Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

FP Unud, UGM, USK, dan Unand Didukung Ghent University Belgia Berdayakan Remaja Tani Alfagro

BALIILU Tayang

:

fakultas pertanian
Workshop soal Remaja Tani Alfagro yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Udayana. (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar generasi muda enggan untuk berprofesi sebagai petani sehingga jumlah petani semakin menurun seiring dengan berjalannya waktu. Beragam kendala dan latar belakang menjadi alasan klasik untuk menghindari profesi petani. Diantaranya ketidakpastian harga dan pasar komoditas yang dibudidayakan, keterbatasan modal dan akses teknologi serta yang paling mendasar adalah petani dipandang sebagai profesi yang tidak bonafid.

Walaupun sejumlah “petani” sesungguhnya telah mengenyam keberhasilan dengan keuntungan ekonomi yang cukup tinggi, beberapa di antara mereka bahkan telah berbagi pengalaman dan pengetahuan melalui media sosial dan pameran. Namun, sosialisasi tersebut nampaknya belum menyentuh hati nurani sebagian besar generasi muda sehingga pekerjaan sebagai petani tetap berada pada pilihan terakhir bagi generasi muda. 

Seperti halnya pemerintah, Fakultas Pertanian sebagai institusi pendidikan formal memandang hal tersebut sebagai salah satu masalah utama bagi keberlanjutan fungsi sektor pertanian. Guna merangkul generasi muda untuk berkiprah di sektor pertanian, maka Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unud) bersama-sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Syiah Kuala (USK), dan Universitas Andalas (Unand) dengan didukung oleh Ghent University (Ughent) dari Belgia menyatukan langkah untuk memberdayakan calon remaja tani di Bali, dengan membidik calon petani milenial di Banjar Selantang, Desa Petang Kecamatan Petang Kabupaten Badung.

Langkah ini terungkap di dalam workshop yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Udayana pada Jumat-Sabtu, 26-27 Agustus 2022. Workshop yang bertema “Program BamBIndo Memberdayakan Petani Muda Alfagro menjadi Calon Wirausaha Pertanian” tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan hari ulang tahun ke-55 dan Badan Kekeluargaan Fakultas Pertanian Universitas Udayana yang ke-44 yang jatuh pada 1 September 2022.

Dalam pernyataan sambutan dan pembukaan workshop, Dekan Fakultas Pertanian menyatakan bahwa workshop ini merupakan salah satu implementasi dari peran Fakultas Pertanian Unud sebagai agen perubahan tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga di luar kampus terutama di kalangan masyarakat. Disebutkan pula bahwa perekrutan remaja tani Alfagro dan pelaksanaan workshop menjadi salah satu bagian penting dari Program BamBIndo (Bamboo for biochar: an opportunity for scientific, societal and environmental change in Indonesia).

Baca Juga  FP Unud Gelar ‘’Guest Lecture Biotechnology Approach in Plant Development’’

BamBIndo adalah tema penelitian kolaborasi antara Unud, UGM, USK, Unand, dan Ughent yang telah berlangsung sejak tahun 2019 sampai 2022. Menurut ketua Tim Peneliti Unud (BambIndo Co-promotor Unud), Dr. Ir. Anak Agung Istri Kesumadewi, M.Si., penelitian ini mengangkat potensi biochar bambu sebagai pembenah tanah. Biochar sangat potensial digunakan karena mudah dibuat dari beragam jenis limbah dan biochar hanya perlu ditambahkan ke dalam tanah dalam beberapa tahun sekali sehingga dipandang menguntungkan secara ekologi, ekonomi, dan sosial. 

Dalam pelaksanaan penelitian biochar di lapangan yang mengambil tempat di Desa Plaga, Kecamatan Petang Kabupaten Badung pada tahun 2021-2022, tim biochar Unud memberi kesempatan kepada sekelompok petani dan siswa SMKN 1 Petang untuk secara personal terlibat dalam penelian aplikasi beberapa jenis biochar dalam budidaya jagung dan edamame.  Siswa SMKN 1 Petang juga diberi tanggung jawab dalam pengambilan sampel gas N2O dan sampel tanah untuk memberikan gambaran bahwa budidaya pertanian terutama penggunaan pupuk N akan menyumbangkan gas rumah kaca pada kondisi tertentu. Dengan pemahaman tersebut, pengetahuan budidaya tanaman yang telah dipelajari dari proses pembelajaran di SMKN dilengkapi dengan perlunya teknologi budidaya yang lebih ramah lingkungan tanpa meninggalkan potensi produksi dan pendapatan ekonomi.

Konsep ini ternyata telah diadopsi dengan baik oleh Siswa SMKN 1 Petang tersebut yang kemudian menghimpun diri ke dalam kelompok Remaja Tani Alfagro yang diinisiasi dan diketuai oleh I Putu Angga Saputra dan beranggotakan 15 siswa dan alumni SMKN 1 Petang. Lima orang dari alumni tersebut saat ini mulai mengenyam pendidikan di Unud yaitu 4 orang di Fakultas Pertanian dan 1 orang di Fakultas Peternakan. Remaja Tani Alfagro dengan pendanaan BambIndo selanjutnya membudidayakan komoditas sayuran dengan menggunakan biochar bambu, biochar kayu, biochar sekam padi, dan biochar kulit kopi secara tumpangsari pada lahan pertanian pinjaman dari Darsana, S.P. seluas 20 are dengan komoditas utama lemon California. Hasil kegiatan budidaya Remaja Tani Alfagro kemudian dievaluasi di dalam workshop pada tanggal 26-27 Agustus 2022. 

Tema Workshop pada hari I adalah ‘’Evaluasi Aplikasi Biochar dalam Budidaya Sayuran Petani Muda Alfagro’’. Workshop dipandu oleh Prof. Dr. Ir. Darusman, M.Sc. dari USK, dengan evaluator Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, MS., M.Agr dari UGM. Dua orang wakil Remaja Tani Alfagro dan seorang wakil mahasiswa yang melakukan penelitian di lahan Alfagro, diberi kesempatan untuk mengemukakan pengalaman penelitian yang telah dilakukan secara mandiri. Ketiga pemrasaran tersebut adalah Ni Luh Utami dengan judul presentasi ‘’Pengaruh Biochar terhadap Sifat Tanah’’, I Putu Angga Saputra yang memperkenalkan Alfagro kemudian mempresentasikan ‘’Pengaruh Biochar terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sayuran’’, dan I Komang Arsana yang mempresentasikan ‘’Strategi Pembuatan Biochar Bambu, Sekam, Kulit Kopi, dan Kayu’’.

Baca Juga  Sambut HUT Ke-21, LPM Khlorofil FP Unud Gelar Webinar Citizen Journalism

Pemaparan yang dilakukan oleh ketiga pemasaran menunjukkan bahwa program BambIndo telah berhasil memperkenalkan teknologi pembuatan dan penggunaan biochar pada budidaya sayuran. Remaja Tani Alfagro telah terampil dalam membuat dan mengaplikasikan biochar pada saat membudidayakan beberapa jenis tanaman sayuran. Aktivitas budidaya tersebut juga dikawal dengan penelitian kualitas tanah pertanian yang menunjukkan bahwa biochar memperbaiki sifat-sifat tanah. Hasil dari kegiatan budidaya tersebut mengindikasikan bahwa komoditas sayuran yang mencapai potensi agronomi dengan kendala OPT minimal adalah pakcoy. Tanaman yang produksinya cukup bagus adalah kubis dan brokoli tetapi perlu penanganan serangan ulat Crosi (Crocidolomia binotalis Zeller) dan akar gada. Tanaman sawi hijau merupakan tanaman yang paling rentan terhadap akar gada. Tanaman lainnya yang sangat potensial dibudidayakan adalah wortel, lemon California, dan terong ungu.

Kesimpulan umum yang diperoleh dari hasil kegiatan budidaya sayuran dengan penggunaan biochar tersebut adalah biochar meningkatkan kualitas tanah pertanian dan meningkatkan hasil tanaman pakcoy, kubis, brokoli, dan sawi hijau. Hasil analisis tanah menunjukkan bahwa tanah yang dibudidayakan oleh remaja tani Alfagro tergolong subur tetapi produktivitasnya belum maksimal. Hasil ini kemudian ditindaklanjuti pada workshop hari kedua. 

Tema workshop pada hari kedua adalah “Perencanaan Wirausaha Pertanian Petani Muda Alfagro” dengan moderator Prof. Dr. Ir. Hervianti, MS dari Unand dan evaluator adalah Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, MS, M.Agr. Tim BambIndo Unud bersama-sama dengan co-promotor UGM, USK, dan Unand memberikan ulasan, saran dan masukan berdasarkan informasi dan data dari pemaparan mahasiswa dan remaja Tani Alfagro pada hari pertama. Tampil sebagai pembicara adalah Ni Wayan Sri Sutari, Sp.MP. dengan judul presentasi ‘’Pengembangan Usaha’’, Dr. Ir. I Wayan Diara, MS dengan judul presentasi ‘’Pengelolaan Kesuburan Tanah untuk Budidaya Sayuran’’, dan Ir. I Gusti Alit Gunadi, MS. dengan judul presentasi ‘’Teknologi Budidaya Tanaman Sayuran’’. 

Baca Juga  Prodi Magister Agribisnis Unud Ikuti Asesmen Lapangan BAN-PT

Tanah pertanian yang digunakan untuk budidaya oleh remaja tani Alfagro tergolong subur dengan kendala pada ketersediaan air pada bulan Mei-Juli dan adanya serangan OPT terutama ulat Crosi dan akar gada. Dengan demikian, produktivitas tanahnya belum optimal. Saran dan masukan kemudian diarahkan untuk memperbaiki sistem pengelolaan lahan pertanian untuk meningkatkan produktivitas tanah. Fokus kemudian diutamakan pada perbaikan teknologi budidaya dan pengelolaan kesuburan tanah dengan mempertemukan kondisi kesuburan tanah di lokasi Alfagro dengan kebutuhan nutrisi, air dan iklim untuk tanaman yang dibudidayakan. Pemrasaran memaparkan kebutuhan umum pupuk baik jenis, jumlah, dan waktu dan cara aplikasinya untuk beberapa komoditas sayuran yang akan dibudidayakan Remaja Tani Alfagro. Perlunya strategi penggunaan biochar dan pemanfaatan asap cair sebagai produk sampingan biochar juga disarankan untuk menanggulangi serangan OPT. Namun, harus dipastikan bahwa bahan baku biochar yang akan digunakan adalah limbah organik.  Guna memastikan keuntungan ekonomi dari komoditas yang dibudidayakan maka disarankan untuk mengembangkan usaha tani berbasis sayuran dengan meraih potensi pasar tradisional dan supermarket dengan memanfaatkan media sosial dan platform pemasaran lainnya.

Kesimpulan umum yang diperoleh pada hari kedua adalah  usaha tani Remaja Tani Alfagro sangat potensial untuk dikembangkan dengan memperbaiki produktivitas tanah melalui pendekatan kesuburan tanah dan teknologi budidaya. Pemasaran dapat dilakukan dengan memanfaatkan media sosial selain pasar tradisional dan supermarket. Dalam upaya melanjutkan kiprah remaja tani Alfagro terutama untuk mengembangkan kegiatan wirausahanya, maka diperlukan dukungan dari berbagai pihak, baik dalam bantuan pendanaan, pengenalan teknologi dan inovasinya, serta pendampingan untuk memastikan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produksi sesuai dengan kebutuhan pasar. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1688-Fakultas-Pertanian-Universitas-Udayana-Universitas-Gajah-Mada-Universitas-Syiah-Kuala-dan-Universitas-Andalas-dengan-Dukungan-Ghent-University-Belgia-Memberdayakan-Remaja-Tani-Alfagro.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pastikan Hadir di Tengah Masyarakat, Bupati Jembrana Instruksikan Satpol PP dan Dishub Turun Langsung Kawal SPBU

Published

on

By

Bupati Jembrana Pimpin Apel Koordinasi Antrean BBM
PIMPIN APEL: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat pimpin apel koordinasi yang digelar di Gedung Kesenian Ir. Soekarno pada Jumat (16/10), guna menyikapi situasi dan kondisi terkini terkait kelangkaan BBM di wilayah Jembrana. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan pentingnya kehadiran aparat di lapangan untuk membantu masyarakat yang tengah kesulitan akibat antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM). Penegasan tersebut disampaikan dalam apel koordinasi yang digelar di Gedung Kesenian Ir. Soekarno pada Jumat (16/10), guna menyikapi situasi dan kondisi terkini di wilayah Jembrana.

​Pemerintah Kabupaten Jembrana memfokuskan upaya ini untuk meringankan beban masyarakat yang harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM, agar mereka dapat kembali beraktivitas mencari nafkah.

​Dalam arahannya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jembrana diminta untuk bahu-membahu serta berkolaborasi dengan pihak kepolisian. Fokus pengamanan diarahkan secara khusus ke setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di berbagai wilayah Jembrana.

“Gerakkan semua Satpol PP dan Polprades yang ada di masing-masing desa. Saya minta fokus sekarang di wilayah yang ada SPBU,” kata Bupati Jembrana Kembang Hartawan.

​Aparat diinstruksikan untuk memastikan antrean berjalan tertib, mencegah aksi keserobotan yang dapat memicu kericuhan, serta mengatur kelancaran arus lalu lintas guna menghindari kemacetan parah di jalan nasional akibat mengularnya antrean kendaraan.

“Kita harus hadir, pemerintah tidak boleh diam. Selama masih terjadi antrean, kita harus ada di sana. Kemarin saya sudah melihat teman-teman Satpol PP dan Perhubungan berupaya di lapangan untuk membantu masyarakat, dan ini saya harapkan terus berlangsung,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  108 Calon Wisudawan Ikuti Yudisium Fakultas Pertanian 2023
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pastikan Pasokan BBM, Bupati Sutjidra Minta Pertamina Prioritaskan Buleleng dan Kawal Distribusi Bersama Forkopimda

Published

on

By

Bupati Sutjidra Pimpin Rakor Penanganan Antrean BBM
PIMPIN RAKOR: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Antrean dan Pemantauan Penyaluran BBM Bersubsidi di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (17/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bergerak cepat memastikan kepastian pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi Kabupaten Buleleng. Usai memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Antrean dan Pemantauan Penyaluran BBM Bersubsidi di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (17/10), Bupati langsung terhubung dengan pihak Pertamina. Pembicaraan itu melibatkan Sales Area Manager Pertamina dan Kepala Depo Manggis, depo yang selama ini menjadi sumber pasokan BBM Buleleng.

“Kami sudah berkomunikasi selama lebih dari dua jam untuk membahas kepastian pasokan BBM bagi Kabupaten Buleleng,” ujar Bupati Sutjidra.

Dalam beberapa waktu terakhir, informasi mengenai pasokan BBM di Buleleng beredar simpang siur di tengah masyarakat. Kondisi ini membuat Pemkab Buleleng mendesak adanya jawaban yang pasti dari PT. Pertamina. Kepastian tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun langkah pengawalan di lapangan.

“Jika tidak ada kepastian, informasi akan terus simpang siur dan masyarakat akan terus menunggu tanpa kejelasan. Apabila sudah ada kepastian, akan segera kami sampaikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Bupati Sutjidra juga menyoroti pemerataan pasokan ke puluhan SPBU yang tersebar di Buleleng. Menurutnya, pasokan yang diterima daerah ini belum mencukupi dalam kondisi normal.  Hal inilah yang disampaikan kepada Pertamina agar Buleleng mendapat prioritas.

“Sekarang pasokan yang diberikan Pertamina di bawah 50 persen dari kebutuhan. Ini yang menjadi persoalan, karena itu kami memperjuangkan kebutuhan BBM di Kabupaten Buleleng untuk menjadi prioritas juga,” ungkapnya.

Pemkab Buleleng turut menggandeng unsur Forkopimda untuk memastikan distribusi berjalan aman begitu pasokan tiba. Dalam beberapa hari terakhir, TNI dan Polri telah membantu mengamankan SPBU yang mengalami antrean panjang. Kapolres dan Dandim juga menyatakan kesiapan ikut mengawasi. Namun ditekankan, bahwa ia bersama Forkopimda Buleleng memperjuangkan ke Pertamina agar pasokan BBM ke Buleleng bisa dipenuhi sesuai kebutuhan kondisi normal.

Baca Juga  Persiapkan Mahasiswa dalam ON-MIPA, Unud Gelar Seleksi Tim ON-MIPA 2024

“Kami akan mengawal distribusi bersama Forkopimda, tapi yang utama kami perjuangkan adalah pasokannya,” jelas Sutjidra.

Untuk memperkuat pengawasan, Pemkab mempercepat pembentukan Satuan Tugas (Satgas) pemantauan dan pengawasan penyaluran BBM. Satgas ini akan bekerja memantau pasokan sekaligus pendistribusian, serta menelusuri penyebab menurunnya pasokan ke Buleleng. Struktur, pembagian tugas, mekanisme koordinasi, dan pola pelaporannya diminta segera dituntaskan.

“Satgas inilah yang akan memantau terus perkembangan pasokan dan pendistribusian BBM. Saat ini yang paling kami butuhkan adalah kepastian pasokan BBM untuk Buleleng, termasuk jumlah yang benar-benar dialokasikan,” pungkas Bupati Sutjidra.

Pemkab juga mendorong perluasan akses BBM hingga ke desa-desa melalui Pertashop. Saat ini, pasokan yang diterima gerai-gerai tersebut dinilai masih terlalu kecil dibandingkan kebutuhan warga. Selain itu, Pertamina diminta mengkaji pelibatan BUMDes agar distribusi menjangkau masyarakat yang jauh dari SPBU, dengan tetap memperhatikan ketentuan, kewenangan, dan aspek keselamatan.

Terkait antrean, Bupati Sutjidra menyampaikan memahami kondisi warga yang rela mengantre sejak malam hari, bahkan ada yang menginap di SPBU. Bupati Sutjidra juga mengucapkan terimaksih kepada masyarakat dan semua pihak, sehingga masyarakat yang mengantre BBM bisa tertib dan lancar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tim SAR Evakuasi Lansia Terjatuh ke Jurang Sedalam 45 Meter di Sidemen Karangasem

Published

on

By

Tim SAR Evakuasi Korban Jatuh ke Jurang di Sidemen
EVAKUASI: Tim SAR saat mengevakuasi korban yang terjatuh di jurang, di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Sidemen Karangasem, Minggu (18/10/2026). (Foto: Hms SAR)

Karangasem, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem melaksanakan operasi SAR terhadap seorang warga lanjut usia yang ditemukan terjatuh ke jurang sedalam kurang lebih 45 meter di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali, Minggu (18/10/2026).

Informasi kejadian diterima oleh petugas siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 12.15 Wita. “Kami di Pos SAR Karangasem menerima laporan dari Polsek Sidemen bahwa ada 1 orang warga terjatuh ke jurang kedalaman 45 meter, dan memohon bantuan evakuasi,“ jelas Putu Handika Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem.

Korban diketahui bernama I Made Rauh, laki-laki, berusia 70 tahun. Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Menurut kronologi awal, korban meninggalkan rumah pada Minggu dini hari. Beberapa waktu kemudian, anak-anak yang sedang memetik buah manggis menemukan korban di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 45 meter. Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 300 meter ke arah timur dari rumah korban.

Mengingat kondisi medan yang terjal dan jalur evakuasi yang sangat sulit dijangkau, pihak terkait kemudian melaporkan kejadian tersebut untuk meminta bantuan tim SAR dalam proses evakuasi jenazah korban.

Pada pukul 12.35 Wita, personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem diberangkatkan menuju lokasi menggunakan kendaraan Rapid Deployment Land SAR. Tim tiba di lokasi pada pukul 13.15 Wita dan segera berkoordinasi dengan unsur terkait serta masyarakat setempat untuk mempersiapkan proses evakuasi.

Setelah melakukan persiapan selama kurang lebih lima menit, mereka melaksanakan evakuasi dengan menggunakan sistem lifting atau pengangkatan korban dari dasar jurang. Berkat koordinasi dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat, jenazah I Made Rauh berhasil dievakuasi pada pukul 13.50 Wita.

Baca Juga  Persiapkan Mahasiswa dalam ON-MIPA, Unud Gelar Seleksi Tim ON-MIPA 2024

“Kendala yang kami hadapi yaitu di jurang yang kedalaman 45 meter dengan sudut 45 derajat,” terang Bhayangkara. Atas permintaan pihak keluarga, jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka.

Operasi SAR ini melibatkan unsur dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Sidemen, Polres Karangasem, Babinsa Desa Sangkan Gunung, Damkar Karangasem, BPBD Karangasem, masyarakat setempat, serta pihak keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca