Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Sekda Adi Arnawa Hadir di ‘’Penyineban Piodalan’’ Pura Kahyangan Puseh Desa Adat Jempeng

BALIILU Tayang

:

Sekda
Sekda Wayan Adi Arnawa saat menghadiri upacara Penyineban Piodalan Pura Kahyangan Puseh Desa Adat Jempeng, Kecamatan Abiansemal, bertepatan dengan rahina Anggara Pon Wuku Langkir, Selasa (21/6). (Foto: Ist) (Foto : Ist)

Badung, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri dan sekaligus melakukan persembahyangan bersama serangkaian upacara Penyineban Piodalan Pura Kahyangan Puseh Desa Adat Jempeng, Kecamatan Abiansemal, bertepatan dengan rahina Anggara Pon Wuku Langkir, Selasa (21/6).

Turut hadir Anggota DPRD Badung, I Nyoman Dirga, Camat Abiansemal, IB Putu Mas Arimbawa beserta unsur tripika, Perbekel Desa Taman, Perbekel Desa Bongkasa Pertiwi, Bendesa Adat Taman, Bendesa Adat Batu Bayan, Bendesa Adat Karang Dalem, Ketua BPD Desa Taman, Pengelingsir Saba Desa Adat Jempeng serta Pengempon Pura setempat. Sebagai wujud bhakti dan dukungan Pemda Badung Sekda Adi Arnawa memberikan bantuan dana aci sebesar Rp 50 juta.

“Atas asung kertha wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa hari ini saya merasa senang dan bahagia dapat hadir turut melaksanakan persembahyangan sekaligus ngupasaksi  serangkaian upacara penyineban piodalan di Pura Kahyangan Puseh Desa Adat Jempeng ini, semoga Ida Sesuhunan yang berstana di Pura Puseh ini selalu senantiasa memberikan keselamatan, kerahayuan dan kesejahteraan bagi kita semua dan Aeb Jagad pandemi Covid-19 segera berakhir,”ujar Sekda Adi Arnawa dalam sembrama wacananya.

Lebih lanjut Sekda Adi Arnawa mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Badung menyampaikan apresiasi kepada seluruh krama Desa Adat Jempeng yang sudah berdasarkan hati tulus ikhlas serta semangat gotong royong dalam melaksanakan kegiatan upacara agama. Pihaknya mengingatkan bahwa masyarakat jangan pernah lengah dan selalu waspada terhadap penyebaran Covid-19 karena menurut data terakhir perkembangan Covid-19 di Bali terhitung tanggal 19 Juni kemarin kontribusi penyebaran Covid-19 terkonfirmasi di Bali adalah Kabupaten Badung yang menjadi nomor satu berjumlah 205 orang. Untuk itu,ini menjadi perhatian buat semua agar selalu waspada supaya tidak ada peningkatan lagi karena di Kabupaten Badung pada akhir tahun 2022 ini ada event besar yakni pelaksanaan Presidensi KTT G-20.

Baca Juga  Ketua DPRD dan Wabup Badung secara Resmi Buka Galeri UMKM Badung

“Ini penting saya sampaikan karena melalui event besar ini kita menunjukan kepada Internasional bahwa Bali khususnya di Kabupaten Badung layak untuk dikunjungi wisatawan sehingga akan berdampak pada pendapatan PAD kita. Jika pendapatan PAD kita semakin meningkat nantinya apa yang menjadi program di desa adat pastinya pemerintah akan hadir untuk membantu,” tegasnya.

Sementara manggala karya yang juga sebagai Bendesa Adat Jempeng I Ketut Cenar menyampaikan terima kasih atas kehadiran murdaning Jagat Badung yang dalam hal ini diwakili Sekda Badung karena sudah menyempatkan dan meluangkan waktu untuk hadir serta turut ngupasaksi mendoakan karya penyineban piodalan di Pura Kahyangan Puseh Desa Adat Jempeng berjalan dengan lancar labda karya. Pihaknya melaporkan bahwa di Pura Puseh Desa Adat Jempeng diempon sebanyak 300 KK yang terdiri dari dua banjar adat yakni banjar adat jempeng dan banjar adat jempeng kauh. Keberadaan Desa Adat Jempeng lokasinya sedikit masuk kedalam sehingga dari segi pariwisata atau tamu yang mau berkunjung tidak sampai masuk ke Desa Adat Jempeng karena dari sisi barat sudah ada obyek wisata Sangeh dan dari sisi timur sudah ada tempat rafting yaitu di daerah Bongkasa sehingga berdampak pada perputaran ekonomi di Desa Adat Jempeng dan sampai saat ini Desa Adat Jempeng tidak mempunyai pendapatan dari sektor pariwisata.

Untuk itu  pihaknya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang dalam hal ini kepada Sekda Badung Adi Arnawa yang telah menyempatkan hadir dalam upacara penyineban piodalan ini sekaligus memberikan bantuan dana aci dalam rangka melestarikan adat, tradisi, seni, budaya dan agama bisa berjalan dengan lancar labda karya sida sidaning don. ‘’Semoga aeb jagad pandemi Covid-19 segera berakhir agar pendapatan daerah semakin meningkat sehingga apa yang menjadi program Desa Adat Jempeng ke depan dapat dilaksanakan,” ungkapnya. (gs/bi)

Baca Juga  Jadikan RS Unggulan, Ketua DPRD Badung Putu Parwata Terima Direksi RSD Mangusada

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan “Bhakti Penganyar” di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Published

on

By

Jajaran Pemkab Tabanan Gelar Persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka
BHAKTI PENGANYAR: Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar di Pura Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (4/11). Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila beserta Ny. Santi Susila yang hadir mewakili Bupati Tabanan. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta istri dan anggota DPRD, para Asisten Sekda, para Camat, serta para Kepala Perangkat Daerah beserta staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan Bhakti Penganyar berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui persembahyangan bersama, yang dilanjutkan dengan penyerahan punia sebagai bentuk ketulusan dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan keagamaan di Pura Giri Salaka.

Momentum Hari Suci Pagerwesi yang dimaknai sebagai hari untuk memperkuat keteguhan pikiran dan spiritualitas menjadi pengingat bagi umat Hindu agar senantiasa membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, nilai-nilai dharma, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan. Melalui momentum suci ini, diharapkan mampu meningkatkan sraddha dan bhakti serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Pelaksanaan Bhakti Penganyar juga dimeriahkan dengan persembahan seni dan budaya Bali, yakni Tari Rejang Tridatu, Tari Dadong Rerod, serta tabuhan Sekaa Gong Wanita Kabupaten Tabanan. Persembahan tersebut menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana, serta menjadi wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang senantiasa berjalan selaras dengan kehidupan spiritual masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan sradha bhakti umat semakin kuat. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat rasa persatuan serta menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. (gs/bi)

Baca Juga  Wabup Ketut Suiasa Terima Audiensi Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Nasional

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Upasaksi “Karya Padudusan Agung” di Sigaran Mekar Bhuwana

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Munggah Kwangen di Bagia Pula Kerti Saat Padudusan Agung
MUNGGAH KWANGEN: Bupati Adi Arnawa “munggah kwangen” di Bagia Pula Kerti saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Pedudusan Agung di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri sekaligus menjadi upasaksi pada Puncak Piodalan Padudusan Agung serangkaian Karya Ngenteg Linggih, Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Pedudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Sigaran Mekar Bhuwana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Senin (2/11).

Karya yang dilaksanakan berdasarkan rangkaian upacara Tawur Balik Sumpah Utama tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Cau Belayu, Ida Pedanda Gede Gria Dalem Sibanggede, dan Ida Pedanda Ulun Uma. Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 3,5 miliar kepada Bendesa Adat Sigaran.

Bupati Adi Arnawa juga melaksanakan persembahyangan bersama krama pengempon serta melakukan prosesi munggah kwangen di Bagia Pula Kerti. Dalam sambramanya, Bupati mengapresiasi karya yadnya ini sebagai wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelestarian adat, agama, seni, dan budaya Bali. Pelaksanaan karya yadnya seperti ini merupakan wujud nyata sradha dan bhakti masyarakat sekaligus bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap ajeg dan lestari,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lokal merupakan fondasi penting pariwisata karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjaga, merawat, dan mewariskan adat serta budaya Bali kepada generasi penerus. “Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita melupakan akar budaya dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Bali,” tegasnya.

Sementara itu, Manggala Karya Wayan Suja menyampaikan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga 16 Desember 2026 mendatang. Tahapan upacara yang dilaksanakan meliputi Atur Piuning, Dharma Wacana, Nyukat Genah, Melaspas, Nyengker Setra, Netegan Nyangling, Mendak Tirta, hingga Yasa Kerti. Disebutkan pula bahwa pengempon pura berjumlah 109 paon, yang mencakup 430 kepala keluarga (KK) atau 2.425 jiwa.

Baca Juga  Jelang Idul Fitri 1446 H dan Nyepi Saka 1947, Diperpa Badung Intensifkan Program Gerakan Pangan Murah

Turut hadir Anggota DPRD Badung Nyoman Wiradana, Plt. Camat Abiansemal Wayan Bagiarta Gunawan, unsur Tripika, Perbekel Desa Mekar Bhuwana, serta Bendesa Adat Mekar Bhuwana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Bersama Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha

Published

on

By

Persembahyangan Rahina Saraswati di Pura Agung Jagatnatha
PERSEMBAHYANGAN SARASWATI: Suasana persembahyangan yang diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan masyarakat Kota Denpasar serangkaian Rahina Saraswati, Saniscara Umanis Wuku Watugunung, di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (31/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha Kota Denpasar, pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, Sabtu (31/10).

Persembahyangan tersebut merupakan wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan.

Hadir langsung pada momentum tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Tampak hadir pula Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa, dan Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya.

Usai persembahyangan, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, Hari Suci Saraswati dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia. Pada hari ini umat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati yang diidentikkan sebagai dewi pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Dewi Saraswati diyakini sebagai sakti dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta dalam mitologi Hindu.

“Hari Saraswati menjadi hari yang penting bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan, karena ilmu pengetahuan merupakan bekal dalam kehidupan manusia yang dapat menuntun ke arah kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan peningkatan keberadaban,” ujarnya.

Pada Rahina Saraswati, umat Hindu melaksanakan persembahyangan dan persembahan kepada Dewi Saraswati di pura, sekolah, dan rumah masing-masing. Selain itu, umat juga menghaturkan banten Saraswati pada pustaka, lontar, kitab, dan buku-buku.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar termasuk siswa-siswi dan mahasiswa yang sudah hadir pada perayaan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar ini. Perayaan ini telah digelar secara rutin, mudah-mudahan melalui persembahyangan ini semua umat diberikan pengetahuan dan kecerdasan dalam menjalankan swadharma masing-masing,” ujar Sekda Eddy Mulya.

Baca Juga  Giat Damkar Badung Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka KTT G-20

Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi mengatakan, rangkaian persembahyangan Hari Suci Saraswati di Kota Denpasar dipusatkan di Pura Agung Jagatnatha. Adapun rangkaian persembahyangan dilaksanakan dari pagi hingga malam hari.

“Persembahyangan Rahina Saraswati hari ini akan dilaksanakan dari pagi sampai dengan malam hari. Untuk pemedek yang akan tangkil, dapat melaksanakan dengan tertib dan khusyuk,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca