sekadau mengaku merasa senang dan mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan GOW Kabupaten Badung. Ia menilai kunjungan tersebut memberikan banyak wawasan, informasi, serta kesempatan untuk saling bertukar gagasan mengenai berbagai program dan strategi pengembangan organisasi.

Sebagai penutup rangkaian kunjungan kerja, kedua ketua GOW saling bertukar cinderamata khas daerah masing-masing sebagai simbol persahabatan, kerja sama, dan komitmen untuk terus mempererat hubungan antardaerah melalui organisasi perempuan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca