Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pandangan Pejabat Publik dan Akademisi Terkait Gubernur Koster Raih ‘’People of The Year 2021’’

BALIILU Tayang

:

de
Gubernur Bali Wayan Koster

Dubes Korsel: Gubernur Koster Buktikan Bali Terbaik Menangani Covid-19 dan Saya Ucapkan Selamat

Duta Besar (Dubes) Republik Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia, Park Tae-sung

Duta Besar (Dubes) Republik Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia, Park Tae-sung memberikan ucapan selamat kepada Gubernur Bali, Wayan Koster yang telah meraih penghargaan People of The Year 2021 untuk kategori Best Governor for Healthcare and Action Against Pandemic dari Metro TV pada, Rabu (Buda Wage, Langkir), 24 November 2021 malam lalu di Jakarta.

“Selamat atas penghargaan People of The Year 2021 yang diterima Bapak Gubernur Bali,” kata Dubes Park Tae-sung yang disambut tepuk tangan oleh jajarannya yang hadir di Jayasabha, Denpasar pada, Kamis (Wraspati Kliwon, Langkir) 25 November 2021 petang.

Lebih lanjut, Dubes Korsel menyampaikan penghargaan People of The Year 2021 yang diraih Gubernur Bali, menunjukkan bahwa Bali adalah yang terbaik dalam penanganan Covid-19 yang diiringi oleh kegiatan percepatan vaksinasi. “Jadi ini modal untuk menyukseskan KTT G20, untuk itu saya ucapkan selamat atas terpilihnya Bali sebagai tuan rumah KTT G20 dan Korsel akan mendukung penuh G20 di Bali untuk menunjukkan lebih luas lagi bahwa Bali jadi tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi,” pungkas Dubes Park yang disambut dengan ucapan terimakasih dari Gubernur Bali, Wayan Koster atas dukungannya.

KPID Bali: Setelah Amati Pejabat Publik Bekerja, Wajar Lembaga Penyiaran Anugerahi Gubernur Koster People of The Year 2021

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, I Gede Agus Astapa

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, I Gede Agus Astapa mengatakan wajar siapa pun bisa memberikan penghargaan, termasuk lembaga penyiaran. Penghargaan yang diberikan oleh lembaga penyiaran kepada tokoh publik sudah pasti melalui proses penilaian hingga survei yang detail (Seperti apa yang sekarang didapatkan oleh 9 Gubernur di Indonesia, termasuk Gubernur Bali, Wayan Koster di dalamnya yang telah dianugerahi People of The Year 2021 untuk kategori Best Governor for Healthcare and Action Against Pandemic dari Metro TV, red).

“Sebelum memberikan penghargaan tersebut, mereka (lembaga penyiaran, red) juga melakukan proses pengamatan dengan memperhatikan indikator pemberitaan dan dampak yang dirasakan masyarakat di lapangan,” ujar Agus Astapa seraya menegaskan data-data yang dimiliki oleh lembaga penyiaran sangatlah valid untuk menentukan siapa tokoh yang memang pantas diberikan penghargaan tersebut.

Atas hal ini, Bali pada umumnya dan Gubernur Bali pada khususnya dinilai sangat luar biasa oleh lembaga penyiaran nasional sekelas Metro TV di dalam penanganan Covid-19, karena tidak sembarang orang bisa mendapatkan penghargaan bergengsi ditingkat nasional tersebut. “Mereka mengamati pejabat publik bekerja dengan menjalankan fungsi pers-nya, kemudian melakukan kontrol sosial dengan memberikan informasi kepada publik, selanjutnya melalui kontrol sosial tersebut mereka membuat para pemimpin lebih bekerja keras untuk melayani masyarakat, dan akhirnya dirasakan hasilnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Dengan mendapatkan penghargaan tersebut, Ketua KPID Bali mengajak seluruh lembaga penyiaran untuk ikut serta mendukung program pemerintah di dalam penanganan pandemi Covid-19, sehingga apa yang disampaikan ke publik oleh lembaga penyiaran mampu memberikan semangat para Gubernur, Bupati/Walikota dan stakeholder pemerintahan lainnya untuk bekerja, dan memupuk rasa persatuan dan gotong-royong masyarakat guna mendukung program pemerintah dengan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan (prokes) agar Bali keluar dari pandemi ini.  

Prof. Dasi Astawa Harap Penghargaan People of The Year 2021 Dijadikan Motivasi Lebih Solid Tangani Pandemi di Bali

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. menyampaikan penghargaan ini (People of The Year 2021 untuk kategori Best Governor for Healthcare and Action Against Pandemic dari Metro TV kepada Gubernur Bali, Wayan Koster, red) layak diberikan. Karena adanya hasil penurunan Covid-19 di Bali. Dimana angka Covid-19 di Bali sudah melandai, karena adanya kebijakan-kebijakan strategis dan taktis yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah, baik Pemerintah Provinsi Bali maupun Pemerintah Kabupaten/Kota. “Jadi wajar saja mendapatkan penghargaan, kenapa tidak,” ungkap Prof. Nengah Dasi Astawa.

Lebih lanjut, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII ini mengharapkan penghargaan yang diraih bukan untuk dibanggakan, tetapi merupakan langkah awal untuk lebih bekerja keras lagi dengan kerja yang cerdas dan disipilin untuk membuktikan lebih profesional di dalam bekerja. Karena memegang sebuah penghargaan tidaklah mudah. Untuk itu, seluruh pemerintahan di Bali harus lebih giat lagi bekerja di dalam menangani pandemi Covid-19. 

“Jadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk bekerja lebih keras lagi di dalam menangani pandemi. Saya juga berharap Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Bali agar lebih solid menangani pandemi Covid-19 dengan cara bergotong-royong. Terus lakukan injeksi dan berikan vitamin, supaya muncul soliditas dan sinergitas yang luar biasa antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Kabupaten/Kota di Bali. Kemudian terus edukasi dan ingatkan masyarakat, agar masyarakat tidak lenggah di dalam menjalankan prokes untuk meredam sebaran Covid-19,” harapnya. (gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Sasar Remaja Dini, Ketua Forum PUSPA Bali Pesankan Anak-anak Fokus Belajar, Hindari Bullying, dan Jauhi Pernikahan Dini

Published

on

By

Ketua Forum PUSPA Bali
SAPA ANAK-ANAK: Ketua Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menyapa anak-anak usai menjadi narasumber Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di SMP N 3 Petang, Kabupaten Badung, Kamis (30/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Ketua Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menyampaikan agar setiap remaja mampu menjaga diri dengan pembatasan yang terkontrol.

Menurutnya, masa remaja merupakan fase rentan ketika seseorang sedang mencari jati diri, sehingga peran orang tua sangat dibutuhkan. Pengawalan terhadap tumbuh kembang, pergaulan, serta kepedulian terhadap masalah internal dan beban yang dirasakan anak tentu dapat memberikan perlindungan mental dan batin bagi mereka.

“Jangan biarkan mereka menghadapi masalahnya sendiri hingga merasa terbelenggu, putus asa, dan memilih jalan pintas. Sebagai orang tua di rumah maupun guru di sekolah, kita harus peka terhadap kondisi anak agar mereka tidak merasa sendiri dan kesepian,” ungkapnya saat menjadi narasumber Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di SMP N 3 Petang, Kabupaten Badung, Kamis (30/4).

Ia menambahkan, “Kita boleh sibuk dengan kegiatan masing-masing, tetapi jangan pernah lelah untuk mengawasi pergaulan dan kondisi putra-putri kita. Jangan lalai saat ekspresi wajah mereka berubah dari biasanya. Cobalah mendekati anak-anak saat mereka menyendiri, murung, bahkan mengurung diri di kamar. Jangan sampai mereka mengalami bullying di sekolah atau lingkungan luar rumah tanpa kita mengetahuinya, yang pada akhirnya dapat merusak mental anak.”

Dengan demikian, anak-anak akan mampu bertanggung jawab di sekolah—dengan belajar dan memperkaya pengetahuan sebagai fondasi diri yang lebih baik dan matang—di rumah dengan memanfaatkan waktu untuk membantu orang tua, serta di lingkungan dengan menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan fokus menjalankan kewajiban sesuai niat baik. Mereka juga diharapkan mampu menyayangi diri sendiri, sehingga dapat menyayangi orang lain tanpa terjerumus dalam pergaulan bebas yang membahayakan masa depan, serta menjaga kepercayaan yang diberikan orang tua agar terhindar dari pernikahan dini.

Ny. Seniasih juga menegaskan agar tidak membiasakan berkata kasar, karena hal tersebut termasuk kekerasan verbal yang dapat melukai perasaan dan menimbulkan tekanan batin.

“Lakukan tugas dengan baik untuk membentuk pribadi dan karakter yang berpotensi menggapai masa depan, sehingga menjadi individu yang berkualitas,” imbuhnya.

Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, menyampaikan bahwa bullying di sekitar anak-anak sangat memengaruhi semangat dan fokus mereka dalam belajar serta menjalani kehidupan. Anak-anak menghabiskan sekitar 8 jam di sekolah, 8 jam di rumah, dan 8 jam di luar keduanya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menanamkan kesadaran bahwa tanggung jawab terhadap diri sendiri sangatlah penting.

Merencanakan masa depan yang baik dengan melewati masa remaja yang berkualitas tentu menjadi impian setiap orang. Oleh sebab itu, pola pengasuhan dan perhatian orang tua menjadi hal yang krusial.

Pada kesempatan ini, sosialisasi yang menyasar remaja tingkat Sekolah Menengah Pertama dilakukan untuk memberikan gambaran bahwa hidup membutuhkan perencanaan yang jelas dalam menentukan masa depan, sehingga langkah untuk mencapainya dapat lebih terarah dan sistematis. Oleh karena itu, penting untuk memperbanyak informasi mengenai bahaya pergaulan bebas dan seks bebas guna menghindari terjadinya pernikahan dini.

Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber lainnya, yakni Putu Astri Dewi Miranti dan Ni Made Mery Setianingsih, yang memaparkan Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 2 Tahun 2025. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa kesehatan reproduksi adalah kondisi sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi, bukan semata-mata bebas dari penyakit atau disabilitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Kedua Pencarian, Korban Hilang di Pantai Kelingking Akhirnya Ditemukan

Published

on

By

Pantai Kelingking
EVAKUASI: Tim SAR evakuasi korban dengan ambulans menuju Rumah Sakit Gema Santi. (Foto: Hms SAR)

Nusa Penida, Klungkung, baliilu.com – Operasi SAR hari kedua terhadap seorang warga Desa Bunga Mekar yang dilaporkan hilang akibat terhempas ombak di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan pada Jumat (25/4/2026) malam dalam kondisi meninggal dunia.

Upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan telah dilaksanakan sejak pagi hari. Pada pukul 06.00 WITA, seluruh personel melaksanakan briefing, pembagian area pencarian (search area), serta penyampaian rencana pergerakan. Tim SAR Gabungan menggunakan RIB 05 Denpasar bergerak dari Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida menuju area pencarian untuk melaksanakan penyisiran sorty pertama. Hingga pukul 11.15 WITA hasilnya nihil dan mereka merapat di Jungut Batu Tlatak, Nusa Ceningan. Upaya pencarian dilanjutkan sekitar pukul 13.57 Wita hingga pukul 16.30 Wita, namun tak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Pencarian hari itu sempat menghadapi beberapa kendala, yakni akses penyisiran yang sulit, kondisi gelombang tinggi dan ombak pecah, serta perubahan arah dan kecepatan angin yang cukup ekstrem di sekitar garis pantai.

“Pada 17.50 WITA kami menerima informasi dari warga bahwa korban mengapung tidak jauh dari lokasi kejadian,” ungkap Cakra Negara, Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida. Menindaklanjuti laporan tersebut, RIB 05 Denpasar segera bergerak menuju lokasi yang dimaksud.

Pada pukul 19.15 WITA, korban akhirnya berhasil ditemukan pada posisi kurang lebih 803,62 meter dari lokasi kejadian awal. Usai dibawa ke darat, jenasah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Gema Santi menuju Rumah Sakit Gema Santi.

Diberitakan sebelumnya, korban bernama Nyoman Rame (49) hilang saat melakukan aktivitas memancing bersama anaknya di atas tebing Pantai Kelingking pada Jumat (24/4/2026). Saat itu, korban diduga terhempas ombak besar hingga terjatuh ke laut dan hilang.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur Tim SAR Gabungan, di antaranya Unit Siaga SAR Nusa Penida, Pos TNI AL Nusa Penida, Babinsa Desa Bunga Mekar, Bhabinkamtibmas Desa Bunga Mekar, Polairud Polres Klungkung, BPBD Klungkung, petugas ambulans Gema Santi, serta keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tim SAR Cari Seorang Pendaki Tersesat di Gunung Batukaru

Published

on

By

pendaki tersesat di badukaru
Jalur pendakian hingga target terpisah dari rombongan. (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Upaya pencarian terhadap seorang pendaki yang dilaporkan terpisah dan tersesat dari rombongannya di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Informasi awal diterima oleh petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada hari Minggu (26/4/2026) pukul 04.40 Wita dari anggota BPBD Kabupaten Tabanan. Dari laporan tersebut, diperkirakan kejadiannya di hari Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Korban diketahui bernama Made Dibya (80), seorang warga asal Penebel, Tabanan.

Mulanya Made Dibya bersama 13 orang lainnya berangkat dari jalur pendakian Desa Sarin Buana kurang lebih pukul 06.00 Wita. Namun dalam perjalanan hanya 10 orang saja yang masih bisa melanjutkan pendakian. Sore harinya, saat mereka telah kembali tiba ke titik awal, baru disadari ada 1 orang belum bergabung. Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Tabanan, akan tetapi korban belum berhasil ditemukan.

Pagi tadi, sebanyak 7 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar berangkat menuju lokasi kejadian. Mereka dilengkapi dengan peralatan mountaineering, medis serta drone thermal untuk pencarian melalui udara dengan jangkauan yang lebih luas.

Selama berlangsungnya operasi SAR turut melibatkan berbagai unsur, diantaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (7 personel), Polsek Penebel (2 personel), BPBD Kabupaten Tabanan (5 personel), masyarakat setempat dan rekan korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca