Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

LAM-PTKes Laksanakan Asesmen Lapangan Luring terhadap Prodi Farmasi dan Profesi Apoteker FMIPA Unud

BALIILU Tayang

:

asesmen lapangan
Dekan FMIPA Ni Luh Watiniasih saat menerima dokumen dari Tim Asesor LAM-PTKes. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) melaksanakan asesmen lapangan secara luring terhadap Program Studi Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana pada Jumat, 1 Juli 2022 bertempat di ruang sidang FMIPA Universitas Udayana.

Penilaian lapangan atau asesmen lapangan terhadap Prodi Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker yang dilaksanakan selama 2 hari sampai Sabtu, 2 Juli 2022 dihadiri oleh Rektor Universitas Udayana yang diwakili oleh Wakil Rektor 1 Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, M.P., Dekan FMIPA Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc, Ph.D, Ketua LP3M yang diwakili oleh Sekretaris LP3M Prof. Dr. Ir. I Made Alit Karyawan Salain, DEA, Ketua LP2M Prof. Dr. Drh. I Nyoman Suarsana, M.Si., Ketua USDI Dr. I Nyoman Putra Sastra, S.T., M.T., Ketua UPT Perpustakaan, Dr. Ida Ayu Laksmita Sari, Koprodi PS Farmasi, Profesi Apoteker, Ketua Unit di FMIPA, dosen, tenaga kependiikan, dan mahasiswa di lingkungan FMIPA Universitas Udayana.

Proses penilaian atau asesmen lapangan luring ini dinilai oleh 3 orang asesor LAM-PTKes yakni Dr. Iskandarsyah, M.Si, Apt dari Universitas Indonesia, Dr. Bondan Ardiningtyas, M.Sc., Apt. dari Universitas Gadjah Mada, Erindyah Retno Wikantyasning, Ph.D, Apt. dari Universitas Muhammadiyah Surakarta.

LAM-PTKes saat melakukan Asesmen Lapangan Luring terhadap Prodi Farmasi dan Profesi Apoteker FMIPA Unud. (Foto: Ist)

Rangkaian asesmen diawali dengan dilaksanakannya peninjauan secara langsung ke wahana apoteker di RSPTN Unud, Apotek BWF Puri Gading, PT. Pak Oles Tokcer, dan RSUD Bali Mandara kemudian dilanjutkan acara pembukaan dan penilaian di ruang sidang FMIPA Universitas Udayana.

Dekan FMIPA Ni Luh Watiniasih dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu Asesor yang mengemban tugas menilai program studi kami sehingga akreditasi yang telah dicapai yaitu unggul dapat dipertahankan. Penilaian akreditasi telah disiapkan dengan baik sesuai laporan dan catatan pada saat akreditasi daring tahun lalu.

‘’Akreditasi yang telah kami capai, merupakan capaian yang sangat membanggakan bagi kami civitas akademika, pengelola UPPS, dan juga tentunya bagi universitas Udayana. Akreditasi yang telah dicapai ini merupakan hasil dari kerja keras penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian dan peningkatan (PPEPP) SDM, sarana prasarana, dan proses pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Serta selalu ditingkatkan dengan baik untuk makin mendongkrak proses serta hasil pembelajaran di FMIPA dan Universitas Udayana,’’ ujar Dekan. 

Baca Juga  FMIPA Unud Laksanakan Lepas Kesan Calon Wisudawan Periode Juni 2022

Pemanfaatan teknologi dalam melaksanakan koordinasi dengan semua pihak, baik itu civitas akademika FMIPA, alumni, stakeholder telah dilaksanakan menggunakan sistem yang terintegrasi yang disupport oleh USDI maupun media sosial. Dukungan yang telah diterima dari semua pihak sangat bermanfaat dan berperan dalam peningkatan kualitas pendidikan di FMIPA.

Kebijakan Rektor Universitas Udayana terkait pengembangan dan peningkatan sarana dan prasarana di Fakultas MIPA Universitas Udayana sangatlah tinggi. Sebagai contoh adalah telah diserahterimakannya gedung baru yang berlokasi di Kampus Sudirman kepada FMIPA pada Januari 2022 dan saat ini telah digunakan dengan baik.

Wakil Rektor 1 Prof. Rai saat memberikan sambutan. (Foto: Ist)

‘’Dapat juga kami laporkan bahwa pada tahun 2022 ini, bapak Rektor telah memutuskan pembangunan gedung baru bagi FMIPA, yang akan dimanfaatkan dan diprioritaskan untuk program studi Farmasi, Apoteker, dan Informatika yang saat ini lokasinya masih terpencar. Sementara gedung dekanat lama, akan dimanfaatkan sebagai laboratorium farmasi yang saat ini sebenarnya sudah direnovasi, namun tetap diupayakan agar menjadi satu lokasi dengan program studinya,’’ ujarnya seraya berharap semoga pengembangan sarana dan prasarana ini nantinya dapat meningkatkan kemampuan akademik dan nonakademik mahasiswa sehingga lulusan FMIPA memiliki daya saing yang tinggi di dunia kerja maupun di masyarakat secara langsung.

Sementara itu, Rektor Universitas Udayana yang diwakili WR 1 Prof. Rai Maya Temaja saat membuka Asesmen Lapangan Luring menyampaikan puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatnya karena kita semua dapat hadir dan diberi kesehatan di dalam acara asesmen lapangan PS Farmasi dan Profesi Apoteker ini. 

 Prof. Rai lanjut mengucapkan selamat datang kepada Bapak/Ibu Asesor LAM-PTKes di Universitas Udayana yang akan melaksanakan asesmen lapangan Program Studi Farmasi dan Profesi Apoteker. Asesmen lapangan ini menindaklanjuti asesmen lapangan secara daring yang telah dilaksanakan tahun lalu. Dan kita sangat senang dihadiri oleh para asesor.

Prof. Rai menjelaskan, Kampus Unud terbagi menjadi 3 lokasi yakni di Jl. Pulau Nias dimana ini adalah kampus pertama Unud, sehingga diusahakan tidak akan dipindah. Kemudian kampus di Sudirman yang saat ini diperuntukkan untuk program pascasarjana, profesi dokter spesialis. Sehingga semua program sarjana yang masih ada di Denpasar harus pindah ke Bukit Jimbaran. ‘’Tahun ini dan tahun depan kami siapkan 7 dekanat baru bagi fakultas yang belum memiliki gedung dekanat di Bukit Jimbaran,’’ ujarnya.

Baca Juga  Tim Peneliti FMIPA dan Praktisi Praktekkan Diversifikasi Produk Lebah Kele-kele di Banjar Tegal Dukuh Taro

Lebih lanjut Prof. Rai membeberkan, pengelolaan Universitas Udayana saat ini sudah Badan Layanan Umum (BLU) sejak 12 tahun yang lalu dan saat ini kami sedang mengusulkan pengelolaan ke Badan Hukum (BH), dimana pengelolaan uang 1 triliun sudah cukup untuk menjadikan kami berbadan hukum sehingga kami dapat mengupayakan sumber-sumber pendapatan lain di samping dana UKT mahasiswa seperti melakukan kerja sama pengelolaan aset yang kami miliki.

‘’Jika dulu lahan Universitas Udayana adalah lahan kering, maka berbeda dengan saat ini. Lahan di Bukit Jimbaran/Universitas Udayana ini adalah lahan yang sangat mahal dan diminati oleh banyak pihak. Sampai-sampai ada saja pihak yang masih berusaha menggugat sertifikat atas lahan kami. Menyadari hal ini, kami sedang menjajaki kerja sama dengan pihak swasta sebagai salah satu penunjang pendapatan di luar UKT,’’ ujarnya.

Universitas Udayana adalah salah satu dari 27 universitas/ perguruan tinggi yang terakreditasi Unggul. ‘’Kami terus berusaha mengikuti jejak universitas-universitas besar seperti UI, UGM, UMS tentunya,’’ ujarnya seraya mengungkapkan saat ini 17 prodi terakreditasi Unggul, 59 terakreditasi A, dan yang lainnya masih perlu ditingkatkan lagi. Universitas Udayana memiliki SDM sejumlah 1.459 dosen, 1.590 tenaga pendidik, dan 27.000 lebih mahasiswa aktif.

 Terkait dengan asesmen lapangan ini, pihaknya menyadari mungkin ada hal-hal yang belum maksimal. ‘’Untuk itu kami mohon kepada para asesor untuk mengijinkan kami melengkapi dokumen-dokumen yang mungkin masih tercecer sehingga peringkat akreditasi kami di program studi farmasi dan profesi apoteker dapat tetap unggul,’’ ujarnya.

‘’Kami mohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan dalam penyambutan, maupun hospitality. Mohon kekurangan ini jangan dibawa ke hati seperti pula peringkat unggul ini nantinya juga jangan dibawa ke hati, namun dibawa ke sertifikatnya,’’ pungkas Prof. Rai yang diiringi dengan suara riuh tepuk tangan dari para hadirin.

Tim asesor yang diwakili oleh Dr. Iskandarsyah, M.Si, Apt. mendapat kesempatan memberikan sambutan terakhir. Ia mengucapkan selamat siang kepada bapak WR 1, ibu dekan, para undangan yang telah hadir dalam asesmen lapangan luring. Pada asesmen ini pada dasarkan kita melakukan kunjungan sebagai salah satu persyaratan dalam proses akreditasi, dimana tahun lalu kita sudah laksanakan ALD namun dalam proses akreditasi wajib melaksanakan kunjungan ke universitas.

Baca Juga  Mahasiswa Farmasi FMIPA Unud Raih Juara I Video Edukasi Pharmaplast 2023 di Surabaya

 Jika melihat dari sambutan dari ibu Dekan dan Wakil Rektor, dimana sarana dan prasarana sudah berkembang dimana direncanakan pengembangan gedung baru sehingga diharapkan proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik. Ibu dekan juga telah menyampaikan dimana PPEPP juga telah menjadi budaya di lingkungan Universitas Udayana.

‘’Kami bertiga ditugaskan oleh LAM-PTKes untuk melaksanakan ALL ini. Jika di awal tadinya koprodi Profesi Apoteker sepertinya merasa khawatir dalam proses akreditasi ini, perlu kami sampaikan bahwa tidak perlu khawatir apalagi kita sama-sama rekan-rekan kolega seprofesi. Tentunya tujuannya adalah membina sehingga mahasiswa kita dapat memperoleh bekal yang terbaik. Saya kira pun Universitas Udayana telah menyiapkan bekal yang terbaik bagi mahasiswa,’’ ucapnya.

Setelah ini kita akan lihat sarana dan prasarana di program studi, selanjutnya nanti dilanjutkan dengan drafting. ‘’Kami mohon maaf jika dalam pelaksanaan akreditasi ini nantinya ada yang kurang berkenan, semoga proses akreditasi ini dapat berjalan lancar dan baik,’’ ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan peninjuan sarana dan prasarana di prodi yaitu di ruang baca, ruang tata usaha, lab Farmasetika, Lab Farkog/Fitokimia, lab Analisis dan Farmakologi, Lab Steril dan Mikrobiologi, UPT Forensik, UPT Biosains, Lab Bersama FMIPA, Lab CBT (FK Unud via daring), Skill Lab (FK Unud via daring) serta ruang kuliah (BG, BH) dan diakhiri dengan diskusi.

 Pada hari kedua (Sabtu, 2 Juli 2022), proses ALL dilanjutkan dengan penyampaian hasil diskusi mandiri para asesor yang dilanjutkan dengan diskusi serta penyerahan dokumen berita acara yang ditandatangani oleh para asesor serta para koordinator program studi sebagai bukti kesepakatan penilaian atas ALL yang dilaksanan selama dua hari ini. Acara diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1306-Asesmen-Lapangan-PS-Farmasi-dan-Profesi-Apoteker-oleh-LAM-PTKes.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Prestasi Gemilang Duta Tabanan di UDG Bali XXXIII, Bukti Budaya dan Generasi Unggul Terus Bertumbuh

Published

on

By

Kontingen Tabanan Terima Trofi UDG Bali XXXIII
TERIMA TROFI: Kontingen Tabanan saat menerima trofi penghargaan dari Gubernur Bali pada Utsawa Dharma Gita (UDG) Bali XXXIII Tahun 2026 yang berlangsung pada 11–16 September 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya (Art Center), Denpasar. (Foto: Hms Tbn)  

Denpasar, baliilu.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan kontingen Kabupaten Tabanan dalam ajang Utsawa Dharma Gita (UDG) Bali XXXIII Tahun 2026 yang berlangsung pada 11–16 September 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya (Art Center), Denpasar.

Mengusung tema Dharmagita Atmanam Dharma, UDG Bali XXXIII tidak hanya menjadi ruang kompetisi seni sastra keagamaan Hindu, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan tradisi, bahasa, sastra dan nilai-nilai spiritual Bali di tengah perkembangan zaman.

Kontingen Tabanan berhasil mencatatkan 18 prestasi, terdiri atas 2 medali emas, 2 medali perak, 4 medali perunggu, serta 14 penghargaan kategori Harapan, yakni 6 Harapan I, 5 Harapan II dan 3 Harapan III.

Capaian tersebut diraih melalui berbagai cabang yang diikuti para duta Tabanan dalam kompetisi yang mempertemukan kontingen dari sembilan kabupaten/kota se-Bali.

Pada pelaksanaan 12 September 2026, kontingen Tabanan meraih Juara II Dharma Wacana Bahasa Inggris Dewasa Putra, Juara III Dharma Wacana Bahasa Inggris Dewasa Putri dan Juara III Membaca Palawakya Dewasa Putri. Sejumlah prestasi Harapan juga diraih melalui kategori Membaca Kakawin Remaja Putra, Dharma Wacana Bahasa Bali Remaja Putri, Membaca Sloka Remaja Putri, Membaca Sloka Anak-anak Putra dan Putri, serta Kakawin Remaja Putri dan Dewasa Putri.

Prestasi kembali bertambah pada 13 September 2026. Tabanan berhasil meraih Juara I Utsawa Menghafal Sloka Remaja Putra dan Juara I Utsawa Menghafal Sloka Dewasa Putri. Selain itu, Tabanan juga meraih Juara III Dharma Wacana Bahasa Inggris Remaja Putra serta sejumlah penghargaan Harapan pada kategori Palawakya, Kakawin, Sloka, Dharma Wacana Bahasa Inggris dan Dharma Carita.

Pada 14 September 2026, kontingen Tabanan menambah capaian melalui Juara II Utsawa Membaca Sloka Dewasa Putra dan Juara III Utsawa Nyanyian Keagamaan Hindu. Sementara penghargaan Harapan kembali diraih pada kategori Dharma Carita Anak-anak Putra dan Dharma Wiwada.

Baca Juga  Mahasiswa Farmasi FMIPA Unud Raih Juara I Video Edukasi Pharmaplast 2023 di Surabaya

Secara keseluruhan, UDG Bali XXXIII Tahun 2026 menghadirkan 11 bidang lomba dengan 37 kategori, meliputi membaca sloka, palawakya, kakawin, kidung, nyanyian keagamaan Hindu, gaguritan, dharmawacana Bahasa Bali dan Bahasa Inggris, menghafal sloka, dharmawiwada serta dharmacarita.

Bagi masyarakat Tabanan, capaian tersebut tidak semata-mata berbicara mengenai jumlah medali. Prestasi para peserta menjadi gambaran bahwa pembinaan seni, sastra dan budaya keagamaan masih memiliki ruang kuat di kalangan generasi muda. Penguasaan sloka, kakawin, palawakya, kidung hingga dharmawacana sekaligus menjadi sarana untuk menjaga kemampuan generasi penerus dalam memahami dan menyampaikan nilai-nilai luhur warisan budaya Bali.

Keberhasilan tersebut turut memperkuat ekosistem kebudayaan Kabupaten Tabanan. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu membawa identitas dan kekayaan budaya Tabanan ke tingkat nasional.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat dikonfirmasi pada Rabu (16/9) sore menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh kontingen Tabanan yang telah membawa nama daerah dalam UDG Bali XXXIII.

“Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Tabanan. Lebih dari sekadar medali, capaian para duta Tabanan menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya dan spiritual masih hidup dan terus berkembang di tengah generasi muda. Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, pembina, official dan semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan kontingen,” ujar I Komang Gede Sanjaya.

Menurut Bupati Sanjaya, penguatan seni dan budaya menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan manusia yang sejalan dengan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani.

“Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembangunan manusia yang berkarakter, berbudaya dan memiliki jati diri. Prestasi dalam UDG ini menjadi salah satu bukti bahwa pembangunan kebudayaan harus berjalan bersama dengan pembangunan di bidang lainnya. Kita ingin generasi Tabanan tumbuh unggul, tetap berakar pada nilai budaya dan mampu berkontribusi di tingkat yang lebih luas,” tegasnya.

Baca Juga  Prodi Biologi FMIPA Unud Jadi Tuan Rumah Kongres KOBI 2022

Bupati Sanjaya juga berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi generasi muda Tabanan untuk terus belajar, berlatih dan mencintai seni serta budaya daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan I Dewa Putu Mahendra, S.STP., M.M. menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, pembina dan official yang telah memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti UDG Bali XXXIII.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan official Duta Kabupaten Tabanan. Capaian ini merupakan hasil dari proses latihan, kedisiplinan dan kerja keras bersama. Kami juga mengapresiasi dukungan semua pihak yang telah membantu sehingga kontingen Tabanan dapat tampil dan memberikan hasil terbaik,” kata I Dewa Putu Mahendra.

I Dewa Putu Mahendra menegaskan, capaian di tingkat Provinsi Bali menjadi bagian dari proses evaluasi sekaligus pijakan untuk menghadapi UDG Tingkat Nasional Tahun 2027 di Sulawesi Tengah.

“Setelah pelaksanaan UDG tingkat provinsi ini, kami akan melakukan evaluasi terhadap seluruh peserta, terutama bagi yang berpeluang menjadi duta Bali pada tingkat nasional. Persiapan harus dilakukan lebih matang, baik dari sisi materi, teknik penampilan maupun mental bertanding. Harapannya, pengalaman yang diperoleh di UDG Bali XXXIII menjadi bekal penting untuk tampil maksimal di tingkat nasional,” jelasnya.

UDG Bali XXXIII sekaligus menjadi momentum memperkuat keterhubungan antara pelestarian kebudayaan dengan pembangunan generasi muda. Tema Dharmagita Atmanam Dharma memiliki keterkaitan erat dengan semangat Atma Kerthi, yang menempatkan manusia sebagai bagian penting dalam proses pemuliaan kehidupan melalui penguatan nilai budaya dan spiritual.

Melalui ajang tersebut, masyarakat tidak hanya menyaksikan kompetisi, tetapi juga mendapatkan ruang untuk melihat bagaimana sastra dan seni keagamaan diwariskan kepada generasi penerus. Bagi Pemerintah Kabupaten Tabanan, keberlanjutan pembinaan tersebut menjadi investasi kebudayaan untuk memastikan identitas daerah tetap kuat sekaligus mampu berkembang dan bersaing di tingkat nasional. (gs/bi)

Baca Juga  TechConnect Sinar Mas Mining akan Gelar Kompetisi TechConnect Sandbox 2023

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sempat Dikabarkan Hilang dan Dicari Selama 5 Hari, 3 POB BALIMAN Ditemukan Selamat

Published

on

By

Ketiga korban dalam keadaaan selamat. (Foto: Hms SAR)
PENCARIAN: Tim SAR saat melakukan pencarian tiga orang penumpang BALIMAN yang akhirnya ditemukan di Pantai Puger Jatim. (Foto: Hms SAR)

Klungkung, baliilu.com – Setelah dilakukan pencarian selama beberapa hari, tiga orang yang merupakan kapten dan anak buah kapal (ABK) speed boat BALIMAN yang mengalami mati mesin di Perairan Manta Point, Nusa Penida, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di Pantai Puger, Jawa Timur. Ketiganya sebelumnya dilaporkan hilang setelah speed boat yang mereka tumpangi mengalami mati mesin pada Sabtu, 12 September 2026.

Ketiga korban yang berhasil ditemukan tersebut yakni I Nyoman Budiana (kapten), Keristino Sahreza Avendi Da (ABK), dan Niko Demios Landena (ABK). Sebelumnya, pada Rabu (16/9/2026), memasuki hari kelima operasi SAR, tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian dengan mengerahkan RIB 02 Denpasar bertolak dari Pelabuhan Benoa pada pukul 08.00 Wita menuju area pencarian. Perwakilan pihak keluarga juga turut melakukan pencarian bersama-sama tim SAR gabungan. Area pencarian sebelumnya telah diplot berdasarkan perhitungan arah dan kecepatan angin serta arus laut untuk memperkirakan kemungkinan pergerakan korban, namun hingga sore hari hasilnya masih nihil.

Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian tiga korban speed boat BALIMAN sebelum akhirnya ditemukan selamat di Pantai Puger, Jawa Timur.

Ketiga korban dalam keadaaan selamat. (Foto: Hms SAR)

Selain unsur SAR Gabungan, upaya pencarian juga mendapat dukungan dari belasan perahu kelompok nelayan yang turut melakukan penyisiran di sejumlah wilayah perairan. Koordinasi dengan VTS Benoa juga terus dilakukan untuk mendapatkan informasi terkait pergerakan kapal yang melintas di sekitar area pencarian.

Kondisi cuaca dan laut menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pencarian. Berdasarkan laporan tim SAR di lapangan, ketinggian gelombang laut berkisar 2 hingga 4 meter.

Operasi SAR kemudian terus dikoordinasikan dan dilanjutkan hingga akhirnya pada Rabu (16/9/2026) pukul 21.06 Wita. “Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi dari rekan korban bahwa speed boat beserta ketiga korban telah berhasil dievakuasi oleh warga nelayan ke Pantai Puger, Jawa Timur,” jelas I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Baca Juga  Menuju Internasionalisasi, FMIPA Unud Jajaki Kerja Sama dengan Paleo-ecologist dari Melbourne University

Menindaklanjuti informasi tersebut, pada pukul 21.11 Wita, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melakukan koordinasi dengan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi. Selanjutnya, pada pukul 21.15 Wita, sebanyak empat personel Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi bergerak menuju Pantai Puger untuk melakukan pengecekan dan memastikan kondisi ketiga korban.

“Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi berhasil bertemu dengan ketiga korban dan dari hasil pemeriksaan memastikan bahwa I Nyoman Budiana, Keristino Sahreza Avendi Da, dan Niko Demios Landena dalam keadaan selamat dan sehat,” imbuhnya.

Sementara itu speed boat berada di sekitar Rumpon Bleduk, dengan jarak kurang lebih 42 NM dari pesisir. Rencana kepulangan korban akan dijemput oleh pihak keluarga pada hari ini, tanggal 17 September 2026. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Hadiri Serah Terima Lahan dan Hibah Aset Universitas Terbuka kepada Pemprov Bali

Published

on

By

Gubernur Koster Terima Hibah Aset Universitas Terbuka
PENGEMBALIAN ASET: Pengembalian aset milik Pemprov Bali ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si dan Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Baru Universitas Terbuka Denpasar yang berlokasi di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Kamis (17/9). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Universitas Terbuka (UT) Denpasar resmi mengembalikan lahan milik Pemprov Bali seluas 1.975 meter persegi di Jalan Gurita, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai Sekretariat Unit Pelayanan Belajar Jarak Jauh (UPBJJ). Pengembalian lahan dibarengi penyerahan hibah aset UT berupa gedung beserta segala peralatan dan mesin yang ada di atas lahan tersebut. Total nilai perolehan aset yang diserahkan UT kepada Pemprov Bali mencapai Rp. 4,89 miliar. Pengembalian aset ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si dan Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Baru Universitas Terbuka Denpasar yang berlokasi di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Kamis (17/9).

Prof. Ali menjelaskan, pemanfaatan lahan milik Pemprov Bali bermula dari izin pemerintah daerah pada 2007 melalui Keputusan Gubernur Bali Nomor 863/01-F/HK/2007. Lahan inventaris Pemprov Bali itu kemudian dimanfaatkan sebagai lokasi Sekretariat UPBJJ-UT Denpasar. Pemanfaatan lahan dituangkan dalam Perjanjian Pinjam Pakai Nomor 028/2518/PPA.Aset tanggal 21 April 2015. Perjanjian itu berlaku selama lima tahun hingga 21 April 2020 dan kemudian dilanjutkan melalui perpanjangan kerja sama pada 2021.

Di atas lahan tersebut, UT membangun gedung dengan luas sekitar 1.106 meter persegi pada 2008. Pembangunan gedung didukung Izin Mendirikan Bangunan Nomor 02/52/187/DS/DP/2010 tertanggal 11 Januari 2010. “Di tempat inilah pelayanan pendidikan jarak jauh UT tumbuh bersama masyarakat Bali dan ikut memperluas akses pendidikan tinggi,” ujar Prof. Ali.

Ditambahkan olehnya, pengembalian aset ini merupakan bagian dari penataan tata kelola Barang Milik Universitas Terbuka setelah UT Denpasar menempati gedung baru di Jalan Raya Sesetan sejak tahun 2024. Perpindahan tersebut sekaligus mendorong penyelesaian administrasi dan pengelolaan aset secara tertib, transparan, akuntabel, serta sesuai ketentuan.

Baca Juga  Tim Peneliti FMIPA dan Praktisi Praktekkan Diversifikasi Produk Lebah Kele-kele di Banjar Tegal Dukuh Taro

“Seiring berakhirnya pemanfaatan lahan milik Pemerintah Provinsi Bali, UT mengambil langkah untuk mengembalikan hak pemanfaatan tanah tersebut kepada Pemerintah Provinsi Bali dan melalui mekanisme hibah, menyerahkan gedung dan bangunan serta peralatan dan mesin milik UT yang berada di dalamnya,” jelasnya.

Objek hibah terdiri atas satu unit gedung dan bangunan dengan nilai perolehan Rp. 4.148.127.000. Selain itu, terdapat 169 unit peralatan dan mesin dengan total nilai perolehan Rp. 746.159.250. Dengan demikian, total nilai perolehan Barang Milik Universitas Terbuka yang dihibahkan mencapai Rp 4.894.286.250. Peralatan tersebut antara lain berupa perangkat AC, backdrop, exhaust fan, layar proyektor, lemari, meja dan workstation, meja resepsionis, perkakas, rak kayu, serta sketsel ruangan. Berdasarkan hasil inventarisasi, aset berada dalam kondisi baik dan sebagian mengalami rusak ringan.

Prof. Ali juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov atas dukungan terhadap keberadaan UT di Bali. la secara khusus menyebut peran Wayan Koster yang pernah terlibat dalam pendirian UT ketika duduk sebagai anggota Komisi X DPR RI.

Gubernur Koster mengatakan, aset tersebut memiliki nilai manfaat bagi Pemprov Bali karena bangunannya masih dinilai layak untuk digunakan. Sebelum acara penyerahan, Gubernur Koster melihat langsung kondisi gedung di Jalan Gurita. “Tadi saya sudah melihat gedungnya, itu masih sangat layak, tinggal rapi-rapi sedikit, sudah bisa dipakai lagi. Jadi nilainya tadi kalau tidak salah Rp. 4,89 miliar,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Rektor UT atas hibah aset tersebut. Menurutnya, aset itu dapat dimanfaatkan Pemprov Bali untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat maupun menjalankan organisasi pemerintahan.

“Terima kasih kepada Bapak Rektor atas hibah asetnya yang akan sangat bermanfaat bagi Pemprov Bali di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun juga menjalankan organisasi pemerintahan,” katanya.

Baca Juga  TechConnect Sinar Mas Mining akan Gelar Kompetisi TechConnect Sandbox 2023

Pada bagian lain, Gubernur Bali dua periode ini menyampaikan bahwa dirinya mempunyai ikatan emosional dengan UT. Saat mengawali karier di Balitbang Kemendukbud RI Tahun 1988, ia intens melakukan riset mengenai kebijakan yang berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas dan model layanan pendidikan.

“Salah satu yang kita pelajari adalah bagaimana menangani pelayanan pendidikan untuk Indonesia yang begitu luas. Negara kepulauan, jumlah penduduknya banyak dan kondisi ekonomi kurang mampu,” urainya.

Karena itu, Indonesia butuh layanan pendidikan yang mudah dijangkau dan memberikan kesempatan bagi warga negara dimanapun mereka berada, dalam kondisi geografis yang sangat sulit atau daerah terpencil. “Dari situlah kami terus mematangkan dan mengembangkan model layanan pendidikan untuk daerah yang sulit terjangkau, satu diantaranya adalah UT.

Dari pengamatannya, sejak didirikan pada tahun 1988, saat ini UT berkembang sangat baik. “Gedungnya bagus, sistem pembelajaran makin maju, teknologi juga sudah diberdayakan dengan baik, tata kelola bagus, peminatnya sudah sangat tinggi,” ungkapnya.

Mencermati hal ini, ia minta dukungan UT untuk mengambil peran aktif dalam upaya meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) masuk ke Perguruan Tinggi di Bali yang saat ini masih berada di bawah 40 persen. Selain itu, UT juga diminta menyukseskan program 1 Keluarga 1 Sarjana (1K1S) yang menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan capaian APK masuk perguruan tinggi.

Kepala BPKAD Bali, I Ketut Maduyasa mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti pemanfaatan aset tersebut. Pemprov Bali akan melakukan penataan dan perbaikan sebelum gedung difungsikan. “Nanti akan kami bahas apa yang akan kita tugaskan di situ. Apakah perangkat daerah atau badan milik Pemprov Bali bisa ditempatkan di sana untuk menjalankan tugas pemerintahan Provinsi Bali,” ungkapnya. (gs/bi)

Baca Juga  Prodi Kimia FMIPA Unud Gelar Pengabdian Internasional

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca