Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster Wakili Keluarga Bung Karno Menerima Penghargaan Outstanding Lifetime Achievement Award untuk Ir. Soekarno

BALIILU Tayang

:

de
PENGHARGAAN: Gubernur Koster mewakili keluarga Bung Karno menerima Penghargaan Outstanding Lifetime Achievement Award untuk Presiden I Ir. Soekarno, diberikan secara langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin dalam acara Peresmian Pembukaan Kongres PII Tahun 2021 yang berlangsung di Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Jumat (Sukra Paing, Pahang) 17 Desember 2021. (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendapatkan kehormatan mewakili keluarga Bung Karno menerima penghargaan Outstanding Lifetime Achievement Award yang diberikan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) kepada Presiden RI pertama, Ir. Soekarno.

Penghargaan Outstanding Lifetime Achievement Award ini diberikan secara langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin dalam acara Peresmian Pembukaan Kongres PII Tahun 2021 yang berlangsung di Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Jumat (Sukra Paing, Pahang) 17 Desember 2021.

Ir. Soekarno yang merupakan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, dinilai sebagai Tokoh Insinyur Indonesia yang telah berjasa dan berkomitmen mewujudkan tugasnya sebagai seorang Insinyur sejati, dengan membangun infrastruktur ke-insinyuran, membangun peradaban Bangsa dan sekaligus menjadi Bapak Bangsa. Selain Ir. Soekarno, penghargaan serupa juga diberikan kepada dua tokoh bangsa lainnya, seperti mantan Perdana Menteri, Ir. Djuanda Kartawidjaja dan Presiden ke-III Republik Indonesia, Dr. Ing. BJ Habibie.

Ketua Umum PII periode 2018-2021, Heru Dewanto dalam sambutannya mengungkapkan penghargaan Outstanding Lifetime Achievement Award ini diberikan sebagai wujud kami mengenang dan menghargai para bapak Bangsa, khususnya dalam bidang ke-insinyuran.

Kata Heru Dewanto, Presiden RI Ir. Soekarno selain sebagai seorang arsitek yang ahli dalam bidang rancang bangun, Bung Karno juga dinilainya sebagai pemimpin yang mempunyai peran luar biasa dalam perjuangan bangsa, karena beliau adalah arsitek kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Kepemimpinan Ir. Soekarno dikatakan Heru Dewanto, telah mewariskan karya-karya ke-insiyuran yang luar biasa ikonik, seperti Masjid Istiqlal, Monumen Nasional (Monas), Gedung DPR/MPR, Gedung Sarinah, Wisma Nusantara, Hotel Indonesia, Tugu Selamat Datang, Monumen Pembebasan Irian Barat, serta Patung Dirgantara. Di luar Ibu Kota, ada Jembatan Ampera di atas Sungai Musi, Palembang dan Waduk Jatiluhur di Purwakarta Jawa Barat, yang selain berfungsi sebagai PLTA juga mengairi lebih dari 242.000 hektar sawah.

‘’Jadi, PII menyerahkan penghargaan pengabdian seumur hidup yang luar biasa atau outstanding lifetime achievement awards kepada para bapak bangsa ini, merupakan Insinyur (Ir. Soekarno, Ir. Djuanda Kartawidjaja, dan Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie, red) yang kami banggakan sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia hingga kini,” jelas Ketua Umum PII periode 2018-2021, Heru Dewanto.

Sementara itu, Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin dalam pidatonya menyatakan Ir. Soekarno di dalam pengabdiannya sebagai seorang Insinyur telah meninggalkan beberapa bukti, salah satunya seperti Istana Tampaksiring yang pernah menjadi tempat peristirahatan saya (Wapres Ma’ruf Amin, red). “Belum lama ini saya beristirahat di Istana Tampaksiring dan Istana Negara ini berada di tempat yang sangat sejuk serta dibangun atas prakarsa seorang Insinyur, yakni Presiden Pertama RI, Bapak Ir. Soekarno,” kata Wapres RI, Ma’ruf Amin yang didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jhon Wempi Wetipo, Ketua Umum PII periode 2018-2021 Heru Dewanto, Plt. Kepala Sekretariat Wapres, Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Administrasi, Guntur Iman Nefianto, Staf Khusus Wapres, Bambang Widianto dan Masduki Baidlowi, serta Tim Ahli Wapres, M. Noor Marzuki.

Mengenai Kongres PII Tahun 2021 yang mengusung tema ‘’Penguatan Insinyur Profesional Menuju Kepemimpinan Indonesia di Panggung Dunia”, KH Ma’ruf Amin mengucapkan terima kasih kepada PII yang telah berkontribusi dalam dunia ke-insinyuran dan pembangunan di Indonesia. Dihadapan peserta Kongres PII Tahun 2021, Ma’ruf Amin mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia maju dan sejahtera. Untuk itu, diperlukan kolaborasi dari para pihak terkait dalam rangka memperkuat ekosistem riset dan inovasi kemajuan bangsa. “Inisiasi kolaborasi berbagai pemangku kepentingan sangat diperlukan, terutama untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi,” ucap Wapres K. H. Ma’ruf Amin.

Wapres menambahkan adanya inovasi dan rekayasa teknologi merupakan kontribusi dari para insinyur yang sangat membantu dalam mempercepat pembangunan. “Insinyur memainkan peranan penting dalam menciptakan inovasi dan rekayasa teknologi yang akan mempercepat pembangunan,” jelas Wapres seraya mengungkapkan jumlah insinyur profesional Indonesia masih tertinggal dibandingkan beberapa negara seperti Vietnam 9.000 insinyur dan Korea Selatan 25.000 insinyur. Untuk itu, diperlukan sertifikasi profesi sebagai upaya percepatan penambahan jumlah insinyur profesional dan kita mendorong percepatan penambahan jumlah insinyur profesional agar sejajar dengan negara-negara maju, antara lain melalui sertifikasi profesi.

Lebih lanjut pendamping Presiden RI, Joko Widodo ini meminta kepada PII untuk memberikan kontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia maju dan sejahtera, yaitu dengan cara memberikan rekomendasi kebijakan serta pengembangan kompetensi untuk berkontribusi dalam berbagai bidang.

Selain itu, Wapres Ma’ruf Amin juga menyampaikan arahan Presiden RI Joko Widodo terkait G20. Dimana Indonesia, diungkapkannya telah berkesempatan menjadi tuan rumah dan presidensi G20, sehingga momentum ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk pengembangan pada tiga hal, yaitu penanganan kesehatan inklusif, transformasi digital dan transformasi menuju energi berkelanjutan.

“Hal ini sangat erat kaitannya dengan profesi Insinyur dan saudara-saudara diharapkan mampu berperan aktif dalam upaya tersebut,” urai Wapres Republik Indonesia seraya mengatakan sejarah mencatat dari 3 Presiden yang memimpin Indonesia, ketiga Presiden itu adalah seorang Insinyur. Saya berharap agar muncul lebih banyak lagi sosok Insinyur untuk berkontribusi lebih besar dalam pembangunan Bangsa ini,” tambahnya sembari mengungkapkan Menko Perekonomian dan Gubernur Bali juga merupakan Insinyur.

Sedangkan, Gubernur Bali, Wayan Koster dalam keterangan persnya memberikan apresiasi kepada PII yang telah memberikan penghargaan Outstanding Lifetime Achievement Award kepada Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno.

“Semoga penghargaan yang diterima Bapak Bangsa, Ir. Soekarno menjadi pelecut kami di Provinsi Bali untuk menjalankan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru pada khususnya, dan dijadikan inspirasi sekaligus semangat oleh pemerintahan di Indonesia pada umumnya untuk mewujudkan pembangunan yang berprinsip pada Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan melalui Pembangunan Secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945,” jelas mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari PDI Perjuangan ini sembari mengucapkan terima kasih kepada PII yang telah mengadakan acara Peresmian Pembukaan Kongres PII Tahun 2021 di Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Bali. (gs)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hamka Baco Kady: Pengelolaan Pelabuhan di Bali Perlu Libatkan Pemerintah Daerah

Published

on

By

Hamka Baco Kady Usai Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di Bali
Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, Bali, baliilu.com – Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady meminta pemerintah pusat melimpahkan kewenangan pengelolaan pelabuhan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, pelimpahan kewenangan tersebut penting agar keberadaan infrastruktur pelabuhan yang telah dibangun pemerintah pusat dapat memberikan manfaat optimal bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hamka mengungkapkan, pembangunan pelabuhan tersebut telah mendapat bantuan dari Kementerian Perhubungan sejak periode kedua dirinya menjadi anggota DPR RI pada 2019–2024.

“Setahu saya sejak periode kedua saya, 2019–2024, pembangunan pelabuhan ini sudah dibantu oleh Kementerian Perhubungan,” ujarnya kepada Parlementaria usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026).

Namun, ia menyayangkan masih adanya kendala dalam pengelolaan pelabuhan karena pemerintah pusat belum menyerahkan kewenangannya kepada Pemerintah Provinsi Bali.

“Memang terjadi kendala sekarang, seperti yang dikemukakan dan ditunjukkan kepada kami tadi, bahwa pemerintah pusat belum menyerahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Provinsi Bali,” jelasnya.

Oleh karena itu, Politisi Fraksi Golkar tersebut meminta agar pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola pelabuhan tersebut. Ia juga memastikan persoalan ini akan menjadi perhatian Komisi V DPR RI untuk disampaikan kepada Kementerian Perhubungan.

“Untuk meningkatkan pendapatan daerah, kami mohon agar diberikan kewenangan atau pelimpahan kewenangan dalam pelaksanaan pengelolaan pelabuhan tersebut kepada pemerintah daerah. Ini nanti juga akan kami bicarakan dan sampaikan kepada Kementerian Perhubungan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, legislator Dapil Sulawesi Selatan I tersebut menekankan bahwa proses penyerahan aset maupun pengelolaan pelabuhan harus tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun menggunakan dukungan pemerintah pusat tersebut dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi daerah.

“Penyerahan aset dan seluruh pengelolaannya tentu ada aturan-aturannya. Silakan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengapa demikian? Agar pendapatan asli daerah (PAD) juga dapat ditingkatkan melalui keberadaan sarana dan prasarana pelabuhan yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat. Itu harapan kami,” pungkas Hamka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca