Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Pencegahan Stunting dari Hulu di Festival GenRe Kabupaten Badung

BALIILU Tayang

:

festival
Ketua DPR RI Puan Maharani dan Menteri P3A Bintang Puspayoga didampingi Bupati Nyoman Giri Prasta saat acara Festival GenRe, di Wantilan Desa Pecatu Kuta Selatan, Selasa (30/8). (Foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Ketua DPR RI Puan Maharani dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Bintang Puspayoga didampingi Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menghadiri acara Festival GenRe (Generasi Berencana) dengan tema Pencegahan Stunting Dari Hulu, bertempat di Wantilan Desa Pecatu Kuta Selatan, Selasa (30/8).

Turut hadir Kepala BKKBN DR.(HC). dr. Hasto Wardoyo Sp.OG, anggota DPR RI Made Urip, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Ketua TP PKK Badung Seniasih Giri Prasta, Sekda Wayan Adi Arnawa beserta Kepala OPD terkait di Lingkungan Pemkab Badung. Pada kesempatan itu diserahkan bantuan sebanyak 8 buah kursi roda.

Dalam sambutannya Bupati Giri Prasta melaporkan bahwa semenjak dilantik menjadi Bupati tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Badung sudah menggunakan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). Semesta itu menyeluruh, berencana itu terpola dengan merubah RPJP dan melaksanakan RPJMD, sehingga Pancasila 1 Juni 1945 menjadi bintang penuntun, dan jembatannya adalah PPNSB. Didalamnya ada 5 bidang pembangunan yaitu pangan, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan, jaminan sosial dan tenaga kerja , adat, agama, tradisi, seni dan budaya, yang kelima adalah pariwisata lengkap dengan infrastruktur.

“Ini adalah jembatan emas, tujuannya adalah Trisaktinya Bung Karno, berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan. Hasilnya, masyarakat Badung menjadi sejahtera dan bahagia,” katanya.

Di sub bidang kesehatan Bupati Giri Prasta menyampaikan bahwa sesuai arahan dari BKKBN dan arahan Ibu Ketua DPR RI, Kabupaten Badung sudah melaksanakan penanganan stunting melalui program Garbasari (Gerakan Badung Sehat Seribu Hari Angka Kehidupan.) ditambahkan juga bahwa Badung sudah mendapatkan hasil angka prevalensi dari survei status di Indonesia pada tahun 2021 sudah melampaui 8,7% dari target nasional 14%.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Terima Siswa-siswi SMPN 1 Mengwi, Jelang Kejuaraan Renang Antar-Pelajar

“Alhamdullilah, Astungkara, 2024 target itu terpenuhi untuk Kabupaten Badung yang kita cintai bersama. Kami mendukung sepenuhnya program kegiatan untuk mengatasi stunting ini. berkenaan dengan hal ini ke depan, kami Kabupaten Badung, selalu bekerja keras, selalu bekerja ikhlas, selalu bekerja cerdas dan siap untuk bekerja tuntas. Bekerja ini kita menggunakan tiga hati, satu bekerja dengan hati, sepenuh hati dan berhati-hati, itulah prinsip yang kami lakukan. Akhirnya atas nama pribadi, pemerintah dan masyarakat menghaturkan terima kasih Ibu Ketua DPR RI, Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan begitu juga untuk Bapak BKKBN yang telah menyelenggarakan Festival GenRe ini di Kabupaten Badung, Semoga stunting bisa kita lampaui bersama dan kita lewati bersama, Sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” imbuhnya.

Sementara Kepala BKKBN DR.(HC). dr. Hasto Wardoyo, menyampaikan bahwa saat ini Indonesia mengalami bonus demografi, dimana 45% dari total jumlah penduduk Indonesia merupakan usia remaja dengan jumlah laki dan perempuannya seimbang.

“Anak-anak GenRe memiliki peran penting dalam mencegah stunting karena yang akan hamil dan melahirkan dimasa mendatang adalah mereka ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Badung karena Badung menjadi kabupaten dengan angka stunting terendah seluruh Indonesia dan menjadi contoh nasional. Karena kondisi stunting menyebabkan anak memiliki postur tubuh pendek, tidak cerdas dan mudah sakit. Melalui gerakan GenRe kita akan melahirkan SDM unggul menuju Indonesia maju,” ucapnya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Bintang Puspayoga menyatakan sumber daya yang paling berharga suatu negara adalah SDM yang berkualitas, untuk itu sudah menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga pemenuhan hak anak yang memiliki kesehatan fisik dan bebas stunting. “Stunting masih mengancam pemenuhan hak anak nasional, upaya percepatan pencegahan stunting tidaklah mudah, namun dengan kerjasama tidak ada hal yang mustahil. dalam hal percepatan penurunan stunting pencegahan menjadi sangat penting, makanya pencegahan stunting dari hulu merupakan program yang sangat tepat dengan melibatkan generasi berencana, para Duta GenRe ini diharapkan menjadi agen perubahan untuk merencanakan generasi masa depan gemilang menuju Indonesia emas 2045,” terangnya

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri HUT Ke-19 ST. Prana Sukma Banjar Pipitan Canggu

Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut karena dirinya baru pertama kali di Bali melihat anak-anak muda berkumpul sebanyak ini sebagai Duta GenRe dalam acara Sosialisasi Pencegahan Stunting dari Hulu. “Membangun Indonesia harus bersama dan gotong royong dengan anak muda, karena di tangan anak muda inilah yang akan memutuskan kondisi Indonesia kedepannya. Titik awal masa kejayaan Indonesia ada di tangan anak muda menuju Indonesia Emas tahun 2045. Dukungan GenRe akan memudahkan kita dalam memberikan sosialisasi kepada anak muda tentang apa yang menjadi program prioritas nasional,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pansus DPRD Badung Gelar Rapat, Masukkan Unsur Budaya Bali dalam Ranperda Ormas

Published

on

By

ranperda ormas badung
RAPAT PANSUS: Panitia Khusus (Pansus) inisiatif DPRD Kabupaten Badung saat menggelar rapat kedua dalam upaya mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang digelar di Ruang Gosana II Kantor DPRD Badung pada Senin, 20 April 2026. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Panitia Khusus (Pansus) inisiatif DPRD Kabupaten Badung pada Senin, 20 April 2026 menggelar rapat kedua dalam upaya mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Pansus menekankan pentingnya sinkronisasi antara regulasi nasional dengan kearifan lokal Bali.

Rapat yang digelar di Ruang Gosana II Kantor DPRD Badung tersebut, dipimpin Ketua Pansus I Gusti Lanang Umbara juga dihadiri Wakil Ketua Pansus I Made Ponda Witawan, Sekretaris Pansus I Wayan Puspa Negara dan Anggota Pansus di antaranya I Made Rai Wirata, I Wayan Sandra, I Putu Sika Adi Putra, I Made Yudana, I Made Tomi Martana Putra, serta I Putu Dendy Astra Wijaya. Turut hadir OPD terkait, Tim Penyusun Naskah Akademik, Tim Ahli Komisi dan Tim Ahli Bapemperda.

Ketua Pansus I Gusti Lanang Umbara menyatakan bahwa regulasi ini bertujuan untuk memastikan peran Ormas sejalan dengan program pembangunan daerah. Ia menegaskan agar keberadaan Ormas tidak justru mengganggu stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat di Kabupaten Badung.

Lanang menyebutkan Bali hanya memiliki sektor pariwisata, terlebih khusus sektor pariwisata itu 80%-nya ada di Kabupaten Badung. Oleh karena itu, pariwisata itu perlu keamanan dan kenyamanan. Sehingga sangat urgent sekali membentuk ranperda tentang pemberdayaan Ormas ini.

“Kita tidak ingin organisasi kemasyarakatan yang tujuannya membantu Pemerintah justru melakukan hal-hal yang tidak diinginkan sehingga mengganggu stabilitas,” ujar Lanang Umbara.

Lebih lanjut, Lanang menjelaskan bahwa penyusunan Ranperda ini wajib berlandaskan pada undang-undang yang lebih tinggi. Namun, ia memberikan catatan khusus mengenai penerapan prinsip Tri Hita Karana dan kearifan lokal sebagai syarat pendaftaran maupun rekomendasi berdirinya sebuah Ormas di Badung.

“Jangan sampai Ormas yang berdiri di Badung tidak mengenali budaya dan kehidupan sosial kita. Jika tidak selaras dengan kearifan lokal, potensi benturan dan gesekan akan besar. Inilah yang kita sinkronisasikan,” katanya.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta dan DPRD Badung Tandatangani KUA-PPAS

Selain aspek pendaftaran, Pansus juga menyoroti pengaturan sanksi bagi Ormas yang melanggar ketentuan.

Selain merujuk pada PP No. 58 tentang sanksi pembekuan hingga pembubaran, Perda ini nantinya akan memasukkan komponen pelanggaran terhadap kearifan lokal sebagai salah satu dasar pemberian hukuman (punishment).

Melalui regulasi ini, DPRD Badung berharap Ormas dapat tumbuh menjadi mitra pemerintah yang harmonis dengan adat dan budaya Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Sampaikan Pengarahan pada Ketua DPRD Seluruh Indonesia

Published

on

By

Presiden Prabowo
PENGARAHAN: Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan pada Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia yang digelar di Kompleks Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 18 April 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Magelang, Jateng, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan pada Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seluruh Indonesia yang digelar di Kompleks Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 18 April 2026. Acara KPPD ini mengusung tema “Memperkuat peran pimpinan DPRD provinsi/kabupaten/kota guna mendukung Asta Cita menyongsong Indonesia emas 2045.”

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti secara khidmat oleh seluruh peserta. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan laporan dari Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesia, TB. Ace Hasan Syadzily mengenai pelaksanaan dan tujuan penyelenggaraan KPPD tahun 2026.

“KPPD ini telah berlangsung lima hari Bapak Presiden, sejak tanggal 15 sampai dengan esok hari tanggal 19 April 2026, bertempat di Lembah Tidar Akademi Militer Magelang, tempat para pemimpin nasional ditempa dan digembleng, yang dihadiri oleh 503 Ketua DPRD,” ucap Gubernur Lemhanas.

Setelahnya, turut ditayangkan video dokumentasi kegiatan KPPD yang menggambarkan proses pembelajaran, pembinaan kepemimpinan, serta dinamika interaksi antarpeserta selama mengikuti program.

Dalam pengantar arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kehadiran Kepala Negara didasarkan pada pertimbangan peran strategis dari Ketua DPRD. Forum ini juga menjadi momentum bagi Presiden untuk menyampaikan pandangannya secara langsung kepada para pemimpin legislatif daerah.

“Setelah saya mengetahui bahwa di sini adalah seluruh Ketua DPRD seluruh Indonesia, saya anggap penting dan tepat kalau saya hadir langsung,” ujar Presiden Prabowo.

Bukan hanya sebagai Kepala Negara, tetapi Presiden Prabowo berbicara sebagai sesama anak bangsa. Presiden menyoroti keberagaman latar belakang para peserta, mulai dari daerah asal, suku, pendidikan, hingga partai politik sebagai kekuatan yang menyatukan dalam semangat kebangsaan.

Baca Juga  Menteri Hadi Tjahjanto Launching Kabupaten Badung Lengkap Pertama di Indonesia

“Sebagai anak bangsa, hari ini saya ingin bicara dari hati ke hati, saya ingin bicara apa adanya,” tutur Kepala Negara.

“Saya berpendapat sebagai anak bangsa, sebagai patriot, karena saya datang ke sini, saya jumpa saudara-saudara dengan satu praanggapan bahwa kita semua di tenda ini adalah patriot,” lanjutnya.

Melalui forum ini, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya ditentukan di pusat, tetapi justru bertumpu pada kepemimpinan yang solid, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan rakyat di seluruh daerah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Kembang Padukan Pembangunan Infrastruktur dan Edukasi Sampah Berbasis Sumber di Baler Bale Agung

Published

on

By

Pemkab Jembrana
TINJAU RENCANA PROYEK: I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), saat meninjau langsung rencana proyek perbaikan jalan di ruas Jalan Kuburan Cina, Kelurahan Baler Bale Agung, Senin (20/4). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus mempercepat peningkatan infrastruktur wilayah sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan berbasis masyarakat. Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), melakukan peninjauan langsung terhadap rencana proyek perbaikan jalan di ruas Jalan Kuburan Cina, Kelurahan Baler Bale Agung, Senin (20/4).

Proyek peningkatan jalan sepanjang 600 meter ini akan menggunakan pengaspalan jenis hotmix. Pengerjaan fisik dijadwalkan mulai berjalan pada awal Juni 2026 dengan memanfaatkan alokasi anggaran sebesar Rp 900 juta yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali.

Dalam tinjauannya, Bupati menekankan pentingnya aspek teknis untuk kenyamanan pengguna jalan. Rencananya, jalan yang semula hanya memiliki lebar 3,5 meter akan ditingkatkan menjadi 5 meter melalui teknis penutupan saluran drainase menggunakan plat beton di titik-titik kritis. Hal ini dilakukan guna memastikan aksesibilitas kendaraan roda empat tetap lancar saat berpapasan.

“Pembangunan infrastruktur ini harus diimbangi dengan kepedulian lingkungan. Saya mengajak masyarakat agar rutin melaksanakan gotong-royong agar kawasan ini tetap asri dan terawat,” tegas Bupati di sela-sela peninjauan.

Usai meninjau lokasi infrastruktur, Bupati dan Wabup Ipat melanjutkan agenda dengan kegiatan ngampik (berkunjung) ke salah satu rumah warga sekitar. Dalam suasana kekeluargaan yang hangat, Bupati tidak hanya berdialog mengenai kondisi infrastruktur, tetapi juga memberikan edukasi langsung mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber.

Bupati mengajak warga untuk mulai disiplin memilah sampah dari rumah tangga. Langkah ini kata Bupati penting mengingat kemajuan fisik daerah harus berjalan beriringan dengan kesadaran ekologis masyarakat khususnya persoalan sampah.

“Kesuksesan pembangunan jalan ini tidak akan lengkap tanpa lingkungan yang bersih. Dengan memilah sampah dari sumbernya, kita tidak hanya menjaga kebersihan di Baler Bale Agung, tapi juga membantu keberlanjutan lingkungan di seluruh Kabupaten Jembrana,” tambahnya.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Telik Motor Contest Br. Kedampal

Melalui perpaduan pembangunan fisik dan penguatan kesadaran masyarakat ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana berharap kualitas hidup masyarakat di tingkat lingkungan dapat meningkat, mendukung program kebersihan lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Jembrana. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca