Denpasar, baliilu.com – Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki mengatakan, di saat UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) sedang mengalami masalah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia membantu usaha mikro yang selama ini belum terhubung ke lembaga pembiayaan formal melalui program ‘’Kita Jaga Usaha’’.
“Saat ini Bali sangat terdampak, kerjasama kami (Kemenko UKM-red) dengan Baznas terus bergulir dan mudah-mudahan ini bisa ikut meringankan beban dari para pelaku usaha mikro. Karena, program ini bukan hanya untuk warga Muslim tetapi untuk seluruh masyarakat Bali. Kerjasama dengan Baznas sangat penting karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, saat ini 21 % lebih program pemulihan ekonomi nasional untuk UMKM,” demikian sambutan Menteri Teten Masduki saat launching program ‘’Kita Jaga Usaha’’ yang dilakukan Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH Noor Achmad di Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali di Jalan Cok Agung Tresna, Denpasar, Senin (22/11/2021).
Turut hadir dalam acara tersebut, Gubernur Bali yang diwakili Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Bali Tjokorde Bagus Pemayun, A. Par., M.M., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Wayan Mardiana, M.M., Ketua Baznas Provinsi Bali, dan para undangan.
Teten Masduki lanjut menyampaikan, kontribusi Bali ke nasional sangat besar. Ketika Bali sedang sulit saat ini, harus dibantu, sekecil apa pun. Karena Bali menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Di Bali banyak produk yang bisa dihubungkan dengan program Baznas yang juga membutuhkan supply. Kolaborasi ini akan sangat baik.
Dijabarkan, untuk saat ini struktur perekonomian kita tetap didominasi oleh usaha mikro, yang saat ini angkanya 99% lebih itu usaha mikro. Usaha besar atau konglomerat hanya sekitar 0,01 % tapi kontribusinya 40%. Sementara UMKM dengan 99,9 % yang 99,6 %-nya usaha mikro hanya kontribusinya 60 %, sehingga jomplang produktivitasnya.
Untuk itu harus didesain, karena kalau dibiarkan tanpa didesain maka persaingan di bawah akan semakin ketat, sehingga rejeki akan semakin kecil. “Kita harus konsolidasi dalam koperasi, koperasi yang mengolah dan memasarkan dengan begitu kita bisa menciptakan sirkuit ekonomi dimana keuntungan dari seluruh proses produksi itu akan dinikmati oleh seluruh anggota,” tandas Teten Masduki.
Sebelumnya, Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH Noor Achmad saat me-launching program ‘‘Kita Jaga Usaha’’ menegaskan Baznas dengan UMKM sangat berhubungan erat, karena Baznas memang diperuntukkan untuk mengentaskan kemiskinan. Jadi basic-nya adalah basic masyarakat, basic rakyat umum, terutama mereka yang miskin. UMKM, koperasi juga sama basic-nya adalah mereka-mereka yang perlu diangkat perekonomiannya.
Lebih lanjut dikatakan, program ‘‘Kita Jaga Usaha’’ akan membantu 500 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bali yang masing-masing mendapatkan bantuan modal Rp 1 juta. Dengan demikian apa yang diinginkan yakni Bali akan kembali bangkit, tumbuh, dan tangguh menjadi kekuatan pariwisata dan ekonomi. Ia berharap untuk bersama-sama mem-back up, menjadikan Bali menjadi etalase yang bangkit.
“Akan banyak program kita lakukan bersama dengan kementerian UMKM terutama sekali memperkuat warung-warung kecil yang ada di desa-desa. Kita akan membantu warga yang sekarang ini sedang konsentrasi untuk peternakan ayam, nanti akan kita jadikan basic koperasi, dibiayai oleh Baznas sehingga menjadi bagian program antara Baznas dengan Kementerian Koperasi dan UKM. Kami sudah mengintruksikan seluruh provinsi, kabupaten kota untuk berkosentrasi membantu UMKM, sehingga nanti program ini bisa di-backup oleh provinsi dan kabupaten kota,” bebernya.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Bali Tjokorde Bagus Pemayun, mengucapkan terimakasih kepada Baznas, karena sudah melakukan berbagai program untuk tanggap darurat Covid-19 baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Tahun ini Baznas kembali menginisiasi program ‘’Kita Jaga Usaha’’ semoga program ini dapat menjadi salah satu solusi untuk terus konsisten dalam usaha menyongsong era Bali kembali dimana ekonomi bangkit dengan menjaga ketahanan UMKM.
“Dalam dua tahun ini kita bersama-sama merasakan krisis di berbagai aspek kehidupan, sebagai dampak daripada pandemi Covid-19, di mana sendi-sendi dasar perekonomian bangsa menjadi porak poranda. Sektor mikro kecil yang di dalamnya terdapat UMKM yang juga berdampak di tengah pandemi Covid-19. Penguatan ketahanan UMKM dalam rangka menyongsosng era baru Bali kembali, Bali bangkit sangatlah penting disiapkan sedini mungkin agar kita semua dan Bali kembali,” tegas Gubernur.
Untuk itu, ia mengharapkan adanya dukungan penuh dari berbagai pihak pada Bali sebagai bentuk wujud nyata dukungan untuk Bali kembali. Pemberian modal pada sektor UMKM di Bali sebagai garda terdepan dalam mendukung pemulihan ekonomi Bali sangatlah tepat. Hal ini seiring dengan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Bali yang bisa diandalkan.
Lebih lanjut dikatakan, penyaluran bantuan sangat diperlukan dalam menjaga ketahanan UMKM dan juga membantu perekonomian masyarakat yang terkena PHK pada masa pandemi Covid-19. Program pemberdayaan warteg atau warung dan usaha kuliner yang akan didistribusikan kepada isoman, panti asuhan, panti jompo, lembaga pemasyarakatan, rumah singgah, tenaga kesehatan dan warga terdampak PPKM sehingga apa yang dicapai Bali saat ini bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan di masa mendatang.
“Untuk itu mari kita tingkatkan lagi sinergi yang sudah terjalin baik sehingga terwujud krama Bali yang sejahtera, terwujud keharmonisan alam, krama dan budaya Bali sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru,” pungkasnya. (eka/bi)