Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

FP Unud, UGM, USK, dan Unand Didukung Ghent University Belgia Berdayakan Remaja Tani Alfagro

BALIILU Tayang

:

fakultas pertanian
Workshop soal Remaja Tani Alfagro yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Udayana. (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar generasi muda enggan untuk berprofesi sebagai petani sehingga jumlah petani semakin menurun seiring dengan berjalannya waktu. Beragam kendala dan latar belakang menjadi alasan klasik untuk menghindari profesi petani. Diantaranya ketidakpastian harga dan pasar komoditas yang dibudidayakan, keterbatasan modal dan akses teknologi serta yang paling mendasar adalah petani dipandang sebagai profesi yang tidak bonafid.

Walaupun sejumlah “petani” sesungguhnya telah mengenyam keberhasilan dengan keuntungan ekonomi yang cukup tinggi, beberapa di antara mereka bahkan telah berbagi pengalaman dan pengetahuan melalui media sosial dan pameran. Namun, sosialisasi tersebut nampaknya belum menyentuh hati nurani sebagian besar generasi muda sehingga pekerjaan sebagai petani tetap berada pada pilihan terakhir bagi generasi muda. 

Seperti halnya pemerintah, Fakultas Pertanian sebagai institusi pendidikan formal memandang hal tersebut sebagai salah satu masalah utama bagi keberlanjutan fungsi sektor pertanian. Guna merangkul generasi muda untuk berkiprah di sektor pertanian, maka Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unud) bersama-sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Syiah Kuala (USK), dan Universitas Andalas (Unand) dengan didukung oleh Ghent University (Ughent) dari Belgia menyatukan langkah untuk memberdayakan calon remaja tani di Bali, dengan membidik calon petani milenial di Banjar Selantang, Desa Petang Kecamatan Petang Kabupaten Badung.

Langkah ini terungkap di dalam workshop yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Udayana pada Jumat-Sabtu, 26-27 Agustus 2022. Workshop yang bertema “Program BamBIndo Memberdayakan Petani Muda Alfagro menjadi Calon Wirausaha Pertanian” tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan hari ulang tahun ke-55 dan Badan Kekeluargaan Fakultas Pertanian Universitas Udayana yang ke-44 yang jatuh pada 1 September 2022.

Dalam pernyataan sambutan dan pembukaan workshop, Dekan Fakultas Pertanian menyatakan bahwa workshop ini merupakan salah satu implementasi dari peran Fakultas Pertanian Unud sebagai agen perubahan tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga di luar kampus terutama di kalangan masyarakat. Disebutkan pula bahwa perekrutan remaja tani Alfagro dan pelaksanaan workshop menjadi salah satu bagian penting dari Program BamBIndo (Bamboo for biochar: an opportunity for scientific, societal and environmental change in Indonesia).

Baca Juga  FP Unud Gelar Seminar dan Workshop Nasional Penguatan Budidaya dan Bisnis Tanaman Hias

BamBIndo adalah tema penelitian kolaborasi antara Unud, UGM, USK, Unand, dan Ughent yang telah berlangsung sejak tahun 2019 sampai 2022. Menurut ketua Tim Peneliti Unud (BambIndo Co-promotor Unud), Dr. Ir. Anak Agung Istri Kesumadewi, M.Si., penelitian ini mengangkat potensi biochar bambu sebagai pembenah tanah. Biochar sangat potensial digunakan karena mudah dibuat dari beragam jenis limbah dan biochar hanya perlu ditambahkan ke dalam tanah dalam beberapa tahun sekali sehingga dipandang menguntungkan secara ekologi, ekonomi, dan sosial. 

Dalam pelaksanaan penelitian biochar di lapangan yang mengambil tempat di Desa Plaga, Kecamatan Petang Kabupaten Badung pada tahun 2021-2022, tim biochar Unud memberi kesempatan kepada sekelompok petani dan siswa SMKN 1 Petang untuk secara personal terlibat dalam penelian aplikasi beberapa jenis biochar dalam budidaya jagung dan edamame.  Siswa SMKN 1 Petang juga diberi tanggung jawab dalam pengambilan sampel gas N2O dan sampel tanah untuk memberikan gambaran bahwa budidaya pertanian terutama penggunaan pupuk N akan menyumbangkan gas rumah kaca pada kondisi tertentu. Dengan pemahaman tersebut, pengetahuan budidaya tanaman yang telah dipelajari dari proses pembelajaran di SMKN dilengkapi dengan perlunya teknologi budidaya yang lebih ramah lingkungan tanpa meninggalkan potensi produksi dan pendapatan ekonomi.

Konsep ini ternyata telah diadopsi dengan baik oleh Siswa SMKN 1 Petang tersebut yang kemudian menghimpun diri ke dalam kelompok Remaja Tani Alfagro yang diinisiasi dan diketuai oleh I Putu Angga Saputra dan beranggotakan 15 siswa dan alumni SMKN 1 Petang. Lima orang dari alumni tersebut saat ini mulai mengenyam pendidikan di Unud yaitu 4 orang di Fakultas Pertanian dan 1 orang di Fakultas Peternakan. Remaja Tani Alfagro dengan pendanaan BambIndo selanjutnya membudidayakan komoditas sayuran dengan menggunakan biochar bambu, biochar kayu, biochar sekam padi, dan biochar kulit kopi secara tumpangsari pada lahan pertanian pinjaman dari Darsana, S.P. seluas 20 are dengan komoditas utama lemon California. Hasil kegiatan budidaya Remaja Tani Alfagro kemudian dievaluasi di dalam workshop pada tanggal 26-27 Agustus 2022. 

Tema Workshop pada hari I adalah ‘’Evaluasi Aplikasi Biochar dalam Budidaya Sayuran Petani Muda Alfagro’’. Workshop dipandu oleh Prof. Dr. Ir. Darusman, M.Sc. dari USK, dengan evaluator Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, MS., M.Agr dari UGM. Dua orang wakil Remaja Tani Alfagro dan seorang wakil mahasiswa yang melakukan penelitian di lahan Alfagro, diberi kesempatan untuk mengemukakan pengalaman penelitian yang telah dilakukan secara mandiri. Ketiga pemrasaran tersebut adalah Ni Luh Utami dengan judul presentasi ‘’Pengaruh Biochar terhadap Sifat Tanah’’, I Putu Angga Saputra yang memperkenalkan Alfagro kemudian mempresentasikan ‘’Pengaruh Biochar terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sayuran’’, dan I Komang Arsana yang mempresentasikan ‘’Strategi Pembuatan Biochar Bambu, Sekam, Kulit Kopi, dan Kayu’’.

Baca Juga  Sambut HUT Ke-21, LPM Khlorofil FP Unud Gelar Webinar Citizen Journalism

Pemaparan yang dilakukan oleh ketiga pemasaran menunjukkan bahwa program BambIndo telah berhasil memperkenalkan teknologi pembuatan dan penggunaan biochar pada budidaya sayuran. Remaja Tani Alfagro telah terampil dalam membuat dan mengaplikasikan biochar pada saat membudidayakan beberapa jenis tanaman sayuran. Aktivitas budidaya tersebut juga dikawal dengan penelitian kualitas tanah pertanian yang menunjukkan bahwa biochar memperbaiki sifat-sifat tanah. Hasil dari kegiatan budidaya tersebut mengindikasikan bahwa komoditas sayuran yang mencapai potensi agronomi dengan kendala OPT minimal adalah pakcoy. Tanaman yang produksinya cukup bagus adalah kubis dan brokoli tetapi perlu penanganan serangan ulat Crosi (Crocidolomia binotalis Zeller) dan akar gada. Tanaman sawi hijau merupakan tanaman yang paling rentan terhadap akar gada. Tanaman lainnya yang sangat potensial dibudidayakan adalah wortel, lemon California, dan terong ungu.

Kesimpulan umum yang diperoleh dari hasil kegiatan budidaya sayuran dengan penggunaan biochar tersebut adalah biochar meningkatkan kualitas tanah pertanian dan meningkatkan hasil tanaman pakcoy, kubis, brokoli, dan sawi hijau. Hasil analisis tanah menunjukkan bahwa tanah yang dibudidayakan oleh remaja tani Alfagro tergolong subur tetapi produktivitasnya belum maksimal. Hasil ini kemudian ditindaklanjuti pada workshop hari kedua. 

Tema workshop pada hari kedua adalah “Perencanaan Wirausaha Pertanian Petani Muda Alfagro” dengan moderator Prof. Dr. Ir. Hervianti, MS dari Unand dan evaluator adalah Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, MS, M.Agr. Tim BambIndo Unud bersama-sama dengan co-promotor UGM, USK, dan Unand memberikan ulasan, saran dan masukan berdasarkan informasi dan data dari pemaparan mahasiswa dan remaja Tani Alfagro pada hari pertama. Tampil sebagai pembicara adalah Ni Wayan Sri Sutari, Sp.MP. dengan judul presentasi ‘’Pengembangan Usaha’’, Dr. Ir. I Wayan Diara, MS dengan judul presentasi ‘’Pengelolaan Kesuburan Tanah untuk Budidaya Sayuran’’, dan Ir. I Gusti Alit Gunadi, MS. dengan judul presentasi ‘’Teknologi Budidaya Tanaman Sayuran’’. 

Baca Juga  Mahasiswa FP Unud Berjaya di Essay Competition 2023 Universitas Jember

Tanah pertanian yang digunakan untuk budidaya oleh remaja tani Alfagro tergolong subur dengan kendala pada ketersediaan air pada bulan Mei-Juli dan adanya serangan OPT terutama ulat Crosi dan akar gada. Dengan demikian, produktivitas tanahnya belum optimal. Saran dan masukan kemudian diarahkan untuk memperbaiki sistem pengelolaan lahan pertanian untuk meningkatkan produktivitas tanah. Fokus kemudian diutamakan pada perbaikan teknologi budidaya dan pengelolaan kesuburan tanah dengan mempertemukan kondisi kesuburan tanah di lokasi Alfagro dengan kebutuhan nutrisi, air dan iklim untuk tanaman yang dibudidayakan. Pemrasaran memaparkan kebutuhan umum pupuk baik jenis, jumlah, dan waktu dan cara aplikasinya untuk beberapa komoditas sayuran yang akan dibudidayakan Remaja Tani Alfagro. Perlunya strategi penggunaan biochar dan pemanfaatan asap cair sebagai produk sampingan biochar juga disarankan untuk menanggulangi serangan OPT. Namun, harus dipastikan bahwa bahan baku biochar yang akan digunakan adalah limbah organik.  Guna memastikan keuntungan ekonomi dari komoditas yang dibudidayakan maka disarankan untuk mengembangkan usaha tani berbasis sayuran dengan meraih potensi pasar tradisional dan supermarket dengan memanfaatkan media sosial dan platform pemasaran lainnya.

Kesimpulan umum yang diperoleh pada hari kedua adalah  usaha tani Remaja Tani Alfagro sangat potensial untuk dikembangkan dengan memperbaiki produktivitas tanah melalui pendekatan kesuburan tanah dan teknologi budidaya. Pemasaran dapat dilakukan dengan memanfaatkan media sosial selain pasar tradisional dan supermarket. Dalam upaya melanjutkan kiprah remaja tani Alfagro terutama untuk mengembangkan kegiatan wirausahanya, maka diperlukan dukungan dari berbagai pihak, baik dalam bantuan pendanaan, pengenalan teknologi dan inovasinya, serta pendampingan untuk memastikan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produksi sesuai dengan kebutuhan pasar. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1688-Fakultas-Pertanian-Universitas-Udayana-Universitas-Gajah-Mada-Universitas-Syiah-Kuala-dan-Universitas-Andalas-dengan-Dukungan-Ghent-University-Belgia-Memberdayakan-Remaja-Tani-Alfagro.html (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Pangdam IX/Udayana Pimpin Panen Raya TNI di Tabanan

Published

on

By

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto melakukan panen raya bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Tabanan.
PANEN RAYA: Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto melakukan panen raya bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Desa Adat Wangaya Betan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Jumat (17/7/2026). (Foto: Pendam IX)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan melalui Panen Raya Bersama TNI yang dipimpin Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto bersama Forkopimda Provinsi Bali dan kelompok tani di Desa Adat Wangaya Betan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Panen Raya Serentak Tebu, Padi, dan Kedelai yang dipimpin secara daring oleh Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto dari Kabupaten Malang, Jawa Timur. Panen raya dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia sebagai bentuk sinergi nasional dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan.

Secara nasional, panen raya meliputi panen tebu yang didampingi TNI Angkatan Udara di delapan lokasi, panen padi yang didampingi TNI Angkatan Darat di 31 lokasi, serta panen kedelai yang didampingi TNI Angkatan Laut di empat lokasi. Kegiatan tersebut mencerminkan kolaborasi nyata seluruh matra TNI dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

Melalui kegiatan ini, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penguatan sektor pangan secara terpadu, mulai dari peningkatan produksi, pendampingan kepada petani, hingga hilirisasi hasil pertanian agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam arahannya, Presiden juga menekankan bahwa keberhasilan ketahanan pangan merupakan hasil kerja gotong royong seluruh komponen bangsa. Pelibatan TNI dan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan menunjukkan bahwa kedua institusi tidak hanya berperan sebagai penjaga keamanan negara, tetapi juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat serta memiliki tanggung jawab bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di Bali, kegiatan Panen Raya Kodam IX/Udayana dihadiri Forkopimda Provinsi Bali, Kasdam IX/Udayana, Irdam IX/Udayana, Kapoksahli Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/Wira Satya, Asrendam IX/Udayana, para Asisten Kasdam, LO TNI AL, LO TNI AU, para Dan/Kabalakdam IX/Udayana, Forkopimda Kabupaten Tabanan, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta kelompok tani.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Ajak Ubah Stigma Negatif ‘Bertani’

Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga panen raya dapat terlaksana dengan baik.

“Keberhasilan panen hari ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi semua pihak. Untuk itu saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat yang terus berkomitmen menjaga produktivitas sektor pertanian,” ujar Pangdam.

Pangdam menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat memiliki komitmen kuat untuk terus mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan kepada petani, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan produktif guna meningkatkan hasil pertanian.

Lebih lanjut, Pangdam mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan inovasi dan teknologi modern.

“Kedepan kita harus berani berinovasi. Optimalisasi teknologi pertanian, penggunaan benih unggul seperti Merah Cendana, pengelolaan irigasi yang baik, hingga manajemen pascapanen yang tepat harus terus kita dorong agar hasil pertanian semakin meningkat, berkualitas, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi petani,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Pangdam berharap Panen Raya Bersama TNI tidak hanya menjadi simbol keberhasilan musim tanam, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong-royong dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri Bila Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato usai memimpin panen raya serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
BERIKAN PIDATO: Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Malang, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran demi mempercepat penghapusan kelaparan, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Presiden bahkan menyatakan bahwa apabila diperlukan, anggaran pertahanan dan kepolisian dapat dikurangi untuk memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi.

“Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan,” tegas Presiden dalam pidatonya usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026.

Presiden menyampaikan bahwa langkah efisiensi tersebut menjadi bagian dari upaya besar mempersiapkan masa depan Indonesia di mana Indonesia diproyeksikan sebagai salah satu negara terbesar di dunia pada 2045–2050. Menurut Presiden, cita-cita Indonesia menjadi negara maju hanya dapat terwujud apabila generasi muda saat ini benar-benar dipersiapkan dengan baik.

“Jadi anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang di SD, dia nanti 25 tahun lagi dia 35 tahun, dia intinya bangsa Indonesia. Jadi kalau kita sekarang tidak urus anak-anak itu, dia bagaimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia?” ujar Presiden.

Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuatan negara tidak hanya ditentukan oleh pertahanan dan keamanan dalam arti sempit, tetapi juga oleh kesejahteraan rakyat. Menurut Presiden, rakyat yang kuat, sehat, dan sejahtera merupakan fondasi utama pertahanan nasional.

“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat, seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat, di tengah-tengah petani dan nelayan,” kata Presiden.

Baca Juga  Tim Asesor BAN-PT Lakukan Asesmen Lapangan Prodi Doktor Ilmu Pertanian FP Unud

Presiden juga menyampaikan apresiasi terhadap peran TNI dan Polri yang telah membantu masyarakat melalui berbagai program nyata, termasuk pembangunan jembatan dan penyediaan titik air. Menurut Presiden, kesulitan rakyat harus menjadi perhatian bersama seluruh unsur negara.

“Hari ini saya bangga, hari ini saya bahagia. Saya sungguh bahagia dan saya sungguh merasa terharu. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga, berapa ribu titik air. Kita atasi, kesulitan rakyat kita atasi,” ungkap Presiden.

Menutup pidatonya, Presiden menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan milik rakyat, sehingga keberadaannya harus selalu diarahkan untuk membantu rakyat dan mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat.

“Ini Indonesia, TNI, Polri milik rakyat, kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat,” pungkas Presiden. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak Tiga Komoditas, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Published

on

By

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
PANEN RAYA: Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung panen raya tebu di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Malang, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya serentak yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui panen tiga komoditas strategis yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia, yakni tebu oleh TNI Angkatan Udara, kedelai oleh TNI Angkatan Laut, serta padi oleh TNI Angkatan Darat.

Setibanya di lokasi, Kepala Negara meninjau insinerator atau alat pembakar sampah, serta melihat berbagai hasil dan inisiatif hilirisasi yang dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus memperkuat industri nasional. Kedatangan Kepala Negara disambut dengan pertunjukan Tari Beskalan Putri, sebelum kemudian meninjau sejumlah stan yang menampilkan program-program unggulan TNI di bidang ketahanan pangan.

Presiden Prabowo kemudian menyaksikan secara langsung proses panen raya tebu yang dilaksanakan di Lanud Abdulrachman Saleh. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari panen raya serentak yang dilaksanakan secara nasional sebagai wujud kolaborasi TNI dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Dalam laporannya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa panen raya serentak tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendampingan terpadu oleh seluruh matra TNI.

“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, TNI melaksanakan pendampingan terpadu, TNI Angkatan Udara pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Darat pada komoditas padi,” ujar Panglima TNI.

Secara khusus, Panglima TNI menjelaskan bahwa panen tebu di Lanud Abdulrachman Saleh mencakup lahan seluas 800,5 hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 72.045 ton.

Baca Juga  FP Unud Gelar ‘’Guest Lecture Biotechnology Approach in Plant Development’’

“Luas siap panen mencapai 800,5 hektare dengan estimasi hasil 72.045 ton dengan nilai diterima pabrik rata-rata Rp720 ribu per ton. Hilirisasi tebu turut menghasilkan molase, bioetanol, industri ataupun farmasi, pupuk organik, dan produk turunan lainnya yang meningkatkan nilai bagi perekonomian nasional,” lanjutnya.

Selanjutnya, Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Panen Raya TNI Terintegrasi yang dilaksanakan secara serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Menurut Kepala Negara, kegiatan tersebut mencerminkan bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya Panen Raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam mendukung sektor pangan merupakan wujud nyata pengabdian kepada rakyat. Kepala Negara menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara, tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” tegas Presiden. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca