Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Jajaki Kerja Sama, Pendiri GEM Co., Ltd Kunjungi Fakultas Teknik Unud

BALIILU Tayang

:

unud
Kunjungan Pendiri dan Direktur Utama GEM Co., Ltd Prof. Xu Kaihua diterima langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi bersama Dekan Fakultas Teknik beserta jajaran Dekanat bertempat di Gedung Dekanat Kampus Jimbaran, Badung. Selasa (4/10/2022). (Foto: Ist)

Jimbaran, Badung, baliilu.com – Dalam rangka penguatan kerja sama pendidikan dan sumber daya manusia antara Indonesia dan Tiongkok, GEM Co., Ltd pada Selasa, 4 Oktober 2022 melakukan kunjungan ke Fakultas Teknik Universitas Udayana.

Penjajakan kerja sama di bidang pendidikan dan penelitian Hidrometalurgi ini difasilitasi oleh Asisten Deputi Industri Pendukung Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia bersama Sekretariat High Level Dialogue and Cooperation Mechanism RI-RRT/HDCM.

Kunjungan Pendiri dan Direktur Utama GEM Co., Ltd Prof. Xu Kaihua diterima langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi bersama Dekan Fakultas Teknik beserta jajaran Dekanat bertempat di Gedung Dekanat Kampus Jimbaran, Badung.

Wakil Rektor Prof. I Putu Gede Adiatmika menyampaikan pihaknya berharap pertemuan ini bisa ditindaklanjuti dengan kerja sama yang baik sehingga dapat mewujudkan apa yang menjadi rencana kerja antara Kemenko dan GEM. Pihaknya juga berharap kerja sama memberikan manfaat bagi Universitas Udayana khususnya Fakultas Teknik baik dosen, mahasiswa maupun staf lainnya. Melalui kesempatan tersebut Wakil Rektor menginformasikan bahwa Dubes China sudah berkunjung ke Universitas Udayana bulan lalu. Kerja sama yang sudah dibangun selama ini adalah dengan Fakultas Ilmu Budaya terkait pembelajaran Bahasa Mandarin serta yang lainnya yang berkaitan dengan pengembangan kerja sama Indonesia-Cina. Diharapkan melalui pertemuan ini semuanya bisa membantu melancarkan proses kerja sama dan memberikan manfaat bagi semua pihak. 

unud
Pertemuan antara Pendiri dan Direktur Utama GEM Co., Ltd Prof. Xu Kaihua dengan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Unud bersama Dekan FT beserta jajaran Dekanat bertempat di Gedung Dekanat Kampus Jimbaran, Badung. (Foto: Ist)

Asisten Deputi Yudi Prabangkara menyampaikan pihaknya datang mengantar sebuah pihak industri yakni GEM yang sudah beroperasi di kawasan industri Morowali. GEM merupakan salah satu industri nomor 5 terbesar di dunia dan merupakan produsen stainless steel terbesar di dunia yang saat ini ada di Morowali. Pimpinan GEM tidak hanya mengembangkan industrinya tetapi mendukung penyediaan tenaga ahli di bidang industri ekstrak ini.

Baca Juga  JUPI Unud Beri Pendampingan bagi Pengelola Jurnal Menuju Bereputasi Global

GEM serta CSU (Central South University) Tiongkok sudah bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia sejak tiga tahun yang lalu dimana sudah mengirimkan 21 Sarjana Indonesia untuk belajar S2 tentang metalurgi di China secara gratis. Tahap kedua akan dikirimkan sekitar 40 atau 50 lagi untuk batch II. Untuk industri di dalam negeri dimana industri ekstrak ini begitu massif, ada sekitar 90 industri smalter untuk nikel dan untuk mineral non-nikel ada 51 sehingga sudah dipastikan kita akan kekurangan SDM di bidang engineer, dan ini menjadi konsen dari Kementerian dan arahan dari Menko untuk melakukan penjajakan kerja sama dengan Universitas Udayana.

Pendiri dan Direktur Utama GEM Co., Ltd Prof. Xu Kaihua dalam kesempatan tersebut memperkenalkan sekilas mengenai GEM beserta program dan kegiatan yang dilakukan. GEM adalah salah satu perusahaan terbesar di China yang bergerak di bidang recycling, dimana sudah ada 17 pabrik yang terbagi dalam 11 provinsi di China. Bidang utama perusahaannya adalah recycling limbah industri dan elektronik maupun mobil bekas.

Dalam kesempatan tersebut Prof. Xu juga menayangkan sekilas mengenai investasinya di Indonesia yakni di Morowali, dimana juga ada museum nikelnya. Di dalam museum ini juga sedang dilakukan inovasi untuk membuat material baru. Jadi ini juga ada tiga jenis material nikel yang dikembangkan menjadi jenis energi baru. Dunia banyak memperhatikan Indonesia karena nikel ini, dan beberapa tahun belakangan ini memang kondisi nikel di pasar terus berkembang. Pihaknya saat ini sedang mengembangkan energi baru dengan teknologi tinggi.

Di samping itu di Morowali juga dikembangkan riset center dan membawa teknologi dari China. Pihaknya juga mengundang pihak Unud untuk datang ke riset center di Morowali dan berharap bisa membangun hal serupa di Bali yang memiliki daya tarik yang sangat besar.

Baca Juga  KUI Unud Tindak Lanjuti Kerja Sama dengan HK Haibin

Dekan Fakultas Teknik I Ketut Sudarsana, Ph.D. menyampaikan sekilas mengenai Fakultas Teknik yang memiliki 7 prodi yakni Arsitektur, Sipil, Elektro, Teknik Mesin, Teknologi Informasi, Teknik Industri dan Teknik Lingkungan. Program di fakultas sangat mendukung energi hijau yang sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang akan menerapkan energi bersih sehingga penelitian diarahkan ke energi hijau. Pihaknya sangat tertarik jika GEM dapat membangun fasilitas riset tentang energi terbarukan, energi hijau di Bali melalui kerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Udayana. Diharapkan juga ada peluang magang industri bagi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Udayana di Morowali yang dapat menunjang program MBKM. Begitu juga bagi dosen untuk melakukan riset bersama di riset center yang dimiliki GEM. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita4933-Pendiri-GEM-Co-Ltd-Kunjungi-Fakultas-Teknik-Universitas-Udayana.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bedah Buku Seri II, KPU Bali Bahas Penataan Dapil Berbasis Data dan Keadilan Representasi

Published

on

By

KPU Bali Gelar Bedah Buku Seri II di Undiknas
BEDAH BUKU: Kegiatan Bedah Buku Seri II yang diselenggarakan KPU Provinsi Bali di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Jumat (9/10/2026). (Foto: Hms KPU Bali)

Denpasar, baliilu.com – Penataan daerah pemilihan (dapil) tidak sekadar berkaitan dengan pembagian wilayah dan alokasi kursi, tetapi juga menyangkut bagaimana setiap kelompok masyarakat memperoleh keterwakilan yang adil dalam proses demokrasi. Perspektif tersebut menjadi pokok pembahasan dalam kegiatan Bedah Buku Seri II yang diselenggarakan KPU Provinsi Bali di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Jumat (9/10/2026).

Mengangkat tema “Penataan Daerah Pemilihan Berbasis Data dan Keadilan Representasi”, kegiatan ini mengulas buku Redistricting: A Manual for Analysts, Practitioners, and Citizens karya Peter A. Morrison dan Thomas M. Bryan. Kegiatan yang diselenggarakan secara hibrida ini dihadiri oleh 72 peserta secara luring dan 400 peserta secara daring melalui Zoom Meeting.

Sebagai tuan rumah, Rektor Universitas Pendidikan Nasional, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., IPM., ASEAN.Eng., membuka kegiatan dengan menyambut pelaksanaan bedah buku sebagai ruang pertukaran gagasan antara penyelenggara pemilu dan kalangan akademisi. Forum ini menjadi kesempatan untuk memperluas pemahaman mengenai penataan dapil melalui kajian ilmiah dan diskusi lintas perspektif.

Selanjutnya, Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menekankan bahwa penataan dapil harus didasarkan pada data yang akurat serta mempertimbangkan kondisi sosial, sejarah, dan budaya masyarakat. Menurutnya, penataan dapil tidak cukup hanya mengacu pada jumlah penduduk, alokasi kursi, dan batas wilayah administratif. Diperlukan pula pedoman yang jelas agar prosesnya dapat dipertanggungjawabkan, berlangsung transparan, serta meminimalkan potensi persoalan di kemudian hari.

Pentingnya data dan prinsip keadilan tersebut kemudian diperdalam oleh Anggota KPU RI, Dr. H. Idham Holik, melalui pembahasan pengalaman penataan dapil di Amerika Serikat. Penggunaan teknologi sistem informasi geografis (GIS), prinsip kesetaraan keterwakilan, dan pelibatan masyarakat menjadi sejumlah hal yang dapat dipelajari. Meski demikian, praktik dari negara lain perlu disesuaikan dengan sistem pemilu dan karakteristik wilayah Indonesia agar penerapannya tetap relevan dengan kebutuhan demokrasi nasional.

Baca Juga  Prodi Kedokteran Jiwa FK Unud bersama RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah Denpasar Gelar Seminar Internasional

Perspektif penyelenggara pemilu tersebut dilengkapi dengan pandangan akademisi. Prof. Dr. I Ketut Sukawati Lanang Perbawa menyoroti pentingnya memastikan keterwakilan berbagai kelompok masyarakat, termasuk kelompok minoritas serta komunitas dengan karakteristik sosial dan budaya tertentu.

Sementara itu, Prof. Dr. Ni Wayan Widiastini menekankan perlunya tata kelola kolaboratif yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan pemangku kepentingan lainnya. Pelibatan publik dinilai penting untuk membangun transparansi dan kepercayaan, sekaligus mencegah potensi konflik dalam proses penataan dapil. Diskusi berlangsung dengan dipandu moderator Ni Putu Sri Widiastini.

Melalui Bedah Buku Seri II ini, KPU Bali berharap pertukaran gagasan antara penyelenggara pemilu dan kalangan akademisi dapat memperkaya pemahaman serta memperkuat kesiapan menghadapi proses penataan dapil mendatang. Partisipasi ratusan peserta secara luring dan daring juga memperluas ruang diskusi mengenai pentingnya penataan dapil yang berlandaskan data dan kajian ilmiah. Dengan mengedepankan keterbukaan, kondisi geografis, serta aspek sosial dan budaya, penataan dapil diharapkan mampu mewujudkan keterwakilan yang lebih adil dan inklusif, sekaligus mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat yang diwakilinya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kemenag Buleleng Gelar Utsawa Jnananing Sad Dharma #3

Merajut Karakter Generasi Muda Hindu Lewat Seni, Budaya dan Teknologi

Loading

Published

on

By

Wabup Supriatna Buka Utsawa Jnananing Sad Dharma #3
BUKA UTSAWA: Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna berfoto bersama usai membuka puncak Utsawa Jnananing Sad Dharma #3 di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Jumat (9/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat fondasi moral dan spiritual generasi muda. Melalui Kelompok Kerja (Pokja) Penyuluh Agama Hindu, ajang puncak Utsawa Jnananing Sad Dharma #3 resmi digelar di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Jumat (9/10).

Kegiatan yang dirancang sebagai ruang ekspresi dan pendalaman ajaran agama Hindu ini menyuguhkan berbagai mata lomba bernafaskan seni, budaya, serta pemanfaatan teknologi digital, seperti Dharma Wacana, Dharma Gita, Cipta Lagu Religi, Puja Tri Sandhya, Geguritan, hingga lomba video pendek.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna memberikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya agenda tahunan yang diinisiasi para penyuluh agama ini. Dalam sambutannya, pihaknya menyampaikan rasa bangga dan dukungan penuh terhadap langkah strategis dalam membimbing generasi penerus bangsa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Utsawa Jnananing Sad Dharma yang ketiga ini oleh kelompok penyuluh bekerja sama dengan Kementerian Agama. Ini adalah kegiatan yang sangat positif, khususnya di Kabupaten Buleleng, di mana kita memberikan kesempatan buat generasi kita untuk mendalami sisi budaya dan agama Hindu lewat berbagai lomba yang kaya filosofi serta seni budaya,” ujar Supriatna.

Pihaknya berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara rutin setiap tahunnya demi memperkuat pemahaman keagamaan generasi muda melalui sarana sastra, Dharma Gita, hingga Dharma Wacana.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, turut mengapresiasi langkah progresif para penyuluh agama Hindu di Buleleng yang mampu meleburkan diri dengan dinamika adat, seni, dan budaya lokal.

Menurutnya, Utsawa Jnananing Sad Dharma merupakan manifestasi nyata dalam membangun etika, budi pekerti, dan karakter melalui sastra agama, melalui sinergi antara Kemenag, pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan para penyuluh.

Baca Juga  JUPI Unud Beri Pendampingan bagi Pengelola Jurnal Menuju Bereputasi Global

Utsawa Jnananing Sad Dharma #3 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi seremonial, tetapi konsisten menjadi cetakan lahirnya generasi muda Hindu Buleleng yang cerdas, berkarakter, moderat, dan berdaya saing global. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pasar Rakyat TP PKK Bali di Badung Libatkan 131 Pelaku Usaha, Transaksi Capai Rp 322 Juta dalam Hitungan Jam

Published

on

By

Putri Koster Hadiri Pasar Rakyat TP PKK Bali di Badung
HADIRI PASAR RAKYAT: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” di Kabupaten Badung, Jumat (9/10). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” di Kabupaten Badung, Jumat (9/10). Kegiatan yang melibatkan 131 pelaku usaha dan pedagang lokal tersebut menjadi bagian dari upaya TP PKK Provinsi Bali dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat pemberdayaan UMKM dan industri kecil dan menengah (IKM) di Bali.

Ny. Putri Koster menjelaskan bahwa kegiatan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” merupakan kelanjutan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang telah dirintis sejak periode pertama kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster. Program tersebut berawal dari Pasar Gotong-royong pada masa pandemi Covid-19 untuk membantu pemasaran produk UMKM lokal yang terdampak, kemudian berlanjut melalui kegiatan Penggak PKK.

Memasuki periode kedua kepemimpinan Gubernur Wayan Koster, program tersebut kembali dilanjutkan melalui Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” yang diselenggarakan secara bergilir di kabupaten/kota se-Bali. Kegiatan ini bertujuan memperluas akses pasar bagi produk lokal, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ny. Putri Koster berharap Pasar Rakyat dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penyediaan produk kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau. Hal ini dimungkinkan karena pedagang yang dilibatkan merupakan produsen atau pedagang langsung sehingga rantai distribusi dapat diperpendek.

Selain menjadi sarana pemberdayaan ekonomi, Pasar Rakyat juga dimanfaatkan sebagai wadah silaturahmi dan penguatan sinergi antara TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK kabupaten/kota se-Bali. Ny. Putri Koster mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan di Kabupaten Badung dan berharap program serupa dapat dikembangkan hingga tingkat kecamatan untuk memperluas manfaatnya bagi masyarakat.

Sebagai wujud kepedulian sosial, dalam kegiatan tersebut turut diserahkan bantuan kepada 100 warga kurang mampu di Kabupaten Badung. Setiap penerima memperoleh paket bantuan berupa 20 kilogram beras, dua krat telur, satu liter minyak kelapa (tandusan), serta dua paket belanja yang disediakan oleh TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK kabupaten/kota.

Baca Juga  KUI Unud Tindak Lanjuti Kerja Sama dengan HK Haibin

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan TP PKK Provinsi Bali dalam penyelenggaraan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi”. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan 131 pelaku usaha dan pedagang, terdiri atas 39 IKM, 64 UMKM kuliner dan olahan pangan, serta 28 pelaku usaha produk pertanian. Kegiatan juga diramaikan dengan kehadiran stan Turyapada Tower dan Bali Chef Community.

Antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan. Hingga pukul 09.30 WITA, nilai transaksi penjualan tercatat telah mencapai Rp 322 juta. Rasniathi optimistis jumlah tersebut akan terus meningkat hingga kegiatan berakhir pada pukul 18.00 WITA, bahkan berpotensi melampaui capaian transaksi Pasar Rakyat yang telah dilaksanakan di kabupaten/kota lainnya.

Penyelenggaraan Pasar Rakyat juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat, antara lain aksi gotong royong membersihkan kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, lomba mewarnai dan kolase tingkat TK se-Kabupaten Badung, sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber, serta kegiatan jalan santai dan senam pada sore hari.

Melalui perpaduan kegiatan pemberdayaan ekonomi, kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, dan aktivitas kemasyarakatan, Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran TP PKK dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca