Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Lagi, 32 Orang Pelanggar Prokes Terjaring Tim Yustisi Denpasar

BALIILU Tayang

:

de
MELANGGAR: Sebanyak 32 orang pelanggar prokes terjaring Tim Yustisi Denpasar di simpang Jalan Gung Salak - Jalan Gunung Soputan Desa Padang Sambian Kelod Kecamatan Denpasar Barat saat melakukan penertiban protokol kesehatan level 2 Rabu (22/12). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Sebanyak 32 orang pelanggar prokes terjaring Tim Yustisi Denpasar di simpang  Jalan Gung Salak – Jalan Gunung Soputan Desa Padang Sambian Kelod Kecamatan Denpasar  Barat saat melakukan penertiban protokol kesehatan level 2 Rabu (22/12).

Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, 32 orang pelanggar prokes tersebut sebanyak 20 orang dibina karena salah menggunakan masker dan 12 orang didenda sebanyak Rp 100 ribu karena tidak menggunakan masker.

Untuk memberikan efek jera pelanggar juga diberikan sanksi fisik berupa push up di tempat. Menurutnya tindakan itu harus diberikan kepada setiap pelanggar agar mereka sadar akan pelanggaran yang dilakukan. “Dengan langkah itu mereka sadar akan kesalahannya sehingga mereka tidak melanggar kembali,” ungkap Sayoga.

Lebih lanjut Sayoga mengaku setiap pelanggar yang dijaring selalu mengaku lupa menggunakan masker. Selain itu jarak tempuh dibilang dekat.

Semestinya masyarakat sadar akan pentingnya menaati prokes. Mengingat pandemi Covid sudah  hampir 2 tahun. Namun masih saja ada pelanggaran.

Untuk itu pihaknya secara runtin melakukan penertiban prokes PPKM Level 2 sembari mengingatkan masyarakat untuk selalu menaati prokes dan selalu menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah.

Dengan langkah itu diharapkan pandemi ini cepat berlalu sehingga perekonomian masyarakat segera kembali normal. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Lagi, Tim Yustisi Jaring Satu Orang Pelanggar Prokes
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Bupati Adi Arnawa Hadiri Puncak “Piodalan” di Pura Dalem Puri Bongkasa

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa
HADIRI PIODALAN: Bupati Wayan Adi Arnawa hadiri puncak upacara “Piodalan” di Pura Dalem Puri, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung, Kamis (18/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menghadiri (ngupasaksi) puncak upacara Piodalan di Pura Dalem Puri, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung, pada Kamis (18/6). Kehadiran jajaran pemerintah daerah ini merupakan wujud dukungan nyata terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat keagamaan di Kabupaten Badung.

Turut mendampingi Bupati dalam kesempatan tersebut Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika Kecamatan Abiansemal, Perbekel Desa Bongkasa I Gusti Agung Sumanjaya, serta para Kelian Adat dan Dinas se-Desa Bongkasa, Penglingsir beserta keluarga besar Puri Banyuning, serta seluruh masyarakat pengempon pura. Upacara suci ini dipuput langsung oleh Ida Pedanda Istri Oka Parwati.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian upacara pujawali tersebut agar berjalan labda karya, sida purna sida sidaning don. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan demi kelancaran program pembangunan di Kabupaten Badung.

“Kami hadir untuk menghaturkan sembah subakti sekaligus menjadi upasaksi. Saya berharap masyarakat tetap bersatu mendukung program Pemerintah Kabupaten Badung yang pro-rakyat. Saat ini, program bantuan Rp 2 juta setiap hari raya besar keagamaan sudah berjalan untuk meringankan beban warga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati memaparkan sejumlah program prioritas baru di bidang pendidikan, termasuk kuliah gratis bagi anak petani dan pembebasan biaya SMA. “Kami memprioritaskan kuliah S1 gratis bagi anak petani. Untuk jenjang SMA di Badung juga akan digratiskan, meskipun kewenangannya ada di provinsi. Khusus di Badung, kami ambil kebijakan itu karena untuk SD dan SMP sudah gratis. Selain itu, anak ketiga (Nyoman) dan keempat (Ketut) yang menempuh pendidikan tinggi juga akan diberikan biaya kuliah gratis selama 4 tahun penuh, termasuk biaya wisuda,” tegasnya.

Baca Juga  Lagi, 13 Orang Terjaring Langgar Prokes di Simpang Imbo-Soputan

Sementara itu, Manggala Karya (Ketua Panitia), I Nyoman Nada, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran Bupati Badung beserta seluruh undangan di Pura Dalem Puri.

I Nyoman Nada juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dana hibah dari pemerintah yang sangat membantu krama desa dalam memelihara sarana prasarana suci (ngodak tapakan). “Kami mewakili seluruh pengempon mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa dan daerah. Kami dibantu dana Rp 100 juta untuk ngodak tapakan Pura Puseh dan Desa. Sementara untuk ngodak tapakan di Pura Dalem Puri Bongkasa ini dibantu sebesar Rp 700 juta, serta tambahan Rp 30 juta untuk operasional pelaksanaan upacara ini,” ungkap Nyoman Nada. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati dan Wabup Badung Genjot Potensi Kopi di Agro Techno Park Petang

Published

on

By

kopi belok sidan
TINJAU ATP: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta saat meninjau Kawasan Badung Agro Techno Park di Desa Belok Sidan, Petang, Jumat (19/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta meninjau Kawasan Badung Agro Techno Park (ATP), Br. Belok, Desa Belok Sidan, Petang, Jumat (19/6). Kunjungan dalam rangka pengendalian inflasi ini dirangkaikan dengan penanaman demplot bawang merah dan bawang putih, serta panen kopi petik merah.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan, kunjungan ini bertujuan memetakan peningkatan kapasitas ATP sekaligus membangkitkan sentra kopi berkualitas.

“Ini adalah salah satu langkah edukasi untuk memotivasi masyarakat tetap bertani, karena petani punya prospek bagus. Apalagi Badung memiliki market sangat strategis dengan adanya industri pariwisata. Karena itulah saya datang ingin mengevaluasi perkembangan proses pembibitan, penanaman, termasuk petiknya dari kopi yang dibudidayakan disini. Sekaligus mungkin kita langsung ke tata niaganya ke depan,” ujarnya.

Pemkab Badung juga berencana menambah destinasi berbasis agro pariwisata di kawasan Badung Utara demi menjaga lahan pertanian dan memenuhi kebutuhan pangan. Sebagai embrio destinasi baru, wahana petualangan ATV (All-Terrain Vehicle) akan ditambahkan di kawasan ATP tersebut.

“Mudah-mudahan nanti saya buat kegiatan lanjutan di sini. Ada beberapa kawasan akan kita perbaiki sehingga benar-benar menjadi destinasi. Sehingga orang datang tidak hanya melihat kopi dan view-nya, tetapi juga menikmati destinasi ATV di sini. Ujungnya, semua dalam rangka pengendalian inflasi di Badung. Kalau kopi di sini tepat, untuk komoditi pangan lain, misalnya bawang merah, bawang putih, di tempat lain kita buat sentra-sentra khusus,” tambahnya.

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Pangan Badung AA Ngurah Raka Sukadana melaporkan, kawasan ATP seluas 14,87 hektare ini dibentuk sebagai pusat penerapan teknologi pertanian. Komoditas utamanya adalah kopi arabika dengan menerapkan prinsip Good Agriculture Practice (GAP).

Baca Juga  Lagi, 13 Orang Terjaring Langgar Prokes di Simpang Imbo-Soputan

“Salah satu upaya penerapan teknologi pada budidaya kopi adalah kerja sama Dinas Pertanian dan Pangan Badung dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia tahun 2023 hingga 2025 meliputi pendampingan teknis dan pengolahan kopi. Selain itu, kawasan Badung Agro Techno Park melaksanakan Program SIDUTA (Siswa Edukasi Wisata) agar siswa mengenal budidaya kopi. Sejumlah lembaga pendidikan dari tingkat SMP, SMA, hingga perguruan tinggi telah berkunjung ke ATP,” jelasnya.

Turut hadir dalam acara ini, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, anggota DPRD Badung Bima Nata dan I Putu Dendy Astra Wijaya, Forkopimda Badung, Sekda Surya Suamba beserta OPD terkait di Lingkup Pemkab Badung, dan para Ketua Organisasi Wanita serta Camat se-Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Melalui Simakrama Galungan dan Kuningan, Pangdam IX/Udayana Tegaskan Komitmen Menjaga Warisan Budaya

Published

on

By

simakrama pangdam udayana
SIMAKRAMA: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto saat melaksanakan kegiatan Simakrama bersama seluruh prajurit dan PNS Makodam IX/Udayana yang beragama Hindu serangkaian hari raya Galungan dan Kuningan di Wantilan Pura Agung Udayana, Makodam IX/Udayana, Jalan Udayana Nomor 1 Denpasar, pada Jumat, 19 Juni 2026. (Foto: Pendam/IX)

Denpasar, baliilu.com – Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyambut rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto melaksanakan kegiatan Simakrama bersama seluruh prajurit dan PNS Makodam IX/Udayana yang beragama Hindu. Kegiatan berlangsung khidmat di Wantilan Pura Agung Udayana, Makodam IX/Udayana, Jalan Udayana Nomor 1 Denpasar. Pada Jumat, 19 Juni 2026.

Kegiatan Simakrama diawali dengan persembahyangan bersama sebagai ungkapan rasa syukur dan penyucian diri setelah menjalani rangkaian hari suci Galungan dan Kuningan. Suasana religius dan penuh kekeluargaan begitu terasa dengan hadirnya ratusan prajurit, PNS, serta keluarga besar Makodam IX/Udayana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Pejabat Utama Kodam IX/Udayana, di antaranya Kasdam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana, Kapoksahli Pangdam IX/Udayana, para Asisten, LO TNI AL, LO TNI AU, serta para Komandan dan Kabalakdam IX/Udayana.

Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh keluarga besar Kodam IX/Udayana yang merayakan.

“Bersamaan dengan momentum suci ini, baik selaku Pangdam maupun secara pribadi, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh keluarga besar Makodam IX/Udayana yang merayakannya. Semoga kemenangan Dharma melawan Adharma senantiasa menjadi tuntunan dalam setiap langkah pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” ujar Pangdam.

Pangdam menyampaikan, Simakrama juga menjadi momentum untuk mengembalikan kesucian diri serta memperkuat ikatan kekeluargaan di antara seluruh prajurit dan PNS Kodam IX/Udayana. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam perayaan Galungan dan Kuningan hendaknya dapat menjadi pedoman dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Pangdam juga mengajak seluruh keluarga besar Kodam IX/Udayana untuk terus menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Bali yang sarat dengan nilai-nilai adat dan kearifan lokal. Melalui kegiatan seperti Simakrama, semangat toleransi, kepedulian, serta saling menghormati antarumat beragama diharapkan semakin kuat.

Baca Juga  Lagi, 1 Orang Pasien Covid-19 Meninggal di Denpasar, Hari Ini Kasus Sembuh Bertambah 17 Orang

“Dengan menanamkan rasa saling mengasihi dan menghargai setiap perbedaan, kita akan mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis serta bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah yang kita cintai,” tegasnya.

Kegiatan Simakrama dimeriahkan dengan penampilan Tari-tarian tradisional Bali seperti Tari Puspanjali, Tari Cendrawasih dan Tari Joged Bumbung yang merupakan salah satu kesenian tradisional Bali yang menggambarkan kegembiraan, rasa syukur, serta interaksi sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan Simakrama Hari Raya Galungan dan Kuningan merupakan wujud nyata komitmen Kodam IX/Udayana dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal, khususnya budaya Bali yang sarat akan makna kebersamaan, keharmonisan, dan keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pelestarian budaya dan kearifan lokal merupakan bagian dari kekuatan sosial yang harus terus dijaga. Melalui kegiatan seperti Simakrama, kita ingin menunjukkan bahwa prajurit TNI hadir tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang menghormati nilai-nilai budaya dan memperkokoh persatuan dalam keberagaman,” ungkap Kapendam. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca