Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Koster Apresiasi Persiapan ‘’Karya Padudusan Agung’’ Pura Samuantiga

BALIILU Tayang

:

se
Gubernur Bali Wayan Koster (baju merah) foto bersama usai menerima audiensi Prajuru Pura Kahyangan Jagat Samuantiga, yang dipimpin Bendesa Pura Samuantiga, I Gusti Ngurah Made Serana, di Jaya Sabha, Sabtu, 2 April 2022. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi persiapan upacara Ida Bhatara Turun Kabeh lan Karya Padudusan  Agung di Pura Samuantiga di Desa Adat  Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, yang puncaknya berlangsung  Minggu, 17 April 2022.

Apresiasi  Gubernur ini disampaikan saat menerima audiensi Prajuru Pura Kahyangan Jagat Samuantiga, yang dipimpin Bendesa Pura Samuantiga, I Gusti Ngurah Made Serana, di Jaya Sabha,  Sabtu, 2 April 2022.

Dalan audiensi ini juga diikuti Panglingsir Pura Wayan Patera, Wakil Bendesa Pura Samuantiga Wayan Jumat Sunantara, Bendahara I Gusti Ngurah Arya, Sekretaris Saba Pura Wayan Sudarsana, serta Perbekel Bedulu Putu Ariawan bersama staf I Wayan Gara.

Gubernur Koster yang didampingi Kadis PMA Prov. Bali I GAK Kartika Jaya Seputra dan Karo Pemerintahan dan Kesra Setda Prov. Bali, Ketut Sukra Negara, menegaskan keberadaan Pura Samuantiga di Bedulu, sangat penting terkait keberadaan desa adat yang hingga kini masih tetap bertahan.

Di Pura Samuantiga yang berlokasi di wilayah Desa Adat Bedulu, Kecamatan Blahbatuh ini, disebutkan menjadi tempat yang terpilih, untuk melaksanakan pertemuan atau pesamuan, guna menyelesaikan persoalan sosial religius masyarakat Bali di abad ke sepuluh silam.

Dalam pertemuan itu, dituturkan, hadir berbagai perwakilan sekte di masa Bali Kuna. Untuk pertemuan itu, didatangkan pula Mpu Kuturan, seorang ahli tata negara asal Kediri, Jawa Timur. Dalam pertemuan atau pesamuan, yang diinisiasi Raja Udayana ini, akhirnya tercetus desa adat dengan Pura Kahyangan Tiga, serta terwujud rekonsiliasi dalam kehidupan masyarakat sampai di tingkat keluarga, dengan pelinggih rong telu.

Perjuangan dan jasa Mpu Kuturan ini pula, diakui Gubernur Wayan Koster menjadi motivasinya dalam membangun Bali sebagai orang nomor satu di Bali. Koster juga mengaku dalam membangun Bali sebagai gubernur, sengaja memberikan ruang terhadap desa adat. “Kita (krama adat Bali-red) harus selalu hormat atas perjuangan dan pemikiran Mpu Kuturan dalam mewujudkan Bali yang aman dan sejahtera, karena melalui desa adat yang hingga kini masih tetap eksis, Bali bisa tumbuh seperti sekarang ini,” tegas Gubernur Koster, yang menekankan agar dalam berbagai kegiatan, termasuk upacara keagamaan, senantiasa menjalankan proses secara ketat, walaupun kasus Covid-19 di Bali sudah melandai.

Baca Juga  HUT Ke-70 MGPSSR, Gubernur Koster Ajak Pasemetonan Pasek Solid Jaga Alam, Manusia dan Budaya Bali

Kepada prajuru Pura Samuantiga, Gubernur Koster juga berpesan agar warisan leluhur pendahulu Bali tetap dijaga dengan baik. “Kita harus jaga warisan leluhur yang adi luhung itu, tetapi jangan pula mengada-ngada dalam upacara keagamaan, dengan membuat yang baru untuk kepentingan lain,” pesan Gubernur, seraya menyuguhkan kopi dengan arak satu sloki.

Bendesa Pura Samuantiga, Gusti Ngurah Made Serana, kepada Gubernur Wayan Koster melaporkan rencana upcara Ida Betara Turun Kabeh lan Karya Padudusan Agung, yang puncaknya dilaksanakan akan berlangsung hari Minggu, 17 April 2022.

Gusti Serana yang juga anggota Komisi Satu DPRD Gianyar ini, juga mengutarakan tahapan upacara sekaligus mengundang Gubernur Bali, serangkaian upacara mapeselang bersama Bupati Gianyar serta pejabat lain dan panglingsir Puri di Bali lainnya.

Dijelaskan Gusti Serana, setelah puncak karya, tiga hari selanjutnya Ida Bhatara Manca budal mewali ke payogan masing-masing. Termasuk Ida Bhatara Pura Penataran Sasih Pejeng di Kecamatan Tampaksiring, Pura Carangsari di Kabupaten Badung serta Ratu Bhatara Pura Kahyangan Tiga se-desa pengempon pura di lima desa adat.

Kelima desa adat pengempon Pura Samuantiga, diantaranya Desa Adat Bedulu, juga Desa Adat Wanayu Mas, Desa Adat Taman di Kecamatan Blahbatuh, serta Desa Adat Tengkulak Kaja dan Desa Adat Tengkulak Tengah di Kecamatan Tampaksiring.

“Ida Bhatara nyejer selama sebelas hari sejak 7 April hingga penyineban, yang diakhiri penyepian Pura 1 Mei 2022,” jelas Bendesa Gusti Ngurah Made Serana, seraya menguraikan saat Ida Bhatara budal, akan dirangkai dengan tradisi unik Masiat Sampian, dan ritual maplengkungan.

Pada hari ke sebelas dari puncak upacara, atau tepatnya Kamis 28 April 2022, akan dilaksanakan tradisi melis atau melasti. Upacara Melasti yang melibatkan belasan ribu warga. Tradisi melis ini dimulai dari Pura Samuantiga sekitar pukul 05.00 Wita, dilakukan dengan berjalan kaki sekitar 30 Km menuju Pantai Masceti di Desa Medahan Kecamatan Blahbatuh. Prosesi ini biasanya baru tiba di Pura Samuantiga, sekitar pukul 22.00 Wita. (dar/gs/bi)

Baca Juga  Buka Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster: Aksara Bali Harus Tampil di Semua Ruang

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Wabup Badung Apresiasi Gelaran Davest III, Berhasil Mengangkat Potensi Seni Tiap Banjar

Published

on

By

Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua WHDI Badung Ny. Yunita Alit Sucipta menghadiri Davest III di Lapangan Umum Darmasaba.
HADIRI DAVEST: Wabup Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua WHDI Badung Ny. Yunita Alit Sucipta saat menghadiri Davest III Desa Darmasaba di Lapangan Umum Darmasaba, Sabtu (15/8/2026) malam. (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya gelaran Darmasaba Village Festival (Davest) III tahun 2026. Event dua tahunan ini dinilai telah berhasil mengangkat potensi seni di masing-masing Banjar. Hal ini sangat sejalan dengan misi Badung “Sapta Kriya Adi Cipta” terutama dalam upaya pelestarian seni, adat, agama dan budaya Bali.

“Kami selaku pemerintah daerah sangat mendukung ajang Davest yang berhasil menampilkan ide-ide kreatif dituangkan dalam kreativitas seni serta melibatkan seluruh unsur masyarakat. Ini luar biasa,” kata Wabup Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua WHDI Badung Ny. Yunita Alit Sucipta saat menghadiri Davest III Desa Darmasaba di Lapangan Umum Darmasaba, Sabtu (15/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Badung Ni Luh Putu Sekarini, Plt. Camat Abiansemal beserta Tripika serta Pemerintahan Desa dan Prejuru Desa Adat Darmasaba.

Wabup menyebut ajegnya seni dan budaya di Badung harus tetap dijaga. Karena seni dan budaya sebagai warisan leluhur dan akar dari pariwisata di Bali. Selain mengangkat potensi seni, Wabup juga mengapresiasi Pemerintah Desa Darmasaba dan Panitia Davest yang berhasil merangkul potensi UMKM lokal di Desa Darmasaba. Kehadiran UMKM akan terjadinya perputaran roda perekonomian masyarakat di Darmasaba khususnya. Ke depan diharapkan kegiatan Davest dapat berlanjut dan mampu melahirkan ide-ide yang lebih kreatif dari masyarakat.

Sementara Perbekel Darmasaba IB Surya Prabhawa Manuaba menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati Badung bersama Ketua WHDI beserta jajaran. Ia menyebutkan, terselenggaranya Davest berkat kerja sama seluruh komponen masyarakat Darmasaba. Davest tahun ini mengedepankan kepedulian terhadap alam dan lingkungan dengan memprioritaskan penanganan sampah. Hal ini diterapkan kepada semua UMKM yang terlibat diwajibkan mengelola sampahnya sendiri. Selain itu pertunjukan seni juga menjadi tujuan dari Davest. Bagaimana potensi seni dapat dimunculkan dan ini mendapat antusias luar biasa dari masyarakat di masing-masing banjar.

Baca Juga  Gubernur Bali Terpilih Wayan Koster Buka Kompetisi Jurnalistik di UPMI

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Semuanya terlibat dalam kegiatan lomba mulai dari anak-anak, remaja hingga lansia,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Adi Arnawa Hadiri Perayaan HUT Ke-3 STT Bhineka Abisatya Banjar Tuka Desa Dalung

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri puncak perayaan HUT Ke-3 STT Bhineka Abisatya di Gedung Serba Guna Neka Wiguna Mandala, Banjar Tuka, Dalung.
HADIRI HUT: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, saat menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-3 Sekaa Teruna Teruni (STT) Bhineka Abisatya, Banjar Tuka, Desa Dalung, Kuta Utara bertempat di Gedung Serba Guna Neka Wiguna Mandala Tuka, Dalung, Minggu (16/8/2026). (Foto: Hms Badung) 

Badung, baliilu.com – Dalam suasana HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Sekaa Teruna Teruni (STT) Bhineka Abisatya, Banjar Tuka, Desa Dalung, Kuta Utara, menggelar puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-3 yang ditandai dengan pemotongan tumpeng dan penancapan Kayon oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, bertempat di Gedung Serba Guna Neka Wiguna Mandala Tuka, Dalung, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru dan mengangkat tema Vikrama Yuwajana Dharma dengan arti filosofi meneguhkan jiwa kepemimpinan pemuda yang berani berkarya, bersatu mengabdi dan berlandaskan dharma.

Dalam sambutannya Bupati I Wayan Adi Arnawa menyampaikan selamat kepada para pengurus yang telah dilantik dan berharap agar persatuan dalam keberagaman unsur agama dalam STT Bhineka Abisatya, Banjar Tuka harus tetap dijaga.

“Kita tidak boleh ada sekat karena masalah agama. Kita ini satu, adalah warga negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila, dan saya senang sekali bisa melihat modernisasi agama terjadi di Tuka ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan jika masyarakat sudah bersatu, akan mudah menatap masa depan Bangsa Indonesia. Dirinya juga berharap bahwa perayaan HUT tidak sekedar seremoni. “Hari ulang tahun ini dijadikan momentum untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap apa yang sudah kita kerjakan dan apa yang belum kita kerjakan,” ujar Adi Arnawa.

Dalam laporannya Ketua Panitia Eduardus Gustaff Fargaz menyampaikan, kegiatan ini juga untuk bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan antaranggota STT serta seluruh lapisan masyarakat sekaligus menjadi wadah kreativitas dan seni bagi generasi muda di Lingkungan Banjar Tuka.

“Sebagai rangkaian peringatan HUT Ke-3 ini, kami telah melaksanakan beberapa rangkaían kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat dengan lomba-lomba persahabatan. Saya menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Badung dan seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini,” jelasnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Ajak Komponen Pariwisata Bali Solid Dukung Pemerintah Bangkitkan Pariwisata

Perayaan HUT ini juga dihadiri oleh Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa beserta Unsur Tripika Kecamatan, Perbekel Desa Dalung I Gede Putu Arif Wiratya, beserta perangkat desa, Bendesa Desa Adat Dalung I Nyoman Widana, Bendesa Adat Padang Luwih I Ketut Adi Ardana, Bendesa Adat Tuka I Gede Sukarya, Kelian Dinas dan Adat, dan tokoh agama dan masyarakat se-Desa Dalung. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Spesial HUT Provinsi Bali dan RI, Naik Bus Trans Metro Dewata & Trans Sarbagita Bayar Rp. 1.000 dengan QRIS Tap

Published

on

By

Bus Trans Metro Dewata yang melayani promo tarif khusus Rp 1.000 menggunakan pembayaran QRIS Tap selama periode HUT Provinsi Bali dan HUT RI.
Bus Trans Metro Dewata. (Foto: dok)

Denpasar, baliilu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Bali menghadirkan program tarif khusus transportasi umum dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Bali Ke-68 dan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pekan QRIS Nasional (PON) yang bertujuan mendorong perluasan penggunaan pembayaran digital QRIS, khususnya fitur QRIS Tap (Tanpa Pindai).

Melalui program ini, masyarakat dapat menikmati tarif khusus sebesar Rp. 1.000 untuk perjalanan menggunakan layanan transportasi umum dengan melakukan pembayaran menggunakan QRIS Tap. Program tarif khusus tersebut berlaku untuk 300 pengguna per hari, yang terdiri atas 250 pengguna Trans Metro Dewata dan 50 pengguna Trans Sarbagita. Promo ini berlangsung pada periode 14-31 Agustus 2026.

Implementasi program ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan dan meningkatkan penggunaan QRIS Tap sebagai inovasi pembayaran yang lebih cepat dan praktis. Dengan QRIS Tap, masyarakat tidak perlu membuka fitur kamera untuk memindai lembaran barcode QRIS. Pembayaran dapat dilakukan hanya dengan membuka aplikasi pembayaran digital yang mendukung QRIS Tap, memilih fitur QRIS Tap, dan mendekatkan smartphone ke terminal pembayaran. Proses transaksi berlangsung dalam hitungan detik sehingga memberikan pengalaman pembayaran yang lebih seamless, khususnya dalam mendukung mobilitas masyarakat menggunakan transportasi umum.

Melalui sinergi antara digitalisasi sistem pembayaran dan layanan transportasi publik yang dilakukan Bank Indonesia bersama Dinas Perhubungan Provinsi Bali, diharapkan dapat mendorong terwujudnya ekosistem transportasi yang semakin modern, efisien, praktis dan ramah lingkungan di Bali. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat untuk memanfaatkan transportasi umum sebagai pilihan mobilitas yang nyaman, mudah, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Sinergi Pemprov dan Kajati Bali, Gubernur Koster Puji Edukasi dan Penegakan Hukum hingga Tingkat Desa

Ayo manfaatkan promo tarif khusus Rp 1.000 dengan QRIS Tap dan rayakan HUT Provinsi Bali, HUT kemerdekaan RI, serta Pekan QRIS Nasional bersama Trans Metro Dewata dan Trans Sarbagita! (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca