Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Sekda Adi Arnawa Resmikan RS Murni Teguh Tuban, Ajak Tenaga Medis Lakukan Tugas Mulia dengan Sepenuh Hati

BALIILU Tayang

:

de
RESMIKAN RS: Sekda Adi Arnawa saat meresmikan Rumah Sakit (RS) Murni Teguh ditandai dengan pengguntingan pita, pada Minggu (12/12) Jl. Raya Tuban Kuta. (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa meresmikan Rumah Sakit (RS) Murni Teguh ditandai dengan pengguntingan pita, pada Minggu (12/12) Jl. Raya Tuban Kuta.

Turut hadir Kadinkes Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, perwakilan Dinkes Badung, Camat Kuta I Nyoman Rudiarta, tokoh masyarakat Legian I Wayan Puspa Negara, perwakilan IDI Badung, BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali, para medis serta management RS Murni Teguh.

Sekda Adi Arnawa mengatakan Pemerintah Kabupaten Badung sangat mengapresiasi dan menyambut baik keberadaan RS Murni Teguh ini. Dengan letak bangunan yang berdiri dan hadir di tengah hiruk-pikuk dunia pariwisata di Jalan Raya Tuban ini tentu peresmian RS Murni Teguh sebagai sebuah momen yang sangat penting dan mempunyai nilai-nilai yang strategis serta sangat menyentuh empati serta nilai-nilai cinta kasih dan kemanusiaan. Karena di tengah situasi pandemi Covid-19 ini, pelayanan kesehatan menjadi isu yang sangat penting dan strategis dalam upaya mengentaskan dampak dari wabah covid-19. Terlebih Bali dan Kabupaten Badung khususnya yang merupakan destinasi wisata nasional dan internasional yang tentunya juga membutuhkan pelayanan kesehatan yang prima, berkelas dan berstandar internasional.

“Oleh karenanya keberadaan RS Murni Teguh ini kami harapkan dapat menjawab semua tantangan di tengah pandemi sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi seluruh masyarakat. Untuk itu, tentunya dibutuhkan tenaga-tenaga medis yang bekerja dengan sepenuh hati, profesional dan handal dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya seraya berharap semoga investasi kesehatan ini bisa berkembang dengan baik di wilayah Badung dan RS Murni Teguh dapat terus tumbuh untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan untuk semua kalangan masyarakat.

Menurut Owner RS Murni Teguh, Tjhin Ten Chun bahwa Bali dipilih sebagai cabang ke-6 karena Bali merupakan kota wisatawan internasional. Tentu dengan hadirnya RS Murni Teguh ini, nantinya diharapkan bisa memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan dari sejumlah negara. Dengan hadirnya RS Murni Teguh ini, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah mendukung keberadaan rumah sakit ini. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah, baik pemerintah di Kabupaten Badung, Bali, di Medan, maupun di Jakarta, sehingga RS kami kedepannya bisa maju dan lebih baik bahkan bisa menuju sempurna,” harapnya.

Sementara itu Dr. dr. Mutiara, MHA, MKT., yang juga selaku pemilik RS Murni Teguh, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung sehingga RS ke-6 ini, bisa opening di Bali. Pihaknya berharap, hadirnya RS Murni Teguh ini menjadi berkat yang besar bagi masyarakat sekitar dan juga wisatawan yang berlibur ke Bali. Setelah dibukanya RS Murni Teguh ini, pihaknya juga berencana akan membuka RS Internasional di Bali. Sehingga akan mendukung pengembangan medical tourism di Bali. RS Murni Teguh di Bali ini kata dia, memiliki unggulan yakni untuk pengobatan penyakit kanker dan jantung. Oleh karenanya, dalam memberikan pelayanan terbaik, bukan hanya dari teknologi canggih yang dimiliki, namun didukung SDM yang sangat siap. Begitu juga untuk pelayanan penyakit kanker, juga memiliki fasilitas perlengkapan dengan didukung SDM berkualitas. Dalam pelayanan untuk masyarakat, RS Murni Teguh juga menerima pasien dengan layanan BPJS. Hal itu karena dirinya menganggap pasien itu semua sama. Untuk itu pihaknya berharap RS Murni Teguh bisa memberikan pelayanan yang unggul di Bali.

“Kami di sini juga menerima layanan BPJS. Kami ingin pelayanan kami itu adalah dengan teknologi canggih, pelayanan baik. RS ini memang berupaya mengutamakan sosial bukan money oriented. Bahkan, berbagai aksi sosial sudah digelar sebelum RS ini diresmikan. diantaranya pelaksanaan vaksinasi massal,” ucapnya. (gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca