Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

EKONOMI & BISNIS

Sosialisasi BI-Fast di Bali, Solusi Sistem Pembayaran Ritel yang Cemumuah

BALIILU Tayang

:

buka
Kick Off Sosialisasi BI-Fast yang dilaksanakan di gedung Darma Negara Alaya (DNA) Lumintang Denpasar, Selasa (9/8/2022). (Foto: gs)

Denpasar, baliilu.com – Mengulang kesuksesan QRIS di Bali, Bank Indonesia kembali memilih Bali untuk menyosialisasikan sistem layanan perbankan khususnya digitalisasi pembayaran, dengan meluncurkan BI-Fast yang merupakan sistem pembayaran ritel yang cepat, mudah, murah, aman dan handal (Cemumuah).

‘’BI-Fast merupakan satu terobosan infrastruktur sistem pembayaran transaksi ritel nasional yang Cemumuah dalam mengakomodir transfer dana secara real time 24 jam 7 hari melalui berbagai kanal dan instrumen untuk mendukung pengembangan ekonomi keuangan digital,’’ terang Asisten Gubernur/Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Fillianingsih Hendarta saat sebagai keynote speaker kick off sosialisasi BI-Fast ke masyarakat, dan Bali menjadi lokasi pertama. Sosialisasi dengan moto “Akselerasi Ekosistem Ekonomi Keuangan Digital Indonesia melalui BI-Fast” tersebut digelar di Gedung Darma Negara Alaya (DNA) Lumintang Denpasar, Selasa (9/8/2022).

fillianingsih
Asisten Gubernur/Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Fillianingsih Hendarta. (Foto: gs)

Pada sosialisasi BI-Fast pertama di Indonesia ini hadir Kepala KPw BI Provinsi Bali Trisno Nugroho, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Fitria Irmi Triswati, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Butet Linda HP, Direktur Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Dwi Sulasmanto dan dua dari industri perbankan yakni Dirut BPD Bali Nyoman Sudharma dan Direktur Teknologi Informasi dan Operasional BPD NTT Hilarius Minggu.

Lebih lanjut Fillianingsih menjelaskan, BI-Fast dengan layanan yang Cemumuah yakni cepat dimana transaksi real time di nasabah dan perbankan, mudah dengan pengguna proxy address sebagai pengganti nomor rekening, murah dengan biaya yang relatif murah dan terjangkau dimana jika dengan aplikasi sebelumnya, biaya transfer Rp 6.500, dengan BI-Fast biayanya hanya Rp 2.500. Aman dilengkapi fitur sistem fraud detection dan AML/CFT dan handal dimana layanan tersedia setiap saat di berbagai instrumen dan kanal pembayaran.

Baca Juga  Soal Cakupan Vaksinasi Covid-19 di Bali, KMKP FK Unud Gelar Pertemuan Koordinasi dengan Stakeholder Se-Provinsi Bali

Dikatakan, sejak BI-Fast diluncurkan transaksi kredit transfer BI-Fast terus meningkat dari awal implementasi  baik secara volume maupun nominal. Dari 1 Januari sampai 31 Juli 2022 total volume dan nominal transaksi kredit transfer masing-masing mencapai 180,9 juta transaksi dengan nilai Rp 622,1 triliun.

Sosialisasi BI-Fast dengan beberapa narasumber. (Foto: gs)

‘’Transfer digital via BI-Fast diperkirakan akan terus meningkat seiring tren pertumbuhan BI-Fast yang terus meningkat dan perluasan kanal pembayaran masing-masing peserta dan on boarding batch-batch selanjutnya,’’ ujar Fillianingsih seraya mengatakan BI-Fast saat ini dengan jumlah peserta 51 bank dan 1 LSB.

Fillianingsih mengatakan BI-Fast akan memberikan manfaat baik bagi industri  perbankan dan industri lainnya  termasuk UMKM serta bagi masyarakat melalaui penyediaan berbagai fitur dan transaksi pembayaran real time yang terjangkau. Yang pada akhirnya dapat memperluas ekosistem  digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

BI-Fast melayani transaksi transfer kredit (baik individual, bulk credit, request for payment) dan transfer debit (direct debit). Ditujukan untuk menyediakan layanan yang lebih lengkap dan real time 24 jam 7 hari melalui berbagai kanal dan instrumen maupun  teller dengan batas nominal transaksi hingga Rp 250 juta  dengan biaya transaksi maksimal ke nasabah Rp 2.500.

Jika pada fase I melakukan pengembangan dan implementasi direct debit, bulk credit dan RFP sedangkan pada fase II tahun 2023 BI-Fast melalukan perluasan layanan antara lain UE dan Cross Border antar-negara.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho. (Foto: gs)

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyatakan, BI-Fast diluncurkan untuk kebangkitan ekonomi Indonesia khususnya ekonomi Bali. “BI Fast beroperasi 24 jam 7 hari seminggu. BI-Fast tak ada tidurnya,” ucapnya.

Dengan biaya yang sangat rendah ini, Trisno menilai ini menjadi angin segar bagi pelaku UMKM di Bali yang selama ini melakukan transfer antarbank.

Baca Juga  Tim Mobile Legends Esi Provinsi Bali Lolos PON XXI 2024 di Sumut

Dia memaparkan, kuartal I 2022, ekonomi Bali telah tumbuh 3,04 persen meningkat dari sebelumnya hanya 1,46. Walau begitu, Bali masih tetap berada di papan bawah yakni menempati peringkat 31 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Pertumbuhan ini, menurutnya, sudah cukup baik dari sebelumnya sempat mengalami kontraksi. Walau begitu, ke depan, Trisno Nugroho optimis pertumbuhan ekonomi Bali akan makin menggeliat. Hal ini terlihat dari pertumbuhan sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali. Setiap hari jumlah wisman yang datang ke Bali sudah mencapai 9.000 orang bahkan sempat mencapai angka 10.000. Selain itu, wisnus juga menggeliat di angka 10.000 lebih,” katanya.

Para narasumber melakukan sesi foto bersama. (Foto: Ist)

Pejabat yang suka berpantun ini mengimbuhkan, QRIS di Bali sudah mencapai 485 ribu merchant sedangkan user di Bali 250 ribu atau sudah mencapai 75 persen. ‘’Dengan pertumbuhan ekonomi Bali 3,04 persen pada kloter kedua akan tumbuh lebih cepat lagi, dengan QRIS dan BI-Fast maka Bali akan pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat seperti tema HUT ke-77 RI,’’ ujar Trisno Nugroho. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

EKONOMI & BISNIS

Inflasi Provinsi Bali Juli 2026 Turun dan Tetap Terjaga Dalam Rentang Sasaran

Published

on

By

Infografis inflasi Provinsi Bali Juli 2026 yang dirilis Bank Indonesia Provinsi Bali.
Infografis inflasi Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 3 Agustus 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada Juli 2026 mengalami deflasi sebesar -0,51% (mtm), berbeda arah dibandingkan bulan Juni yang mengalami inflasi sebesar 0,71% (mtm). Deflasi bulanan Provinsi Bali dipengaruhi oleh memasukinya periode panen beberapa komoditas hortikultura diantaranya bawang merah dan aneka cabai di Bali maupun secara Nasional. Sementara itu, inflasi Provinsi Bali secara tahunan menurun dari 3,27% (yoy) pada Juni 2026 menjadi 2,42% (yoy). Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,88% serta berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1%.

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Achris Sarwani melalui siaran pers mengatakan bahwa secara spasial, 4 (empat) Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami deflasi bulanan pada Juli 2026 yakni Kabupaten Buleleng dengan deflasi bulanan terendah sebesar -0,91% (mtm) atau 1,89% (yoy). Selanjutnya, Kabupaten Badung mengalami deflasi bulanan sebesar -0,59% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,04% (yoy), diikuti Kabupaten Tabanan dengan deflasi bulanan sebesar -0,56% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,54% (yoy), dan selanjutnya Kota Denpasar dengan deflasi bulanan sebesar -0,30% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 2,77% (yoy). Berdasarkan komoditas, secara bulanan deflasi pada Juli 2026 bersumber dari penurunan harga cabai rawit, bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, dan buncis. Deflasi yang lebih rendah tertahan oleh peningkatan harga bensin, beras, dan kenaikan biaya sekolah beberapa jenjang pendidikan (TK, SD, SMP, SMA).

Bank Indonesia Provinsi Bali mengapresiasi dan mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar sehingga capaian inflasi Provinsi Bali dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%. Ke depan, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain tingginya permintaan barang dan jasa pada periode high season wisatawan mancanegara (Juli – September), ketidakpastian cuaca yang disertai potensi El Nino kuat yang dapat memengaruhi produksi pertanian, serta tetap tingginya biaya angkutan barang di tingkat global yang memberikan tekanan terhadap harga barang impor.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Apresiasi Dipilihnya Bali Sebagai Tempat Penyelenggaraan INSARAG AP ERE

Achris Sarwani menegaskan bahwa dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Adapun langkah-langkah implementasinya salah satunya melalui kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) Balinusra 2026, termasuk diantaranya Rakor Inflasi TPIP-TPID, intensifikasi Gerakan Pangan Murah (GPM), pemantauan harga secara berkala, fasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, serta penguatan koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Melalui berbagai langkah tersebut, inflasi Bali pada tahun 2026 diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

APBN Semester I 2026 Tetap Kuat, Menkeu: Fundamental Fiskal Indonesia Diakui Dua Lembaga Pemeringkat

Published

on

By

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan kinerja APBN Semester I 2026 pada Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Juli 2026 Judul Gambar Menkeu Purbaya Paparkan Kinerja APBN Semester I 2026
KONFERENSI PERS: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan kinerja APBN hingga Semester I Tahun 2026 tetap menunjukkan hasil yang kuat dan mampu menjaga kesehatan fiskal pada Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Juli 2026, Selasa (21/7). (Foto: Hms Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Semester I Tahun 2026 tetap menunjukkan hasil yang kuat dan mampu menjaga kesehatan fiskal pada Konferensi Pers APBN KiTA Edisi Juli 2026, Selasa (21/7). Kinerja APBN yang solid tersebut juga memperoleh pengakuan dari lembaga pemeringkat internasional, yaitu Standard & Poor’s (S&P) dan Lianhe Credit Rating.

Dalam paparannya, Menkeu Purbaya menyampaikan bahwa pendapatan negara hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp 1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, belanja negara terealisasi sebesar Rp 1.656,0 triliun atau meningkat 17,8 persen (yoy), mencerminkan APBN yang tetap ekspansif sekaligus produktif dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

“Dengan pendapatan yang tumbuh kuat, belanja yang produktif, dan pembiayaan yang dikelola secara terukur, defisit APBN tetap terkendali sebesar Rp 196,5 triliun atau 0,76 persen dari PDB, disertai surplus keseimbangan primer sebesar Rp 85,1 triliun,” jelas Menkeu.

Menurut Menkeu, capaian tersebut menunjukkan bahwa APBN tidak hanya sehat secara fiskal, tetapi juga tetap menjalankan fungsinya sebagai instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi, mendorong pertumbuhan, serta mendukung pembangunan nasional.

“Ini menunjukkan fiskal Indonesia tetap kuat. Dengan kinerja tersebut, kami optimis APBN akan terus menjadi instrumen yang efektif dalam menjaga stabilitas, mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, serta memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi ke depan,” imbuhnya.

Kinerja APBN yang kuat tersebut turut menjadi salah satu faktor yang mendasari keputusan Standard & Poor’s (S&P) mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil.

“APBN-nya bagus, ekspansif, dan mendukung pembangunan. Ini juga alasan mengapa S&P mempertahankan peringkat kita di BBB dengan outlook stabil,” ujarnya.

Baca Juga  Info Terkini Covid-19 di Bali, Kasus Positif Bertambah 26 Orang, Kasus Aktif 228 Orang

Selain S&P, Indonesia juga memperoleh pengakuan dari Lianhe Credit Rating, lembaga pemeringkat terkemuka di Tiongkok, yang memberikan peringkat AAA dengan outlook stabil bagi rencana penerbitan Panda Bond oleh Pemerintah Indonesia.

Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa peringkat tertinggi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperluas basis investor dan mengakses pasar keuangan Tiongkok yang memiliki kapasitas pendanaan sangat besar.

“Kita keluar report-nya memberikan rating AAA stable. Jadi AAA itu yang paling tinggi. Di China peringkat utang kita itu yang mentok atas. Ini penting sekali untuk kita karena China merupakan pasar yang besar untuk surat utang,” jelas Menkeu dikutip dari laman kemenkeu.go.id.

Menurut Menkeu Purbaya, Lianhe Creding Rating memberikan peringkat tersebut dengan didukung oleh indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap kuat, fundamental ekonomi yang solid, ketahanan terhadap guncangan eksternal, tingkat utang luar negeri yang relatif rendah, kapasitas pembayaran yang kuat, cadangan devisa yang memadai, serta rasio utang pemerintah yang tetap pruden. Menkeu menegaskan bahwa indikator-indikator tersebut mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang sehat dan dikelola secara hati-hati.

“Utang luar negeri kita relatif rendah, kapasitas pembayarannya cukup, devisanya juga cukup. Rasio utang pemerintah juga tetap pruden,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Keyakinan Konsumen Bali Tetap Kuat

Published

on

By

Infografis survei Indeks Keyakinan Konsumen Bali dari Bank Indonesia Provinsi Bali
Infografis survei konsumen di Provinsi Bali. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pada Juni 2026, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali tetap berada di level optimis sebesar 121,5 (nilai indeks > 100). Meskipun menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 121,9, IKK Bali masih lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat sebesar 117,8. Optimisme konsumen pada Juni 2026 didorong oleh peningkatan IKK pada masyarakat dengan kelompok pengeluaran Rp 7-8 juta sebesar 17% (mtm), Rp 1-2 juta sebesar 14% (mtm), Rp 3-4 juta sebesar 9% (mtm), dan Rp 4-5 juta sebesar 5% (mtm).

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani melalui keterangan tertulisnya mengatakan bahwa optimisme terutama meningkat pada kelompok masyarakat berpendapatan menengah dan menengah atas yang terdorong oleh tetap kuatnya aktivitas ekonomi Bali. Selain itu, optimisme juga tercermin pada pekerja di sektor formal (122,8) dan sektor informal (120,4).

Perlambatan IKK dibandingkan bulan sebelumnya terutama dipengaruhi oleh Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut mengalami penurunan menjadi 123,7 atau turun 2,1% (mtm) dibandingkan IEK Mei 2026. “Penurunan terutama terjadi pada komponen prakiraan penghasilan (121,0) dan kegiatan usaha (123,5),“ ujarnya.

Sementara itu, kata Achris Sarwani, ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang masih menunjukkan peningkatan sebesar 0,4% (mtm) atau menjadi 126,5. Di sisi lain, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) mengalami peningkatan dari 117,5 pada Mei 2026 menjadi 119,3 pada Juni 2026 atau tumbuh sebesar 1,6% (mtm). Peningkatan IKE bersumber dari ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (129,5), serta penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (125,5), komponen kegiatan usaha saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu relatif stabil pada level 100,0. Sedangkan, penurunan pada komponen konsumsi barang tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu (103,0).

Baca Juga  Tim Mobile Legends Esi Provinsi Bali Lolos PON XXI 2024 di Sumut

Penurunan IKK pada periode Juni 2026, terutama didorong oleh penurunan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Hal ini mencerminkan masyarakat masih berhati-hati terhadap prospek ekonomi dalam enam bulan mendatang di tengah ketidakpastian ekonomi global, termasuk kekhawatiran terhadap dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah terhadap harga komoditas dan aktivitas perekonomian.

Achris Sarwani menegaskan bahwa Bank Indonesia Provinsi Bali terus mendukung upaya Pemerintah Daerah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui sinergi yang erat dengan Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah. Tidak hanya itu, Bank Indonesia Provinsi Bali terus berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Bali. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penguatan pengendalian inflasi, antara lain melalui pelaksanaan operasi pasar, pemantauan harga komoditas strategis, serta penguatan kelancaran distribusi pangan guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia juga menetapkan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%. Sinergi bauran kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga inflasi tetap rendah dan stabil sehingga menciptakan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca