Ketua TP. PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat menerima bantuan 3.000 bibit cabai dari Bank Indonesia dan 13.300 bibit cabai dari Bupati Tabanan. (Foto: Ist)
Tabanan, baliilu.com – Dalam rangka percepatan pengendalian Inflasi Daerah, Ketua TP PKK Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya, S.H., M.M. menerima bantuan dari Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali yang bersinergi dengan Ketua TP PKK Provinsi Bali berupa 3.000 bibit cabai yang dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis ke desa binaan masing-masing kecamatan, Selasa (27/9).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan ini, Ketua TP PKK Tabanan didampingi oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M., Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali beserta jajaran, Sekda Kabupaten Tabanan dan para Asisten Sekda, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, Direktur Perumda Dharma Santhika, para Camat dan Ketua Forum Perbekel Kecamatan se-Kabupaten Tabanan, Pengurus TP. PKK Kabupaten Tabanan serta ketua TP. PKK kecamatan dan desa se-Kabupaten Tabanan.
Acara ini merupakan tindak lanjut dari penyerahan secara simbolis 30.000 bibit cabai dari Bank Indonesia kepada TP PKK Provinsi Bali yang dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis kepada seluruh ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali pada acara Pasar Rakyat Provinsi Bali yang dilaksanakan pada tanggal 2 September lalu di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon Denpasar.
Langkah lanjutan yang dilakukan ialah mendistribusikan 3.000 bibit cabai ini kepada 3 Desa Binaan dari masing-masing kecamatan. Jadi ada 30 Desa Binaan yang mendapat bibit cabai dengan sebaran 100 bibit cabai per desa. “Desa Binaan merupakan desa yang dipersiapkan oleh TP. PKK Tabanan yang nantinya akan menjadi perwakilan Kabupaten Tabanan dalam lomba-lomba implementasi 10 Program Pokok PKK di Tingkat Provinsi Bali,” ungkap Rai Wahyuni dalam sambutannya.
Langkah strategis berikutnya ialah dari Bupati Tabanan, melalui Perumda Dharma Shantika memberikan bantuan 13.300 bibit cabai dengan pembagian masing-masing 100 bibit kepada TP. PKK desa di seluruh Kabupaten Tabanan.
“Di kesempatan ini, kami TP PKK Kabupaten Tabanan sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan, tentunya kegiatan ini sebagai gerakan kita bersama dan TP. PKK memiliki peran penting dan strategis dalam membantu pemerintah menyosialisasikan dan mengimplemetasikan pelaksanaan program di tengah masyarakat. Salah satunya upaya pengendalian laju inflasi ini,” jelas Rai Wahyuni.
Bupati Tabanan Komang Sanjaya foto bersama TP PKK Kabupaten Tabanan usai menerima bibit cabai. (Foto: Ist)
Lebih lanjut, pihaknya berharap, kegiatan ini dapat meringankan beban perekonomian dan mendukung program ketahanan pangan keluarga yang merupakan salah satu program unggulan PKK. “Gerakan tanam cabai ini selaras dengan program PKK yakni ‘Aku Hatinya PKK’,” sambungnya.
Pemanfaatan halaman rumah melalui tanaman holtikultura kerap disosialisasikan oleh Rai Wahyuni, agar terus dilanjutkan, agar manfaatnya dapat terasa bagi keluarga.
“Di kesempatan ini saya mengimbau kepada para kader PKK Desa agar bantuan ini ditanam dan dirawat dengan baik di pekarangan rumah masing-masing sampai panen agar manfaatnya dapat benar-benar dirasakan. Saya juga berharap agar gerakan ini dilanjutkan secara berkesinambungan bukan hanya terbatas pada cabai tapi juga pada tanaman holtikultura lainnya yang bermanfaat bagi keluarga,” Ketua TP PKK Tabanan tersebut memaparkan.
Kader PKK, terus dimotivasikan agar selalu bisa kreatif dan inovatif dalam mengolah Tabanan di pekarangan rumah sehingga memiliki nilai jual dan nilai yang ekonomis. Lebih lanjut, pihaknya mengatakan, pemasaran produk-produk hasil UP2K akan diberikan ruang di setiap event yang diselenggarakan di Kabupaten Tabanan baik yang berskala besar maupun kecil. Hal itu terbukti saat acara pembagian bibit cabai hari ini, di mana belasan tenan UP2K, IKM dan UMKM Tabanan diberi ruang untuk mempromosikan dan memasarkan produknya.
Rai Wahyuni menyebutkan bahwa ini merupakan bentuk komitmen ketua TP PKK sekaligus sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan agar IKM UMKM Tabanan dapat segera bangkit pasca-pandemi Covid-19. “Dari hal kecil ini kita TP PKK bisa berkontribusi terhadap penyelesaian permasalahan daerah, selalu saya sampaikan di setiap kesempatan bahwa tugas PKK adalah tugas mulia yang harus kita laksanakan dengan ketulusan dan keikhlasan hati,” ujarnya lebih lanjut.
Seiring dengan harapan Ketua TP PKK tersebut, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Gusti Agung Diah Utari, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tabanan beserta Ketua TP PKK Tabanan dan para anggota, atas kelancaran pelaksanaan kegiatan ini. “Melalui program tanam cabai ini, kami berharap kita semua dapat mengantisipasi kenaikan harga cabai yang berdasarkan data historis di Provinsi Bali yang biasa mengalami kenaikan di bulan November / Desember, seiring dengan peningkatan kebutuhan adanya event besar puncak G20, perayaan Natal dan tahun baru dan periode liburan,” ujarnya. Selain itu, pihaknya juga berharap bantuan dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan cabai sehari-hari dari pekarangan rumah terdekat. (gs/bi)
PEMERIKSAAN HANDPHONE: Unit Propam Polsek Denpasar Selatan melaksanakan pemeriksaan handphone personel yang dipimpin langsung Kanit Propam Aiptu Ida Bagus Putu Dwitama, S.H., Selasa (8/9/2026). (Foto: Hms Polresta Dps)
Denpasar, baliilu.com – Unit Propam Polsek Denpasar Selatan melaksanakan pemeriksaan handphone personel yang dipimpin langsung Kanit Propam Aiptu Ida Bagus Putu Dwitama, S.H., sebagai langkah pengawasan dan pencegahan terhadap keterlibatan anggota dalam aktivitas judi online maupun pinjaman online ilegal, Selasa (8/9/2026).
Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari pembinaan internal untuk memastikan seluruh personel menggunakan perangkat komunikasi secara bijak serta tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun mencoreng citra institusi Polri.
Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Agus Adi Apriyoga, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan toleransi terhadap personel yang terbukti terlibat judi online maupun pinjaman online ilegal. “Ini merupakan langkah pencegahan sekaligus pengawasan internal. Saya tegaskan, tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat judi online maupun pinjaman online ilegal. Apabila ditemukan pelanggaran, akan dilakukan pemeriksaan dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk penerapan sanksi disiplin maupun kode etik sesuai tingkat pelanggarannya,” tegas Kapolsek.
Kapolsek juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga integritas, disiplin dan kehormatan institusi. “Jangan sampai kesalahan pribadi berdampak pada tugas dan nama baik institusi. Gunakan teknologi secara bertanggung jawab, jauhi judi online dan pinjaman online ilegal. Polsek Denpasar Selatan akan terus meningkatkan pengawasan dan melakukan pembinaan secara konsisten,” pungkasnya. (gs/bi)
PEMADAMAN: Personel Dinas Damkarmat Buleleng saat melakukan pemadaman api di salah satu rumah penduduk yang terbakar. (Foto: Hms Buleleng)
Buleleng, baliilu.com – Enam kejadian kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Buleleng dalam sehari, Senin (7/9/2026). Peristiwa tersebut masing-masing terjadi di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Desa Pangkung Paruk dan Ularan di Kecamatan Seririt; Banjar Dinas Konci, Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar; Jalan Jalak Putih LC Baktisraga, serta Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Buleleng bergerak cepat melakukan penanganan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, Gede Arya Suardana, dikonfirmasi Selasa (8/9/2026), mengatakan enam kejadian tersebut memiliki karakteristik berbeda. Tiga kejadian merupakan kebakaran lahan, masing-masing seluas sekitar 50 are di Desa Ularan dan 30 are di Banjar Dinas Konci, Desa Tigawasa dan di Desa Pangkung Paruk. Sementara tiga kejadian lainnya merupakan kebakaran rumah di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, dengan bagian yang terbakar meliputi dapur dan bangunan rumah, kemudian di Jalak Putih LC 8 Blok B yang terbakar atap, rumah, kompor dan pakaian, lalu kebakaran rumah di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu.
“Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Kecepatan respons menjadi hal penting dalam penanganan kebakaran, terutama pada kondisi kemarau dan ketika angin cukup kencang karena api sangat mudah membesar dan merambat,” ujar Arya.
Ia menjelaskan, dalam penanganan enam kejadian tersebut, petugas menggunakan total sekitar 5 tangki air. Sebanyak satu tangki digunakan untuk memadamkan kebakaran lahan di Ularan, tiga tangki di lokasi kebakaran lahan Banjar Dinas Konci, Tigawasa serta Pangkung Paruk, dan satu tangki untuk penanganan kebakaran rumah di Gitgit.
“Dari laporan yang kami terima, petugas dapat melakukan pemadaman dalam waktu relatif cepat setelah tiba di lokasi. Untuk kebakaran lahan di Ularan, pemadaman berlangsung sekitar satu jam, di Tigawasa sekitar satu jam 40 menit, sedangkan kebakaran rumah di Gitgit dan LC serta di Desa Bengkel dapat ditangani sekitar 45 menit,” ungkap Arya.
Menurut Arya, respons cepat tersebut penting untuk memastikan api tidak menjalar ke area lain maupun bangunan di sekitar lokasi. Terlebih, kebakaran lahan di wilayah pedesaan berpotensi meluas apabila kondisi vegetasi kering disertai hembusan angin.
“Kami terus mengingatkan seluruh personel untuk mengutamakan kecepatan, keselamatan dan ketepatan dalam melakukan penanganan. Tujuannya bukan hanya memadamkan api, tetapi juga melokalisir agar tidak meluas,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari tiga kejadian tersebut tidak terdapat laporan korban jiwa. Kerugian material juga dapat ditekan karena petugas segera melakukan pemadaman setelah menerima informasi. Untuk itu, masyarakat diminta segera menghubungi Damkarmat apabila melihat adanya tanda-tanda kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
“Musim kemarau saat ini, kami mengimbau masyarakat agar benar-benar berhati-hati terhadap sumber api. Jangan membakar sampah atau lahan sembarangan, pastikan kompor dan peralatan listrik dalam kondisi aman, serta jangan meninggalkan api tanpa pengawasan. Kondisi angin kencang sangat mudah membuat api kecil menjadi kebakaran besar. Segera laporkan apabila terjadi kebakaran agar petugas dapat bergerak cepat,” pungkas Arya dikutip dari laman bulelengkab.go.id. (gs/bi)
IKUTI WAWANCARA: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat mengikuti sesi presentasi dan wawancara Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Bali di Gedung Wanita Nari Graha, Denpasar, Selasa (8/9). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, mengikuti sesi presentasi dan wawancara Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Bali di Gedung Wanita Nari Graha, Denpasar, Selasa (8/9).
Kegiatan ini berfokus pada penilaian kesiapan daerah dalam melakukan transisi besar menuju Integrasi Layanan Primer (ILP) dan penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Selain itu, tim juga menilai kemampuan daerah dalam mengintegrasikan kearifan lokal Bali untuk mengatasi isu kesehatan krusial, seperti penanganan stunting dan kesehatan lansia.
Proses penilaian ini diuji langsung oleh Tim Penilai Provinsi Bali yang terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali.
Dalam kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi memaparkan secara rinci konsep, strategi, dan implementasi nyata transformasi Posyandu yang telah berjalan di Kabupaten Badung.
Ditemui seusai acara, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar ajang penilaian kompetisi, melainkan forum diskusi berharga untuk menyamakan persepsi mengenai penerapan transformasi Posyandu 6 SPM di tingkat akar rumput.
“Kegiatan ini sangat penting untuk menyamakan persepsi kita semua. Kita pastikan apakah pemahaman dan pelaksanaan Posyandu 6 SPM ini sudah berjalan serentak dan sama di setiap desa, kelurahan, hingga kecamatan di Kabupaten Badung,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan inovasi unggulan yang dikembangkan di Badung, yaitu program Badung Peduli Residu serta pelaksanaan rutin Temu Wirasa Kader yang merata hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Langkah inovatif ini dirancang untuk memperkuat pemahaman, sinkronisasi, dan memperkokoh kapasitas seluruh kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat demi mewujudkan warga Badung yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (gs/bi)