Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Pelantikan Pengurus IDI Badung, Bupati Dorong Dokter Muda Sebagai Agen Perubahan

BALIILU Tayang

:

de
HADIRI PELANTIKAN: Bupati Giri Prasta saat menghadiri pelantikan Pengurus IDI Cabang Badung Periode tahun 2021-2024 di ruang pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung, Minggu (12/12). (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengucapkan selamat kepada Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Badung yang baru dilantik. Besar harapannya melalui wadah organisasi dan kepengurusan yang baru ini IDI mampu menjawab berbagai tantangan dan permasalahan yang timbul di bidang kesehatan sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Sehingga IDI tetap berperan penting dan strategis dalam meningkatkan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat.

Selain itu Bupati mendorong sepenuhnya para dokter muda menjadi agen perubahan (agent of change) untuk kembali pada tugas pokoknya dengan satu konsep melayani masyarakat. Hal tersebut ditekankan Bupati Giri Prasta saat menghadiri pelantikan Pengurus IDI Cabang Badung Periode tahun 2021-2024 di ruang pertemuan Kertha Gosana, Puspem Badung, Minggu (12/12).

Pelantikan Pengurus IDI Badung dilakukan oleh Ketua IDI Wilayah Bali diwakili Wakil Ketua IDI Wilayah Bali dr. I Nyoman Rudi Susantha, berdasarkan surat keputusan PB IDI Pusat. dr. I Nyoman Gunarta kembali terpilih sebagai Ketua IDI Cabang Badung. Acara tersebut dihadiri Majelis Kode Etik Kedokteran Wilayah Bali, Dekan Fakultas Kedokteran Unud, Ketua IDI Cabang Kabupaten/Kota se-Bali, Direktur Rumah Sakit di Badung serta Ketua Organisasi Profesi Kesehatan. 

Lebih lanjut, di masa pandemi Covid-19 ini, Bupati mengajak seluruh pengurus IDI Badung tetap kuat bergerak bersama-sama memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang setulus-tulusnya. Bupati juga melakukan beberapa evaluasi terhadap IDI, salah satunya berkenaan dengan majelis kehormatan etik kedokteran yang nanti dapat memberikan edukasi sampai ke akar rumput, sehingga pola kerja dan pola pikir menjadi sama. Selain itu IDI agar mampu mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam memberikan pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat, terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19. Dengan kemajuan iptek kedokteran yang demikian pesat, diharapkan tetap mengasah diri sehingga dapat memanfaatkan kemajuan tersebut untuk masyarakat luas. 

Ketua IDI Cabang Badung, dr. I Nyoman Gunarta menyampaikan, proses pelantikan ini merupakan proses lanjutan dari musyawarah cabang pada bulan April, kemudian keluar SK PB IDI pada Juli terkait dengan kepengurusan IDI Cabang Badung yang baru. Semenjak keluarnya SK PB IDI, pengurus baru telah mulai melakukan tugas, wewenang dan tanggung jawab pengurus. Ditambahkan, mengacu pada RPJMN 2020-2024, di bidang kesehatan terjadi transformasi. Bila diamati, akan terjadi transformasi di layanan primer dan sekunder, transformasi di bidang ketahanan kesehatan dalam menghadapi suatu wabah atau pandemi, transformasi dalam SDM kesehatan, pembiayaan maupun manajemen kesehatan.

Terhadap hal ini, IDI harus bisa mengemban peranan sebagai partner strategis pemerintah baik tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota, sehingga memberikan suatu masukan, saran dan strategi konstruktif kepada pengambil kebijakan, sehingga pembangunan kesehatan dapat berjalan dengan baik. 

Sementara sambutan Ketua IDI Wilayah Bali yang disampaikan Wakil Ketua dr. I Nyoman Rudi Susantha sangat salut atas dukungan yang begitu besar yang diberikan Pemkab Badung, terutama Bupati Badung kepada IDI Cabang Badung. Ini dapat dilihat dari salah satu  misi Pemkab Badung yaitu meningkatkan kualitas SDM yang berlandaskan pada penguatan pendidikan, kesehatan dan perekonomian masyarakat. Untuk itu sinergitas yang telah terjalin baik ini agar terus ditingkatkan. “Semoga sinergi dan kerja sama ini dapat berjalan dengan baik, demi mendukung pembangunan nasional serta memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat,” harapnya. (gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca