Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Gubernur Koster Resmikan Gedung Layanan Kanker Terpadu di RSUD Bali Mandara

Gubernur Koster Wujudkan Layanan Kedokteran Nuklir Satu-satunya di Indonesia Timur di Gedung Layanan Kanker Terpadu RSUD Bali Mandara

Loading

BALIILU Tayang

:

koster
Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka Pelayanan Kanker Terpadu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara diakhiri sesi foto bersama. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka Pelayanan Kanker Terpadu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara pada, Selasa (Anggara Paing, Sungsang) 31 Mei 2022, di Sanur, Denpasar dengan memiliki layanan kedokteran nuklir satu- satunya di Bali dan di Indonesia Timur.

Dalam acara peresmian tersebut, turut juga dihadiri oleh Kepala Inspektorat Provinsi Bali, Wayan Sugiada, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom, Plt. Dirut RSBM, dr. Ketut Suarjaya, Kepala RS Mata, Kepala Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali, hingga Kementrian Kesehatan RI.

Gedung Layanan Kanker Terpadu merupakan salah satu program prioritas di bidang kesehatan Gubernur Wayan Koster sebagai pelaksanaan visi pembangunan Bali yakni, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Kata Wayan Koster, kita harus memiliki layanan kesehatan yang baik untuk masyarakat Bali dan saya akan terus mendorong peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit mulai dari rumah sakit milik Pemerintah Pusat, milik Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/ Kota dengan memiliki target ter-akreditasi minimun B. “Kalau bisa semuanya A,” kata Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini seraya mencatat untuk RSUD Bali Mandara, Rumah Sakit Mata, dan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali sudah ter-akreditasi A.

Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka Pelayanan Kanker Terpadu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara. (Foto: Ist)

Lebih lanjut orang nomor satu di Pemprov Bali ini menyatakan Bali harus menjadi daerah yang memiliki standar kesehatan yang bagus dan juga dilengkapi dengan sarana serta prasarana yang berkualitas lengkap berupa tenaga medis dan nonmedisnya.

“Sudah dirancang Sistem Aplikasi Integrasi Seluruh Layanan Fasilitas Kesehatan di Rumah Sakit Pemerintah Daerah, maupun Rumah Sakit Swasta. Jangan sendiri – sendiri, Bali ini wilayahnya kecil cuma 9 kabupaten/kota. Jadi harus diintegrasikan seluruhnya dengan

Baca Juga  Deklarasi Menuju Bali Emisi Nol Bersih 2045 Pertegas Komitmen Visi Pembangunan “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”

sistem aplikasi, sehingga orang akan mudah mengaksesnya dari mana pun, kapan pun sehingga dengan adanya aplikasi tersebut kita mengetahui berapa jumlah dokter spesialis, dokter umum, kemudian layanannya apa saja yang ada, hingga jam buka praktek di seluruh rumah sakit di Pulau Bali juga bisa diketahui oleh masyarakat, sehingga tidak perlu lagi ngantre lama-lama di rumah sakit,” jelas mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini sembari menegaskan sistem aplikasi tersebut dikenal dengan sebutan Sistem Informasi Kesehatan Krama Bali Sejahtera (SIK-KBS) yang terintegrasi dengan Sistem Antrean dan Riwayat Kesehatan Individu, untuk itu saya harapkan betul – betul dipastikan berjalan dengan baik secara integrasi. Selain Krama Bali, Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan Wisatawan Domestik (Wisdom) juga bisa memanfaatkan pelayanan kesehatan ini.

Oleh karena itu, Gubernur Bali meminta standar pelayanan kesehatan di rumah sakit harus terus dinaikkan, supaya menjadi rumah sakit berkelas. “PR untuk Bapak Kadiskes Bali agar RSUD Bali Mandara dan RS Mata harus menjadi rumah sakit berkelas dunia bersinergi dengan ahli – ahli dari Bali, dan untuk alat kesehatannya (Alkes, red) sudah saya minta Bapak Menteri Kesehatan RI untuk membantunya,” kata Wayan Koster sembari mengatakan saya sudah telepon Bapak Menkes RI dan beliau OK, cuma sedang dipertimbangkan apakah satu kali langsung atau bertahap diberikan bantuannya.

Gubernur Bali berharap Rumah Sakit ini terus ditingkatkan pelayanannya dalam rangka mendukung kepariwisataan kita di Bali, yaitu pariwisata yang berbasis pada layanan kesehatan. “Kalau Rumah Sakit ini sudah world class, maka akan mengurangi orang yang berobat keluar negeri. Jadi kita sangat mengiginkan Bali memiliki layanan kesehatan yang bisa memenuhi standar layanan kesehatan para Wisman,” tegas Gubernur Bali jebolan ITB ini seraya mengatakan arah kita kesana Pak Kadiskes, jadi jangan begini – begini aja.

Baca Juga  Gubernur Koster Apresiasi Polda Bali Hadirkan 4 Inovasi Pelayanan Publik, Penting untuk Tingkatkan Pendapatan

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Bali, Wayan Koster menyatakan RSUD Bali Mandara adalah salah satu fasilitas yang dibangun oleh Gubernur Bali terdahulu, Bapak Made Mangku Pastika yang saya lihat ini program bagus. “Karena bagus, saya evaluasi untuk ditingkatkan dan dibenahi agar semakin berkualitas, itulah sebabnya saya semangat melengkapi RSUD Bali Mandara ini dengan Layanan Kanker Terpadu,” pungkas Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini yang disambut tepuk tangan.

Sementara Plt. Dirut RSUD Bali Mandara, dr. Ketut Suarjaya melaporkan Gedung Layanan Kanker Terpadu telah dibangun sejak tahun 2018-2019 dengan dana sepenuhnya berasal dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali. Gedung Layanan Kanker Terpadu ini mencakup diagnosis, kemoterapi dan layanan kedokteran nuklir, dimana layanan kedokteran nuklir ini merupakan satu-satunya di Bali dan di Indonesia Timur.

Untuk pembangunan Gedung Layanan Kanker Terpadu, kata dr. Ketut Suarjaya terdiri dari dua tahap, yakni tahap pertama di Tahun 2019 sudah selesai, dan di Tahun 2020 tahap kedua akan dilanjutkan, namun karena pandemi tahap kedua ditunda pembangunannya. Sehingga nanti dengan memanfaatkan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pembangunan ini akan dilanjutkan mulai di anggaran perubahan Tahun 2022 dengan total investasi untuk bangunan Rp 81,2 miliar. ‘’Sedangkan alat kesehatannya yang telah terseting saat ini berupa Magnetic Resonance Imaging (MRI), alat Radioterapi Linac, City Simulator dan alat medis lainnya sejumlah Rp 56,3 miliar,” jelas mantan Kadis Kesehatan Provinsi Bali ini seraya menyebut saat ini RSUD Bali Mandara tengah menyiapkan penambahan ruangan khusus radioterapi dan kedokteran nuklir dan sedang diusulkan ke Kementerian Kesehatan melalui dana PEN. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Pasikian Yowana Desa Adat dan Seniman Berterima Kasih kepada Gubernur Koster telah Dukung ''Nyomya Ogoh-Ogoh'' di ''Wewidangan'' Banjar

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Gubernur Koster Resmikan Pompa Hydram Subak Nyampuan Didampingi Pangdam IX/Udayana dan Bupati Tabanan

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Gubernur Koster Perluas Pengembangan Varietas Gemitir Bali Sudamala ke Seluruh Bali

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca