Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster Serahkan Penghargaan ‘’Kerthi Bali Sewaka Nugraha’’ kepada Pimpinan Instansi Vertikal di Bali

BALIILU Tayang

:

de
Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Cok Ace foto bersama para penerima penghargaan Kerthi Bali Sewaka Nugraha, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Sabtu (Saniscara Wage Prangbakat) 12 Februari 2022. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan piagam penghargaan ‘’Kerthi Bali Sewaka Nugraha’’ kepada pimpinan instansi vertikal sebagai bentuk apresiasi atas perbuatan mulia dalam melaksanakan kebijakan, program, kegiatan, pelayanan/pengabdian kepada msyarakat bersama Pemerintah Provinsi Bali  dalam mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Lokal Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era Baru, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Sabtu (Saniscara Wage Prangbakat) 12 Februari 2022.

Adapun pimpinan instansi vertikal yang menerima piagam penghargaan yang dirangkaikan dalam penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali 2022 ini, yakni Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Kajati Bali Ade T Sutiawarman, Danrem 163 Wirasatya Brigjen TNI Husein Sagaf, Kakanwil Kemenkumham Jamaruli Manihuruk, Kepala BIN Daerah Bali Birgjen Pol. Hadi Purnomo, dan Kepala Kanwil BPN Provinsi Bali Ketut Mangku, A.Ptnh., S.H., M.H. Turut hadir Sekda Bali, Ketua DPRD Bali, Kepala Ombudsman, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Bali, MDA Bali dan pimpinan OPD Pemprov Bali.

Gubernur Koster serahkan piagam penghargaan kepada Kapolda Bali. (Foto: gs)

Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan piagam penghargaan Kerthi Bali Sewaka Nugraha diberikan kepada orang yang melakukan perbuatan mulia sehingga mampu mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang sejahtera, bahagia, sekala-niskala. Kontekstual untuk saat ini diutamakan yang pertama berkaitan dengan penanganan Covid-19 yang sudah berjalan dua tahun.

Gubernur Koster serahkan piagam penghargaan kepada Kajati Bali. (Foto: gs)

‘’Bapak Kapolda, Pangdam, Danrem, Kajati, Kabinda, Kanwil Kemenkumham tanpa kerja sama, kolaborasi dari beliau-beliau itu tidak mungkin saya sebagai gubernur mengelola Covid-19 ini dengan baik. Bali mendapat pengakuan dari pemerintah maupun dari media ternama Metro TV atas penanganan Covid-19 sangat baik di Provinsi Bali. Penghargaan itu saya terima tapi, penghargaan itu juga selayaknya diterima oleh semua pihak yang saya ajak bekerja secara bersama-sama di dalam menangani Covid-19. Ini merupakan kerja kolektif, bukan kerja gubernur,’’ ujar Koster.

Baca Juga  Kepala Perwakilan BI Bali Berganti, Gubernur Koster Harapkan Dukungan Percepatan Transformasi Ekonomi

‘’Itulah sebabnya saya memberikan penghargaan mewakili Pemerintah Provinsi Bali juga masyarakat Bali memberikan penghargaan ini betul-betul penuh pertimbangan,’’ lanjutnya.

Gubernur Koster serahkan piagam penghargaan kepada Darem 163 Wirasatya. (Foto: gs)

Gubernur asal Desa Sembiran Buleleng ini lanjut memaparkan, satu yang di luar konteks penanganan pandemi Covid-19 diberikan kepada Kakanwil Pertanahan. Mengapa pihaknya memberikan penghargaan kepada Kakanwil Pertanahan karena sejak menjadi gubernur penanganan dalam rangka pembebasan lahan yang sangat krusial, penuh konflik oleh banyak pihak yang berkepentingan  dan hampir mustahil diselesaikan, bisa diselesaikan dengan sangat baik.

Gubernur Koster serahkan piagam penghargaan kepada Kabinda Bali. (Foto: gs)

Pertama, ungkap Gubernur yang mantan anggota DPR-RI 3 periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini,  pembebasan lahan Pelindungan Kawasan Suci Besakih. Program ini sudah sejak dulu direncanakan dari gubernur pertama tapi tak pernah berhasil. ‘’Pembebasan lahan saya pimpin langsung dibantu Kanwil Pertanahan akhirnya berjalan dengan baik, sukses, lancar. Astungkara program Pelindungan Kawasan Suci Besakih akan selesai pada tahun 2022 ini,’’ ujarnya.

Gubernur Koster serahkan piagam penghargaan kepada Kakanwil Kemekumham Bali. (Foto: gs)

Kemudian pembebasan lahan sangat rumit, luas penuh dengan konflik adalah pembebasan lahan dalam rangka Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang luasnya 334 Ha. ‘’Ruwet, tangan mafia banyak, kalau tak tangan dingin dan tepat, tak saja ruwet secara sekala, tetapi juga angker, tenget. Jadi kalau disitu tak dikelola dengan niat tulus lurus saya pastikan tak akan jalan,’’ ujar Gubernur jebolan ITB ini.

Gubernur Koster serahkan piagam penghargaan kepada Kakanwil BPN Bali. (Foto: gs)

Ketiga, lanjut Gubernur Koster menyelesaikan pembebasan dalam konteks reforma agraria di Desa Sumberklampok Buleleng, yang sebenarnya sudah muncul tahun 1930 dan menjadi sengketa sejak tahun 1960. ‘’Tidak jadi-jadi, tak beres-beres, tak selesai. Akhirnya karena kita bekerja dengan niat yang baik tulus lurus, selesai,’’ bebernya.

Akhirnya, para pihak yang tadinya berkepentingan jadi calo gagal semua dikalahkan dengan orang-orang yang bekerja niatnya baik. Sampai menjadi perhatian bapak Menteri ATR, Kepala Staf Kepresidenan Muldoko. Itu merupakan satu-satunya reforma agraria yang selesai dengan sangat mulus dengan luas yang cukup luas 612 Ha, sementara di daerah lain penuh konflik berlarut-larut tidak selesai. Itulah sebabnya perlu diberikan penghargaan kepada Kakanwil BPN Bali.

Baca Juga  Terobosan Jitu Gubernur Koster, Satu Desa Satu Dokter dan Perawat, Didukung Penuh Ratusan Perawat di Bali

Namun, Gubernur yang juga menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mengatakan masih ada tahap berikut akan dilakukan penilaian secara konkrit dan objektif dengan parameter yang bisa dipertangungjawabkan dalam konteks menjalankan pembangunan di Bali melaksanakan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Jadi ini masih berlanjut yang sangat ditentukan pencapaian kinerja terbaik.

‘’Saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada bapak-bapak yang telah mendedikasikan pengabdiannya terbaik tentu bersama jajarannya,’’ pungkas Gubernur Koster.  (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Bunda PAUD Badung Hadiri Pentas Seni dan Pelepasan Siswa TK Shanti Kumara III Sempidi

Published

on

By

bunda paud badung
PENTAS SENI: Bunda PAUD Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menghadiri kegiatan Pentas Seni serta pelepasan dan kenaikan tingkat siswa TK Shanti Kumara III Sempidi di Wantilan Desa Adat Sempidi, Sabtu (6/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri kegiatan Pentas Seni serta Pelepasan dan Kenaikan Tingkat siswa TK Shanti Kumara III Sempidi yang berlangsung di Wantilan Desa Adat Sempidi, Sabtu (6/6).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Sempidi I Gusti Ayu Kade Oka Dewi Pertiwi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat Desa Adat Sempidi.

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas penampilan para siswa yang mampu menunjukkan berbagai kreativitas seni dengan penuh percaya diri. Menurutnya, perkembangan anak-anak yang awalnya masih membutuhkan pendampingan orang tua saat berada di sekolah hingga akhirnya mampu tampil di atas panggung merupakan pencapaian yang patut dibanggakan.

“Keberadaan anak-anak disini tentu membuat orang tua, guru, dan seluruh hadirin merasa bangga. Hari ini mereka mampu menunjukkan kreativitasnya dengan baik. Dari yang sebelumnya masih harus ditunggui orang tuanya di sekolah, kini mereka tampil percaya diri di atas panggung. Ini merupakan perubahan luar biasa yang tidak terlepas dari keuletan, dedikasi, dan kesabaran para guru dalam mendidik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bunda PAUD Badung menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Menurutnya, tujuan utama PAUD adalah membentuk kemampuan anak untuk bersosialisasi, berinteraksi dengan teman sebaya, serta mengenal lingkungan sekolah sejak dini.

“Jika anak-anak sudah mampu membaca dan berhitung, itu merupakan nilai tambah. Tadi saya melihat ada yang mampu membaca doa, matembang, bahkan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Ini merupakan capaian yang sangat baik dan diharapkan dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan pada masa mendatang,” imbuh Rasniathi.

Baca Juga  Gubernur Koster Sukses Kenalkan Arak Bali pada Acara Groundwater Summit 2022 di UNESCO Paris

Sementara itu, Kepala TK Shanti Kumara III Sempidi, Desak Putu Mariati, melaporkan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pondasi penting dalam pembangunan karakter bangsa. Oleh karena itu, pihak sekolah berkomitmen menerapkan pendekatan PAUD Holistik Integratif (HI) yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pemenuhan kebutuhan esensial anak secara menyeluruh.

Menurutnya, program tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan gizi, kesehatan, pengasuhan, serta perlindungan anak yang telah diterapkan secara berkelanjutan selama setahun terakhir.

“Salah satu fokus utama PAUD Holistik Integratif di TK Shanti Kumara III adalah pencegahan dan penanganan stunting melalui intervensi gizi serta edukasi pola hidup sehat sejak usia dini. Kami berharap melalui sinergi yang kuat dengan program Bunda PAUD, anak-anak dapat tumbuh sehat, cerdas, ceria, dan bebas dari stunting,” harapnya.

Melalui kegiatan pentas seni dan pelepasan siswa ini, diharapkan dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, serta rasa percaya diri, sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini yang berkualitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkab Badung dan TP. PKK Gelar Sosialisasi Gerakan Peduli Residu dan Anti Narkoba di SMPN 1 Mengwi

Published

on

By

badung peduli
SOSIALISASI: Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat sosialisasi Gerakan Badung Peduli Residu dan Anti Narkoba. Kegiatan yang menyasar generasi muda ini berlangsung di SMP Negeri 1 Mengwi, Sabtu (6/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Kabupaten Badung menggelar sosialisasi Gerakan Badung Peduli Residu dan Anti Narkoba. Kegiatan yang menyasar generasi muda ini berlangsung di SMP Negeri 1 Mengwi, Sabtu (6/6).

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua TP. PKK sekaligus Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Hadir pula Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung, Camat Mengwi, narasumber dari BNNK Badung, Kepala Sekolah SMPN 1 Mengwi, Ketua TP. PKK Kecamatan Mengwi dan Abiansemal, tim Gerakan Badung Peduli, serta perwakilan Bumbi (produsen popok dan pembalut ramah lingkungan).

Sosialisasi ini diikuti oleh ratusan siswa-siswi dari SMP Negeri 1 Mengwi dan SMP Negeri 1 Abiansemal. Program ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan serta memperkuat ketahanan remaja dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi menekankan pentingnya pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan sejak dini bagi para pelajar selaku generasi penerus bangsa.

“Anak-anakku sekalian, kalian adalah aset paling berharga bagi Kabupaten Badung dan masa depan Bali. Hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk mendengarkan materi, tetapi untuk memahami dua hal penting yang sangat berkaitan dengan kelangsungan hidup kita semua: bagaimana kita merawat bumi tempat kita berpijak, dan bagaimana kita merawat diri sendiri agar tetap sehat, kuat, dan jauh dari segala bahaya,” ujarnya.

Terkait isu lingkungan, Nyonya Rasniathi menjelaskan bahwa sampah residu tidak dapat didaur ulang maupun dikomposkan, sehingga penanganannya memerlukan kedisiplinan tinggi. Ia mengajak siswa aktif memilah sampah dari rumah dan sekolah, mengurangi produk sekali pakai, serta mendukung produk ramah lingkungan.

Baca Juga  Mesatua Digital, Stand-up Comedy, Music dan Film Festival Hibur Kaum Milenial bersama Gubernur Koster di Bali DigiFest

“Kita ingin Badung tetap bersih, asri, dan bebas dari tumpukan sampah. Mulailah dari langkah kecil, buang sampah pada tempatnya, kenali jenis sampah, dan dukung produk lokal yang ramah lingkungan seperti Bumbi, yang turut hadir hari ini untuk mendukung gerakan ini dengan produk-produk yang lebih bertanggung jawab terhadap alam,” tambahnya.

Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan dari Bumbi turut memberikan edukasi mengenai pengurangan limbah popok dan pembalut sekali pakai, yang selama ini menjadi kontributor besar sampah residu rumah tangga.

Selain kelestarian alam, fokus utama kegiatan ini adalah pencegahan penyalahgunaan narkoba. Sebagai Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi memberikan pesan yang tegas dan penuh kasih sayang kepada seluruh peserta yang hadir.

“Narkoba adalah musuh utama masa depan kalian. Zat ini tidak hanya merusak fisik dan akal sehat, tetapi juga menghancurkan cita-cita, keluarga, dan masa depan yang sudah kalian rencanakan. Jangan pernah sekalipun mencoba, tergoda, atau terbuai oleh tawaran yang tidak jelas asal-usulnya. Katakan ‘TIDAK’ pada narkoba, dan jadilah pelajar yang berprestasi, berakhlak mulia, dan berguna bagi nusa serta bangsa,” tegasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tutup PKB Badung, Bupati Adi Arnawa Lepas 26 Duta Seni ke Provinsi

Published

on

By

pkb badung
TUTUP PKB BADUNG: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta saat hadir menutup PKB Kabupaten Badung XLVIII Tahun 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (7/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta resmi menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) Kabupaten Badung XLVIII Tahun 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (7/6). Penutupan agenda tahunan ini dirangkaikan dengan pelepasan 26 duta seni yang akan mewakili Kabupaten Badung ke tingkat Provinsi Bali.

Dalam arahannya, Bupati Adi Arnawa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan seni budaya Bali sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan daerah harus berjalan seimbang antara pelestarian adat dan penguatan sektor penunjang lainnya.

“Budaya tidak hanya menjadi identitas masyarakat Bali, tetapi juga merupakan kekuatan yang selama ini menopang sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Budaya adalah kekuatan dan identitas utama Bali yang harus terus kita jaga, rawat, dan wariskan kepada generasi muda. Di saat yang sama, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi masyarakat harus berjalan beriringan agar kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menyatakan bahwa ajang seni harus menjadi ruang pembinaan dan regenerasi agar nilai tradisi tetap relevan dengan zaman. Pemkab Badung juga terus memprioritaskan pembangunan fasilitas publik, penanganan stunting, hingga peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan kesehatan. Ditekankan juga pentingnya sinergi dan gotong royong semua pihak demi mewujudkan kemajuan Badung yang berkelanjutan.

“Selain sektor kebudayaan, Pemkab Badung saat ini terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur, mulai dari peningkatan kualitas jalan, pengelolaan sampah, penyediaan air bersih hingga pembangunan fasilitas publik. Infrastruktur yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan serta meningkatkan daya saing daerah. Kami ingin kemajuan Badung tidak hanya tercermin dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya serta kemampuan menjaga dan melestarikan budaya sebagai identitas daerah. Karena itu, kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi sangat penting dalam mewujudkan tujuan tersebut,” kata Adi Arnawa.

Baca Juga  Koster Geram! Bentuk Tim Khusus Usut Usaha Asing yang Kepung UMKM Lokal di Bali

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gede Sukadana melaporkan, PKB Badung digelar sebagai upaya melestarikan seni budaya sekaligus mendukung pariwisata berkualitas berbasis Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Kegiatan ini juga diisi berbagai lomba, mulai dari busana endek, pembuatan gebogan buah lokal, hingga anyaman janur.

Adapun 26 duta seni yang dilepas akan tampil pada kategori Utsawa (parade), Wimbakara (lomba), dan Reksadana (pagelaran) di tingkat provinsi, termasuk Gong Kebyar, Baleganjur, Gender Wayang, hingga Drama Gong. Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Kepala OPD Kab. Badung, Ketua TP. PKK Kab. Badung, Ketua GOW Badung, Ketua DWP Badung dan seluruh peserta PKB. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca