Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Daeng Ipung, sang Pencetus UU PAI Buka Kantor Advokat dan Mediator Siti Sapurah & Rekan

BALIILU Tayang

:

de
Pengacara Siti Sapurah atau Daeng Ipung. (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Pernah hidup di bawah himpitan ketidakpunyaan, hanya dengan modal motor ‘ceketer’, itu pun masih kredit yang sering dikejar debt collector bahkan terakhir ditarik dealer karena tidak sanggup bayar utang, tidak membuat seorang Siti Sapurah menyerah. Justru pahit getir penderitaan panjang sebagai seorang perempuan di perantauan meneguhkan hati Siti Sapurah atau akrab disapa Daeng Ipung untuk melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan yang menimpa perempuan dan anak-anak Indonesia.

Ternyata Tuhan berencana lain, pada Senin, 14 Februari 2022 ini, Daeng Ipung bisa mewujudkan mimpinya membuat kantor Advokat dan Mediator Siti Sapurah & Rekan di Jalan Pulau Buton Nomor 14 Denpasar. Kantor ini sekaligus memberi jalan kesempatan berperan aktif seperti cita-cita Ipung masa kecil yang ingin jadi seorang pembela, membela kaum perempuan dan anak-anak.

‘’Kantor ini sebenarnya di luar pikiran saya. Saya rasa tidak bisa membuat kantor secepat ini karena masih banyak yang harus saya selesaikan. Tetapi ternyata Tuhan berencana lain,’’ terang Daeng Ipung saat membuka secara resmi Kantor Advokat dan Mediator Siti Sapurah & Rekan, Senin (14/2) di Jalan Pulau Buton Denpasar.

Siti Sapurah atau Daeng Ipung saat diwawancarai wartawan. (Foto: gs)

Daeng Ipung, sang pencetus Undang-Undang Perlindungan Anak Indonesia (PAI) ini mengaku kantor yang dimiliki bisa berdiri di tengah pandemi adalah berkah yang luar biasa. Berkah yang tentu lebih melecutkan apa yang sudah dilakukan selama ini dan tak akan pernah menguranginya. ‘’Dan akan lebih saya gunakan kesempatan ini untuk membela anak-anak dan kaum perempuan baik di Bali maupun di luar Bali. Itu yang akan saya tetap lakukan sampai sekarang,’’ janji Ipung seraya meminta teman media membantunya. Bahkan Ipung mengaku tanpa rekan-rekan media ia tidak akan dikenal sebagai sosok Ipung di Bali bahkan sudah melampaui nasional.

Baca Juga  Daeng Ipung ‘’Launching’’ Buku, Beri Pesan kepada Keluarga Besarnya

Bak pohon, makin menjulang makin keras diterpa angin. Ketika Ipung tulus melangkahkan kaki, di antaranya rela membela sampai tuntas tanpa meminta bayaran, justru tidak sedikit orang-orang yang sudah dibantu malah balik memfitnah. Bahkan beberapa rekan seprofesi menuduh dirinya mendapatkan sponsor.

‘’Saya bersumpah demi Allah tidak ada satu pun yang mensponsori saya. Jangankan 10 juta atau satu juta, satu rupiah pun tidak ada kecuali bantuan dari Tuhan,’’ bebernya sambil mengaku siap buka kartu apa pun jika ingin bukti saat ini.

Walau Ipung sudah dikenal luas dan menorehkan banyak prestasi kerja, namun masih ada dua keinginannya yang belum terwujud, pertama membangun rumah besar dan kedua, soal penegakan hukum yang tidak maksimal. ‘’Dari tahun 2000 saya punya mimpi pingin punya rumah yang sangat besar dan membuat kamar-kamar di situ, menampung anak-anak yang dibuang sama orangtuanya. Anak-anak yang hidupnya tidak enak seperti anak-anak orang lain dan saya akan mengasuhnya di sana, menyekolahkan dan mendidik mereka untuk menanamkan etika moral, menegakkan idealisme dan juga nasionalisme. Itu yang ingin saya lakukan walau sangat berat seorang diri tapi selalu ingin berusaha untuk melakukan itu,’’ ujarnya bersemangat.

Soal kedua, Ipung mencermati penegakan hukum masih tajam ke bawah tumpul ke atas. ‘’Tapi untuk saya tidak. Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada bapak Kapolri, Kapolda, Kapolres atau setara, Kapolsek, kalau saya yang maju, bawa klien pasti jalan semuanya. Tapi bagaimana jika tidak seorang Ipung. Harapan saya janganlah karena saya seorang Ipung yang datang membawa kasus tiba-tiba kasus jalan sesuai dengan prosedur. Tetapi jika tidak ada Ipung, ini lambat sekali, kadang-kadang hilang. Sampai yang namanya korban pencabulan, pemerkosaan, kekerasan fisik capek berjuang. Inilah yang saya inginkan, bisakah penegakan hukum tidak lagi memandang siapa yang di sana, siapa yang sebagai kuasa hukumnya, atau siapa saja yang datang layanilah mereka, kasikanlah penegakan hukum sesuai dengan hukum itu sendiri. Jangan dimanipulasi, jangan dipropaganda, jangan dianggap ohh kamu terlalu begini, ohh begitu ohh kurang saksi kurang fakta, jangan,’’ ucap Ipung.

Baca Juga  Dibangun Sepihak oleh BTID, Daeng Ipung Ancam Tutup Jalan

Ipung penuh harap karena masyarakat umum atau masyarakat yang di bawah tidak semuanya cerdas. Yang mereka tahu dirinya mengalami kejahatan, menerima kriminalitas, merasa dizolimi kemudian mereka datang ke polisi. Karena itu, Ipung memohon kepolisian untuk memberikan mereka pasal yang sebenarnya karena mereka tidak tahu pasal. ‘’Ini harapan saya ke depan, bagaimana undang-undang itu ditegakkan sesuai dengan aturan sebenarnya seperti ratu keadilan di meja saya (sambil menunjuk, red). Hukum itu buta, tidak memandang siapa pun yang membuatnya. Hukum itu selalu ada sesuai dengan timbangannya, memang dia jahat penjarakan dia, jika dia benar bebaskanlah dia,’’ pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Wabup Badung Apresiasi Gelaran Davest III, Berhasil Mengangkat Potensi Seni Tiap Banjar

Published

on

By

Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua WHDI Badung Ny. Yunita Alit Sucipta menghadiri Davest III di Lapangan Umum Darmasaba.
HADIRI DAVEST: Wabup Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua WHDI Badung Ny. Yunita Alit Sucipta saat menghadiri Davest III Desa Darmasaba di Lapangan Umum Darmasaba, Sabtu (15/8/2026) malam. (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya gelaran Darmasaba Village Festival (Davest) III tahun 2026. Event dua tahunan ini dinilai telah berhasil mengangkat potensi seni di masing-masing Banjar. Hal ini sangat sejalan dengan misi Badung “Sapta Kriya Adi Cipta” terutama dalam upaya pelestarian seni, adat, agama dan budaya Bali.

“Kami selaku pemerintah daerah sangat mendukung ajang Davest yang berhasil menampilkan ide-ide kreatif dituangkan dalam kreativitas seni serta melibatkan seluruh unsur masyarakat. Ini luar biasa,” kata Wabup Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua WHDI Badung Ny. Yunita Alit Sucipta saat menghadiri Davest III Desa Darmasaba di Lapangan Umum Darmasaba, Sabtu (15/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Badung Ni Luh Putu Sekarini, Plt. Camat Abiansemal beserta Tripika serta Pemerintahan Desa dan Prejuru Desa Adat Darmasaba.

Wabup menyebut ajegnya seni dan budaya di Badung harus tetap dijaga. Karena seni dan budaya sebagai warisan leluhur dan akar dari pariwisata di Bali. Selain mengangkat potensi seni, Wabup juga mengapresiasi Pemerintah Desa Darmasaba dan Panitia Davest yang berhasil merangkul potensi UMKM lokal di Desa Darmasaba. Kehadiran UMKM akan terjadinya perputaran roda perekonomian masyarakat di Darmasaba khususnya. Ke depan diharapkan kegiatan Davest dapat berlanjut dan mampu melahirkan ide-ide yang lebih kreatif dari masyarakat.

Sementara Perbekel Darmasaba IB Surya Prabhawa Manuaba menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati Badung bersama Ketua WHDI beserta jajaran. Ia menyebutkan, terselenggaranya Davest berkat kerja sama seluruh komponen masyarakat Darmasaba. Davest tahun ini mengedepankan kepedulian terhadap alam dan lingkungan dengan memprioritaskan penanganan sampah. Hal ini diterapkan kepada semua UMKM yang terlibat diwajibkan mengelola sampahnya sendiri. Selain itu pertunjukan seni juga menjadi tujuan dari Davest. Bagaimana potensi seni dapat dimunculkan dan ini mendapat antusias luar biasa dari masyarakat di masing-masing banjar.

Baca Juga  Dibangun Sepihak oleh BTID, Daeng Ipung Ancam Tutup Jalan

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Semuanya terlibat dalam kegiatan lomba mulai dari anak-anak, remaja hingga lansia,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Adi Arnawa Hadiri Perayaan HUT Ke-3 STT Bhineka Abisatya Banjar Tuka Desa Dalung

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri puncak perayaan HUT Ke-3 STT Bhineka Abisatya di Gedung Serba Guna Neka Wiguna Mandala, Banjar Tuka, Dalung.
HADIRI HUT: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, saat menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-3 Sekaa Teruna Teruni (STT) Bhineka Abisatya, Banjar Tuka, Desa Dalung, Kuta Utara bertempat di Gedung Serba Guna Neka Wiguna Mandala Tuka, Dalung, Minggu (16/8/2026). (Foto: Hms Badung) 

Badung, baliilu.com – Dalam suasana HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Sekaa Teruna Teruni (STT) Bhineka Abisatya, Banjar Tuka, Desa Dalung, Kuta Utara, menggelar puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-3 yang ditandai dengan pemotongan tumpeng dan penancapan Kayon oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, bertempat di Gedung Serba Guna Neka Wiguna Mandala Tuka, Dalung, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru dan mengangkat tema Vikrama Yuwajana Dharma dengan arti filosofi meneguhkan jiwa kepemimpinan pemuda yang berani berkarya, bersatu mengabdi dan berlandaskan dharma.

Dalam sambutannya Bupati I Wayan Adi Arnawa menyampaikan selamat kepada para pengurus yang telah dilantik dan berharap agar persatuan dalam keberagaman unsur agama dalam STT Bhineka Abisatya, Banjar Tuka harus tetap dijaga.

“Kita tidak boleh ada sekat karena masalah agama. Kita ini satu, adalah warga negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila, dan saya senang sekali bisa melihat modernisasi agama terjadi di Tuka ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan jika masyarakat sudah bersatu, akan mudah menatap masa depan Bangsa Indonesia. Dirinya juga berharap bahwa perayaan HUT tidak sekedar seremoni. “Hari ulang tahun ini dijadikan momentum untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap apa yang sudah kita kerjakan dan apa yang belum kita kerjakan,” ujar Adi Arnawa.

Dalam laporannya Ketua Panitia Eduardus Gustaff Fargaz menyampaikan, kegiatan ini juga untuk bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan antaranggota STT serta seluruh lapisan masyarakat sekaligus menjadi wadah kreativitas dan seni bagi generasi muda di Lingkungan Banjar Tuka.

“Sebagai rangkaian peringatan HUT Ke-3 ini, kami telah melaksanakan beberapa rangkaían kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat dengan lomba-lomba persahabatan. Saya menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Badung dan seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini,” jelasnya.

Baca Juga  Dibangun Sepihak oleh BTID, Daeng Ipung Ancam Tutup Jalan

Perayaan HUT ini juga dihadiri oleh Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa beserta Unsur Tripika Kecamatan, Perbekel Desa Dalung I Gede Putu Arif Wiratya, beserta perangkat desa, Bendesa Desa Adat Dalung I Nyoman Widana, Bendesa Adat Padang Luwih I Ketut Adi Ardana, Bendesa Adat Tuka I Gede Sukarya, Kelian Dinas dan Adat, dan tokoh agama dan masyarakat se-Desa Dalung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Spesial HUT Provinsi Bali dan RI, Naik Bus Trans Metro Dewata & Trans Sarbagita Bayar Rp. 1.000 dengan QRIS Tap

Published

on

By

Bus Trans Metro Dewata yang melayani promo tarif khusus Rp 1.000 menggunakan pembayaran QRIS Tap selama periode HUT Provinsi Bali dan HUT RI.
Bus Trans Metro Dewata. (Foto: dok)

Denpasar, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Bali menghadirkan program tarif khusus transportasi umum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Bali Ke-68 dan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pekan QRIS Nasional (PON) yang bertujuan mendorong perluasan penggunaan pembayaran digital QRIS, khususnya fitur QRIS Tap (Tanpa Pindai).

Melalui program ini, masyarakat dapat menikmati tarif khusus sebesar Rp. 1.000 untuk perjalanan menggunakan layanan transportasi umum dengan melakukan pembayaran menggunakan QRIS Tap. Program tarif khusus tersebut berlaku untuk 300 pengguna per hari, yang terdiri atas 250 pengguna Trans Metro Dewata dan 50 pengguna Trans Sarbagita. Promo ini berlangsung pada periode 14-31 Agustus 2026.

Implementasi program ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan dan meningkatkan penggunaan QRIS Tap sebagai inovasi pembayaran yang lebih cepat dan praktis. Dengan QRIS Tap, masyarakat tidak perlu membuka fitur kamera untuk memindai lembaran barcode QRIS. Pembayaran dapat dilakukan hanya dengan membuka aplikasi pembayaran digital yang mendukung QRIS Tap, memilih fitur QRIS Tap, dan mendekatkan smartphone ke terminal pembayaran. Proses transaksi berlangsung dalam hitungan detik sehingga memberikan pengalaman pembayaran yang lebih seamless, khususnya dalam mendukung mobilitas masyarakat menggunakan transportasi umum.

Melalui sinergi antara digitalisasi sistem pembayaran dan layanan transportasi publik yang dilakukan Bank Indonesia bersama Dinas Perhubungan Provinsi Bali, diharapkan dapat mendorong terwujudnya ekosistem transportasi yang semakin modern, efisien, praktis dan ramah lingkungan di Bali. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat untuk memanfaatkan transportasi umum sebagai pilihan mobilitas yang nyaman, mudah, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Dibangun Sepihak oleh BTID, Daeng Ipung Ancam Tutup Jalan

Ayo manfaatkan promo tarif khusus Rp 1.000 dengan QRIS Tap dan rayakan HUT Provinsi Bali, HUT kemerdekaan RI, serta Pekan QRIS Nasional bersama Trans Metro Dewata dan Trans Sarbagita! (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca