Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

FP Unud, UGM, USK, dan Unand Didukung Ghent University Belgia Berdayakan Remaja Tani Alfagro

BALIILU Tayang

:

fakultas pertanian
Workshop soal Remaja Tani Alfagro yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Udayana. (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar generasi muda enggan untuk berprofesi sebagai petani sehingga jumlah petani semakin menurun seiring dengan berjalannya waktu. Beragam kendala dan latar belakang menjadi alasan klasik untuk menghindari profesi petani. Diantaranya ketidakpastian harga dan pasar komoditas yang dibudidayakan, keterbatasan modal dan akses teknologi serta yang paling mendasar adalah petani dipandang sebagai profesi yang tidak bonafid.

Walaupun sejumlah “petani” sesungguhnya telah mengenyam keberhasilan dengan keuntungan ekonomi yang cukup tinggi, beberapa di antara mereka bahkan telah berbagi pengalaman dan pengetahuan melalui media sosial dan pameran. Namun, sosialisasi tersebut nampaknya belum menyentuh hati nurani sebagian besar generasi muda sehingga pekerjaan sebagai petani tetap berada pada pilihan terakhir bagi generasi muda. 

Seperti halnya pemerintah, Fakultas Pertanian sebagai institusi pendidikan formal memandang hal tersebut sebagai salah satu masalah utama bagi keberlanjutan fungsi sektor pertanian. Guna merangkul generasi muda untuk berkiprah di sektor pertanian, maka Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unud) bersama-sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Syiah Kuala (USK), dan Universitas Andalas (Unand) dengan didukung oleh Ghent University (Ughent) dari Belgia menyatukan langkah untuk memberdayakan calon remaja tani di Bali, dengan membidik calon petani milenial di Banjar Selantang, Desa Petang Kecamatan Petang Kabupaten Badung.

Langkah ini terungkap di dalam workshop yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Udayana pada Jumat-Sabtu, 26-27 Agustus 2022. Workshop yang bertema “Program BamBIndo Memberdayakan Petani Muda Alfagro menjadi Calon Wirausaha Pertanian” tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan hari ulang tahun ke-55 dan Badan Kekeluargaan Fakultas Pertanian Universitas Udayana yang ke-44 yang jatuh pada 1 September 2022.

Dalam pernyataan sambutan dan pembukaan workshop, Dekan Fakultas Pertanian menyatakan bahwa workshop ini merupakan salah satu implementasi dari peran Fakultas Pertanian Unud sebagai agen perubahan tidak hanya di lingkungan kampus tetapi juga di luar kampus terutama di kalangan masyarakat. Disebutkan pula bahwa perekrutan remaja tani Alfagro dan pelaksanaan workshop menjadi salah satu bagian penting dari Program BamBIndo (Bamboo for biochar: an opportunity for scientific, societal and environmental change in Indonesia).

Baca Juga  Logo MPIG Kusam, Rebranding Kopi Arabika Kintamani Jadi Kebutuhan Mendesak

BamBIndo adalah tema penelitian kolaborasi antara Unud, UGM, USK, Unand, dan Ughent yang telah berlangsung sejak tahun 2019 sampai 2022. Menurut ketua Tim Peneliti Unud (BambIndo Co-promotor Unud), Dr. Ir. Anak Agung Istri Kesumadewi, M.Si., penelitian ini mengangkat potensi biochar bambu sebagai pembenah tanah. Biochar sangat potensial digunakan karena mudah dibuat dari beragam jenis limbah dan biochar hanya perlu ditambahkan ke dalam tanah dalam beberapa tahun sekali sehingga dipandang menguntungkan secara ekologi, ekonomi, dan sosial. 

Dalam pelaksanaan penelitian biochar di lapangan yang mengambil tempat di Desa Plaga, Kecamatan Petang Kabupaten Badung pada tahun 2021-2022, tim biochar Unud memberi kesempatan kepada sekelompok petani dan siswa SMKN 1 Petang untuk secara personal terlibat dalam penelian aplikasi beberapa jenis biochar dalam budidaya jagung dan edamame.  Siswa SMKN 1 Petang juga diberi tanggung jawab dalam pengambilan sampel gas N2O dan sampel tanah untuk memberikan gambaran bahwa budidaya pertanian terutama penggunaan pupuk N akan menyumbangkan gas rumah kaca pada kondisi tertentu. Dengan pemahaman tersebut, pengetahuan budidaya tanaman yang telah dipelajari dari proses pembelajaran di SMKN dilengkapi dengan perlunya teknologi budidaya yang lebih ramah lingkungan tanpa meninggalkan potensi produksi dan pendapatan ekonomi.

Konsep ini ternyata telah diadopsi dengan baik oleh Siswa SMKN 1 Petang tersebut yang kemudian menghimpun diri ke dalam kelompok Remaja Tani Alfagro yang diinisiasi dan diketuai oleh I Putu Angga Saputra dan beranggotakan 15 siswa dan alumni SMKN 1 Petang. Lima orang dari alumni tersebut saat ini mulai mengenyam pendidikan di Unud yaitu 4 orang di Fakultas Pertanian dan 1 orang di Fakultas Peternakan. Remaja Tani Alfagro dengan pendanaan BambIndo selanjutnya membudidayakan komoditas sayuran dengan menggunakan biochar bambu, biochar kayu, biochar sekam padi, dan biochar kulit kopi secara tumpangsari pada lahan pertanian pinjaman dari Darsana, S.P. seluas 20 are dengan komoditas utama lemon California. Hasil kegiatan budidaya Remaja Tani Alfagro kemudian dievaluasi di dalam workshop pada tanggal 26-27 Agustus 2022. 

Tema Workshop pada hari I adalah ‘’Evaluasi Aplikasi Biochar dalam Budidaya Sayuran Petani Muda Alfagro’’. Workshop dipandu oleh Prof. Dr. Ir. Darusman, M.Sc. dari USK, dengan evaluator Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, MS., M.Agr dari UGM. Dua orang wakil Remaja Tani Alfagro dan seorang wakil mahasiswa yang melakukan penelitian di lahan Alfagro, diberi kesempatan untuk mengemukakan pengalaman penelitian yang telah dilakukan secara mandiri. Ketiga pemrasaran tersebut adalah Ni Luh Utami dengan judul presentasi ‘’Pengaruh Biochar terhadap Sifat Tanah’’, I Putu Angga Saputra yang memperkenalkan Alfagro kemudian mempresentasikan ‘’Pengaruh Biochar terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sayuran’’, dan I Komang Arsana yang mempresentasikan ‘’Strategi Pembuatan Biochar Bambu, Sekam, Kulit Kopi, dan Kayu’’.

Baca Juga  Salurkan Saran, Pendapat dan Kritik, DPM Unud Gelar Jumpa Dekan FP 2022

Pemaparan yang dilakukan oleh ketiga pemasaran menunjukkan bahwa program BambIndo telah berhasil memperkenalkan teknologi pembuatan dan penggunaan biochar pada budidaya sayuran. Remaja Tani Alfagro telah terampil dalam membuat dan mengaplikasikan biochar pada saat membudidayakan beberapa jenis tanaman sayuran. Aktivitas budidaya tersebut juga dikawal dengan penelitian kualitas tanah pertanian yang menunjukkan bahwa biochar memperbaiki sifat-sifat tanah. Hasil dari kegiatan budidaya tersebut mengindikasikan bahwa komoditas sayuran yang mencapai potensi agronomi dengan kendala OPT minimal adalah pakcoy. Tanaman yang produksinya cukup bagus adalah kubis dan brokoli tetapi perlu penanganan serangan ulat Crosi (Crocidolomia binotalis Zeller) dan akar gada. Tanaman sawi hijau merupakan tanaman yang paling rentan terhadap akar gada. Tanaman lainnya yang sangat potensial dibudidayakan adalah wortel, lemon California, dan terong ungu.

Kesimpulan umum yang diperoleh dari hasil kegiatan budidaya sayuran dengan penggunaan biochar tersebut adalah biochar meningkatkan kualitas tanah pertanian dan meningkatkan hasil tanaman pakcoy, kubis, brokoli, dan sawi hijau. Hasil analisis tanah menunjukkan bahwa tanah yang dibudidayakan oleh remaja tani Alfagro tergolong subur tetapi produktivitasnya belum maksimal. Hasil ini kemudian ditindaklanjuti pada workshop hari kedua. 

Tema workshop pada hari kedua adalah “Perencanaan Wirausaha Pertanian Petani Muda Alfagro” dengan moderator Prof. Dr. Ir. Hervianti, MS dari Unand dan evaluator adalah Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, MS, M.Agr. Tim BambIndo Unud bersama-sama dengan co-promotor UGM, USK, dan Unand memberikan ulasan, saran dan masukan berdasarkan informasi dan data dari pemaparan mahasiswa dan remaja Tani Alfagro pada hari pertama. Tampil sebagai pembicara adalah Ni Wayan Sri Sutari, Sp.MP. dengan judul presentasi ‘’Pengembangan Usaha’’, Dr. Ir. I Wayan Diara, MS dengan judul presentasi ‘’Pengelolaan Kesuburan Tanah untuk Budidaya Sayuran’’, dan Ir. I Gusti Alit Gunadi, MS. dengan judul presentasi ‘’Teknologi Budidaya Tanaman Sayuran’’. 

Baca Juga  FP Unud Gelar Pelepasan Calon Wisudawan Periode Bulan Juni Tahun 2023

Tanah pertanian yang digunakan untuk budidaya oleh remaja tani Alfagro tergolong subur dengan kendala pada ketersediaan air pada bulan Mei-Juli dan adanya serangan OPT terutama ulat Crosi dan akar gada. Dengan demikian, produktivitas tanahnya belum optimal. Saran dan masukan kemudian diarahkan untuk memperbaiki sistem pengelolaan lahan pertanian untuk meningkatkan produktivitas tanah. Fokus kemudian diutamakan pada perbaikan teknologi budidaya dan pengelolaan kesuburan tanah dengan mempertemukan kondisi kesuburan tanah di lokasi Alfagro dengan kebutuhan nutrisi, air dan iklim untuk tanaman yang dibudidayakan. Pemrasaran memaparkan kebutuhan umum pupuk baik jenis, jumlah, dan waktu dan cara aplikasinya untuk beberapa komoditas sayuran yang akan dibudidayakan Remaja Tani Alfagro. Perlunya strategi penggunaan biochar dan pemanfaatan asap cair sebagai produk sampingan biochar juga disarankan untuk menanggulangi serangan OPT. Namun, harus dipastikan bahwa bahan baku biochar yang akan digunakan adalah limbah organik.  Guna memastikan keuntungan ekonomi dari komoditas yang dibudidayakan maka disarankan untuk mengembangkan usaha tani berbasis sayuran dengan meraih potensi pasar tradisional dan supermarket dengan memanfaatkan media sosial dan platform pemasaran lainnya.

Kesimpulan umum yang diperoleh pada hari kedua adalah  usaha tani Remaja Tani Alfagro sangat potensial untuk dikembangkan dengan memperbaiki produktivitas tanah melalui pendekatan kesuburan tanah dan teknologi budidaya. Pemasaran dapat dilakukan dengan memanfaatkan media sosial selain pasar tradisional dan supermarket. Dalam upaya melanjutkan kiprah remaja tani Alfagro terutama untuk mengembangkan kegiatan wirausahanya, maka diperlukan dukungan dari berbagai pihak, baik dalam bantuan pendanaan, pengenalan teknologi dan inovasinya, serta pendampingan untuk memastikan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produksi sesuai dengan kebutuhan pasar. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1688-Fakultas-Pertanian-Universitas-Udayana-Universitas-Gajah-Mada-Universitas-Syiah-Kuala-dan-Universitas-Andalas-dengan-Dukungan-Ghent-University-Belgia-Memberdayakan-Remaja-Tani-Alfagro.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Hadiri Puncak Dies Natalis Ke-59 FEB Unud, Gubernur Koster Berharap Konsep Ekonomi Kerthi Bali Dikenalkan di Kampus

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026).
HADIRI DIES NATALIS FEB UNUD: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana yang berlangsung di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana yang berlangsung di halaman kampus setempat, Selasa (1/9/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyinggung keberadaan Unud sebagai lembaga Pendidikan tinggi yang memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah Bali. “Pakar yang tergabung di Pemprov Bali sebagian dari Unud dan secara institusi maupun pribadi, saya dengan Bapak Rektor memiliki hubungan yang sangat baik, terus berkoordinasi untuk menyelaraskan kerja sama antara Pemprov dengan Unud,” ucapnya.

Ia menilai, Unud adalah salah satu perguruan tinggi top di Bali yang menjadi rujukan bagi wilayah Indonesia Timur. Selain itu, universitas ini juga membawa nama besar Udayana, raja yang sangat berpengaruh pada jamannya dan di bawah pemerintahan beliau, Bali mencapai masa keemasan. Saat dipercaya menjadi pemimpin, Gubernur Koster banyak mempelajari konsep para raja terdahulu dalam membangun Bali dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

“Ini saya jadikan pedoman agar alam, manusia dan alam Bali tetap ajeg. Bali harus betul-betul dibangun sesuai dengan karakteristik dan potensi lokalnya. Ini yang sedang saya kerjakan dengan sangat serius melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun,” urainya.

Dijelaskan olehnya, Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun isinya sangat lengkap, berkaitan dengan segala aspek tentang kehidupan, baik alam, manusia maupun budaya yang semuanya harus hidup, tumbuh dan menjaga keterkaitan satu sama lain agar Bali terpelihara dengan baik.

Salah satu konsep yang menurutnya relevan dengan keberadaan FEB adalah Ekonomi Kerthi Bali dan sudah tertuang dalam sebuah buku. Ia yakin konsep ini sangat penting untuk diketahui oleh keluarga besar FEB Unud, baik kalangan dosen maupun mahasiswa.

Baca Juga  FP Unud Terima Sosialisasi Program Wirausaha Merdeka

“Saya berharap konsep ini dikenalkan di kampus karena sangat bagus, supaya pengetahuan yang kita bangun benar-benar menyentuh dan menyatu dengan karakter serta potensi daerah Bali. Saya siap memberi kuliah umum tentang Ekonomi Kerthi Bali di FEB,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Gubernur Bali dua periode ini berharap Unud terus memberi kontribusi nyata untuk membangun Pulau Dewata. “Ini yang sangat saya harapkan, khususnya pada FEB yang genap berusia 59 tahun. Jadikan dies natalis menjadi momentum untuk bergerak maju agar FEB makin kuat, tangguh dan makin terkenal. Menjadi kebanggaan masyakarat Bali dan Indonesia,” pungkasnya.

Dekan FEB Unud Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari dalam sambutannya menyampaikan sejumlah capaian fakultas yang dipimpinnya. FEB Unud saat ini telah menjadi fakultas ekonomi terkemuka di wilayah Indonesia Timur dengan ribuan lulusan yang terserap di berbagai sektor. Capaian lainnya, 10 dari 12 prodi di FEB telah terakreditasi unggul. Menurut dia, capaian ini bukan hasil kerja satu orang, melainkan hasil kerja kolektif dan dukungan dari berbagai komponen.

Dalam momentum ini, Wiwin Setyari mengajak keluarga besar FEB memaknai tema Dies Natalis Empowering Collective Impact: Driving Change Beyond Limits, Together as One untuk menghasilkan dampak kolektif yang lebih nyata bagi masyarakat.

“Saya berharap ini bukan hanya sekadar slogan tapi penegasan bahwa keunggulan dari kerja keras harus diterjemahkan dalam tindakan nyata hingga bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya. Perayaan dies natalis FEB ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan Wiwin Setyari dan potongan pertama diserahkan kepada Gubernur Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Panitia Lomba Layang-layang Tak Profesional, Bupati Jembrana Kecewa Berat

Published

on

By

Bupati Tinjau Lomba Layang-layang
TINJAU LOMBA: Bupati Jembrana saat meninjau penyelenggaraan Lomba Layang-layang Jembrana yang berlangsung di Pantai Pengambengan pada Minggu (30/8). (Foto: jembranakab.go.id)

Jembrana, baliilu.com – Penyelenggaraan Lomba Layang-layang Jembrana yang berlangsung di Pantai Pengambengan pada Minggu (30/8) memicu gelombang kekecewaan mendalam dari para peserta (rare angon) hingga Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan.

Event yang diselenggarakan oleh organisasi Kite Pelangi Jembrana tersebut dinilai gagal disajikan secara profesional akibat buruknya manajemen teknis, minimnya koordinasi, hingga ketidaktransparanan penilaian.

Padahal dengan kapasitas dan nama besar organisasi tersebut, Pelangi Jembrana dinilai seharusnya mampu menyuguhkan ajang berstandar tinggi yang profesional dan rapi.

Kondisi di lapangan menunjukkan minimnya persiapan panitia, atmosfer acara yang sepi, bentroknya jadwal dengan Denpasar Kite Festival, hingga sikap penyelenggara yang dinilai tidak profesional. Hal ini dinilai merugikan potensi pariwisata dan roda perekonomian UMKM lokal yang seharusnya berputar optimal melalui event budaya karena dinilai sepi. Padahal Pemkab Jembrana turut menggelontorkan anggaran untuk mendanai kegiatan tersebut.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, secara terpisah, Senin (31/8) turut menyampaikan kekecewaannya. Bahkan ia melihat langsung di lapangan saat meninjau acara dan menyerukan pembenahan menyeluruh.

“Pelaksanaannya sangat mengecewakan dan terkesan asal-asalan, tanpa persiapan yang matang. Bahkan event yang digarap komunitas kecil dengan anggaran lebih sedikit bisa dikemas jauh lebih baik dari ini. Ini harus jadi catatan sekaligus evaluasi total panitia,” tegas Kembang dikutip dari laman jembranakab.go.id.

Ia menegaskan agar seluruh organisasi di Jembrana lebih serius, transparan, dan bertanggung jawab dalam mengemas kegiatan di masa mendatang demi menjaga nama baik daerah.

Kekecewaan serupa juga dirasakan oleh peserta lainnya. Selain kendala teknis dan pengemasan acara yang buruk, proses penentuan juara oleh panitia dinilai mencederai sportivitas serta semangat kebersamaan para pecinta seni layang-layang Bali.

Baca Juga  Prof. Christine PETR: Manfaatkan Medsos untuk Bangun Loyalitas Wisatawan ke Bali

“Banyak kekecewaan yang terjadi, baik itu teknis sampai keputusan pengambilan juara yang dilakukan oleh pihak panitia. Kegaduhan ini sudah menimbulkan banyak kekecewaan, baik itu rare angon Jembrana dan rare angon Sarbagita,” ungkap salah satu peserta dari komunitas yang enggan disebut namanya.

Karena itu, ia mendesak Pemkab Jembrana meminta pengurus Pelangi Jembrana melakukan evaluasi menyeluruh agar seluruh organisasi di Jembrana lebih serius, transparan, dan bertanggung jawab dalam mengemas event daerah.

“Perlu ada evaluasi terhadap Ketua Pelangi Jembrana saat ini. Yang kita butuhkan sosok yang memiliki kapasitas serta komitmen tinggi untuk mengayomi asosiasi sehingga kami tetap merasa dinaungi serta diurus oleh asosiasi,” ujarnya.

Peserta juga berharap insiden ini menjadi momentum evaluasi agar penyelenggaraan event budaya di masa mendatang dikelola secara transparan, profesional, dan bertanggung jawab demi mengayomi seluruh pecinta layang-layang di Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sutjidra Pastikan Penuntasan Jalan Bukti-Tunjung, Progres Pengerjaan Lampaui Target

Published

on

By

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra meninjau progres pengerjaan proyek peningkatan ruas Jalan Bukti-Tunjung, Selasa (1/9).
TINJAU PROYEK: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat meninjau langsung progres pengerjaan proyek peningkatan ruas jalan yang secara resmi bernama Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak), Selasa (1/9). (Foto: Hms Buleleng)  

Buleleng, baliilu.com – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra memastikan penuntasan Jalan Bukti-Tunjung terus berlanjut sesuai rencana. Ia menyampaikan optimisme tersebut saat meninjau langsung progres pengerjaan proyek peningkatan ruas jalan yang secara resmi bernama Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak), Selasa (1/9).

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Sutjidra melihat perkembangan pekerjaan pada seksi satu ruas jalan yang menghubungkan wilayah Desa Bukti menuju Desa Tunjung. Pekerjaan utama berupa penghamparan aspal hotmix telah selesai, sementara saat ini pengerjaan memasuki tahap penyelesaian bahu jalan.

“Sekarang tinggal memasang bahu jalan, hamparan hotmix-nya sudah selesai. Nanti dilanjutkan untuk section dua,” ujar Sutjidra.

Menurut Sutjidra, kualitas pengerjaan jalan tersebut cukup baik, terutama dari sisi ketebalan aspal yang digunakan. Ia menyebut hasil pengerjaan saat ini lebih baik dibandingkan ruas yang sebelumnya telah dikerjakan di wilayah Desa Tunjung.

“Ini aspalnya cukup bagus, tebal. Lebih tebal dari yang di Tunjung pertama. Yang pertama mungkin sudah dicoba, ini hasil pengembangannya,” katanya.

Sutjidra menjelaskan, pekerjaan lanjutan Jalan Bukti-Tunjung pada tahun 2026 memiliki panjang sekitar 3 kilometer dengan nilai anggaran mencapai Rp 6,3 miliar. Pekerjaan tersebut tidak hanya menyasar badan jalan, tetapi juga mencakup pembangunan bahu jalan untuk memperkuat konstruksi dan menjaga ketahanan ruas jalan.

“Untuk proyeknya, selain badan jalan, ada bahu jalan dengan ukuran 1 meter dan setengah meter,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menyelesaikan tahap pertama peningkatan Ruas Jalan SP3 Jn. Bukti (Jalan Merak – Tunjung Br. Desa Tonggak) sepanjang sekitar 3,1 kilometer pada 2025 yang berlokasi di Desa Tunjung. Pembangunan bertahap ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menuntaskan akses jalan yang selama bertahun-tahun menjadi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Himagrotek FP Unud Gelar Social Education Agroecotechnology 2022

Terkait target penyelesaian pekerjaan lanjutan tahun 2026, Sutjidra menyebut proyek tersebut direncanakan rampung pada Oktober. Melihat progres pekerjaan di lapangan, ia optimistis pengerjaan dapat selesai sesuai jadwal bahkan lebih cepat.

“Targetnya 29 Oktober sudah harus selesai. Tapi melihat progresnya sekarang, harusnya sudah selesai. Kita optimistis ini selesai. Deviasinya sudah lebih dari 8 persen dari target,” ungkap Sutjidra.

Dengan proses penyelesaian proyek ini, Pemkab Buleleng berharap Jalan Bukti-Tunjung segera tuntas dan mampu meningkatkan konektivitas masyarakat. Terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi, pertanian, pendidikan, serta mobilitas warga di wilayah Kecamatan Kubutambahan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca