Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Gubernur Wayan Koster Paparkan Konsep Ekonomi Kerthi Bali di Side Event G20 Indonesia

BALIILU Tayang

:

gubernur bali
Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan sambutan pada pertemuan Side Event G20 Indonesia, 3rd Development Working Group Meeting dengan tema Transforming the Economy Towards a Resilience and Sustainable Growth yang di BNDCC, Nusa Dua, Badung. (Foto: Ist)

Nusa Dua, Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengucapkan apresiasi dan terima kasih, karena Bali dipilih sebagai tempat pelaksanaan pertemuan Side Event G20 Indonesia, 3rd Development Working Group Meeting dengan tema Transforming the Economy Towards a Resilience and Sustainable Growth yang diselenggarakan oleh Kementrian PPN / Bappenas RI di BNDCC, Nusa Dua, Badung pada, Senin (Soma Umanis, Medangkungan) 8 Agustus 2022.

Pertemuan yang sangat penting dan sebagai bagian acara pendahuluan dari rangkaian pertemuan Presidensi G20, serta berkontribusi langsung dalam upaya pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali ini dihadiri oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa, Sekretaris Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI, Taufik Hanafi, hingga narasumber dari mantan Menteri Perencanaan Venezuele (1992-1993), Racardo Hausmann, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan RI (2009-2014), Armida Alisjahbana, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan RI (1998-1999) dan Wakil Presiden RI (2009-2014), Bapak Budiono, dan mantan Menteri Perencanaan Pembangunan RI (2016-2019) serta mantan Menteri Riset dan Inovasi RI (2019-2021), Bambang Brodjonegoro.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali menyampaikan dalam upaya melakukan Transformasi Ekonomi Bali akibat Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung lebih dari dua tahun yang sangat berdampak pada seluruh sendi kehidupan terutama sektor perekonomian. Dimana dari 34 provinsi di Indonesia, Provinsi Bali mengalami kontraksi ekonomi terdalam dan terlama akibat Pandemi COVID-19. Hal ini disebabkan karena lebih dari 54% perekonomian Bali bergantung pada sektor pariwisata.

Kata Wayan Koster, sektor pariwisata sangat rentan terhadap perubahan faktor eksternal, yaitu: gangguan keamanan, bencana alam, dan bencana non alam seperti munculnya Pandemi COVID-19 yang melanda hampir semua negara di dunia. “Kejadian yang menimpa sektor pariwisata ini, berdampak langsung yang mengakibatkan perekonomian Bali terpuruk, mengalami kontraksi pertumbuhan sangat dalam, sebesar -9,31%,” jelas orang nomor satu di Pemprov Bali ini.

Bertitik tolak dari pengalaman tersebut, sudah saatnya Bali menata ulang perekonomiannya untuk menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian Bali. Kembali kepada keorisinilan dan keunggulan sumber daya lokal meliputi Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali terutama di sektor pertanian, sektor kelautan dan perikanan, dan sektor industri kerajinan rakyat berbasis budaya branding Bali.

Baca Juga  Koster Apresiasi Pihak Swasta dan Perguruan Tinggi yang Tak Sajikan Minuman Kemasan Plastik Sekali Pakai

Pariwisata diposisikan sebagai sumber tambahan (bonus/benefit) dalam perekonomian Bali yang harus dikelola agar berpihak terhadap sumber daya lokal Bali. Selain itu, hendaknya pengembangan perekonomian Bali mengakomodasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) termasuk teknologi digital yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi kreatif dan digital. Perkembangan IPTEK juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian agar berkualitas, bernilai tambah, berdaya saing, dan berkelanjutan.

gubernus koster
Gubernur Bali Wayan Koster foto bersama dengan para narasumber. (Foto: Ist)

Ketidakseimbangan struktur dan fundamental perekonomian Bali mengakibatkan perekonomian Bali: di satu pihak, sangat tergantung dan sangat rentan terhadap perubahan faktor eksternal; di pihak lain, pertumbuhan kapasitas ekonomi Bali kurang berkembang secara optimal. Guna memperkuat dan menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian Bali diperlukan suatu konsep ekonomi yang komprehensif, yaitu Ekonomi Kerthi Bali.

Ekonomi Kerthi Bali merupakan implementasi visi Pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju BALI ERA BARU. Visi tersebut untuk mewujudkan keseimbangan/ keharmonisan Alam Bali, Manusia Bali, dan Kebudayaan Bali sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, yaitu enam sumber utama kesejahteraan/kebahagiaan kehidupan manusia meliputi: Atma Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Atman/Jiwa; Segara Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Pantai dan Laut; Danu Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Sumber Air; Wana Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Tumbuh-tumbuhan; Jana Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Manusia; dan Jagat Kerthi, Penyucian dan Pemuliaan Alam Semesta.

Ekonomi Kerthi Bali adalah ekonomi untuk mewujudkan Bali Berdikari dalam Bidang Ekonomi, dibangun dan dikembangkan berlandaskan nilai-nilai filosofi Sad Kerthi dengan menerapkan 11 (sebelas) prinsip, yaitu: 1) Ekonomi yang dikembangkan dari sikap mensyukuri/memuliakan kekayaan, keunikan, dan keunggulan sumber daya lokal Alam Bali beserta Isinya sebagai anugerah dari Hyang Pencipta; 2) Ekonomi yang dikembangkan sesuai potensi sumber daya lokal Alam Bali beserta isinya; 3) Ekonomi yang dikembangkan oleh Krama Bali secara inklusif, kreatif, dan inovatif; 4) Ekonomi yang dikembangkan berbasis nilai-nilai adat, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal Bali; 5) Ekonomi yang dikembangkan dengan menjaga ekosistem Alam dan Budaya secara berkelanjutan; 6) Ekonomi yang dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas perekonomian lokal Bali, berkualitas, bernilai tambah, dan berdaya saing; 7) Ekonomi yang dikembangkan dengan mengakomodasi penerapan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta teknologi digital; 8) Ekonomi yang memberi manfaat nyata guna meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan Krama Bali secara Niskala-Sakala; 9) Ekonomi yang dibangun dengan asas gotong- royong; 10) Ekonomi yang dibangun untuk meningkatkan ketangguhan menghadapi dinamika perkembangan zaman secara lokal, nasional, dan global; dan 11) Ekonomi yang menumbuhkan spirit jengah dan cinta/bangga sebagai Krama Bali.

Baca Juga  Jawab Pandangan Umum Fraksi, Gubernur Bali Komitmen Tata Kelola APBD, PWA, Energi Bersih dan Infrastruktur Strategis

Ekonomi Kerthi Bali memiliki 6 Sektor Unggulan, yaitu: 1) Sektor Pertanian dalam arti luas termasuk Peternakan dan Perkebunan dengan Sistem Pertanian Organik; 2) Sektor Kelautan dan Perikanan; 3) Sektor Industri Manufaktur dan Industri Berbasis Budaya Branding Bali; 4) Sektor Industri Kecil Menengah (IKM), Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Koperasi; 5) Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital; 6) Sektor Pariwisata, yaitu: pariwisata berbasis budaya, berorientasi pada kualitas, dan bermartabat.

Ekonomi Kerthi Bali merupakan konsep ekonomi yang harmonis terhadap alam, hijau/ramah lingkungan, menjaga kearifan lokal, berbasis sumber daya lokal, berkualitas, bernilai tambah, berdaya saing, tangguh, dan berkelanjutan. Selain itu, Ekonomi Kerthi Bali merupakan konsep dengan paradigma baru untuk mewujudkan tatanan kehidupan perekonomian sebagai Penanda BALI ERA BARU, diharapkan menjadi arus utama dalam perubahan tatanan ke dunia global.

Dengan pola pembangunan perekonomian melalui Ekonomi Kerthi Bali akan terjadi keterhubungan langsung antar Sektor Unggulan, menumbuhkan pusat-pusat perekonomian baru, meningkatkan kapasitas perekonomian Bali, menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian Bali, sehingga secara nyata memberi manfaat bagi peningkatan kesejahteraan dan kebahagiaan Krama Bali secara Sakala-Niskala.”Penerapan konsep Ekonomi Kerthi Bali akan berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap upaya penurunan emisi karbon,” jelas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Konsep pembangunan Ekonomi Kerthi Bali digunakan sebagai acuan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / BAPPENAS dalam menyusun program Transformasi Ekonomi Bali melalui Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali menuju Bali Era Baru: “hijau, tangguh, dan sejahtera”. Dengan pelaksanaan transformasi ini akan terwujud perekonomian Bali yang Hijau, yaitu ramah lingkungan dan berkelanjutan; Tangguh, yaitu memiliki daya tahan terhadap krisis dan guncangan eksternal, bernilai tambah tinggi, dan berdaya saing; Sejahtera, yaitu meningkatnya kesejahteraan masyarakat, baik sebagai pelaku usaha maupun penerima manfaat dari proses pembangunan tersebut, dengan kondisi yang adil dan merata.

Baca Juga  Primakara University Apresiasi Konsep Ekonomi Kerthi Bali Gubernur Koster

Peta Jalan Transformasi Ekonomi Bali telah diluncurkan secara resmi oleh Yang Mulia, Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo pada tanggal 3 Desember 2021. “Peta Jalan ini menjabarkan strategi dan rencana aksi pemulihan ekonomi jangka pendek dan strategi transformasi perekonomian Bali dalam jangka menengah-panjang. Disamping juga menata kembali perekonomian Bali dengan prinsip memanfaatkan berbagai sumber daya lokal Bali baik alam, manusia dan budayanya, secara optimal dan berkelanjutan,” tambah Gubernur Bali jebolan ITB ini seraya menyatakan ada dua tahapan yang akan dicapai dalam transformasi ekonomi Bali yaitu; Tahap Pemulihan Ekonomi dan Tahap Transformasi Ekonomi. Kedua tahapan tersebut dituangkan dalam “road map” atau Peta Jalan Transformasi Ekonomi Bali dalam bentuk Rencana Aksi Pemulihan Ekonomi Jangka Pendek dan Strategi Transformasi Perekonomian Bali dalam jangka menengah dan jangka panjang.

Langkah Pemulihan Ekonomi jangka pendek dilakukan terutama untuk mengembalikan kegiatan ekonomi, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan mengembalikan kesejahteraan masyarakat Bali. Sementara itu, Transformasi Ekonomi Bali adalah proses pembangunan ekonomi yang memiliki dampak jangka Panjang, yang mencakup enam strategi besar dan dijalankan dengan berbagai program pembangunan, yaitu: 1) Bali Pintar dan Sehat; 2) Bali Produktif; 3) Bali Hijau; 4) Bali Terintegrasi; 5) Bali Smart Island; dan 6) Bali Kondusif.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Bali, Wayan Koster menyatakan Kami mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS dalam implementasi Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru: Hijau, Tangguh Dan Sejahtera, dalam kerangka terwujudnya cita-cita Indonesia Maju Tahun 2045. “Pada kesempatan ini, Saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri serta seluruh jajaran atas segala komitmen dan dukungan kuat yang telah diberikan untuk kemajuan Bali,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Antisipasi Banjir, Walikota Jaya Negara Tinjau Normalisasi Sungai Tukad Loloan Sanur Kauh

Published

on

By

Tukad Mati
TINJAU NORMALISASI: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara meninjau langsung pekerjaan normalisasi Tukad Loloan, Sanur Kauh, Sabtu (3/10) pagi. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara meninjau langsung pekerjaan normalisasi Tukad Loloan, Sanur Kauh, Sabtu (3/10) pagi.

Kegiatan di bawah komando Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar ini merupakan langkah antisipasi untuk mencegah banjir pada musim penghujan mendatang.

Ditemui di sela peninjauan, Walikota Jaya Negara yang didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja mengatakan, pekerjaan normalisasi ini telah dikerjakan sejak satu setengah bulan lalu.

Di Tukad Loloan Sanur Kauh, pengerjaan berlangsung cukup lama. Hal tersebut dikarenakan sedimentasi sungai cukup tinggi. “Makanya kita sudah kerjakan sejak satu setengah bulan lalu. Mudah-mudahan bisa mencegah banjir,” ungkapnya.

Lebih jauh, Jaya Negara mengatakan, saat ini setidaknya di seluruh Kota Denpasar terdapat 40 titik aliran sungai dan drainase yang tengah dikerjakan normalisasi oleh Dinas PUPR Kota Denpasar, termasuk di antaranya Tukad Loloan, Tukad Mati, Tukad Rangda, dan Tukad Ayung.

“Kemarin di Tukad Mati, kami juga bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mendatangkan dua wheel loader untuk mempermudah pekerjaan ini,” ujar Jaya Negara.

Pihaknya kemudian menjelaskan, pekerjaan normalisasi ini ditargetkan selesai di akhir Oktober nanti.  “Kita targetkan akhir Oktober bisa selesai dikerjakan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa mengatakan, pengendalian banjir di Kota Denpasar dapat dilakukan dengan dua cara. Yakni pembangunan sistem drainase dan operasi pemeliharaan (OP) drainase.

Pembangunan sistem drainase, kata dia, di Denpasar tahun ini telah berjalan di 11 titik yakni, Jalan Kerta Raharja Sidakarya, Jalan Gunung Salak, Jalan Gunung Catur, sekitar Pantai Duyung Kelurahan Sanur, sekitar SD 10 Sesetan, Jalan Tukad Batanghari, Jalan Pulau Adi Pedungan, Jalan Kebo Ireng Padangsambian Kaja, Gang Klampit Jalan Gunung Batur, Jalan Pura Demak III dan Jalan Suradipa. Kemudian untuk OP drainase dalam hal ini termasuk pengerukan atau normalisasi sungai dilakukan di 40 titik di Kota Denpasar.

Baca Juga  Kopi Arak Simbol Keakraban Diplomatik, Gubernur Koster dan Menteri Cahill Bahas Kerja Sama Strategis Bali-Northern Territory

Sistem pengelolaan drainase di Kota Denpasar, kata dia, mengacu kepada 5 sistem. Diantaranya, sistem satu ada di Tukad Badung, dua di Tukad Ayung, tiga di Tukad Mati, empat ada di Renon, Panjer, Sanur, Sidakarya dan sekitarnya serta kelima ada di Pemogan.

“Masing-masing sistem itu ada strategi tersendiri di dalam pengendalian pengelolaan untuk mengantisipasi banjir. Termasuk di sini di sistem 4, ada beberapa sungai yang dalam ukuran yang medium, tidak seperti besar seperti Ayung, Tukad Mati, maupun Tukad Badung, pengelolaannya seperti ini, kita lakukan OP,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Yowana Bali Siapkan Pemilihan Manggala Kabupaten/Kota, Aturan Baru Mulai Diterapkan

Published

on

By

Yowana Bali
RAPAT PERSIAPAN: Yowana Provinsi Bali menggelar rapat persiapan pemilihan Manggala Pasikian Yowana Kabupaten/Kota se-Bali. Kegiatan berlangsung di Ruang Gosana Lantai 3, Puspem Badung, Sabtu, 3 Oktober 2026. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Yowana Provinsi Bali menggelar rapat persiapan pemilihan Manggala Pasikian Yowana Kabupaten/Kota se-Bali. Kegiatan berlangsung di Ruang Gosana Lantai 3, Puspem Badung, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Rapat tersebut dihadiri para ketua yowana kabupaten/kota serta ketua yowana kecamatan se-Bali. Sejumlah hal teknis berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan dibahas, termasuk surat keputusan (SK), mekanisme pemilihan, hingga berbagai kendala yang ditemukan di masing-masing wilayah.

Ketua Yowana Provinsi Bali, Diana Putri, S.Ked., mengatakan rapat tersebut menjadi bagian dari persiapan pemilihan yowana di tingkat kabupaten/kota. “Acara hari ini Yowana Provinsi Bali menggelar persiapan pemilihan yowana kabupaten/kota. Hari ini digelar teknis pemilihan, SK dan lain sebagainya dibahas termasuk kendala-kendala dari setiap kabupaten,” kata Diana.

Lebih lanjut kata dia, pembahasan utama dalam rapat tersebut berkaitan dengan tata cara pemilihan ketua di tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan. Yang mana tahun ini terdapat perubahan aturan yang menjadi acuan dalam proses pemilihan.

“Konsen kita di agenda hari ini adalah bagaimana tata cara pemilihan dari setiap ketua ring kabupaten-kota dan juga di kecamatan masing-masing, karena saat ini di tahun ini ada peraturan baru di mana yang dulunya kami menggunakan pemilihan, menggunakan peraturan yang sesuai peraturan MDA Provinsi Bali dan tapi di tahun ini peraturannya baru yaitu menggunakan peraturan yang ada di MDA di kabupaten masing-masing,” jelasnya.

Diana juga menyampaikan harapan agar para ketua yang nantinya terpilih dapat menjalankan tanggung jawab selama masa kepemimpinan lima tahun dengan mendedikasikan diri terhadap adat, seni dan budaya Bali.

“Imbauan saya sebagai ketua di Provinsi, semoga ketua yang terpilih saat ini yang akan memimpin lima tahun ke depan, orang-orang yang memang benar-benar mau mendedikasikan diri terhadap adat seni dan budaya yang ada di kabupaten masing-masing, terutama di Provinsi Bali,” ujarnya.

Baca Juga  Jawab Pandangan Umum Fraksi, Gubernur Bali Komitmen Tata Kelola APBD, PWA, Energi Bersih dan Infrastruktur Strategis

Menurut Diana, kepengurusan yowana yang baru juga diharapkan siap menjalankan pengabdian secara lahir dan bathin. Salah satu program Yowana Provinsi Bali yang telah berjalan selama setahun adalah Yowana Meplesiran.

Program tersebut dilaksanakan dengan mengunjungi kabupaten dan kota di Bali. Kegiatan itu di antaranya memberikan literasi mengenai makna Catur Brata Penyepian serta melakukan kunjungan ke sejumlah Sekaa Teruna Teruni (STT), termasuk yang berada jauh dari kawasan perkotaan.

Sementara itu, Penyarikan Agung MDA Provinsi Bali, dr. Dewa Nyoman Rai Asmara Putra, S.H., M.H., menyampaikan bahwa yowana memiliki peran penting bagi bangsa, keluarga, desa adat, hingga MDA di Bali.

Ia mengatakan yowana akan menjadi generasi penerus yang menerima tongkat estafet kepemimpinan. Karena itu, generasi muda diharapkan tetap menghargai dan tidak melupakan para pemimpin serta generasi sebelumnya.

“Nanti seandainya adik-adik menjadi pengurus yowana di kabupaten kota dan kecamatan, agar tidak lupa dengan yang menjabat sebelumnya. Karena kita tidak lepas dari masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang,” kata Dewa Nyoman Rai.

Ia menambahkan, perhatian terhadap masa depan perlu tetap disertai dengan penghargaan terhadap pengalaman dan pengamalan generasi sebelumnya. “Oleh karenanya kita selalu melihat walaupun kita harus menatap masa depan, namun kita tidak boleh melupakan masa lalu,” ujarnya.

Dewa Nyoman Rai juga menyampaikan selamat atas pelaksanaan rapat koordinasi dalam rangka mempersiapkan Paruman Madya dan pembentukan prajuru yowana kabupaten/kota serta kecamatan. “Saya berpesan agar pemargi paruman madya berjalan lancar dan rahayu,” ucapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Putri Koster: Perlindungan Endek Bali Harus Dilakukan dari Hulu hingga Hilir

Published

on

By

Putri Koster
HADIRI JOURNEY OF WASTRA: Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, saat menghadiri Journey of Wastra, serangkaian peringatan HUT ke-36 Discovery Kartika Plaza Hotel, di Beach Gate, Discovery Kartika Plaza Hotel, Kabupaten Badung, Jumat (2/10). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menegaskan pentingnya perlindungan kain tenun tradisional Endek Bali secara menyeluruh, mulai dari proses produksi hingga pemasaran. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga identitas Endek sebagai warisan budaya sekaligus memperkuat daya saing dan kesejahteraan perajin.

Hal tersebut disampaikan Ibu Putri Koster saat menghadiri Journey of Wastra, serangkaian peringatan HUT ke-36 Discovery Kartika Plaza Hotel, di Beach Gate, Discovery Kartika Plaza Hotel, Kabupaten Badung, Jumat (2/10).

Ibu Putri Koster mengatakan, pelestarian Endek Bali tidak cukup hanya dilakukan pada sisi hilir melalui peningkatan penggunaan, promosi, dan pemasaran. Perlindungan juga harus dilakukan pada sisi hulu dan proses produksi agar kualitas, motif, serta karakter Endek sebagai warisan budaya Bali tetap terjaga.

“Untuk menjaga keberadaan kain tenun tradisional Endek Bali, harus ada upaya perlindungan dari hulu hingga hilir. Ketika di hilir keberadaannya mulai diangkat, maka di hulu dan bagian tengahnya juga harus dijaga. Jangan sampai produksinya keluar dari koridor yang akhirnya membuat kita kehilangan identitas warisan leluhur,” ujar Ibu Putri Koster.

Menurutnya, setiap daerah di Nusantara memiliki kekayaan wastra dengan ciri khas masing-masing. Kekhasan tersebut harus dipertahankan dan tidak diseragamkan karena menjadi bagian dari identitas budaya sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat dan perajin.

Selain pelestarian, Ibu Putri Koster menyoroti pentingnya perlindungan terhadap ide, desain, dan motif karya perajin. Regulasi dan penegakan hukum terhadap pelanggaran kekayaan intelektual diperlukan agar karya perajin tidak digunakan pihak lain tanpa memperhatikan hak penciptanya.

“Kalau ada yang memiliki ide dan motif kemudian diambil oleh pihak lain, aturan dan sanksinya harus ditegakkan. Kalau kita diam saja, kita akan semakin kehilangan warisan kita. Jangan menyamakan satu daerah dengan daerah lainnya karena masing-masing harus memiliki dan mempertahankan ciri khasnya,” tegasnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Tepati Janji, Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk yang Amblas di Bajera Kembali Berfungsi

Dari sisi ekonomi, Ibu Putri Koster mendorong terciptanya ekosistem yang mampu mempertemukan perajin dengan pasar. Dekranasda Provinsi Bali, antara lain, menyediakan ruang di Art Center sebagai wadah pemasaran produk kerajinan lokal sehingga karya perajin semakin dikenal dan memiliki akses pasar yang lebih luas.

Menurutnya, meningkatnya permintaan terhadap Endek Bali akan membuka peluang bagi perajin untuk meningkatkan produksi sekaligus mengembangkan kreativitas dan variasi motif. Namun, peningkatan kuantitas harus tetap diimbangi dengan kualitas serta mempertahankan karakter daerah asal Endek tersebut.

Regenerasi konsumen juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Endek Bali. Karena itu, generasi muda perlu didorong untuk mencintai produk lokal dan diberikan ruang mengembangkan penggunaan Endek sesuai selera serta perkembangan fesyen tanpa menghilangkan identitas wastra tersebut.

“Anak-anak muda harus kita ajarkan mencintai produk lokal terlebih dahulu. Setelah itu, biarkan mereka menggunakan dan mengembangkannya sesuai selera masing-masing, tetapi tetap dengan bahan Endek yang kita miliki,” katanya.

Ibu Putri Koster juga mendorong penguatan kolaborasi antara Dekranasda Provinsi Bali, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta para pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga keberlanjutan kerajinan daerah. Setiap pihak diharapkan menjalankan tugas, fungsi, dan kewenangannya, termasuk dalam perlindungan kekayaan intelektual serta penegakan ketentuan yang berlaku.

ehadiran Journey of Wastra dinilai menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan wastra Bali kepada masyarakat yang lebih luas, tidak hanya masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang promosi bagi perajin dan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Bali.

Rangkaian kegiatan diisi dengan pameran karya perajin IKM Bali, kegiatan membatik, talk show, serta peragaan busana. Talk show menghadirkan Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya Kementerian Perindustrian Dickie Sulistya Aprilyanto, Idon Pande selaku Creative Director, serta Tjok. Istri Ratna selaku Coordinator of Fashion Design.

Journey of Wastra juga menampilkan peragaan busana dengan karya desainer Cok Abi, Padmi, serta desainer dari Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya Kementerian Perindustrian. Melalui kegiatan tersebut, wastra Bali diharapkan semakin berkembang sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus memiliki nilai tambah ekonomi bagi perajin dan pelaku industri kreatif Bali. (gs/bi)

Baca Juga  Jawab Pandangan Umum Fraksi, Gubernur Bali Komitmen Tata Kelola APBD, PWA, Energi Bersih dan Infrastruktur Strategis

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca