Denpasar, baliilu.com – Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) melaksanakan asesmen lapangan secara luring terhadap Program Studi Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana pada Jumat, 1 Juli 2022 bertempat di ruang sidang FMIPA Universitas Udayana.
Penilaian lapangan atau asesmen lapangan terhadap Prodi Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker yang dilaksanakan selama 2 hari sampai Sabtu, 2 Juli 2022 dihadiri oleh Rektor Universitas Udayana yang diwakili oleh Wakil Rektor 1 Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, M.P., Dekan FMIPA Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc, Ph.D, Ketua LP3M yang diwakili oleh Sekretaris LP3M Prof. Dr. Ir. I Made Alit Karyawan Salain, DEA, Ketua LP2M Prof. Dr. Drh. I Nyoman Suarsana, M.Si., Ketua USDI Dr. I Nyoman Putra Sastra, S.T., M.T., Ketua UPT Perpustakaan, Dr. Ida Ayu Laksmita Sari, Koprodi PS Farmasi, Profesi Apoteker, Ketua Unit di FMIPA, dosen, tenaga kependiikan, dan mahasiswa di lingkungan FMIPA Universitas Udayana.
Proses penilaian atau asesmen lapangan luring ini dinilai oleh 3 orang asesor LAM-PTKes yakni Dr. Iskandarsyah, M.Si, Apt dari Universitas Indonesia, Dr. Bondan Ardiningtyas, M.Sc., Apt. dari Universitas Gadjah Mada, Erindyah Retno Wikantyasning, Ph.D, Apt. dari Universitas Muhammadiyah Surakarta.
LAM-PTKes saat melakukan Asesmen Lapangan Luring terhadap Prodi Farmasi dan Profesi Apoteker FMIPA Unud. (Foto: Ist)
Rangkaian asesmen diawali dengan dilaksanakannya peninjauan secara langsung ke wahana apoteker di RSPTN Unud, Apotek BWF Puri Gading, PT. Pak Oles Tokcer, dan RSUD Bali Mandara kemudian dilanjutkan acara pembukaan dan penilaian di ruang sidang FMIPA Universitas Udayana.
Dekan FMIPA Ni Luh Watiniasih dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu Asesor yang mengemban tugas menilai program studi kami sehingga akreditasi yang telah dicapai yaitu unggul dapat dipertahankan. Penilaian akreditasi telah disiapkan dengan baik sesuai laporan dan catatan pada saat akreditasi daring tahun lalu.
‘’Akreditasi yang telah kami capai, merupakan capaian yang sangat membanggakan bagi kami civitas akademika, pengelola UPPS, dan juga tentunya bagi universitas Udayana. Akreditasi yang telah dicapai ini merupakan hasil dari kerja keras penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian dan peningkatan (PPEPP) SDM, sarana prasarana, dan proses pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Serta selalu ditingkatkan dengan baik untuk makin mendongkrak proses serta hasil pembelajaran di FMIPA dan Universitas Udayana,’’ ujar Dekan.
Pemanfaatan teknologi dalam melaksanakan koordinasi dengan semua pihak, baik itu civitas akademika FMIPA, alumni, stakeholder telah dilaksanakan menggunakan sistem yang terintegrasi yang disupport oleh USDI maupun media sosial. Dukungan yang telah diterima dari semua pihak sangat bermanfaat dan berperan dalam peningkatan kualitas pendidikan di FMIPA.
Kebijakan Rektor Universitas Udayana terkait pengembangan dan peningkatan sarana dan prasarana di Fakultas MIPA Universitas Udayana sangatlah tinggi. Sebagai contoh adalah telah diserahterimakannya gedung baru yang berlokasi di Kampus Sudirman kepada FMIPA pada Januari 2022 dan saat ini telah digunakan dengan baik.
Wakil Rektor 1 Prof. Rai saat memberikan sambutan. (Foto: Ist)
‘’Dapat juga kami laporkan bahwa pada tahun 2022 ini, bapak Rektor telah memutuskan pembangunan gedung baru bagi FMIPA, yang akan dimanfaatkan dan diprioritaskan untuk program studi Farmasi, Apoteker, dan Informatika yang saat ini lokasinya masih terpencar. Sementara gedung dekanat lama, akan dimanfaatkan sebagai laboratorium farmasi yang saat ini sebenarnya sudah direnovasi, namun tetap diupayakan agar menjadi satu lokasi dengan program studinya,’’ ujarnya seraya berharap semoga pengembangan sarana dan prasarana ini nantinya dapat meningkatkan kemampuan akademik dan nonakademik mahasiswa sehingga lulusan FMIPA memiliki daya saing yang tinggi di dunia kerja maupun di masyarakat secara langsung.
Sementara itu, Rektor Universitas Udayana yang diwakili WR 1 Prof. Rai Maya Temaja saat membuka Asesmen Lapangan Luring menyampaikan puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatnya karena kita semua dapat hadir dan diberi kesehatan di dalam acara asesmen lapangan PS Farmasi dan Profesi Apoteker ini.
Prof. Rai lanjut mengucapkan selamat datang kepada Bapak/Ibu Asesor LAM-PTKes di Universitas Udayana yang akan melaksanakan asesmen lapangan Program Studi Farmasi dan Profesi Apoteker. Asesmen lapangan ini menindaklanjuti asesmen lapangan secara daring yang telah dilaksanakan tahun lalu. Dan kita sangat senang dihadiri oleh para asesor.
Prof. Rai menjelaskan, Kampus Unud terbagi menjadi 3 lokasi yakni di Jl. Pulau Nias dimana ini adalah kampus pertama Unud, sehingga diusahakan tidak akan dipindah. Kemudian kampus di Sudirman yang saat ini diperuntukkan untuk program pascasarjana, profesi dokter spesialis. Sehingga semua program sarjana yang masih ada di Denpasar harus pindah ke Bukit Jimbaran. ‘’Tahun ini dan tahun depan kami siapkan 7 dekanat baru bagi fakultas yang belum memiliki gedung dekanat di Bukit Jimbaran,’’ ujarnya.
Lebih lanjut Prof. Rai membeberkan, pengelolaan Universitas Udayana saat ini sudah Badan Layanan Umum (BLU) sejak 12 tahun yang lalu dan saat ini kami sedang mengusulkan pengelolaan ke Badan Hukum (BH), dimana pengelolaan uang 1 triliun sudah cukup untuk menjadikan kami berbadan hukum sehingga kami dapat mengupayakan sumber-sumber pendapatan lain di samping dana UKT mahasiswa seperti melakukan kerja sama pengelolaan aset yang kami miliki.
‘’Jika dulu lahan Universitas Udayana adalah lahan kering, maka berbeda dengan saat ini. Lahan di Bukit Jimbaran/Universitas Udayana ini adalah lahan yang sangat mahal dan diminati oleh banyak pihak. Sampai-sampai ada saja pihak yang masih berusaha menggugat sertifikat atas lahan kami. Menyadari hal ini, kami sedang menjajaki kerja sama dengan pihak swasta sebagai salah satu penunjang pendapatan di luar UKT,’’ ujarnya.
Universitas Udayana adalah salah satu dari 27 universitas/ perguruan tinggi yang terakreditasi Unggul. ‘’Kami terus berusaha mengikuti jejak universitas-universitas besar seperti UI, UGM, UMS tentunya,’’ ujarnya seraya mengungkapkan saat ini 17 prodi terakreditasi Unggul, 59 terakreditasi A, dan yang lainnya masih perlu ditingkatkan lagi. Universitas Udayana memiliki SDM sejumlah 1.459 dosen, 1.590 tenaga pendidik, dan 27.000 lebih mahasiswa aktif.
Terkait dengan asesmen lapangan ini, pihaknya menyadari mungkin ada hal-hal yang belum maksimal. ‘’Untuk itu kami mohon kepada para asesor untuk mengijinkan kami melengkapi dokumen-dokumen yang mungkin masih tercecer sehingga peringkat akreditasi kami di program studi farmasi dan profesi apoteker dapat tetap unggul,’’ ujarnya.
‘’Kami mohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan dalam penyambutan, maupun hospitality. Mohon kekurangan ini jangan dibawa ke hati seperti pula peringkat unggul ini nantinya juga jangan dibawa ke hati, namun dibawa ke sertifikatnya,’’ pungkas Prof. Rai yang diiringi dengan suara riuh tepuk tangan dari para hadirin.
Tim asesor yang diwakili oleh Dr. Iskandarsyah, M.Si, Apt. mendapat kesempatan memberikan sambutan terakhir. Ia mengucapkan selamat siang kepada bapak WR 1, ibu dekan, para undangan yang telah hadir dalam asesmen lapangan luring. Pada asesmen ini pada dasarkan kita melakukan kunjungan sebagai salah satu persyaratan dalam proses akreditasi, dimana tahun lalu kita sudah laksanakan ALD namun dalam proses akreditasi wajib melaksanakan kunjungan ke universitas.
Jika melihat dari sambutan dari ibu Dekan dan Wakil Rektor, dimana sarana dan prasarana sudah berkembang dimana direncanakan pengembangan gedung baru sehingga diharapkan proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik. Ibu dekan juga telah menyampaikan dimana PPEPP juga telah menjadi budaya di lingkungan Universitas Udayana.
‘’Kami bertiga ditugaskan oleh LAM-PTKes untuk melaksanakan ALL ini. Jika di awal tadinya koprodi Profesi Apoteker sepertinya merasa khawatir dalam proses akreditasi ini, perlu kami sampaikan bahwa tidak perlu khawatir apalagi kita sama-sama rekan-rekan kolega seprofesi. Tentunya tujuannya adalah membina sehingga mahasiswa kita dapat memperoleh bekal yang terbaik. Saya kira pun Universitas Udayana telah menyiapkan bekal yang terbaik bagi mahasiswa,’’ ucapnya.
Setelah ini kita akan lihat sarana dan prasarana di program studi, selanjutnya nanti dilanjutkan dengan drafting. ‘’Kami mohon maaf jika dalam pelaksanaan akreditasi ini nantinya ada yang kurang berkenan, semoga proses akreditasi ini dapat berjalan lancar dan baik,’’ ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan peninjuan sarana dan prasarana di prodi yaitu di ruang baca, ruang tata usaha, lab Farmasetika, Lab Farkog/Fitokimia, lab Analisis dan Farmakologi, Lab Steril dan Mikrobiologi, UPT Forensik, UPT Biosains, Lab Bersama FMIPA, Lab CBT (FK Unud via daring), Skill Lab (FK Unud via daring) serta ruang kuliah (BG, BH) dan diakhiri dengan diskusi.
Pada hari kedua (Sabtu, 2 Juli 2022), proses ALL dilanjutkan dengan penyampaian hasil diskusi mandiri para asesor yang dilanjutkan dengan diskusi serta penyerahan dokumen berita acara yang ditandatangani oleh para asesor serta para koordinator program studi sebagai bukti kesepakatan penilaian atas ALL yang dilaksanan selama dua hari ini. Acara diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1306-Asesmen-Lapangan-PS-Farmasi-dan-Profesi-Apoteker-oleh-LAM-PTKes.html(gs/bi)
GERAK CEPAT: Personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama personel Yonif TP 930/Toda Tebi bergerak cepat membantu Polres Sumba Barat mengamankan dan menenangkan warga menyusul terjadinya aksi penyerangan dan perusakan di Mapolres Sumba Barat, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Kampung Sawah, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT, Selasa (15/9/2026). (Foto: Pendam IX)
Sumba Barat, NTT, baliilu.com – Personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama personel Yonif TP 930/Toda Tebi bergerak cepat membantu Polres Sumba Barat mengamankan dan menenangkan warga menyusul terjadinya aksi penyerangan dan perusakan di Mapolres Sumba Barat, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Kampung Sawah, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT, Selasa (15/9/2026).
Bantuan tersebut diberikan sebagai respons atas permintaan Kapolres Sumba Barat kepada Dandim 1613/Sumba Barat. Langkah ini merupakan bentuk sinergi TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mencegah situasi berkembang semakin luas.
Puluhan personel TNI dikerahkan untuk membantu memperkuat pengamanan di sekitar Mapolres Sumba Barat, sekaligus melakukan pendekatan persuasif kepada warga guna meredakan ketegangan dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk keadaan.
Kehadiran personel TNI di lapangan mengedepankan langkah persuasif, terukur dan humanis, dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat maupun petugas. Upaya tersebut dilakukan agar situasi dapat dikendalikan dan penyelesaian permasalahan dapat ditempuh melalui komunikasi serta mekanisme hukum yang berlaku.
Situasi tersebut bermula setelah seorang warga Desa Baliledo, Kecamatan Loli, Sumba Barat, Jowa Tana, meninggal dunia setelah sebelumnya mendapat tindakan kepolisian dalam proses penindakan terhadap dugaan tindak pidana pencurian sapi.
Berdasarkan informasi awal yang diterima, peristiwa penindakan terjadi pada Selasa pagi ketika personel Satreskrim Polres Sumba Barat mendatangi rumah yang bersangkutan. Saat petugas masuk ke dalam rumah, yang bersangkutan disebut mengambil senjata tajam berupa parang dan berusaha melawan, sebelum kemudian melarikan diri ke arah belakang rumah.
Petugas kemudian melakukan pengejaran dan telah memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali ke udara. Karena yang bersangkutan tetap berusaha melarikan diri, petugas selanjutnya melakukan tindakan untuk melumpuhkan dengan melepaskan satu tembakan yang diarahkan ke bagian kaki.
Dalam proses tersebut, akibat pergerakan yang bersangkutan saat berlari dan terjatuh, tembakan mengenai bagian bahu kanan. Yang bersangkutan kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis, namun selanjutnya dinyatakan meninggal dunia.
Pada sore hari, massa dari Desa Baliledo membawa jenazah korban menuju Mapolres Sumba Barat. Setibanya di lokasi, situasi berkembang menjadi aksi perusakan sejumlah fasilitas Mapolres dan massa menuntut pertanggungjawaban atas peristiwa yang terjadi.
Berbagai upaya pendekatan dilakukan oleh kepala desa, tokoh masyarakat dan pihak kepolisian untuk menenangkan massa. Namun, setelah proses komunikasi dan negosiasi dengan pihak keluarga belum menghasilkan kesepakatan, situasi kembali memanas dan terjadi penyerangan serta perusakan di Mapolres Sumba Barat.
Menyikapi perkembangan tersebut, personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama Yonif TP 930/Toda Tebi memperkuat pengamanan bersama Polres Sumba Barat. Personel TNI juga melakukan komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat untuk membantu meredakan ketegangan serta menjaga agar situasi tetap terkendali.
Hingga saat ini, personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama personel Yonif TP 930/Toda Tebi, serta unsur Kompi Brimob Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya, masih melaksanakan pengamanan dan pemantauan perkembangan situasi, khususnya di sekitar Mapolres Sumba Barat dan sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi titik konsentrasi massa.
Di sisi lain, jenazah Sdr. Marsel telah dikawal oleh personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama pihak keluarga menuju rumah duka di Desa Maradesa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah. Pengawalan tersebut dilakukan untuk membantu memastikan proses pemulangan jenazah berlangsung aman dan tertib.
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution dalam keterangan persnya menegaskan bahwa keterlibatan personel Kodim 1613/Sumba Barat dan Yonif TP 930/Toda Tebi merupakan bentuk nyata sinergi TNI-Polri dalam membantu menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.
“Personel Kodim 1613/Sumba Barat membantu pengamanan atas permintaan Polres Sumba Barat, dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta membantu menenangkan masyarakat agar situasi tidak semakin berkembang,” ujarnya.
Kodam IX/Udayana melalui jajaran kewilayahannya terus mendorong sinergi TNI-Polri bersama pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan komunikasi, menahan diri dan menyelesaikan setiap permasalahan melalui mekanisme yang berlaku, sehingga keamanan dan ketertiban di wilayah Sumba Barat dapat kembali terjaga. (gs/bi)
EVALUASI: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat menghadiri evaluasi pelaksanaan PKB ke-48 bersama pembina seni, koordinator seni, serta para seniman Duta Kota Denpasar di Kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Rabu (16/9) siang. (Foto: Hms Dps)
Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengapresiasi capaian para Duta Seni Kota Denpasar yang telah tampil dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 Tahun 2026. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri evaluasi pelaksanaan PKB ke-48 bersama pembina seni, koordinator seni, serta para seniman Duta Kota Denpasar di Kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Rabu (16/9) siang.
Turut hadir Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutama, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, serta sejumlah tokoh dan pelaku seni di Kota Denpasar.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan penampilan seluruh Duta Seni Kota Denpasar selama mengikuti PKB ke-48. Menurutnya, capaian yang diraih menjadi bagian dari proses evaluasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas seni dan kreativitas seniman Kota Denpasar.
“Terlepas dari capaian yang diraih, para Duta Kota Denpasar telah tampil maksimal dalam gelaran PKB ke-48. Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen untuk terus mendukung para seniman di Kota Denpasar. Semoga melalui evaluasi dan persiapan yang lebih matang, Duta Kesenian Kota Denpasar dapat tampil semakin baik pada gelaran Pesta Kesenian Bali di tahun-tahun mendatang,” ujar Jaya Negara.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, dalam laporannya menyampaikan bahwa Duta Kesenian Kota Denpasar mengikuti PKB ke-48 yang berlangsung pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026 di Taman Budaya Bali (Art Center) Denpasar. Dari 21 materi PKB yang digelar di tingkat Provinsi Bali, Duta Kota Denpasar mengikuti 20 materi, yang terdiri atas satu materi pawai (Peed Aya), 10 materi parade (Utsawa), tiga materi pagelaran (Rekasadana), dan enam materi lomba (Wimbakara).
Pada materi lomba, Duta Kota Denpasar berhasil meraih sejumlah prestasi, di antaranya Juara I Lomba Taman Penasar, Juara I Lomba Bapang Barong Ket, Juara II Lomba Mesatua Bali, Juara II Lomba Mewarnai, Juara III Lomba Gender Wayang Anak-anak, serta sejumlah juara harapan pada Lomba Seni Lukis Wayang Klasik dan Mesatua Bali.
“Secara keseluruhan, Duta Kota Denpasar berhasil meraih dua medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu. Capaian tersebut menunjukkan konsistensi dan semangat para seniman Kota Denpasar dalam mengikuti PKB ke-48 Tahun 2026,” jelas Raka Purwantara.
Raka Purwantara menambahkan, hasil evaluasi PKB ke-48 akan menjadi bahan untuk mempersiapkan keikutsertaan Duta Kesenian Kota Denpasar pada PKB ke-49 Tahun 2027. Persiapan akan dilakukan secara lebih matang sehingga para seniman dapat terus berkarya sekaligus mengaktualisasikan kreativitasnya dalam mengimplementasikan tema sentral PKB.
“Untuk PKB ke-49 Tahun 2027, tentu akan dipersiapkan lebih matang dan maksimal. Harapannya, para seniman kita dapat berkarya dan mengaktualisasikan karyanya dengan lebih baik, sekaligus mengimplementasikan tema sentral PKB,” ungkapnya.
Untuk diketahui, PKB ke-49 Tahun 2027 mengusung tema “Wana Kerthi: Byana Sandharana Loka”, yang bermakna “Hutan Penyangga Kehidupan”. Tema tersebut akan menjadi salah satu pijakan dalam pengembangan dan penyajian karya seni pada pelaksanaan PKB tahun mendatang. (eka/bi)
SHARING SESSION: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta saat acara “Sharing Session“ bertajuk "Mewujudkan Pariwisata Badung Berkualitas dan Berkelanjutan" di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (16/9). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus mematangkan langkah strategis dalam mentransformasi sektor pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat membuka Sharing Session bertajuk “Mewujudkan Pariwisata Badung Berkualitas dan Berkelanjutan” di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (16/9/2026). Forum strategis ini menghadirkan stakeholders pariwisata, akademisi, hingga pelaku industri untuk menyamakan persepsi menuju pariwisata berkualitas.
Acara ini dirangkaikan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana dengan PT. Coconut Homes dan BNDCC & BNDH (PT. Nusa Dua Indonesia) terkait Penyediaan Kebutuhan Pokok.
Bupati Adi Arnawa menyampaikan hasil diskusi ini akan segera ditindaklanjuti. “Saya mendengar Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana akan langsung mengadakan rapat dengan Kadis Pariwisata Badung untuk menindaklanjuti daripada apa yang bisa dilakukan dalam jangka pendek ini,” jelasnya.
Terkait upaya menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keamanan, Pemkab Badung akan mengoptimalkan peran pengamanan tradisional Bali di objek wisata. “Salah satunya lewat pecalang, sehingga beberapa kebijakan yang sudah kami lakukan, ada tercipta rasa aman, nyaman dan tertib. Mudah-mudahan dengan langkah seperti itu nanti pihak pecalang khususnya di daerah-daerah pariwisata untuk ikut membantu daripada tujuan pemerintah untuk menata kawasan pariwisata,” ujar Bupati.
Mengenai penataan wilayah Kuta, Pemkab Badung menyiapkan kantong parkir guna mengurangi kemacetan dan memperindah kawasan wisata, seiring rencana pembangunan moda transportasi publik.
“Tidak cukup kita hanya membangun pedestrian, tapi kan juga ada satu bottleneck di sana, di sepanjang jalan itu malah dijadikan tempat parkir. Seiring dengan kita sedang akan membangun moda transportasi publik juga di Kuta. Kita menyiapkan kantong parkir dan salah satunya di eks Bali Anggrek itu. Agar bisa, malam tahun baru ini sudah bisa dimanfaatkan untuk parkir,“ terangnya.
Bupati Adi Arnawa juga menyampaikan strategi pembangunan infrastruktur di Wilayah Badung Utara guna membangun konektivitas dan menunjang destinasi pariwisata yang akan berkembang.
“Kadang-kadang kita membangun destinasi terlebih dahulu tapi aksesnya belakangan. Ini agak susah nanti. Maka kita mencoba membangun dulu infrastruktur ini, konektivitas kita bangun, masalah nanti ada potensi destinasi atau gimana nanti itu masalah kedua. Kalau itu memang ternyata memberikan potensi untuk menjadi satu destinasi yang baru, tentu kita akan support sesuai dengan karakteristik daerahnya. Tidak serta-merta pariwisata yang ada di selatan saya akan bawa ke utara,” pungkasnya.
Forum ini turut dihadiri Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Ketua DPRD yang diwakili Ketua Komisi II DPRD Badung I Made Sada, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, Kepala OPD terkait di Lingkungan Pemprov Bali, Kepala Instansi vertikal, dan Tim Perumus Kebijakan Daerah Kabupaten Badung. (gs/bi)