Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Tiga Dosen Fakultas Ilmu Budaya “Manggung” di Ubud Writers and Readers Festival 2022

BALIILU Tayang

:

darma
Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., Koprodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud (nomor 2 dari kiri), mengisi sesi utama diskusi buku yang bertajuk “Bali, 50 Years of Changes – A Conversation with Jean Couteau”, berlangsung di ruang utama Indus Restaurant, Sabtu, 29 Oktober 2022. (Foto: ist)

Gianyar, baliilu.com – Tiga orang dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana diundang untuk menjadi pembicara dalam Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2022.

Ketiga dosen yang diundang ‘manggung’ tersebut adalah Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., I Gede Gita Purnama Arsa Putra, dan Dewa Ayu Carma Citrawati. Ini bukan penampilan pertama mereka di UWRF, seperti Prof. Darma sudah tampil untuk ketiga kalinya, termasuk pernah menjadi kurator acara untuk menyeleksi karya dan pengarang yang layak diundang ke UWRF. Begitu pula Gita Purnama dan Carma Citrawati hadir kedua kalinya tahun ini untuk mengisi workshop dan sesi utama UWRF.

Ubud Writers and Reader Festival adalah festival bergengsi di Bali yang mempertemukan pemikiran-pemikiran cemerlang dari berbagai negara. UWRF kali ini dilaksanakan secara offline dan berlangsung di Ubud dari tanggal 27 Oktober sampai 30 Oktober 2022. Tahun ini, merupakan pelaksanaan UWRF yang ke-19, berarti sudah hampir dua dekade usia UWRF.

UWRF tidak saja penting artinya bagi pemajuan dunia penulisan dan pembacaan buku, tetapi juga untuk pemajuan pariwisata Bali, khususnya Ubud. Dengan adanya UWRF, banyak wisatawan datang mengikuti UWRF sambil berlibur.

Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., Koprodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud, mengisi sesi utama diskusi buku yang bertajuk “Bali, 50 Years of Changes – A Conversation with Jean Couteau”, berlangsung di ruang utama Indus Restaurant, Sabtu, 29 Oktober 2022. Sesi ini membahas buku Bali, 50 Years of Changes yang ditulis oleh Eric Buvelot berdasarkan perbincangannya dengan Jean Couteau.  

Prof. Darma Putra mengungkapkan bahwa perubahan-perubahan yang terjadi di Bali setengah abad terakhir dalam berbagai bidang tertangkap dengan sangat cermat dan tajam dalam buku ini. Sesi ini menjadi sesi yang sangat menarik karena mengupas tuntas perubahan yang terjadi pada Bali dan mempertemukan intelektual-intelektual mumpuni yang berfokus tentang Bali.

Baca Juga  Fakultas Ilmu Budaya Unud Selenggarakan Sinkronisasi Hasil Penelitian
prasi
I Gede Gita Purnama Arsa Putra, dosen Sastra Bali FIB Unud bicara tentang Prasi. (Foto: ist)

I Gede Gita Purnama Arsa Putra, dosen Sastra Bali FIB Unud, mengisi sesi khusus komunitas dan menyampaikan lebih dalam tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama komunitasnya yaitu O.prasi. Komunitas O.prasi adalah komunitas seni yang bergerak untuk berkarya dan fokus pada prasi, lukisan ilustrasi atau komik di atas daun lontar.

Gita Purnama adalah salah satu generasi muda Bali yang aktif di bidang pelestarian manuskrip Bali (lontar) khususnya prasi. Prasi adalah salah satu warisan leluhur Bali berupa lontar yang menghadirkan ilustrasi-ilustrasi gambar yang otentik. O.prasi hadir tidak hanya merangkul generasi muda untuk mengenal prasi tetapi juga mendorong para seniman muda untuk bereksperimen menghadirkan nuansa-nuansa baru dalam prasi.

darma
Dewa Ayu Carma Citrawati, dosen Sastra Bali FIB Unud, berbagi pemikirannya tentang Memayu Hayuning Bawana. (Foto: ist)

Dewa Ayu Carma Citrawati, dosen Sastra Bali FIB Unud, berbagi pemikirannya tentang Memayu Hayuning Bawana (memperindah keindahan dunia), tema besar UWRF kali ini. Carma Citrawati menuturkan bagaimana usaha orang Bali dalam kesehariannya mengaplikasikan filosofi memayu hayuning bawana.

Dalam sesi lainnya, di sesi komunitas, Carma menyampaikan kegiatan-kegiatannya bersama komunitas Wikimedia Denpasar. Upaya penyelamatan manuskrip yang dilakukan dengan membersihkan lontar, membuat metadata dan membuat katalog lontar. Kekhawatiran Carma tentang Bali utamanya mengenai bahasa dan aksara Bali disampaikan dalam sesi yang bertajuk Bali: is beauty a curse?

Keterlibatan ketiga dosen FIB Universitas Udayana kali ini dalam festival internasional seperti UWRF adalah prestasi yang luar biasa dan membuktikan bahwa pemikiran-pemikiran yang tajam akan terus hadir di kampus pewahyu rakyat, Fakultas Imu Budaya Universitas Udayana. Sumber: www.Unud.ac.id (gs/cc/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Dukung Pelestarian Adat, Wabup Bagus Alit Sucipta Apresiasi Semangat Gotong-royong Krama Puri Punggul

Published

on

By

wabup Alit Sucipta
HADIRI KARYA: Wabup Bagus Alit Sucipta, menghadiri “Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih” di Merajan Kemimitan Puri Punggul dan Pura Batur, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Selasa (28/4). (gs/bi)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, menghadiri rangkaian upacara (Karya) Padudusan Alit, Mamungkah, Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa, hingga Mupuk Pedagingan di Merajan Kemimitan Puri Punggul dan Pura Batur, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Selasa (28/4).

Kehadiran Wabup Bagus Alit Sucipta disambut hangat oleh Penglingsir Puri Punggul, Puri Taman, Puri Gerana, dan Puri Selat. Turut mendampingi, Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa, Perbekel Desa Punggul I Kadek Sukarma, Bendesa Adat Punggul I Gst Ngr Wedastra, Tokoh Masyarakat I Wayan Muntra, serta krama pengempon.

Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung, Wabup menyerahkan bantuan Dana Aci sebesar Rp 150 juta. Dukungan juga mengalir dari Anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini sebesar Rp 10 juta dan I Wayan Muntra sebesar Rp 5 juta.

Dalam sembrama wecana-nya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan rasa angayu bagia dapat hadir dan bersembahyang bersama masyarakat (ngrastiti bhakti) guna mendoakan agar seluruh rangkaian upacara berjalan lancar dan memberikan kerahayuan bagi semua.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada krama pengempon atas semangat gotong-royong yang luar biasa. Dengan ketulusan dan kebersamaan dalam ngayah, kami meyakini Ida Bhatara akan memberikan anugerah kesehatan dan kesejahteraan bagi kita semua,” ujarnya

Sementara itu, Manggala Karya I Gusti Lanang Oka mengungkapkan bahwa puncak upacara ini merupakan tindak lanjut setelah rampungnya renovasi pelinggih yang sebelumnya dibantu oleh hibah Pemkab Badung senilai Rp 2 miliar.

“Kami mewakili 375 KK pengempon mengucapkan terima kasih mendalam atas kehadiran Bapak Wakil Bupati serta dukungan dana yang diberikan. Upacara ini terlaksana berkat swadaya murni masyarakat sebesar Rp 250 ribu per KK, punia pasemetonan, serta bantuan penuh dari Pemerintah Kabupaten Badung,” jelasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Tingkatkan ‘’Sradha Bakti’’ dan Kekeluargaan, Fakultas Ilmu Budaya Gelar ‘’Tirta Yatra’’

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Penyineban IBTK 2026 di Pura Agung Besakih Resmi Ditutup, Gubernur Bali Turut “Ngayah Megambel”

Published

on

By

ibtk 2026
PENYINEBAN: Rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih resmi ditutup melalui upacara penyineban pada Kamis (23/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com  — Rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih resmi ditutup melalui upacara penyineban pada Kamis (23/4). Prosesi sakral yang berlangsung khidmat ini dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster bersama Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Tak hanya hadir secara seremonial, Gubernur Koster juga menunjukkan keterlibatan langsung dalam tradisi dengan “megambel” atau memainkan gamelan gangsa bersama para pemedek.

Aksi ngayah tersebut berlangsung di sela-sela prosesi penyineban dan menjadi perhatian umat yang hadir.

Momen langka itu pun banyak diabadikan warga sebagai simbol kedekatan antara pemimpin dan masyarakat.

Selain itu, kehadiran Gubernur juga disambut antusias. Di sela prosesi, ia tampak dikerumuni pemedek yang ingin berfoto bersama. Dengan ramah, Gubernur melayani permintaan tersebut tanpa meninggalkan kekhidmatan jalannya upacara.

Upacara penyineban diawali dengan pelaksanaan bhakti penganyar terakhir pada pagi hari, dilanjutkan prosesi utama pada sore hari sekitar pukul 15.00 WITA. Ritual ini ditandai dengan doa bersama, diikuti rangkaian prosesi seperti Nuwek Bagia Pula Kerthi, nedungan Ida Bhatara, katuran tetingkeb ring ambal-ambal, hingga mundur mawali ke pesineban.

Umat juga melaksanakan persembahyangan (muspa) kepada Ida Bhatara Lingsir serta ritual ngeseng dan mendem Bagia Pulekerthi.

Ketua Panitia IBTK Pura Agung Besakih, Jro Mangku Widiartha, menjelaskan bahwa penyineban merupakan simbol berakhirnya masa nyejer, yakni periode Ida Bhatara berstana di Pura Penataran Agung sejak puncak karya pada 2 April 2026.

“Setelah doa bersama, seluruh pralingga Ida Bhatara kembali ke pelinggih masing-masing, menandai berakhirnya rangkaian karya,” ujarnya.

Ia menambahkan, prosesi penyineban dipuput oleh enam sulinggih yang memimpin di sejumlah lokasi utama.

Baca Juga  Fakultas Ilmu Budaya Unud Gelar Pelepasan Calon Wisudawan Ke-147

Di Bale Gajah, upacara dipimpin oleh Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa dari Griya Kedhatuwan Kawista Blatungan bersama Ida Dalem Semara Putra dari Puri Semara Pura. Sementara di Tapini, dipuput oleh Ida P Istri I Wayah Jelantik Dwaja dari Griya Budakeling Karangasem bersama Ida P Istri Karang.

Untuk tahapan Pengrajeg Karya dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Kemenuh dari Griya Batan Manggis Singarata, sedangkan Pengemit Karya dipimpin oleh Ida Rsi Wayabya Sogata Suprabhu Karang dari Griya Buduk Badung. Adapun pada saat pelaksanaan bhakti penganyar, upacara dipimpin oleh Ida Pandita Empu Maha Yoga dari Griya Angsoka Bebanda.

Selain dihadiri Gubernur dan Sekda Provinsi Bali, prosesi ini juga dihadiri Wakil Gubernur Bali periode 2018–2024 Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Bimbingan Komunitas Hindu, jajaran Kepolisian Daerah Bali, Komando Militer Resor 163/Wira Satya, Parisada Hindu Dharma Indonesia, serta Majelis Adat Desa Provinsi Bali.

Selain prosesi keagamaan, panitia juga menyampaikan laporan keuangan pelaksanaan karya. Selama 21 hari kegiatan, total dana yang terkumpul mencapai Rp 8.965.742.204, dengan pengeluaran sebesar Rp 6.477.534.000, sehingga tercatat saldo akhir sebesar Rp 2.488.208.204.

Jro Widiartha menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya karya, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga keagamaan, hingga umat Hindu yang turut ngayah dengan tulus.

“Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan, untuk itu kami mohon maaf sebesar-besarnya. Namun berkat dukungan semua pihak, karya ini dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan secara sekala dan niskala,” ungkapnya.

Sebagai penutup keseluruhan rangkaian IBTK 2026, upacara Mejauman dijadwalkan berlangsung pada 26 April 2026, yang menjadi simbol berakhirnya seluruh prosesi karya secara menyeluruh. (gs/bi)

Baca Juga  Fakultas Ilmu Budaya Laksanakan Serah Terima Jabatan Ketua Unit dan Ketua Program BIPA

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri “Karya Ngenteg Linggih” di Merajan Ageng Bhujangga Waisnawa Renon

Published

on

By

wawali arya wibawa
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyerahkan dana bantuan saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih lan Padudusan Wrespati Kalpa Alit di Merajan Ageng Bhujangga Waisnawa Renon, bertepatan dengan rahina Buda Cemeng Ukir, Rabu (22/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Ngenteg Linggih lan Padudusan Wrespati Kalpa Alit di Merajan Ageng Bhujangga Waisnawa Renon, bertepatan dengan rahina Buda Cemeng Ukir, Rabu (22/4).

Pada kesempatan itu, Wawali Kota Arya Wibawa juga turut menyerahkan secara simbolis bantuan hibah dari Pemerintah Kota Denpasar sebesar Rp 200 juta untuk pelaksanaan karya tersebut.

Wawali Kota Arya Wibawa menyampaikan apresiasinya atas semangat gotong-royong dan kebersamaan warga dalam menyukseskan pelaksanaan karya. Ia berharap, kegiatan ini dapat memperkuat nilai-nilai srada dan bhakti umat Hindu di Kota Denpasar.

“Upacara ini merupakan wujud bakti dan keimanan umat dalam menjaga warisan leluhur,” ujarnya.

Pihaknya juga menyampaikan harapan supaya renovasi merajan yang telah rampung dapat terus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Ia menilai keberadaan tempat suci sangat penting sebagai pusat kegiatan keagamaan dan budaya.

“Semoga keberadaan merajan ini memberikan manfaat spiritual dan sosial bagi pangempon, serta masyarakat sekitar,” harap Arya Wibawa.

Sementara ketua panitia, Putu Wira Yudha Segara menjelaskan, rangkaian upacara telah dimulai sejak 8 April lalu. Puncak karya dilaksanakan hari ini, setelah rampungnya renovasi merajan.

“Kami bersyukur bisa menyelesaikan renovasi merajan ini secara gotong-royong. Terima kasih kepada Bapak Wakil Walikota atas kehadiran dan dukungannya kepada pangempon,” katanya.

Upacara ini menjadi simbol semangat pelestarian adat dan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Melalui pelaksanaan karya ini, para pangempon diharapkan terus menjalankan swadharma untuk kepentingan umat dan generasi mendatang. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Fakultas Ilmu Budaya Menggelar Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tahun 2022
Lanjutkan Membaca