Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pemkot Denpasar Gandeng Dua Start-Up Gelar Coding Workshop dan Challenge Serta Seminar Parenting

Persiapkan Kompetensi di Era Digital

Loading

BALIILU Tayang

:

Persiapkan Kompetensi
Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa saat membuka acara Coding Workshop dan Challenge Serta Seminar Parenting, Senin (27/6). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Kompetensi di era digital menjadi hal penting yang harus dipersiapkan. Bukan tanpa sebab, era digital menuntut banyak kalangan untuk paham dan fasih menggunakan perangkat digital, tidak terkecuali generasi milenial yang masih duduk di bangku sekolah dan juga para orang tua.

Mendasari hal itu, dan masih dalam semangat Peringatan Bulan Bung Karno serta Mengisi Libur Sekolah, Pemkot Denpasar melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Kota Denpasar menggandeng dua Start – Up, yakni Koding Akademi dan Bamboomedia, melaksanakan Coding Workshop & Challenge dan Seminar Parenting, Senin (27/6).

Berlokasi di Gedung Dharma Negara Alaya, Lumintang Denpasar, kegiatan ini dibuka Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa, ditandai dengan pengalungan tanda peserta. Turut mendampingi pula, Kadis Kominfos Ida Bagus Alit Adhi Mertha, pimpinan BPD Bali Cabang Denpasar, serta Pimpinan Perangkat Daerah dan Perusahan Daerah.

Sesaat setelah seremonial usai, Arya Wibawa menyampaikan apresiasi di hadapan peserta dan penyelenggara.

“Kegiatan seperti ini positif dan bagus untuk mengisi waktu libur sekolah. Semoga di tahun depan, kuota peserta dan rentang waktu bisa ditambah. Sehingga anak -anak yang sekarang belum mendapat kesempatan untuk ikut, tahun depan bisa bergabung dalam acara seperti ini,” kata Arya Wibawa.

Coding Workshop & Challenge dan Seminar Parenting ini merupakan dua unsur kegiatan dengan sasaran berbeda. Coding Workshop & Challenge,  yang berisikan materi tentang pengenalan Coding  untuk game perjuangan kemerdekaan ini, menyasar pada usia sekolah, yakni SD kelas 4, 5, dan 6, juga bangku SMP kelas 7, 8, dan 9 diikuti 30 peserta.  Sedangkan Seminar Parenting yang membidik para orang tua, bermuatan materi mengenai kecerdasan finansial dan panduan menjadi smart parents di era digital juga diikuti 30 peserta.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Komitmen Dukung Program Pemagangan Nasional

Pada penyelenggaraan perdananya di tahun ini, Kadis Kominfos Kota Denpasar Ida Bagus Alit Adhi Mertha yang juga sebagai Ketua Panita Penyelenggara menuturkan, pihaknya begitu menyambut baik antusiasme warga kota Denpasar untuk bergabung di acara ini.

“Antusias warga Kota Denpasar untuk mendaftar acara ini begitu tinggi. Namun kami harus batasi karena kuota terbatas. Untuk hari ini, selain materi di kelas tentang apa itu coding, hari ini adik adik akan ditunjukan juga demo robotika. Dan nanti akan ada coding challenge bagi peserta yang sudah mengikuti workshop,” kata Alit Adhi Mertha.

CEO dan Founder Coding Akademi Anak Agung Gde Rai mengakui, di masa sekarang banyak pihak orang tua yang sudah merespon positif perkembangan teknologi.  “Kami gembira sekali, karena banyak orang tua yang sudah mendukung dan mendampingi putra putrinya di tengah perkembangan teknologi dan digital seperti sekarang. Karena dengan dukungan orang tua seperti ini, generasi muda akan siap menghadapi era digital di masa depan,” ungkap Anak Agung Gde Rai.

Di lain sisi, peserta Coding Workshop & Challenge, Putu Nirwan Baskara atau Ibas, siswa SD Cipta Dharma Denpasar tampak begitu bersemangat selama mengikuti workshop. “Saya seneng banget bisa ikut acara ini. Banyak pengetahuan baru yang saya dapat di acara ini terutama untuk tahu bagaimana coding itu. Terima kasih sudah memberikan kesempatan ikut,” ucapnya berbinar.

Senada dengan Ibas, peserta lainnya dari bangku SMP Dafa Faturrahman, siswa SMP Sapta Andika Denpasar juga mengakui acara ini sangat bermanfaat bagi dirinya dan membuka wawasan tentang teknologi dan digital.

Untuk diketahui, kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi beberapa pihak sebagai pendukung acara. Yakni pihak BPD Bali, Perumda Tirta Sewakadarma, Perumda Bhukti Praja Sewakadarma, dan Perumda Pasar Sewakadarma. (eka/bi)

Baca Juga  Rangkaian HUT Ke-235, Pemkot Denpasar Gelar Pasar Murah di Desa Dauh Puri Klod

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

ITB STIKOM Bali Buka Penerimaan Mahasiswa Baru TA 2026/2027 Gelombang 3A

Published

on

By

iklan stikom bali
Banner ITB STIKOM Bali penerimaan mahasiswa baru gelombang 3A TA 2026/2027. (Foto: Hms ITB STIKOM Bali)

Denpasar, baliilu.com – ITB STIKOM Bali membuka penerimaan mahasiswa baru Tahun Ajaran 2026/2027 Gelombang 3A, periode 3 Mei sampai dengan 16 Mei 2026. Raih potongan biaya pendidikan hingga Rp. 6.300.000. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Walikota Jaya Negara Buka Penyuluhan Hukum "Kelola Mis Jadi Mas"
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dari Telajakan, Bali Dijaga: Ibu Putri Koster Tegaskan Disiplin Rumah Tangga sebagai Kunci Gerakan Kulkul PKK Wujudkan Bali Bersih

Published

on

By

putri koster
KULKUL PKK: Ibu Putri Koster saat menghadiri gerakan kulkul PKK di Banjar Tiga Kawan, Desa Penglumbaran, Minggu (3/5). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Ketika bunyi kulkul bergema di Banjar Tiga Kawan, Desa Penglumbaran, Minggu (3/5), yang bergerak bukan sekadar langkah warga menuju aktivitas gotong-royong. Yang dibangkitkan adalah kesadaran kolektif: bahwa kebersihan Bali dimulai dari halaman rumah sendiri. Di titik itulah Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, menegaskan arah gerakan; tegas, sederhana, namun berdampak luas.

Dalam monitoring dan evaluasi (Monev) Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, Ibu Putri Koster tidak sekadar hadir sebagai pejabat. Ia hadir sebagai penggerak nilai. Sesampainya di lokasi, ia langsung memberi apresiasi atas wajah Banjar Tiga Kawan yang tertata: telajakan bersih, taman rapi, lingkungan asri, hingga penampungan sampah yang tersedia di masing-masing rumah warga.

“Sudah bagus ini, patut dicontoh dan ditiru masyarakat lainnya,” ujarnya, dengan nada yang bukan hanya memuji, tetapi juga menetapkan standar.

Namun di balik apresiasi itu, terselip pesan kuat yang menjadi inti dari gerakan ini. Ibu Putri Koster menekankan bahwa Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu bukan sekadar kegiatan berkumpul dan bersih-bersih massal. Lebih dari itu, ini adalah upaya menghidupkan kembali kearifan lokal Bali; gotong royong yang berakar dari tanggung jawab personal.

“Begitu ada kulkul, laksanakan pembersihan di telajakan dan lingkungan rumah. Tidak harus kumpul di satu tempat. Kuncinya ada pada disiplin masing-masing,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi garis bawah penting: perubahan besar tidak selalu dimulai dari keramaian, melainkan dari konsistensi kecil di setiap rumah. Jika setiap keluarga menjaga telajakan masing-masing, maka desa akan bersih tanpa perlu dipaksa.

Di hadapan perangkat desa, prajuru adat, hingga warga, Putri Koster juga mengarahkan solusi konkret untuk persoalan sampah residu yang masih menjadi tantangan. Ia mendorong kolaborasi antara desa adat dan desa dinas untuk membangun TPS3R dan TPST, memanfaatkan lahan adat agar pengelolaan sampah bisa dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Hadiri Piodalan dan Pemlaspasan Bale Kulkul Balai Banjar Kertasari, Desa Adat Peguyangan

Tak berhenti pada tataran kebijakan, pendekatan Putri Koster terasa dekat dan membumi. Ia berinteraksi langsung dengan warga, bahkan berbagi tips sederhana: memanfaatkan air cucian beras untuk mempercepat penguraian sampah organik. Sebuah detail kecil, namun sarat makna, bahwa solusi lingkungan tidak selalu rumit, asalkan ada kemauan.

Sentuhan emosional juga tampak ketika ia mendorong penguatan identitas lokal melalui penanaman bunga pucuk bang di telajakan warga. “Perbanyak pucuk bang,” ajaknya. Bukan hanya untuk estetika, tetapi juga untuk menghidupkan ekonomi lokal dengan melibatkan produsen tanaman setempat.

Pesan itu langsung ia wujudkan dengan mengajak perangkat desa mengunjungi produsen lokal, memastikan bahwa gerakan pemerintah tidak berhenti pada wacana, tetapi benar-benar menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Kehadiran Putri Koster juga membawa kepedulian sosial. Ia menyerahkan bantuan 100 kilogram beras kepada pemerintah desa untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Sebuah pengingat bahwa gerakan kebersihan dan kesejahteraan harus berjalan beriringan.

Di sela kegiatan, ia juga menyempatkan diri mengunjungi usaha rumahan milik Ni Komang Srinadi, produsen kue bolu yang telah memasarkan produknya hingga Denpasar. Di sini, wajah lain Bali terlihat, ketekunan masyarakat kecil yang bertahan dan berkembang di tengah dinamika zaman.

Sebelumnya, Putri Koster juga turun langsung mengikuti gerakan serupa di Desa Bebalang, Bangli. Kehadirannya bersama jajaran pemerintah daerah memperlihatkan komitmen bahwa gerakan ini bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama lintas lini.

Perbekel Desa Penglumbaran, I Wayan Artawan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Dengan jumlah 76 warga banjar aktif dan 350 jiwa di Banjar Tiga Kawan, ia memastikan masyarakat siap mendukung gerakan Kulkul Posyandu yang selama ini telah berjalan secara rutin.

Sementara itu, Bendesa Adat Bebalang, Nyoman Karsana, memberikan perspektif reflektif. Ia menilai gerakan ini sudah baik, namun perlu penyempurnaan dalam penyampaian kepada masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang menekankan tanggung jawab individu justru lebih efektif.

Baca Juga  Sekda IB Alit Wiradana Hadiri KBPP Polri International Youth Football Tournament 2022

“Jika setiap orang bertanggung jawab terhadap rumah dan telajakannya, tidak akan ada rasa terpaksa. Justru itu yang paling baik,” ungkapnya, seraya mendorong adanya panduan yang lebih sistematis agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

Pandangan serupa disampaikan Camat Bangli, Sang Made Agus Dwipayana. Ia menegaskan bahwa esensi gerakan ini sangat sederhana, namun berdampak besar.

“Jika setiap orang membersihkan telajakan di rumahnya masing-masing, maka ketika semua telajakan bersih, otomatis desa kita juga akan menjadi bersih,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa implementasi di lapangan belum sepenuhnya maksimal, namun hal itu menjadi tanggung jawab bersama untuk terus memperkuat sosialisasi.

Di tengah berbagai dinamika tersebut, satu hal menjadi benang merah: Gerakan Kulkul PKK bukan sekadar program kebersihan. Ia adalah gerakan membangun kesadaran, menghidupkan nilai, dan menata ulang cara pandang masyarakat terhadap lingkungan.

Dan di garis depan gerakan ini, Putri Koster berdiri dengan pesan yang jelas, bahwa Bali yang bersih, asri, dan lestari tidak dibangun dari keramaian sesaat, melainkan dari keteguhan setiap individu menjaga ruang kecilnya sendiri.

Dari telajakan, Bali dijaga. Dari rumah, peradaban dirawat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Walikota Jaya Negara Hadiri Dharma Santhi Penyepian Isaka Warsa 1948 PDPN

Published

on

By

jaya negara
HADIRI DHARMA SANTHI: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri Dharma Santhi Penyepian Isaka Warsa 1948 yang diselenggarakan Perkumpulan Dharmopadesa Pusat Nusantara (PDPN) di Restoran Canang Sari Sanur, Minggu (3/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Dharma Santhi Penyepian Isaka Warsa 1948 yang diselenggarakan Perkumpulan Dharmopadesa Pusat Nusantara (PDPN) dengan tema “Ngiring Tincapang Srada Bakti Maring Pajah Ajah Batara Lelangit Sewa Sogata”, di Restoran Canang Sari Sanur, Minggu (3/5).

Acara Dharma Santhi tersebut dibuka langsung Ketua Umum Ketua Dharmopadesa Pusat, Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia. Dalam kegiatan itu, Dharma Wacana dibawakan oleh Ida Pedanda Penglingsir Dang Upadyaya serta Dharma Penuntun oleh Ida Pedanda Penglingsir Dang Kertha Upadesa Nusantara.

Kegiatan tersebut turut mengundang Ida Pedanda Siwa-Budha dan Walaka dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Hadir pula berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh puri, unsur pemerintahan hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.

Ketua Dharmopadesa Pusat Nusantara, Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia dalam sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan Dharma Santhi ini merupakan rangkaian Hari Suci Nyepi Isaka Warsa 1948.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mempererat pasemetonan Brahmana Wangsa dalam wadah Perkumpulan Dharmopadesa Pusat Nusantara.

Komunikasi yang baik disebut menjadi inti dalam menjaga persaudaraan dan menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

“Upacara ini dilaksanakan untuk mempertahankan persaudaraan bersama semeton Brahmana Wangsa yang ada di Bali maupun Nusantara,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ajaran leluhur serta mewaspadai masuknya pengaruh-pengaruh luar yang dinilai dapat mengikis nilai-nilai ajaran Hindu di Bali. Untuk itu, melalui penguatan persemetonan diharapkan umat semakin memahami jati diri, sejarah, serta warisan spiritual leluhur.

Sementara itu, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Dharma Santhi yang berlangsung baik dan lancar. Menurutnya, Dharma Santhi menjadi momentum mulat sarira atau introspeksi diri untuk mengevaluasi perjalanan selama setahun terakhir agar tetap berada di jalan dharma atau kebaikan.

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Terima Kunjungan Kemenlu RI

“Pelaksanaan Hari Suci Nyepi Isaka Warsa 1948 menjadi momentum bagi kita bersama untuk memperbaiki diri di tahun yang baru. Sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau bergotong-royong, kita kuatkan sinergitas antara tokoh agama, pemerintah, berbagai stakeholder dan masyarakat guna menjalankan roda pembangunan di Kota Denpasar,” ujar Jaya Negara. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca