Badung, baliilu.com – Komisi II DPRD Kabupaten Badung menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan 10 OPD terkait yang dibagi menjadi 2 sesi. Raker sesi pertama yang digelar di Ruang Gosana Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Jumat (18/3) dihadiri 5 OPD terkait yakni, Dinas Pariwisata, Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).
Raker yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Badung, I Gusti Lanang Umbara, S.Sos., didampingi Wakil Ketua I, I Gusti Anom Gumanti, S.H., Wakil Ketua II, I Nyoman Wiradana, S.Si., serta dihadiri anggota Dewan yakni, I Wayan Luwir Wiana, S.Sos., Ni Kadek Suastiari, S.E., I Made Wijaya, S.E., dan I Nyoman Karyana, S.T.
Ketua Komisi II, I Gusti Lanang Umbara, S.Sos., seusai Raker menyampaikan, tujuan Raker saat ini adalah untuk pengenalan baik secara personal maupun program. Karena struktur Komisi II sesuai dengan tata tertib di DPRD Badung ada penyegaran-penyegaran dengan struktur kepengurusan komisi.
“Dari hasil yang telah kami dapatkan dalam Raker ini baik secara struktur maupun program yang menjadi rencana kerja dari masing masing OPD tentunya akan kami tindak lanjuti dengan menggelar rapat kerja secara khusus sesuai dengan skala prioritas menurut pandangan kami yang menjadi urgent dan wajib dilaksanakan di Pemerintahan Kabupaten Badung,” ungkapnya.
Disinggung mengenai program- program yang terganjal di anggaran Lanang Umbara menyatakan, ganjalan anggaran ada dua yakni, anggaran yang memang tidak tersedia dari sumbernya, atau ada di sumbernya akan tetapi tidak menadapat anggaran. “Tentunya ketika anggaran ini ada tetapi tidak mendapatkan prioritas, kami mempunya kebijakan, karena sesuai tupoksi kami di Dewan ada 3 yakni, legislasi, budgeting dan, pengwasan. Kalau memang dari masing-masing OPD ini terganjal oleh masalah anggaran, maka kami akan perjuangkan melalui kewenangan-kewenangan politik kami di DPRD Kabupaten Badung, sepanjang kegiatan tersebut bersifat urgent dan sesuai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Badung,” bebernya.
Ditanya tentang program yang paling urgent Lanang Umbara menjawab, untuk saat ini yang paling urgent adalah masalah penanggulangan sampah yang berkaitan dengan akan segera ditutupnya TPA kawasan Suwung sehingga perlu segera dicarikan solusi agar Badung tidak darurat sampah. Disamping itu program yang lainnya adalah bagaimana menggealiatkan pariwisata di Kabuaten Badung yang sudah di bijaksanai oleh Pemerintah Pusat dengan berabagai kelonggaran.
“Jadi bagaimana upaya kita untuk menggaet wistawan agar datang ke Badung dengan berbagai upaya termasuk promosi ke luar negeri karena pariwisata merupakan urat nadi perekonomian kita di Badung. Hampir 90 persen perekonomian kita ,” tandasnya. (eka/bi)