Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Sekda Adi Arnawa Buka Bulan Bahasa Bali 2022, Sastra dan Aksara Bali Sebagai Roh Taksu Jagat Bali

BALIILU Tayang

:

de
BUKA: Sekda Badung Wayan Adi Arnawa didampingi Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa saat membuka Bulan Bahasa Aksara dan Sastra Bali Kabupaten Badung Tahun 2022 di Wantilan Kantor DPRD Badung, Rabu (2/2). (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Kabupaten Badung sebagai salah satu daerah tujuan wisata sudah barang tentu memiliki sejumlah tantangan maupun permasalahan terkait akulturasi budaya dampak dari kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara. “Untuk itu Pemkab Badung berkomitmen melestarikan keberadaan local genius masyarakat Badung khususnya dan Bali umumnya, dengan menggelar Bulan Bahasa Bali sebagai wujud bukti bahwa masyarakat Bali selalu memegang teguh kearifan lokal dan budaya Bali.”

Demikian ditegaskan Sekda Badung Wayan Adi Arnawa mewakili Bupati Giri Prasta saat membuka acara Bulan Bahasa Aksara dan Sastra Bali Kabupaten Badung Tahun 2022 bertempat di Wantilan Kantor DPRD Badung, Rabu (2/2). Turut hadir Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta dan Nyonya Kristiani Suiasa, Ketua DWP Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, perwakilan Gatriwara Badung, Kadisbud Gde Eka Sudarwitha, Camat se-Badung, perwakilan MDA dan perwakilan Kantor Kementerian Agama Badung.

Sekda Adi Arnawa juga mengapresiasi pelaksanaan Bulan Bahasa Bali Kabupaten Badung yang diaktualisasikan ke dalam sejumlah perlombaan dalam rangka melestarikan aksara dan sastra Bali. Pihaknya juga menyampaikan bahwa gelaran Bulan Bahasa Bali sebagai salah satu wujud implementasi PPNSB Kabupaten Badung yang pro culture (keberpihakan terhadap pelestarian budaya lokal) dan di balik semua ini menurut Sekda Adi Arnawa ada tujuan yang sangat mulia dalam rangka mendorong generasi muda untuk mencintai budaya dan bahasanya sejak dini.

“Pemerintah Kabupaten Badung memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan bulan bahasa sastra dan aksara Bali sebagai roh / aura taksu jagat Bali. Untuk itu, ini perlu kita jaga dan lestarikan melalui Festival Bahasa Bali. Sebagai pemerintah tentu kami mendukung penuh dari segi pendanaan maupun akses agar acara seperti ini bisa berjalan secara berkelanjutan. Semoga semakin hari kita semakin sadar akan keberadaan kearifan lokal kita sebagai kekuatan yang selalu ada di tengah kehidupan masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Musyawarah Daerah X DPD PPNI Kabupaten Badung

Sementara Kadisbud Badung Gde Eka Sudarwitha melaporkan tema Bulan Bahasa Aksara dan Sastra Bali tahun 2022 adalah “Danu Kertih Gitaning Toyo Ning” yang memiliki makna agar setiap insan dapat menjaga kelestarian sumber air yang ada di seluruh Bali sebagai salah satu sumber kehidupan umat manusia. “Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan bahasa aksara dan sastra Bali serta menyebarluaskan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Selain itu bahasa Bali juga sebagai bukti masyarakat Bali yang mampu mengeluarkan taksu aura kewibawaan krama Bali,” ujarnya.

Ditambahkan Gde Eka Sudarwitha dasar pelaksanaan Bulan Bahasa Bali  yaitu peraturan Gubernur Bali No. 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan Penggunaan Bahasa Bali serta penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali dan pembiayaannya bersumber dari APBD Kabupaten Badung 2022. “Dalam kegiatan ini dilaksanakan beberapa lomba meliputi menulis sastra Bali, membaca sastra Bali, bercerita Bali serta lomba pidato antarbendesa adat maupun debat bahasa Bali yang diikuti oleh 261 orang peserta yang berasal dari perwakilan masing-masing desa adat, pelajar, pemuda dan bendesa adat se-Badung,” terangnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak “Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel“ Desa Adat Kesiman

Apresiasi Kolaborasi Ringankan Masyarakat Jalankan Upacara Yadnya

Loading

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak Karya Angasti Puja Kesiman
Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman, Kamis (1/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman yang dilaksanakan pada Wraspati Umanis Ugu, bertempat di Pantai Padang Galak, Kecamatan Denpasar Timur, Kamis (1/10).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPD RI Dapil Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Bendesa Adat se-Kota Denpasar, perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar serta undangan terkait lainnya.

Di sela rangkaian upacara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel di Desa Adat Kesiman.

“Sinergitas antara krama adat dengan pemerintah dalam melaksanakan upacara yadnya ini patut diberikan apresiasi. Tentunya pelaksanaan upacara yadnya yang kolaboratif ini dapat meringankan masyarakat dalam menjalankan kewajiban sebagai umat Hindu di Bali,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut, Arya Wibawa menegaskan, Pemerintah Kota Denpasar terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan dan adat di Kota Denpasar sejalan dengan visi pembangunan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

“Pemerintah Kota Denpasar juga berharap seluruh rangkaian Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman dapat berjalan baik dan memberikan kebaikan bagi masyarakat yang melaksanakannya,” tambah Arya Wibawa.

Bendesa Adat Kesiman, Jro Mangku Ketut Wisna di sela acara mengatakan, upacara Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel Desa Adat Kesiman dapat terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk Puri Pemayun Kesiman.

“Rangkaian kegiatan telah dimulai melalui prosesi Negteg Beras pada 9 September 2026 lalu, dilanjutkan prosesi Ngingsah pada 16 September 2026 serta Melaspas Peyadnyan pada 18 September 2026. Dilanjutkan prosesi Nganget Don Bingin pada 24 September 2026, dilanjutkan upacara Mesasap Segara yang diikuti 526 peserta pada 27 September 2026. Lalu dilanjutkan upacara Metatah Massal yang diikuti 345 peserta, dilanjutkan prosesi Ngajum Puspa pada tanggal 29 hingga 30 September 2026,” jelasnya.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri ‘’Karya Ngenteg Linggih’’ di Pura Batan Kepah dan Dalem Pengrubungan Desa Adat Pecatu

Selanjutnya, Jro Mangku Ketut Wisna mengatakan setelah dilaksanakan rangkaian upacara tadi, dilanjutkan dengan rangkaian upacara lainnya.

“Barulah dilaksanakan puncak Karya yang diikuti 307 puspa pada 1 Oktober 2026 yang dipuput oleh lima sulinggih Siwa-Buddha. Selanjutnya seluruh rangkaian karya akan ditutup dengan pelaksanaan upacara Nyegara Gunung pada 4 Oktober 2026 mendatang,” imbuhnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar “Ngaturang Bhakti Penganyar” di Pura Tuluk Biyu dan Pura Hulundanu Batur

Published

on

By

Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Penganyar di Songan
BHAKTI PENGANYAR: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, saat mengikuti rangkaian Bhakti Penganyar di Pura Tuluk Biyu Batur dan Pura Hulun Danu Batur, Desa Adat Songan, Kintamani, Bangli, bertepatan dengan Rahina Buda Kliwon Wuku Ugu, Rabu (30/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melaksanakan Bhakti Penganyar serangkaian Karya Agung Medewasraya lan Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat di Pura Tuluk Biyu Batur serta Karya Tawur Agung Manca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kintamani, Bangli, bertepatan dengan Rahina Buda Kliwon Wuku Ugu, Rabu (30/9).

Pelaksanaan Bhakti Penganyar dipimpin langsung oleh Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa.

Hadir dalam kesempatan tersebut Panglingsir Puri Agung Jro Kuta I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Swandewi Eddy Mulya, pimpinan OPD, Perbekel/Lurah dan Bendesa se-Kota Denpasar serta para pemedek yang hadir untuk melaksanakan bhakti. Diiringi lantunan gamelan dan kidung, rangkaian Bhakti Penganyar diawali dengan pengilen tari dan topeng wali. Seluruh rangkaian berlangsung khidmat dan diakhiri dengan persembahyangan bersama.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan Pura Tuluk Biyu Batur dan Pura Hulundanu Batur, Songan, merupakan bagian dari jaringan pura suci yang terikat secara historis, geografis, dan spiritual sebagai satu kesatuan pemujaan dengan Pura Ulun Danu Batur. Oleh karena itu, pelaksanaan karya agung di kedua pura tersebut menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Melalui momentum ini, kita bersama-sama meningkatkan sradha dan bhakti serta memohon asung kerta wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain itu, momentum ini menjadi ajang mulat sarira untuk menjaga keseimbangan alam semesta beserta seluruh isinya,” jelasnya.

Baca Juga  Harapkan Meraih Prestasi Terbaik, Sekda Adi Arnawa Lepas Tim Soeratin U-17 PS Badung

Jaya Negara menekankan, rangkaian karya di kedua pura tersebut menitikberatkan pada konsep Wana Kerthi dan Danu Kerthi. Hutan dan air tidak hanya dipandang sebagai bagian dari alam yang dapat dimanfaatkan, tetapi juga sebagai sumber kehidupan yang harus dimuliakan dan dijaga keberlangsungannya. Karenanya, pelaksanaan Bhakti Penganyar menjadi wujud rasa syukur Pemerintah Kota Denpasar atas kelancaran dalam menjalankan swadharma pembangunan daerah dan pelayanan bagi masyarakat.

“Semangat menyama braya diharapkan terus terjaga, sehingga yadnya sebagai wujud syukur dapat selaras dengan visi pembangunan Kota Denpasar dan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ujarnya.

Ketua Panitia Karya Agung Medewasraya lan Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat di Pura Tuluk Biyu Batur, I Wayan Gunawan, menjelaskan rangkaian Karya Agung Medewasraya diawali dengan ritual Bhakti Pakelem di Gunung Abang dan Danau Batur yang telah dilaksanakan pada Senin (21/9). Selanjutnya, pada Sabtu (26/9), digelar Bhakti Madewasraya yang didahului dengan ritual Mapepada Agung. Rangkaian upacara Medewasraya lan Pujawali Sasih Kapat di Pura Tuluk Biyu Batur dijadwalkan masineb pada 6 Oktober mendatang melalui prosesi ngaturan bhakti mapepranian.

“Tujuan upacara Madewasraya ini tidak lain adalah memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar jagat beserta seisinya diberikan keselamatan, ketenteraman, dan kedamaian,” ujar Gunawan.

Sementara itu, Ketua Panitia Karya Tawur Agung Manca Wali Krama Pura Hulundanu Batur, I Gede Darmawa, mengatakan berdasarkan Raja Purana Pura Hulundanu Batur, Karya Tawur Agung Manca Wali Krama dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Rangkaian karya telah berlangsung sejak 12 Agustus 2026 dan akan berakhir pada 7 Oktober 2026. Salah satu tahapan penting dalam rangkaian tersebut adalah Danu Kerthi atau Mapag Toya pada 8 September 2026, kemudian dilanjutkan dengan Malasti, Mapekelem ring Danu, dan Pakelem ring Gunung pada 18 September. Tahapan inti dilaksanakan melalui Tawur Manca Wali Krama pada 21 September di Genah Peyadnyan.

Puncak karya berlangsung pada Sabtu (26/9), saat umat melaksanakan persembahyangan di sejumlah pura, kemudian dilanjutkan dengan Ida Bhatara Tedun ke Peselang, Perayungan, Pedanaan, dan Ngaturin Ageng di Pura Ulun Danu Batur. Setelah puncak karya, rangkaian dilanjutkan dengan Bhakti Penganyar secara bergiliran oleh pemerintah daerah dan masyarakat dari seluruh kabupaten/kota se-Bali hingga 7 Oktober mendatang.

Baca Juga  Karya Panca Madurga di Pura Kahyangan Prajapati Setra Dukuh Sakti Tek-Tek Peguyangan

“Semoga dengan pelaksanaan karya agung ini memberikan vibrasi positif, sehingga alam Bali beserta seluruh isinya senantiasa berada dalam lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Apresiasi Upacara Adat Massal di Kesiman

Ringankan Beban Masyarakat, Walikota Jaya Negara “Ngayah Nyangging” Upacara Metatah Massal

Loading

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Hadiri Metatah Massal Kesiman
METATAH MASSAL: Kehadiran Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan prosesi Metatah Massal Desa Adat Kesiman yang berlangsung Senin (28/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri pelaksanaan Upacara Metatah atau Mepandes Massal Desa Adat Kesiman yang diikuti sebanyak 345 peserta dari 32 banjar adat. Upacara tersebut berlangsung di Pantai Padang Galak, Kecamatan Denpasar Timur, Senin (28/9).

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara turut ngayah nyangging kepada beberapa peserta metatah. Kehadirannya dalam rangkaian upacara tersebut juga diakhiri dengan penyerahan punia sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan karya adat dan keagamaan di Desa Adat Kesiman.

Didampingi Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, I Putu Agus Jayadi, Walikota Jaya Negara memberikan apresiasi kepada Jro Bendesa Adat Kesiman beserta seluruh panitia yang telah menyelenggarakan rangkaian upacara secara massal. Menurutnya, pelaksanaan karya adat secara bersama-sama tidak hanya penting dalam menjaga kelestarian tradisi dan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Jaya Negara menilai pelaksanaan upacara secara massal dapat membantu menghemat waktu sekaligus meringankan beban biaya masyarakat, khususnya para orang tua yang anaknya mengikuti upacara potong gigi.

“Rangkaian upacara keagamaan tersebut berlangsung khidmat dan runtut, dimulai dari prosesi Ngaben, Mepetik, Ngangkid ke Pasih, hingga pelaksanaan upacara Metatah atau potong gigi massal. Langkah dan kerja keras Jro Bendesa beserta pihak Desa Adat Kesiman ini sejalan dan turut mendukung program pemerintah daerah dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Jaya Negara.

Selebihnya Jaya Negara juga berharap pelaksanaan karya massal tersebut dapat terus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong-royong masyarakat. Selain sebagai pelaksanaan kewajiban adat dan keagamaan, rangkaian kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi serta menjaga keharmonisan krama Desa Adat Kesiman.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri Upacara ''Nebes Tapakan'' Pura Puseh Ketogan

Sementara itu, Jro Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna mengatakan, rangkaian upacara keagamaan massal tersebut terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk Puri Pemayun Kesiman. Rangkaian kegiatan telah dimulai melalui prosesi Negteg Beras pada 9 September, dilanjutkan dengan Ngingsah pada 16 September serta Melaspas Peyadnyan pada 18 September. Sebelum pelaksanaan Metatah Massal, juga telah digelar ritual Mesasap Segara yang diikuti sebanyak 526 peserta.

“Pelaksanaan secara massal ini tentu memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama dari sisi efisiensi waktu dan biaya,” ujarnya.

Rangkaian karya massal Desa Adat Kesiman masih akan berlanjut hingga puncak acara pada 1 Oktober mendatang melalui prosesi Pengajum dan Mepetik yang rencananya dipuput oleh lima orang sulinggih. Selanjutnya, seluruh rangkaian karya akan ditutup dengan pelaksanaan upacara Nyegara Gunung pada 4 Oktober.

“Karya adat tersebut diharapkan tidak hanya menjadi momentum pelaksanaan kewajiban keagamaan, tetapi juga semakin memperkuat semangat gotong-royong dan kebersamaan krama Desa Adat Kesiman,” ujar I Ketut Wisna. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca