Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Hadiri Peringatan HPS di Bangli, Wagub Cok Ace Ingatkan Pentingnya Ketahanan Pangan

BALIILU Tayang

:

wagub cok ace
Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat menghadiri peringatan Hari Pangan Sedunia ke-42 Tahun 2022 Tingkat Provinsi Bali yang dilaksanakan di Alun-alun Kota Bangli, Selasa (Anggara Wage Sinta), 25 Oktober 2022. (Foto: Ist)

Bangli, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menghadiri peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-42 Tahun 2022 Tingkat Provinsi Bali yang dilaksanakan di Alun-alun Kota Bangli, Selasa (Anggara Wage Sinta), 25 Oktober 2022.

Dalam sambutannya, Cok Ace menyampaikan bahwa kekuatan paling penting bagi sebuah negara adalah kemampuan untuk menyediakan bahan pangan bagi rakyat secara berkesinambungan. Ia menyebut, peringatan HPS adalah momentum yang tepat untuk mengingatkan hal tersebut.

Lebih jauh ia mengungkap, kemampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan pangan dapat dimulai dengan memberdayakan kelompok terkecil dalam masyarakat yaitu keluarga. Oleh sebab itu, ia mendorong setiap keluarga memanfaatkan pekarangan rumah atau lahan kosong sebagai tempat budidaya komoditi bahan pangan lokal yang tak membutuhkan banyak tempat seperti cabai, sayur mayur dan beberapa jenis buah. Terlebih lagi, belakangan teknologi modern di bidang pertanian makin berkembang dan menawarkan banyak kemudahan dalam bercocok tanam.

wagub
Wagub Cok Ace saat menyerahkan bantuan bibit kelapa. (Foto: Ist)

“Banyak media tanam yang ditawarkan bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan pekarangan luas, contohnya hidroponik atau media tanam modern lainnya,” ungkapnya.

Ditambahkan olehnya, upaya bercocok tanam merupakan sebuah alternatif mudah dan murah dalam menyediakan kebutuhan pangan skala kecil lingkup keluarga. Bahkan jika digarap serius dan hasilnya melimpah, kegiatan bercocok tanam ini bisa mendatangkan manfaat ekonomi. Lebih dari itu, pemanfaatan pekarangan juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada komoditi pangan impor dan menjamin ketersediaan pangan daerah.

Pada bagian lain, ia menyambut baik penyelenggaraan HPS tingkat Provinsi Bali yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Bangli. Peringatan HPS diharapkan menjadi momentum peningkatan kesadaran seluruh komponen akan kebutuhan pangan sehingga jajaran pemerintah dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota dapat menerapkan kebijakan di bidang pertanian yang mampu menjamin ketersediaan pangan untuk seluruh masyarakat.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Dukung Transformasi ISI Denpasar

“Semoga HPS tahun ini menjadi momentum membangun kesadaran masyarakat untuk menjadi pahlawan pangan dan berkontribusi aktif dalam menjaga ketahanan pangan,” imbuh Wagub Cok Ace sembari menyampaikan terima kasih kepada seluruh komponen yang selama ini telah bersinergi, bekerja keras dan bersungguh-sungguh berjuang untuk kesejahteraan krama Bali. Mengakhiri sambutannya, Wagub minta pemerintah kabupaten/kota melaksanakan program dan kegiatan sektor pertanian yang mampu mengangkat potensi pangan lokal yang beragam.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar menyampaikan terima kasih karena tahun ini daerahnya dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan HPS. Wabup Wayan Diar berharap, peringatan HPS hendaknya dimaknai sebagai momentum penguatan ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang aman dan bergizi untuk dikonsumsi. Senada dengan Wagub Cok Ace, Diar mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam bahan pangan.

Puncak peringatan HPS Tahun 2022 juga ditandai dengan penyerahan bibit pohon kelapa oleh Wagub Cok Ace kepada perwakilan warga. Pada kesempatan itu, Wagub Cok Ace bersama Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho dan undangan lainnya juga meninjau pameran pangan lokal yang diikuti duta kabupaten/kota. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Wawali Arya Wibawa Hadiri Peringatan HLUN Ke-30

Tegaskan Komitmen Pemkot Denpasar Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia

Loading

Published

on

By

HLUN Denpasar
HADIRI HLUN: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Denpasar yang berlangsung hangat di Taman Lumintang Kota Denpasar, Rabu (3/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Sosial menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga Lanjut Usia (Lansia). Langkah ini merupakan bagian dari visi pelayanan menyeluruh demi memastikan kesejahteraan warga kota di setiap fase kehidupan. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa di sela-sela kegiatan Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 Kota Denpasar yang berlangsung hangat di Taman Lumintang Kota Denpasar, Rabu (3/6).

Lebih lanjut Wawali Arya Wibawa mengatakan, melalui program-program strategis, Pemkot Denpasar berupaya memberikan pendampingan berkelanjutan guna meningkatkan taraf hidup para lansia. Komitmen pelayanan tanpa batas Pemkot Denpasar menekankan bahwa kehadiran negara bagi masyarakat tidak boleh terputus. Dinas Sosial Kota Denpasar dirancang untuk mendampingi warga sejak dini hingga masa tua.

“Ini adalah salah satu bentuk kehadiran kami, Pemkot Denpasar, untuk masyarakat kita yang lansia. Kami akan selalu membina dan selalu hadir untuk menjaga mereka, guna menaikkan taraf dan kualitas hidup masyarakat Kota Denpasar secara umum. Kami hadir dari lahir sampai akhir usia,” ungkapnya.

Adapun poin utama Pemkot Denpasar untuk Lansia yakni pembinaan berkelanjutan dengan menyediakan wadah aktivitas positif, pemeliharaan kesehatan, dan ruang kreasi bagi para lansia. Untuk itu Kehadiran Pemerintah guna memastikan jaminan sosial dan pendampingan dari Dinas Sosial berjalan tepat sasaran. Hal ini dilaksanakan dengan peningkatan kualitas hidup untuk menciptakan lingkungan kota yang ramah lansia agar mereka tetap produktif, sehat, dan bahagia di usia senja.

“Saya harapkan melalui ruang ekspresi seperti ini, Pemkot Denpasar berharap para lansia di Kota Denpasar dapat terus menjaga semangat kebersamaan dan kesehatan emosional mereka,” tambahnya.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Minta KPA Bali Siapkan Penjabaran Bahaya HIV AIDS dan Narkotika melalui E_book

Sementara Ketua PWRI Kota Denpasar, I Nyoman Sukantra dalan laporannya menjelaskan, peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di Kota Denpasar Tahun 2026 mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”.

Dimana HLUN merupakan momen penting bagi kita untuk memberikan penghargaan dan perhatian kepada para lanjut usia yang telah memberikan kontribusi luar biasa kepada keluarga, masyarakat, dan negara kita.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada pagi hari ini yakni pelaksanaan senam lansia oleh Karang Lansia Rahayu dan Karang Lansia Desa Tegal Harum dengan total 100 peserta. Ada juga penampilan seni dan kreativitas dari para lansia di Kota Denpasar dari perwakilan lansia kecamatan se-Kota Denpasar. Kemeriahan acara dan apresiasi seni lansia ini juga menjadi ajang unjuk bakat bagi para lansia yang tergabung dalam Persatuan Wreda Republik Indonesia (PWRI) Kota Denpasar.

Dalam acara tersebut, PWRI Kota Denpasar turut memeriahkan suasana dengan menampilkan paduan suara, yang disambut antusias oleh seluruh undangan dan masyarakat yang hadir. Selain itu ada juga stand kuliner dari lansia produktif, serta safari kesehatan bekerjasama dengan DPD PPNI Kota Denpasar. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kurangi Kemacetan di Pecatu, Dishub Badung Mulai Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

Published

on

By

rekayasa pecatu
REKAYASA LALIN: Dinas Perhubungan Kabupaten Badung menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Desa Pecatu, Badung yang berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita yang diterapkan sejak Selasa (2/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Guna mengurangi kemacetan di wilayah Desa Pecatu, Kuta Selatan dan sekitarnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Badung telah menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Perubahan arus ini pun berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita yang diterapkan sejak Selasa (2/6).

Dalam pelaksanaannya ada sejumlah perubahan, yakni ada ruah jalan yang tidak boleh dilewati kendaraan roda empat. Seperti kendaraan dari simpang Jalan Baler Setra – Jalan Belimbing sari menuju arah barat di Jalan Uluwatu hanya boleh sepeda motor. Kemudian untuk kendaraan dari Jalan Uluwatu dilarang menuju Jalan Toya Ning II. Selanjutnya kendaraan dari Jalan Toya Ning II dilarang menuju arah barat di Jalan Uluwatu. Seluruh rekayasa arus lalu lintas ini hanya berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita.

Kepala Dinas Perhubungan Badung, Anak Agung Gede Rahmadi mengatakan, rekayasa lalu lintas ini untuk mengurai kemacetan. Sebab sehari-harinya saat menuju Pura Uluwatu, di Desa Pecatu kondisi jalan akan mengalami kemacetan. Bahkan ia menyatakan, dalam perjalanan akan memakan waktu sekitar tiga jam.

“Untuk mengurangi kemacetan tersebut agar pariwisata merasa nyaman dan masyarakat juga merasa nyaman, maka kita mengurai dengan mengadakan rekayasa lalu lintas,” ujar Gung Rahmadi.

Pihaknya menyebutkan, perubahan arus lalu lintas ini akan berlaku pada pukul 14.00-22.00 Wita. Hal ini dipilih lantaran pada waktu tersebut kerap terjadi peningkatan kendaraan bermotor. Dalam penerapannya, akan dilakukan pengawasan di Simpang Kantor Perbekel, simpang Belimbing Sari, Simpang Toya Ning, Simpang Matsuka, Simpang Nirmala dan terakhir di Simpang Politeknik.

“Karena pagi agar masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa, sedangkan terjadi peningkatan itu ketika masyarakat, wisatawan menuju ke objek-objek wisata nonton kecak dan melihat sunset biasanya,” ungkapnya.

Baca Juga  Wagub Cok Ace Serahkan Sertifikat Asesmen Keamanan Akomodasi Pariwisata

Gung Rahmadi pun berharap, seluruh pengendara kendaran bermotor dapat mengikuti ketentuan yang telah diterapkan. Meski ada kondisinya sedikit memutar, namun tujuannya agar menciptakan perjalanan yang lebih lancar.

“Jadi waktu singkat tapi jarak tempuhnya mungkin lebih panjang sedikit, tapi masyarakat dan wisatawan merasa nyaman menuju ke Uluwatu,” imbuhnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri Pembukaan Bina Posyandu VI Tahun 2026  

Perkuat Implementasi Posyandu 6 SPM di Tabanan

Loading

Published

on

By

Bunda Rai
HADIRI BINA POSYANDU: Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya saat menghadiri langsung Pembukaan Bina Posyandu Angkatan VI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman, Denpasar, Selasa (2/6). (Foto: Hms Tbn)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan Posyandu dengan menghadiri langsung Pembukaan Bina Posyandu Angkatan VI Tahun 2026 di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman, Denpasar, Selasa (2/6). Kehadiran Bunda Rai menjadi wujud sinergi dan dukungan nyata dalam akselerasi implementasi Posyandu 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang terintegrasi di seluruh Bali.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali tersebut menjadi wadah peningkatan kapasitas para pengurus dan kader Posyandu dalam mendukung pelayanan masyarakat yang lebih berkualitas. Turut hadir Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, para kepala OPD terkait dari Kabupaten Tabanan dan Badung, jajaran pengurus Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, serta para camat dan peserta pelatihan.

Mewakili Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata selaku Pengarah Posyandu menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan memperbarui pemahaman pengurus Posyandu, khususnya dalam tata kelola pelayanan di lapangan.

Ia menjelaskan, penguatan enam bidang SPM meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial menjadi langkah strategis untuk memastikan Posyandu mampu memberikan pelayanan yang terintegrasi dan berkualitas kepada masyarakat. “Kegiatan Bina Posyandu ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan para pembina di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan. Tim Pembina Posyandu memiliki peran vital dalam mendampingi kader agar operasional Posyandu berjalan aktif dan berkualitas,” ujarnya.

Baca Juga  Wagub Cok Ace: Hargai dan Hormati Jasa Pahlawan Jadi Fondasi Penting bagi Kesejahteraan Bangsa

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Rai menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pengurus dan kader sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Menurutnya, Posyandu saat ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat layanan masyarakat yang mendukung enam bidang SPM secara terpadu.

Bunda Rai menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci dalam mewujudkan Posyandu yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh pengurus dan kader Posyandu semakin memahami tugas dan fungsinya, sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, terpadu, dan menjangkau kebutuhan masyarakat secara menyeluruh,” ungkap Bunda Rai.

Sementara itu, Ketua Panitia Bina Posyandu Tahun 2026, Ny. Ni Komang Sriani, menyampaikan kegiatan berlangsung pada 2–4 Juni 2026 dan bertujuan meningkatkan kompetensi pengurus Posyandu dalam pembinaan kader serta penguatan pelaksanaan Posyandu 6 SPM.

Pelaksanaan Bina Posyandu Angkatan VI diikuti oleh 112 peserta yang berasal dari Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan. Dari Kabupaten Tabanan, peserta terdiri atas Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan Selemadeg dan Selemadeg Timur beserta jajaran pengurus yang akan menjadi penggerak penguatan Posyandu di wilayah masing-masing. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca