Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Serahkan Beasiswa BI 2022, Wagub Cok Ace Ajak Generasi Muda Bersiap pada Transformasi Menuju Bali Era Baru

BALIILU Tayang

:

de
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (nomor 3 dari kanan) saat menyerahkan beasiswa kepada penerima didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Bali (nomor 2 dari kiri), anggota DPRRI Agung Wirajaya, Rizki Wimanda. (Foto: ist)

Badung, baliilu.com –  Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengajak para siswa yang berkesempatan mendapatkan beasiswa, untuk memanfaatkan waktu dan kesempatan dengan sebaiknya untuk melanjutkan pendidikan dan menuju kesuksesan di masa depan.

“Pegang penuh kepercayaan dan kesempatan yang diberikan karena banyak saudara-saudara kita yang tidak mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan. Berilah contoh dan buka lapangan pekerjaan nantinya untuk teman-taman yang lain,” ajak Wagub Bali dalam acara Penyerahan Beasiswa Bank Indonesia dan Jumpa Perdana Generasi Baru Indonesia (GenBI) Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia secara offline dan online berpusat di Puri Saron Hotel, Seminyak, Badung pada Rabu (24/3) petang.

Melanjutkan paparannya, Wagub Cok Ace yang didaulat menjadi keynote speaker menjelaskan bahwa dalam visi pembangunan Provinsi Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang jadi prioritas utama salah satunya adalah pendidikan. “Sejak awal ada hal yang harus dibenahi dan pendidikan  adalah satu kunci untuk segera bangkit apalagi setelah ams apandemi,” tandasnya.

 Penglingsir Puri Ubud ini melanjutkan bahwa  dari sisi pendidikan, di Bali pada tahun 2021 anak-anak berusia 7 tahun ke atas memiliki harapan dapat  menikmati pendidikan selama 13,40 tahun atau hampir  setara dengan lamanya waktu untuk menamatkan pendidikan setingkat Diploma I atau semester dua di tingkat universitas. Sedangkan rata-rata lama sekolah penduduk umur 25 tahun adalah 9,06 tahun pada tahun 2021. “Meskipun terus mengalami peningkatan tiap tahunnya, namun angka harapan pendidikan untuk usia 25 tahun keatas cukup rendah. Kira-kira setara SMP. Ada paradigma yang salah akibat ungkapan lama di masyarakat ‘kenapa harus sekolah tinggi, toh sudah ada jadi presiden, sudah ada Gubernur’,” jelas Wagub Cok ace. “Ini perlu diperbaiki di Bali karena pendidikan adalah kunci nomor satu untuk menjamin kesuksesan,” imbuh mantan Bupati Gianyar ini.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Hadiri Peresmian Digitalisasi Pembayaran 4 Mall S.I.A.P QRIS dan Layanan KUPVA BB
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati foto bersama dengan para penerima beasiswa. (Foto: Ist)

Wagub Cok Ace juga mengatakan dirinya memahami bahwa dalam masa-masa transformasi Bali dari agraris ke pariwisata, dilanjutkan masa keemasan pariwisata medio 1930 hingga 1990an banyak yang melupakan pentingnya pendidikan karena penghasilan yang sudah didapatkan bahkan sejak usia muda. “Dulu, anak-anak usia 11-12 tahun sudah berpenghasilan, walaupun misalnya hanya bekerja mengecat patung, dan lainnya. Tentu saja mereka sudah senang dapat penghasilan di usia dini, akibatnya pendidikan dan  perekonomian Bali terlambat, sangat tertinggal,” terang Wagub.

“Namun sekarang kita masuk ke era transformasi yang kedua setelah pandemi Covid-19, mulai tahun 2020 kita akan memasuki Bali era baru. Transformasi Bali dari pariwisata kepada ekonomi kreatif. Pariwisata pun sekarang sangat kreatif, banyak muncul ide baru dan didukung penguasaan teknologi digital,” imbuhnya lagi.

Hal tersebut yang menurut Wagub Cok Ace mengharuskan anak-anak muda untuk lebih aware dan menyikapi situasi serta perkembangan dunia yang semakin cepat. “ Ini yang perlu kita sikapi dan omong kosong tanpa pendidikan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Bali Trisno Nugroho menyampaikan untuk beasiswa BI tahun 2022 diberikan kepada 245 penerima di Bali dimana 50 orang diantaranya hadir secara langsung dan sisanya mengikuti secara daring. “Kita salah satu dan mungkin satu-satunya lembaga yang paling konsisten menyalurkan bantuan pendidikan. Sejak tahun 2011, di Bali sudah ada 1.150 orang yang menerima beasiswa BI,” jelas Trisno.

Dirinci Trisno, ada 225 mahasiswa S1 reguler dan 20 siswa SMK yang tahun ini memperoleh beasiswa. Untuk S1 didominasi mahasiswa jurusan ekonomi lalu diikuti jurusan hukum, teknik, sosial, matematika dan yang lainnya. Untuk besaran beasiswa adalah sebesar Rp 12 juta per tahun/1 juta per bulan untuk jenjang S1 sedangkan untuk siswa/i SMK adalah sebesar Rp 750 ribu per bulan.

Baca Juga  Buka IAI Bali Award 2022, Wagub Cok Ace Dorong Penguatan Arsitek Lokal

‘’Adik-adik harus berbangga jadi yang terpilih karena seleksi yang sangat ketat. Kalian adalah contoh siswa yang cerdas, berprestasi dan diharapkan menjadi calon pemimpin. Manfaatkanlah dengan baik, karena adik-adik adalah  pemilik masa depan. Semoga pula mampu menjadi pemacu inovasi dan potensi diri,” tukas Trisno.

Di kesempatan yang sama hadir pula Anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Wakil Rektor I Unwar, Rektor Universitas Pendidikan Nasional, Wakil Rektor III Unud, Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Pendidikan Ganesha, Kepala SMK Dwijendra, para Pembina GenBI. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Buka Bulfest 2026 di Praja Mandala Singa Ambara Raja, Gubernur Koster Serahkan Penghargaan kepada Tiga Maestro Tari Buleleng

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster membuka Buleleng Festival 2026 di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Singaraja.
BUKA BULFEST: Gubernur Bali Wayan Koster membuka Buleleng Festival (Bulfest) 2026 di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Singaraja, Selasa (18/8/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Buleleng, baliilu.com — Buleleng Festival (Bulfest) 2026 resmi dibuka di kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Singaraja, Selasa (18/8/2026). Mengusung tema “Uriping Rasa”, festival yang berlangsung hingga 23 Agustus 2026 ini menjadi panggung apresiasi seni, budaya, kreativitas, serta penggerak ekonomi kreatif masyarakat Buleleng.

Momentum pembukaan semakin istimewa dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Gubernur Bali Wayan Koster kepada tiga maestro tari Buleleng, yakni Ni Luh Sustiawati, Luh Herawati, dan Ni Luh Menek.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi Pemerintah Kabupaten Buleleng atas dedikasi, konsistensi, serta kontribusi luar biasa ketiganya dalam melestarikan, mengembangkan, dan memperkaya khazanah seni tari tradisional di Kabupaten Buleleng.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengapresiasi penyelenggaraan Bulfest sebagai ruang untuk memajukan sekaligus memperkuat seni dan budaya Bali, khususnya karya-karya seni dari Kabupaten Buleleng.

“Saya mengapresiasi program Bupati yang telah menyelenggarakan Bulfest untuk memajukan dan memperkuat seni budaya Bali, khususnya karya seni dari Kabupaten Buleleng,” ujar Koster.

Menurutnya, Bulfest tidak hanya menjadi wahana bagi para seniman, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan kuliner, kerajinan, dan produk UMKM khas Buleleng. Keberadaan UMKM dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Koster juga menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai program pembangunan di Buleleng. Sejumlah agenda strategis turut disampaikan, mulai dari pembangunan shortcut titik 9–10 yang akan dilanjutkan hingga titik 12, pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang, hingga pengembangan sejumlah pelabuhan lainnya.

“Kalau semuanya sudah selesai pada 2029, dari Denpasar ke Buleleng nanti bisa satu setengah jam,” katanya.

Selain infrastruktur konektivitas, Koster menyebut pengembangan kawasan ekonomi di Kecamatan Gerokgak serta pembangunan tahap kedua Turyapada Tower sebagai bagian dari upaya memperkuat Buleleng.

Baca Juga  Hadiri Future SMEs Village, Wagub Cok Ace Harap Vibrasi Positif Bali Mampu Membawa Kedamaian

Ia berharap berbagai rencana pembangunan tersebut dapat berjalan dan rampung sebelum masa jabatannya berakhir pada 2030.

“Kita harus menunjukkan komitmen kita sama-sama untuk memajukan Buleleng. Saya mohon guyub, bersatu menjaga Buleleng dan Bali agar tetap kondusif,” tegasnya.

Koster juga mengingatkan pentingnya menjaga seni, budaya, tradisi, dan kearifan lokal Bali. Menurutnya, budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali dan harus dijaga secara konsisten serta penuh tanggung jawab.

“Budaya tidak akan pernah mati, karena budaya adalah jiwa kehidupan kita, napas masyarakat Bali. Jaga dengan konsisten dan serius sepanjang masa,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus berkreativitas sekaligus memastikan regenerasi seniman berjalan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa Bulfest bukan sekadar perhelatan seni, melainkan ruang bersama untuk menghidupkan kembali ingatan, identitas, kreativitas, dan rasa memiliki terhadap kebudayaan Buleleng.

Mengangkat tema “Uriping Rasa”, Sutjidra menjelaskan bahwa budaya akan tetap hidup ketika rasa di dalam hati masyarakat tetap menyala.

“Uriping Rasa mengajak kita menjaga rasa hormat kepada leluhur, cinta pada tanah kelahiran, kebanggaan identitas, kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, serta tanggung jawab mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya,” jelasnya.

Menurut Sutjidra, tradisi tidak harus ditinggalkan ketika zaman berubah. Sebaliknya, tradisi harus mampu menemukan ruang baru agar tetap hidup, relevan, dan dapat diterima generasi masa kini.

Selama enam hari pelaksanaan, Bulfest 2026 menghadirkan berbagai kegiatan seni, budaya, ekonomi kreatif, UMKM, kerajinan, kuliner, dan inovasi. Nuansa Singaraja tempo dulu juga dihadirkan untuk memperkuat identitas dan karakter Buleleng.

Sutjidra berharap Bulfest menjadi momentum untuk menumbuhkan kebanggaan sebagai orang Buleleng, kecintaan terhadap seni dan budaya, semangat gotong royong, serta kreativitas masyarakat.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Jadi Inspektur Peringatan HUT Ke-819 Kota Bangli

“Marilah kita hidupkan rasa, hidupkan budaya, dan bersama membangun Buleleng yang semakin maju, berbudaya, dan berkarakter,” pungkasnya.

Melalui Bulfest 2026, pemerintah berharap festival ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan; memberikan ruang berkarya bagi seniman, mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif, sekaligus memperkuat citra Buleleng sebagai daerah yang kaya akan seni, budaya, sejarah, dan kreativitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dorong Jajarannya Inovatif dan Kerja Maksimal Genjot Realisasi PAD 2026

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi dan Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2026 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar.
RAKOR: Gubernur Bali Wayan Koster saat memimpin Rakor Evaluasi dan Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Denpasar Selasa (18/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster minta jajaran perangkat daerah bekerja maksimal untuk mengejar realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026. Penekanan itu disampaikannya saat memimpin Rakor Evaluasi dan Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Denpasar Selasa (18/8).

Gubernur Koster dalam arahan singkat menyinggung pentingnya dukungan anggaran dalam menjalankan berbagai program pembangunan yang telah direncanakan. “Kita banyak program, tak akan bisa jalan kalau tanpa dukungan anggaran,” katanya. Ia ingin jajaran Pemprov Bali punya pemahaman yang sama terkait hal tersebut. Oleh sebab itu, Gubernur Koster mendorong jajarannya bekerja maksimal. “Jangan kerja biasa-biasa saja. Datang jam delapan, pulang jam empat,” ujarnya sembari memotivasi perangkat daerah berlomba memberikan yang terbaik agar bisa meninggalkan legacy membanggakan. “Tak hanya membanggakan OPD terkait, tapi juga Pemprov Bali,” imbuhnya. Masih dalam arahannya, Gubernur Koster mendorong OPD penghasil membuat berbagai terobosan untuk meningkatkan realisasi pendapatan.

Untuk diketahui, rakor ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal April 2026, dimana saat itu disepakati penambahan 10 persen target pendapatan pada tiap OPD penghasil.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali I Dewa Tagel Wirasa dalam paparannya menginformasikan, realisasi PAD hingga 14 Agustus 2026 tercatat sebesar Rp. 2.499.175.145.467 atau 58,95 persen dari target induk yang ditetapkan sebesar Rp. 4.239.252.167.568. Realisasi ini didukung pemasukan dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta lain-lain pendapatan yang sah.

Dalam kegiatan rakor, Gubernur Koster memberi perhatian khusus pada upaya perangkat daerah penghasil seperti Bapenda, BPKAD, BKPSDM, Badan Penghubung, Disparda, PUPRKim, Disnaker dan ESDM, Dinkes, RS Mata Bali Mandara, RSU Bali Mandara, RS Dharma Yadnya dan Rumah Sakit Jiwa Manah Shanti Mahottama. Terhadap sejumlah layanan yang memungkinkan dikembangkan secara komersial, Gubernur Koster minta pengelolaan dilakukan dengan meniru pola swasta. Sementara Bapenda didorong mengintensifkan pola jemput bola untuk mengejar penunggak pajak kendaraan agar memenuhi kewajiban mereka. (gs/bi)

Baca Juga  Hadiri Future SMEs Village, Wagub Cok Ace Harap Vibrasi Positif Bali Mampu Membawa Kedamaian

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Kembang Serahkan Remisi HUT Ke-81 RI di Rutan Negara, Satu Warga Binaan Langsung Bebas

Published

on

By

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyerahkan Remisi Umum kepada warga binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Negara.
REMISI: Bertepatan dengan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 123 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Negara menerima Remisi Umum (RU), Senin (17/8). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 123 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Negara menerima Remisi Umum (RU), Senin (17/8).

Penyerahan remisi tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan.

​Dari total penerima remisi tersebut, satu orang warga binaan dipastikan langsung bebas setelah mendapatkan pemotongan masa tahanan.

​Bupati Kembang berharap para warga binaan yang telah selesai menjalani masa hukumannya maupun yang mendapatkan pengurangan masa pidana dapat kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan positif.

​”Harapan kami bagi warga binaan yang hari ini mendapat remisi dan bebas, tentu bisa kembali ke masyarakat dengan perilaku yang positif. Saya juga berharap masyarakat dapat menerima mereka kembali, karena mereka telah dibina dan dididik di sini agar menjadi pribadi yang lebih baik serta siap berkontribusi membangun desa dan membangun Jembrana,” ujarnya.

​Sementara itu, Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Negara, I Gusti Agus Putra Mahendra, mengungkapkan bahwa seluruh usulan remisi dari pihaknya telah disetujui berdasarkan Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor: PAS-1453.PK.05.03 Tahun 2026.

​”Kami mengusulkan total 123 napi untuk menerima remisi kemerdekaan dan seluruhnya disetujui. Rinciannya, 122 orang penerima RU I dan 1 orang penerima RU II yang langsung bebas,” ungkapnya

Warga binaan yang memperoleh RU II hingga langsung bebas merupakan terpidana kasus pencurian dengan pemotongan masa tahanan selama 2 bulan.

“Karena sisa masa pidananya kurang dari 2 bulan, maka tepat pada momentum kemerdekaan ini yang bersangkutan dapat langsung menghirup udara bebas,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Gubernur Koster Ungkap Tatanan Pembangunan Bali Diatur Pasal 7 UU Provinsi Bali
Lanjutkan Membaca