Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Buka Sanur Village Festival, Wagub Cok Ace Tegaskan Bali Aman untuk Dikunjungi

BALIILU Tayang

:

Cok Ace
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandiaga Uno saat membuka Sanur Village Festival, Kamis (Wraspati Umanis Wuku Matal) (18/8). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com  – Selama dua tahun bersama melewati masa-masa gelap akibat Pandemi Covid-19 dan saat ini sudah kembali melihat cahaya untuk bangkitnya kehidupan pariwisata dan ekonomi masyarakat Bali. Hal ini tentu saja akan menjadi penyemangat untuk penyelenggaraan event-event budaya lainnya di Bali.

Salah satu event tahunan yang selama dua tahun terakhir tidak diadakan, saat ini dibuka kembali. Sanur Village Festival tahun 2022 ini menjadi bukti kepada dunia bahwa Bali masih ada, Bali masih terus berkarya dan berprestasi serta masih mampu menampilkan kualitasnya kepada dunia. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) saat memberikan sambutan serangkaian pembukaan Sanur Village Festival yang diselenggarakan di Pantai Matahari Terbit, Kamis (Wraspati Umanis Wuku Matal) (18/8).

“Dengan mengangkat tema ‘Surya Sewana’ yang menandakan mulai bangkitnya pariwisata Bali, ibarat kita menyambut terbitnya matahari di pagi yang akan memberikan sinar kehidupan untuk kita semua. Pariwisata Bali sebagai lokomotif ekonomi Bali harus segera kita bangkitkan. Berbagai usaha promosi untuk menarik wisatawan datang ke Bali harus terus dilakukan. Event budaya, event MICE, event olahraga dan event-event lainnya harus terus dilaksanakan. Dalam kondisi seperti sekarang ini, event pariwisata akan menjadi daya tarik yang sangat ampuh sebagai ajang promosi untuk menarik banyak wisatawan agar datang ke Bali. Telah terbukti bahwa pelaksanaan event di Bali, mampu meningkatkan jumah penumpang pesawat dan occupancy hotel di Bali, hal ini sudah tentu akan memberikan multiplier effect yang positif baik kepada penyelenggara event maupun masyarakat sekitar serta masyarakat Bali pada umumnya,” ungkap Wagub Cok Ace.

Baca Juga  Jelang Tahun Baru 2023, Wagub Bali Kunker ke Pelabuhan Sanur, Tahura Mangrove dan Bandara Ngurah Rai

Sanur Village Festival ini akan menjadi titik awal bangkitnya destinasi wisata Sanur dari keterpurukan selama dua tahun ini. Selain itu, penyelenggaraan event Sanur Village Festival diharapkan mampu menjadi energi baru bagi para pelaku pariwisata di Bali khususnya di Sanur.

Multiplier effect dari penyelenggaraan event ini diharapkan mampu sebagai pemicu bangkitnya perekonomian masyarakat karena terserapnya tenaga kerja serta bergeraknya UMKM.

Berfoto bersama saat pembukaan Sanur Village Festival. (Foto : Ist)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandiaga Uno mengatakan, pihaknya sangat senang dengan dilaksanakannya beberapa event secara berturut-turut di Bali. Ini membuktikan bahwa Bali dengan masyarakatnya yang majemuk dan kreatif mampu menunjukkan kepada dunia bahwa Bali tetap berkarya dan mampu menjadikan kesehatan sebagai hal terpenting dalam menunjang perekonomian Bali, khususnya di sektor pariwisata.

“Saya harapkan Sanur, dan Bali pada umumnya menjadi titik bangkitnya perekonomian melalui pariwisata. Ke depan perlu dibingkai tata kelola pariwisata baru yang memiliki strategi pengembangan agar tidak terkikis oleh budaya asing dan bencana non alam (seperti Covid-19 dan virus lainnya, red),” kata Sandiaga Uno.

Meskipun demikian, kondisi Bali saat ini sudah sangat mendukung untuk pelaksanaan berbagai event baik yang berskala lokal, nasional maupun internasional. Angka kasus Covid-19 di Bali saat ini sudah sangat landai dan sudah tidak menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan karena kasus yang terjadi tidak sampai menambah beban rumah sakit dan tidak menimbulkan kematian.

Semua ini dibantu oleh berbagai usaha pencegahan penyebaran Covid – 19 yang dilakukan oleh masyarakat Bali selama ini sudah membuahkan hasil. Penerapan protokol kesehatan yang ketat oleh masyarakat di semua sektor kehidupan, pelaksanaan vaksinasi serta ketaatan dan kedisiplinan masyarakat dalam menaati segala peraturan yang dikeluarkan pemerintah akhirnya mampu menekan timbulnya kasus-kasus baru.

Baca Juga  Hadiri Sidang Paripurna DPRD Bali, Wagub Cok Ace Sampaikan Perubahan Materi Raperda Provinsi Bali

Angka positif harian di Bali saat ini masih tetap landai meskipun sedikit ada peningkatan dibandingkan di awal tahun 2022 tetapi kasus meninggal sangat kecil dengan Bed Occupancy Rate ( BOR ) juga sangat kecil. Hal ini yang memberikan rasa optimis bahwa kasus Covid – 19 di Bali sudah tidak perlu dikhawatirkan asalkan masyarakat tetap menjaga protokol Kesehatan dengan disiplin. Antusiasme masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi di Bali juga sangat tinggi, yang juga menjadi faktor yang mampu menekan penyebaran Covid – 19. Jumlah angka vaksinasi di Bali sampai tanggal 16 Agustus 2022 yakni, vaksin I sudah mencapai 105,58 %, untuk vaksin II sudah mencapai 96,83 % sedangkan untuk vaksin tahap tiga sudah mencapai 72,87% bahkan khusus untuk tenaga kesehatan di Bali sudah mendapat vaksin tahap empat.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana Sanur Village Festival Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan bahwa berbagai kebijakan pemerintah telah membuat wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali menjadi sangat mudah. Saat ini di Bali sudah sebanyak 72 negara yang diberikan layanan Visa On Arrival, bahkan untuk negara-negara anggota ASEAN mereka mendapat keistimewaan bebas visa kunjungan khusus wisata jika mereka ingin tinggal hanya maksimal 30 hari.

“Selain itu, pelaksanaan kegiatan Sanur Village Festival saya harapkan mampu memberi peluang dan ruang bagi masyarakat Sanur serta pelaku UMKM untuk berkreasi, berkreativitas dan memanfaatkan kesempatan untuk turut memutar perekonomiannya di tempat ini yakni Sanur Village Festival, di Pantai Matahari Terbit,” ujarnya.

Untuk diketahui, bahwa wisatawan mancanegara tidak lagi dipersyaratkan tes PCR baik sebelum keberangkatan maupun setibanya di Bali. Mereka hanya cukup menunjukkan dokumen vaksin lengkap dan bahkan wisatawan dengan dibawah 18 tahun tidak diwajibkan menunjukkan dokumen vaksin. (gs/bi)

Baca Juga  Cok Ace Terima Audiensi Mr. And Miss Grand Tourism Bali

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Dukung Pelaksanaan SVF Ke-17

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Sambangi Keluarga Korban Lift Jatuh di Ubud, Wagub Cok Ace Sampaikan Belasungkawa

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Hadiri Penutupan Turnamen Internasional DCT KBPP Polri, Cok Ace Sampaikan Penanganan Olahraga Harus Profesional

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Semarak Hari Lahir Ke-73, KPU Bali Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan

Published

on

By

Donor Darah Hari Lahir KPU ke-73 di KPU Bali
DONOR DARAH: KPU Provinsi Bali saat menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73 yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali, Jumat (6/11/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – KPU Provinsi Bali menggelar aksi donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi dalam rangka memperingati Hari Lahir KPU ke-73. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Bali ini bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan tim medis UDD PMI Provinsi Bali yang diwakili oleh dokter Nyoman Sastrini. Aksi donor darah ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh jajaran KPU Provinsi Bali, KPU kabupaten/kota se-Bali, serta insan media. Tercatat sebanyak 53 orang berpartisipasi sebagai pendonor dalam kegiatan tersebut.

Kepala Bagian yang membidangi Perencanaan, Data dan Informasi, Partisipasi Masyarakat, serta Sumber Daya Manusia KPU Provinsi Bali, I Wayan Gede Budiartha, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata kepedulian KPU terhadap sesama. Selain memeriahkan peringatan Hari Lahir KPU ke-73, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan darah.

Menurutnya, aksi kemanusiaan seperti ini perlu terus didorong agar menjadi bagian dari budaya kepedulian dan kebersamaan, tidak hanya di lingkungan penyelenggara pemilu, tetapi juga masyarakat luas.

Sementara itu, dokter Nyoman Sastrini mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap aksi donor darah dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, idealnya setiap tiga bulan sekali. Ketersediaan darah yang cukup sangat penting untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Melalui kegiatan ini, KPU Bali berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh serta diwujudkan melalui aksi nyata. Peringatan Hari Lahir KPU ke-73 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen KPU tidak hanya dalam melayani demokrasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kemanusiaan. (gs/bi)

Baca Juga  Hadiri Penutupan Turnamen Internasional DCT KBPP Polri, Cok Ace Sampaikan Penanganan Olahraga Harus Profesional

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca