Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan Perjanjian Kerangka Kerja World Water Forum (WWF) ke-10 Tahun 2024 secara virtual pada, Sabtu (Saniscara Wage, Dukut) 15 Oktober 2022 di Jakarta. (Foto: Ist)
Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Presiden World Water Council (WWC), Loïc Fauchon, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest), Luhut B. Pandjaitan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan (Menteri PUPR), Basuki Hadimuljono menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja World Water Forum (WWF) ke-10 Tahun 2024 secara virtual pada, Sabtu (Saniscara Wage, Dukut) 15 Oktober 2022 di Jakarta sebagai penanda Indonesia terpilih menjadi tuan rumah dan Bali terpilih menjadi tempat pelaksanaan WWF ke-10 tahun 2024.
Pada acara penandatanganan tersebut, Gubernur Bali memberi sambutan singkat yang berisi beberapa hal. Pertama, atas nama masyarakat Bali dan sebagai Gubernur, Saya merasa bahagia bisa menyambut Bapak Presiden World Water Council bersama delegasi pada acara World Water Forum ke-10 tahun 2024 di Bali. Terima kasih telah memilih Bali. Bali mendapat penghargaan sebagai tujuan resort terbaik se-Asia. Lebih dari itu, beberapa tempat di Bali juga telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO, seperti lanskap Subak Catur Angga Batukaru, Pura Kerajaan Taman Ayun, Pura Air Tertinggi Pura Ulun Danu Batur, serta Lanskap Subak Daerah Aliran Sungai (DAS) Pakerisan. Kedua, sebagai Gubernur Bali, Saya mengajukan pelaksanaan World Water Forum ke-10 pada tanggal 18-24 Mei 2024, agar secara resmi dibuka tanggal 18 Mei 2024, karena pada tanggal tersebut merupakan Rahina Tumpek Uye, yaitu hari untuk menyucikan dan memuliakan air.
Gubernur Wayan Koster saat mengikuti secara virtual penandatanganan Perjanjian Kerangka Kerja World Water Forum (WWF) ke-10 Tahun 2024 pada, Sabtu (Saniscara Wage, Dukut) 15 Oktober 2022 di Jakarta. (Foto: Ist)
Acara forum tersebut akan berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). BNDCC merupakan tempat baru dan tempat yang mempunyai fasilitas konvension paling lengkap, bertempat di kompleks resort kelas dunia yang tenang dan aman di Nusa Dua. Tempat ini juga memiliki akses yang mudah ke banyak daya tarik dan tempat wisata. Ketiga, Perhelatan Presidensi G20 serta banyak lagi pertemuan internasional yang dilaksanakan sejak puluhan tahun sebelumnya, telah membuktikan bahwa Bali mampu menjadi tuan rumah even-even yang besar. Sebagai sebuah negara berkembang, Indonesia berkomitmen untuk mengatasi tantangan terkait air serta bisa mendorong perhatian dan aksi global untuk menyelesaikan tantangan-tantangan air dan bencana terkait air. Keempat, pada kesempatan istimewa ini, merupakan sebuah kebahagiaan serta kehormatan bagi Saya, karena bisa mengundang Bapak Presiden World Water Council bersama delegasi semua untuk datang ke Bali pada acara World Water Forum ke-10 tahun 2024. Saya sangat mengharapkan semua delegasi datang ke Bali dengan mengajak pasangan dan keluarga, Kami sangat senang bisa memberikan pelayanan terbaik serta menyambut para delegasi berserta keluarga di Bali.
Indonesia berhasil menjadi tuan rumah dan Bali sebagai tempat penyelenggaraan pertemuan WWF 2024 merupakan perjuangan yang sangat berat melalui proses panjang. Persiapan yang dilakukan oleh Pemprov Bali telah dimulai pada tahun 2019.
Gubernur Wayan Koster mengawali dengan menerbitkan Surat Rekomendasi tanggal 29 Juli 2019 Nomor: 503/9482/SEKRET/DISPUPR, yang ditujukan kepada Presiden WWC yang berkedudukan di Marseille, Prancis dengan menyampaikan pertimbangan, yaitu Bali sebagai pusat peradaban dunia, memiliki kekayaan dan keunikan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya, dan kearifan lokal yang adiluhung, serta memiliki alam yang indah dengan keramahtamahan masyarakatnya menjadikan Bali menarik perhatian masyarakat dunia sebagai tujuan wisata pulau terbaik di dunia lengkap dengan fasilitas yang memadai dan berkualitas untuk menyelenggarakan pertemuan berstandar internasional.
Selanjutnya pada 8 Desember 2021, Gubernur Bali Wayan Koster menerima kedatangan Panitia Seleksi Tuan Rumah World Water Forum 2024 yang dipimpin langsung oleh Governor of World Water Council, Dale Jacobson, didampingi Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Kementerian PUPR RI, Endra S. Atmawidjaja, Pendiri Indonesia Water Institute (IWI) sekaligus pakar tata air, Firdaus Ali, Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Wayan Koster memaparkan Visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, terdiri dari Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi. Danu Kerthi mempunyai arti menyucikan dan memuliakan air, secara niskala dan sakala. Secara niskala, memuliakan air dilakukan dengan Upacara Tumpek Uye, sedangkan secara sakala, upaya memuliakan air dilakukan dengan kebijakan yang dituangkan dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut. Kearifan lokal untuk memuliakan air merupakan warisan dari Leluhur yang adiluhung, untuk menjaga ekosistem alam agar air terjaga kualitasnya; karena bagi masyarakat Bali, air memiliki fungsi secara niskala yaitu untuk kepentingan upakara berupa tirta, dan fungsi secara sakala untuk kepentingan kehidupan sehari-hari (air minum, memasak, mencuci, dan pengairan). Rahina Tumpek Uye, hari memuliakan air sebagai sumber kehidupan dilaksanakan setiap 6 bulan kalender Bali, sedangkan upaya untuk menjaga sumber air dilaksanakan dengan kebijakan penghijauan, sistem pertanian organik, serta melarang tindakan mencemari air, sehingga debit dan kualitas air terpelihara dengan baik.
Gubernur Wayan Koster menunjukkan dokumen Perjanjian Kerangka Kerja World Water Forum (WWF) ke-10 Tahun 2024 dimana Bali terpilih menjadi tempat pelaksanaan WWF ke-10 tahun 2024. (Foto: Ist)
Mendengar penjelasan tersebut di atas, membuat Governor of World Water Council, Dale Jacobson yang memimpin langsung election committee WWF 2024 yang didampingi tiga anggota Komite berasal dari (Amerika Serikat, Perancis, dan Brazil) menyatakan sangat terkesan dengan paparan Gubernur Bali Wayan Koster yang secara nyata memperlihatkan bagaimana air jadi elemen penting dalam kehidupan dan juga pola pembangunan di Bali.
“Saya terkesan, terutama melihat air jadi bagian penting sebagai sumber kesejahteraan bagi masyarakat Bali dan Saya juga apresiasi bahwa air jadi elemen penting dalam program pembangunan. Artinya, sustainability adalah hal yang utama,” sebut Dale Jacobson.
Kemudian Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menyampaikan rasa syukurnya kepada Gubernur Bali Wayan Koster, karena Pulau Bali terpilih sebagai tuan rumah WWF ke-10, setelah pada tanggal 19 Maret 2022 dilaksanakan pemilihan tempat penyelenggara WWF ke-10 di Dakar, Sinegal secara voting. Dimana yang divoting itu adalah Bali dan Italia dengan hasil, dari 36 negara yang mempunyai hak suara, 30 negara memilih Bali sebagai tuan rumah WWF ke-10, 1 negara memilih Italia, dan 6 negara abstain. (gs/bi)
KESEPAKATAN: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Republik Arab Mesir, Abdel Fattah El-Sisi menyaksikan pertukaran sejumlah kesepakatan atau MoU antara kedua negara di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Minggu, 11 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)
Jakarta, baliilu.com – Indonesia dan Republik Arab Mesir terus memperkuat hubungan bilateral kedua negara melalui empat kerja sama di berbagai bidang. Keempat kesepakatan ini disampaikan saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Arab Mesir, Abdel Fattah El-Sisi di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Keempat kesepakatan ini menjadi langkah penting bagi kedua negara untuk memperluas hubungan kemitraan strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Adapun keempat kerja sama yang diumumkan yakni:
Nota Kesepahaman antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri Republik Arab Mesir tentang Rencana Aksi Kemitraan Strategis;
Nota Kesepahaman tentang Pembebasan Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik, Paspor Dinas, dan khusus;
Nota Kesepahaman tentang Statistik; dan
Nota Kesepahaman antara Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan Republik Arab Mesir tentang Kelautan dan Perikanan.
Dalam pernyataan pers bersama, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kesepakatan yang dihasilkan merupakan wujud komitmen bersama untuk terus memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Mesir.
“Kunjungan ini telah menghasilkan sejumlah kesepakatan bilateral. Kerja sama kelautan perikanan, kerja sama statistik, kerja sama investasi, kerja sama industri pertahanan, kerja sama perdagangan dan ekonomi, serta rencana aksi kemitraan strategis,” ucap Presiden Prabowo.
Kerja sama yang mencakup bidang strategis ini menunjukkan makin luasnya peluang kolaborasi kedua negara di dalam berbagai sektor. Melalui berbagai kesepakatan ini, Indonesia dan Mesir terus memperkuat kemitraan strategis yang saling menguntungkan. (gs/bi)
KUNKER: Anggota Komisi XII DPR RI Sartono Hutomo saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI ke fasilitas PLTDG dan GIS di Denpasar, Bali, Jumat (9/10/2026). (Foto: dpr.go.id)
Denpasar, baliilu.com – Anggota Komisi XII DPR RI Sartono Hutomo meminta evaluasi menyeluruh terhadap distribusi dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali menyusul antrean yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Ia juga menyoroti ketahanan stok batu bara untuk pembangkit listrik serta meminta persoalan pasokan energi ditindaklanjuti agar tidak menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan Sartono usai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI ke fasilitas PLTDG dan GIS di Denpasar, Bali, Jumat (9/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Komisi XII mendalami berbagai persoalan energi bersama mitra kerja, termasuk PT Pertamina dan PT PLN.
Sartono menilai penyebab antrean BBM perlu ditelusuri dari berbagai aspek, mulai dari distribusi dan ketersediaan pasokan hingga kebijakan subsidi dan kuota. Ia juga menyoroti kemungkinan peralihan konsumsi dari Pertamax ke Pertalite yang perlu menjadi bahan evaluasi.
“BBM di Bali tentu kan harus dievaluasi, permasalahan di mana? Apakah hanya di Pertamina saja atau juga permasalahan di hulu? Apakah juga ada permasalahan di subsidi, di kuotanya yang terbatas? Atau juga terjadi perpindahan dari yang tadinya menggunakan Pertamax ke Pertalite,” ujar Sartono dikutip dari laman dpr.go.id.
Menurutnya, hasil pendalaman terhadap berbagai kemungkinan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi persoalan serupa pada hari-hari dan bulan-bulan berikutnya. Pasalnya, antrean dan kekurangan BBM berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat maupun dunia usaha.
“Kalau terjadi antrean dan sebagainya, ini kan juga menghambat dalam perekonomian kita. Harusnya lebih cepat lagi, tapi juga ada permasalahan di lapangan tentang kekurangan daripada BBM. Nah ini juga yang tadinya kita menginginkan ekonomi kita tumbuh menjadi terhambat,” tegas politisi tersebut.
Selain persoalan BBM, Sartono menyoroti kecukupan stok batu bara untuk pembangkit listrik di Bali. Ia meminta agar ketahanan stok atau Hari Operasi Pembangkit (HOP) diperhatikan sehingga pasokan energi primer untuk pembangkit tetap terjaga.
“Untuk di Bali ini kan minimal kan harusnya mungkin 20 hari lah atau 15 sampai 20 hari. Jangan sampai satu minggu lah,” kata Sartono.
Ia menegaskan, persoalan ketahanan stok perlu dilihat tidak hanya dari sisi operasional, tetapi juga dari kebijakan energi secara nasional. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan listrik di Bali, baik untuk rumah tangga maupun kegiatan usaha.
Sartono juga menyoroti adanya daftar tunggu (waiting list) pelaku usaha yang membutuhkan penambahan daya listrik. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian agar kesiapan pasokan energi primer dan kapasitas kelistrikan dapat mengikuti pertumbuhan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
“Jangan sampai kekurangan pasokan energi primer ini itu menghambat terhadap juga geliat pertumbuhan perekonomian. Baik secara di Bali maupun di nasional,” ujarnya.
Ia menegaskan, berbagai temuan selama kunjungan kerja reses tersebut akan menjadi catatan Komisi XII DPR RI untuk disampaikan dalam rapat kerja bersama pemerintah. Ia berharap persoalan distribusi dan ketersediaan BBM, ketahanan stok batu bara, serta pemenuhan kebutuhan listrik dapat ditindaklanjuti dengan solusi konkret.
“Temuan-temuan di lapangan seperti ini harus ada solusi,” pungkas Sartono. (gs/bi)
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir saat memberikan keterangan pers. (Foto: Hms Polri)
Jakarta, baliilu.com – Polri melakukan mutasi terhadap 199 personel yang terdiri dari Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen). Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026.
Sejumlah jabatan strategis mengalami pergantian, di antaranya Wakabaintelkam Polri, Kakorlantas Polri, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Kapolda Kalimantan Utara, dan Kapolda Lampung.
Pada jabatan Wakabaintelkam Polri, Irjen Pol Wawan Muliawan dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Gadikwa Lemdiklat Polri dan digantikan Brigjen Pol Anom Setyadji. Sementara itu, jabatan Kakorlantas Polri yang sebelumnya dijabat Irjen Pol Wibowo kini diemban Brigjen Pol Aries Syahbudin.
Di tingkat kewilayahan, Irjen Pol Agus Wijayanto dipercaya sebagai Kapolda Kepulauan Bangka Belitung menggantikan Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing. Jabatan Kapolda Kalimantan Utara kini dijabat Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik, menggantikan Irjen Pol Agus Wijayanto. Adapun jabatan Kapolda Lampung dipercayakan kepada Brigjen Pol Yustan Alpiani menggantikan Irjen Pol Helfi Assegaf.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier untuk memperkuat kinerja institusi serta memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.
“Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas. Prinsip meritokrasi menjadi bagian penting agar setiap personel yang mendapat amanah jabatan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang telah menjalankan tugas dan memberikan kontribusi bagi organisasi. Pengabdian tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pejabat berikutnya untuk melanjutkan program dan meningkatkan kinerja sesuai bidang tugas masing-masing.
Kepada para pejabat yang mendapat amanah baru, Johnny berharap agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan karakteristik wilayah, sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan kesinambungan program yang telah dilaksanakan.
“Setiap pejabat diharapkan segera menyesuaikan diri, menjaga integritas, serta menghadirkan kinerja yang profesional dan responsif. Pada akhirnya, seluruh pelaksanaan tugas kepolisian harus berorientasi pada pelayanan dan kepentingan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, penguatan organisasi melalui mutasi jabatan harus sejalan dengan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan publik.
“Semangat tersebut sejalan dengan tagline Polri “Polisi Bersama Masyarakat”. Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Johnny. (gs/bi)