Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Bantu UMKM di Saat Pandemi, Baznas “Launching” Program ‘’Kita Jaga Usaha’’ di Bali

BALIILU Tayang

:

de
LAUNCHING: Baznas RI me-''launching'' program ‘’Kita Jaga Usaha’’ yang dihadiri Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH Noor Achmad, Menkop UKM Teten Masduki, Gubernur Bali yang diwakili Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Bali Tjokorde Bagus Pemayun, A. Par., M.M., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Wayan Mardiana, M.M., Ketua Baznas Provinsi Bali, di Kantor Bappeda Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Senin (22/11/2021). (Foto: Eka)

Denpasar, baliilu.com – Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki mengatakan, di saat UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) sedang mengalami masalah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia membantu usaha mikro yang selama ini belum terhubung ke lembaga pembiayaan formal melalui program ‘’Kita Jaga Usaha’’.

“Saat ini Bali sangat terdampak, kerjasama kami (Kemenko UKM-red) dengan Baznas terus bergulir dan mudah-mudahan ini bisa ikut meringankan beban dari para pelaku usaha mikro. Karena, program ini bukan hanya untuk warga Muslim tetapi untuk seluruh masyarakat Bali. Kerjasama dengan Baznas sangat penting karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, saat ini 21 % lebih program pemulihan ekonomi nasional untuk UMKM,” demikian sambutan Menteri Teten Masduki saat launching program ‘’Kita Jaga Usaha’’ yang dilakukan Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH Noor Achmad di Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali di Jalan Cok Agung Tresna, Denpasar, Senin (22/11/2021).

Turut hadir dalam acara tersebut, Gubernur Bali yang diwakili Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Bali Tjokorde Bagus Pemayun, A. Par., M.M., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Wayan Mardiana, M.M., Ketua Baznas Provinsi Bali, dan para undangan.

Teten Masduki lanjut menyampaikan, kontribusi Bali ke nasional sangat besar. Ketika Bali sedang sulit saat ini, harus dibantu, sekecil apa pun. Karena Bali menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Di Bali banyak produk yang bisa dihubungkan dengan program Baznas yang juga membutuhkan supply. Kolaborasi ini akan sangat baik.

Dijabarkan, untuk saat ini struktur perekonomian kita tetap didominasi oleh usaha mikro, yang saat ini angkanya 99% lebih itu usaha mikro. Usaha besar atau konglomerat hanya sekitar 0,01 % tapi kontribusinya 40%. Sementara UMKM dengan 99,9 % yang 99,6 %-nya usaha mikro hanya kontribusinya 60 %, sehingga jomplang produktivitasnya.

Untuk itu harus didesain, karena kalau dibiarkan tanpa didesain maka persaingan di bawah akan semakin ketat, sehingga rejeki akan semakin kecil. “Kita harus konsolidasi dalam koperasi, koperasi yang mengolah dan memasarkan dengan begitu kita bisa menciptakan sirkuit ekonomi dimana keuntungan dari seluruh proses produksi itu akan dinikmati oleh seluruh anggota,” tandas Teten Masduki.   

Sebelumnya, Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH Noor Achmad saat me-launching program ‘‘Kita Jaga Usaha’’ menegaskan Baznas dengan UMKM sangat berhubungan erat, karena Baznas memang diperuntukkan untuk mengentaskan kemiskinan. Jadi basic-nya adalah basic masyarakat, basic rakyat umum, terutama mereka yang miskin. UMKM, koperasi juga sama basic-nya adalah mereka-mereka yang perlu diangkat perekonomiannya.

Lebih lanjut dikatakan, program ‘‘Kita Jaga Usaha’’ akan membantu 500 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bali yang masing-masing mendapatkan bantuan modal Rp 1 juta. Dengan demikian apa yang diinginkan yakni Bali akan kembali bangkit, tumbuh, dan tangguh menjadi kekuatan pariwisata dan ekonomi. Ia berharap untuk bersama-sama mem-back up, menjadikan Bali menjadi etalase yang bangkit.

“Akan banyak program kita lakukan bersama dengan kementerian UMKM terutama sekali memperkuat warung-warung kecil yang ada di desa-desa. Kita akan membantu warga yang sekarang ini sedang konsentrasi untuk peternakan ayam, nanti akan kita jadikan basic koperasi, dibiayai oleh Baznas sehingga menjadi bagian program antara Baznas dengan Kementerian Koperasi dan UKM. Kami sudah mengintruksikan seluruh provinsi, kabupaten kota untuk berkosentrasi membantu UMKM, sehingga nanti program ini bisa di-backup oleh provinsi dan kabupaten kota,” bebernya.  

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Bali Tjokorde Bagus Pemayun, mengucapkan terimakasih kepada Baznas, karena sudah melakukan berbagai program untuk tanggap darurat Covid-19 baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Tahun ini Baznas kembali menginisiasi program ‘’Kita Jaga Usaha’’ semoga program ini dapat menjadi salah satu solusi untuk terus konsisten dalam usaha menyongsong era Bali kembali dimana ekonomi bangkit dengan menjaga ketahanan UMKM.

“Dalam dua tahun ini kita bersama-sama merasakan krisis di berbagai aspek kehidupan, sebagai dampak daripada pandemi Covid-19, di mana sendi-sendi dasar perekonomian bangsa menjadi porak poranda. Sektor mikro kecil yang di dalamnya terdapat UMKM yang juga berdampak di tengah pandemi Covid-19. Penguatan ketahanan UMKM dalam rangka menyongsosng era baru Bali kembali, Bali bangkit sangatlah penting disiapkan sedini mungkin agar kita semua dan Bali kembali,” tegas Gubernur.

Untuk itu, ia mengharapkan adanya dukungan penuh dari berbagai pihak pada Bali sebagai bentuk wujud nyata dukungan untuk Bali kembali. Pemberian modal pada sektor UMKM di Bali sebagai garda terdepan dalam mendukung pemulihan ekonomi Bali sangatlah tepat. Hal ini seiring dengan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Bali yang bisa diandalkan.

Lebih lanjut dikatakan, penyaluran bantuan sangat diperlukan dalam menjaga ketahanan UMKM dan juga membantu perekonomian masyarakat yang terkena PHK pada masa pandemi Covid-19. Program pemberdayaan warteg atau warung dan usaha kuliner yang akan didistribusikan kepada isoman, panti asuhan, panti jompo, lembaga pemasyarakatan, rumah singgah, tenaga kesehatan dan warga terdampak PPKM sehingga apa yang dicapai Bali saat ini bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan di masa mendatang.

“Untuk itu mari kita tingkatkan lagi sinergi yang sudah terjalin baik sehingga terwujud krama Bali yang sejahtera, terwujud keharmonisan alam, krama dan budaya Bali sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru,” pungkasnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Juni 2026 Terkendali di Tengah HBKN

Published

on

By

inflasi bali
Infografis inflasi Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 1 Juli 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 0,71% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan Mei sebesar 0,42% (mtm). Inflasi bulanan Provinsi Bali dipengaruhi oleh permintaan barang/jasa akibat perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.

Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan meningkat dari 2,99% (yoy) pada Mei 2026 menjadi 3,27% (yoy), masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34% serta berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%. Secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Juni 2026 yakni Kabupaten Tabanan dengan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,92% (mtm) atau 3,43% (yoy).

Selanjutnya, Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,75% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,46% (yoy), diikuti Kabupaten Badung dengan inflasi bulanan sebesar 0,69% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,80% (yoy), dan selanjutnya Kabupaten Buleleng yang juga mengalami inflasi bulanan sebesar 0,46% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,26% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Juni 2026 bersumber dari kenaikan harga bensin, bawang merah, bawang putih, wortel, dan buncis. Inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga daging ayam ras, sawi hijau, cabai rawit, angkutan udara, dan telur ayam ras. “Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%,” ujarnya.

Ke depan, kata Achris Sarwani, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode high season wisatawan nusantara (libur sekolah), ketidakpastian cuaca pada peralihan musim hujan ke kemarau disertai potensi El Nino moderat yang memengaruhi produksi pertanian, serta potensi peningkatan biaya angkutan barang di tingkat global yang memberikan tekanan terhadap harga barang impor.

Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Adapun langkahlangkah implementasinya diantaranya melalui intensifikasi operasi pasar murah, pemantauan harga secara berkala, monitoring serta sidak distribusi LPG bersubsidi, fasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Melalui berbagai langkah tersebut, inflasi Bali pada tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Keyakinan Konsumen Bali Tetap Terjaga pada Mei 2026

Published

on

By

ikk bali
Infografis indeks konsumen. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali tetap berada di level optimis sebesar 121,9 (nilai indeks > 100). Meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (124,09), IKK Bali masih lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat sebesar 120,9. Optimisme konsumen pada Mei 2026 didorong oleh peningkatan IKK pada masyarakat dengan kelompok pengeluaran Rp 6-7 juta sebesar 21% (mtm), Rp 5-6 juta sebesar 11% (mtm), Rp 2-3 juta sebesar 9% (mtm), dan Rp 3-4 juta sebesar 8% (mtm). Selain itu, optimisme juga tercermin pada pekerja di sektor informal (124,7) dan sektor formal (119,3), sebagaimana hasil Survei Konsumen Bank Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui keterangan pers mengatakan bahwa perlambatan IKK dibandingkan bulan sebelumnya terutama dipengaruhi oleh penurunan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dari 120,7 pada April 2026 menjadi 117,5 pada Mei 2026 atau menurun sebesar 2,7% (mtm).

Penurunan IKE bersumber dari seluruh komponen utama, yaitu konsumsi barang tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (105,0), ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (125,0), serta penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (122,5).

Sementara, kata Achris Sarwani, komponen kegiatan usaha saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu relatif stabil pada level 100,0. Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut mengalami penurunan menjadi 126,3 atau turun 0,9% (mtm) dibandingkan IEK April 2026. Penurunan terutama terjadi pada komponen prakiraan penghasilan (125,5) dan kegiatan usaha (127,5).

Sementara itu, ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang masih menunjukkan peningkatan sebesar 0,8% (mtm) atau menjadi 126,0. “Penurunan IKK pada periode awal hingga pertengahan Mei 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan domestik, antara lain meningkatnya kekhawatiran kenaikan harga pangan global dan perlambatan kunjungan wisatawan, akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah,“ ujar Achris Sarwani.

Selain itu, inflasi Provinsi Bali pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,42% (mtm) dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya komoditas seperti beras, cabai rawit, cabai merah yang memengaruhi persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Sebagai respons, Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga melalui operasi pasar, pengawasan harga komoditas strategis, serta penguatan distribusi pangan. Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth). (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Penjualan Eceran Bali Tetap Optimis di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Published

on

By

penjualan riil bali
Infografis indeks penjualaan riil. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pada April 2026, Indeks Penjualan Riil (IPR) Provinsi Bali tetap kuat sebesar 125,3 dan masih berada di level optimis (>100). Kinerja tersebut meningkat sebesar 0,8% (mtm), terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada kategori suku cadang dan aksesori sebesar 5,0% (mtm), bahan bakar kendaraan bermotor 2,2% (mtm), serta barang budaya dan rekreasi sebesar 1,8% (mtm). Peningkatan tersebut sejalan dengan menguatnya aktivitas mobilitas masyarakat pada periode libur panjang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Jumat Agung serta meningkatnya aktivitas ekonomi daerah seiring dengan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) di Kabupaten Gianyar dan Klungkung. Momentum tersebut turut mendorong permintaan pada sejumlah kelompok barang, khususnya yang berkaitan dengan mobilitas, rekreasi, dan aktivitas konsumsi masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa kinerja penjualan eceran pada Mei 2026 diprakirakan tetap kuat. IPR Mei 2026 diprakirakan sebesar 126,0, atau meningkat 0,6% (mtm) ditopang oleh peningkatan penjualan pada kategori sandang, barang lainnya, serta makanan, minuman, dan tembakau. Perkembangan tersebut sejalan dengan tetap kuatnya permintaan masyarakat di tengah periode HBKN Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.

Dari sisi harga, lanjut Achris Sarwani bahwa ekspektasi harga umum tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Juli 2026 dan Oktober 2026, diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli 2026 dan Oktober 2026 sebesar 200, meningkat signifikan dibandingkan IEH pada Juni 2026 dan September 2026 sebesar 192,0. “Peningkatan ekspektasi harga tersebut perlu terus dicermati ditengah tekanan inflasi tahunan yang masih terkendali,” ujar Achris Sarwani.

Pada Mei 2026, katanya, inflasi Bali tercatat sebesar 2,99% (yoy) dan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%. Dari sisi pembiayaan, aktivitas perdagangan juga masih didukung oleh pertumbuhan kredit Lapangan Usaha (LU) Perdagangan berdasarkan data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) yang hingga April 2026 tercatatat tumbuh sebesar 1,99% (yoy).

Optimisme penjualan ritel ke depan juga tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP tiga bulan mendatang yaitu Juli 2026 sebesar 172,0, meningkat dari IEP Juni 2026 sebesar 170,0.

Sementara itu, sebut Achris Sarwani bahwa IEP enam bulan mendatang, yaitu Oktober 2026 tercatat sebesar 190,0, lebih tinggi dibandingkan IEP September 2026 sebesar 184,0. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100) yang menunjukkan keyakinan pelaku usaha terhadap prospek penjualan ritel Bali tetap terjaga.

Demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, Bank Indonesia juga melakukan penyesuaian BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya stabilitas harga (pro stability) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi (pro growth).

Ke depan, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali akan terus memperkuat implementasi strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) guna mencapa inflasi yang stabil dan terkendali dalam rentang sasaran, melindungi daya beli masyarakat, serta memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca