Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Peringati Mahabandana Prasada, Pemkot Denpasar Gelar Parade Baleganjur Sekehe Sebunan

BALIILU Tayang

:

Lomba
Parade Baleganjur Duta Kota Denpasar pada Pesta Kesenian Bali beberapa waktu lalu. (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan bersiap menggelar Parade Baleganjur Tingkat Remaja Sekeha Sebunan se-Kota Denpasar. Kegiatan ini merupakan rangkaian Maha Bandana Prasadha tahun 2022 yang akan dilaksanakan di panggung terbuka Lapangan Puputan Gusti Ngurah Made Agung selama 2 hari mulai tanggal 11 hingga 12 Nopember 2022 mendatang. Parade ini diharapkan dapat mengembangkan kreativitas dan aktivitas seni kreatif inovatif di kalangan generasi muda.

Kadis Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara didampingi Kabid Kesenian, I Wayan Narta saat dikonfirmasi Kamis (3/11) menjelaskan, Parade Baleganjur Tingkat Remaja se-Kota Denpasar ini dilaksanakan serangkaian Maha Bandana Prasadha Tahun 2022.

“Kegiatan Parade ini diharapkan dapat mengembangkan kreativitas dan aktivitas seni kreatif inovatif di kalangan generasi muda, sebagai penerus atau pewaris seni budaya yang tumbuh dan berkembang di jaman globalisasi ini,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, di samping sebagai ajang pembinaan dan pelestarian kesenian trasidional dalam rangka mewujudkan kota kreatif menuju Denpasar maju, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi dari semua pembinaan sekaa baleganjur yang ada di Kota Denpasar.

“Nantinya peserta menampilkan seni baleganjur dengan tema kepahlawanan/heroik dengan durasi  waktu 8 – 10 menit, adapun pesertanya adalah sekaa baleganjur sebunan tingkat desa dinas/adat dan atau/banjar se- Kota Denpasar dengan ketentuan umur peserta antara 15 – 30 tahun pada saat parade berlangsung, jadi harus satu wilayah desa adat/desa dinas personelnya,” jelasnya.

Secara teknis Wayan Narta mengatakan, jumlah sekaa peserta parade tahun 2022 dibatasi hanya 12 sekaa dan masing-masing sekaa berjumlah  30 orang terdiri atas, 21 orang penabuh, 8 orang juru tegen dan 1 orang pembawa papan nama sekaa.

Baca Juga  Sukses Wujudkan Desa Terbaik 2023, Pemkab OKU Timur Studi Tiru ke Pemkot Denpasar

“Kami ingatkan, untuk peserta parade baik penabuh, juru tegen, dan pembawa papan nama sekaa tidak diperbolehkan/diperkenankan meminjam dari luar desa,” tegasnya.

Dikatakannya, beberapa unsur menjadi dasar pengamatan meliputi pada kegiatan tahun ini. Yakni Teknik (gegedig dan tetekep), ide dan gagasan, struktur meliputi komposisi (pangawit, pangawak, pangecet), Kreativitas (pengembangan musikalitas dan originalitas garapan) serta penampilan (ekspresi, gerak dan tabuh) dan pemanfaatan ruang dan stage.

“Garapan baleganjur tetap mempertahankan struktur tabuh baleganjur tradisi yang dikembangkan (dikreasikan) dan atraksi yang disesuaikan dengan tema dan judul garapan. Sentuhan inovasi menjadi tolak ukur kreativitas, pola struktur lagu dikemas dalam satu kesatuan yang utuh tidak terpisahkan,” jelasnya.

“Saat ini kita berada pada tahap pembinaan untuk memastikan seluruh peserta siap tampil, semoga kegiatan ini dapat menjadi ajang pembinaan dan pelestarian kesenian tradisional dalam rangka mewujudkan kota kreatif menuju Denpasar Maju,” ujarnya. (ags/eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Wagub Giri Prasta Apresiasi Pitra Yadnya Massal, Ringankan Beban dan Pererat Persaudaraan Warga

Published

on

By

Wagub Bali Giri Prasta menghadiri Upacara Pitra Yadnya Ngaben dan Peroras Kinembulan di Bale Pasamuhan Desa Adat Kubu, Bangli.
HADIRI UPACARA: Wagub Bali Giri Prasta saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya (Ngaben dan Peroras Kinembulan) di Bale Pasamuhan/Payadnyan Desa Adat Kubu, Bangli, Selasa (28/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengapresiasi kebersamaan dan semangat gotong-royong yang ditunjukkan warga Desa Adat Kubu, Bangli, dalam melaksanakan yadnya.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak, terutama masyarakat Desa Adat Kubu, Bangli, yang sangat erat menjaga kebersamaan dan gotong-royong dalam beryadnya. Kebersamaan ini harus terus dijaga sampai anak cucu kita nanti,” ungkap Wagub Giri Prasta dalam sambrama wecana saat menghadiri Upacara Pitra Yadnya (Ngaben dan Peroras Kinembulan) di Bale Pasamuhan/Payadnyan Desa Adat Kubu, Bangli, Selasa (28/7).

Wagub Giri Prasta menambahkan, pelaksanaan Pitra Yadnya yang dirangkaikan dengan sejumlah upacara lainnya, seperti ngaben, ngelungah, ngerorasin, metatah, tiga bulanan, dan otonan, dapat pula dilengkapi dengan upacara menek kelih bagi anak-anak yang mulai menginjak masa remaja.

“Saya sangat mendukung jika pelaksanaan adat istiadat secara bersama-sama yang dapat meringankan masyarakat menjadi pilihan untuk dilaksanakan setiap lima tahun. Namun, alangkah baiknya jika rangkaian upacara ini juga dilengkapi dengan karya menek kelih bagi anak-anak kita yang mulai menginjak masa remaja, yaitu ngeraja singa bagi remaja putra dan ngeraja swala bagi remaja putri. Dengan demikian, pelaksanaan secara massal dapat semakin memberikan kemudahan bagi warga, baik dari segi biaya maupun persiapan kelengkapan upakara, meskipun waktu pelaksanaannya tentu menjadi lebih panjang,” ujarnya.

Wagub Giri Prasta juga mengingatkan agar rasa persaudaraan dan semangat gotong-royong yang telah terbangun tidak pernah pupus. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi kekuatan masyarakat dalam beryadnya, menjalani kehidupan bermasyarakat, serta bersama-sama menjaga Bali ke depan.

Wagub Giri Prasta menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan yadnya sehingga masyarakat dapat lebih fokus melaksanakan ngayah dan mempersiapkan upakara banten sebagai bagian dari pelaksanaan yadnya.

Baca Juga  WYP Art Fondation Gelar Lomba “Bapang Barong Buntut” dan “Mekendang Tunggal” Se-Bali

Sementara itu, Bendesa Adat Kubu, Bangli, I Nengah Miasa menyampaikan bahwa Pitra Yadnya tersebut diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Pelaksanaan secara bersama-sama bertujuan meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat rasa persaudaraan dan semangat gotong-royong.

Menurutnya, yadnya yang pada umumnya ditanggung sepenuhnya oleh keluarga yang melaksanakan upacara akan menjadi lebih ringan apabila dilaksanakan secara massal melalui kebersamaan warga.

I Nengah Miasa melaporkan kepada Wakil Gubernur Bali dan Bupati Bangli bahwa rangkaian upacara tersebut diikuti warga dengan rincian ngaben sebanyak 106 sawa, ngelungah 52, ngerorasin 119 Sang Dewa, metatah 269 orang, tiga bulanan 1 orang, otonan 11 orang, banta meninggal belum genap satu tahun sebanyak 14 sawa, banta meninggal di luar Bali sebanyak 5, Sang Dewa yang belum metatah sebanyak 7, banta yang sudah dibakar sebanyak 5, serta ngaben banta/gumuk sebanyak 96.

Untuk pelaksanaan upacara, biaya yang dikenakan masing-masing sebesar Rp 1 juta untuk ngaben, Rp 1,5 juta untuk ngeroras, serta Rp 2,5 juta untuk ngaben dan ngerorasin. Pelaksanaan yadnya juga memperoleh dukungan dana Semesta Berencana dari Pemerintah Provinsi Bali sebesar Rp 95 juta, bantuan Bupati Bangli sebesar Rp 103 juta, LPD sebesar Rp 25 juta, serta pepatusan dari masing-masing kepala keluarga sebesar Rp 300 ribu. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri “Karya Ngenteg Linggih” Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan

Published

on

By

Walikota Denpasar Jaya Negara menandatangani Prasasti saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih Pura Gunung Sari, Desa Adat Peraupan.
TANDA TANGAN: Walikota Jaya Negara menandatangani Prasasti saat menghadiri “Karya Ngenteg Linggih Padudusan Mupuk Pedagingan Tawur Wrespati Kalpa Agung lan Panilapatian Pegat Soot” Pura Gunung Sari, Banjar Jurang Asri, Desa Adat Peraupan, pada Rabu (29/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Ngenteg Linggih Padudusan, Mupuk Pedagingan, Tawur Wrespati Kalpa Agung, lan Panilapatian Pegat Soot Pura Gunung Sari, Banjar Jurang Asri, Desa Adat Peraupan, pada Rabu (29/7).

Rangkaian upacara yang bertepatan dengan Purnama Sasih Karo ini juga berkaitan dengan telah rampungnya pemugaran beberapa bagian pura. Dalam kesempatan tersebut Walikota Jaya Negara juga turut menandatangani Prasasti Karya Ngenteg Linggih Padudusan Mupuk Pedagingan Tawur Wrespati Kalpa Agung lan Panilapatian Pegat Soot pura setempat. Di samping itu Walikota Jaya Negara juga berkesempatan mendem pedagingan di bale gedong dan penyerahan punia.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Surya Antara, Camat Denpasar Utara I Wayan Ariyanta beserta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara di sela upacara mengatakan, pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan ini adalah salah satu bentuk meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

“Apalagi di komunitas masyarakat seperti pesemetonan dan desa adat perlu diapresiasi bagaimana membangun sradha bhakti masyarakat melalui upakara yang dilaksanakan,” ujarnya.

Dikatakannya, mengenai pelaksanaannya, Pemkot Denpasar terus mengedepankan pemberdayaaan yang tidak terlepas dari sektor keagamaan. Namun demikian, yang juga patut diapresiasi adalah muncul kemandirian masyarakat untuk memunculkan kesadaran. Sehingga manfaat yang diperoleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan yang dikenal dengan istilah Tri Guna Karya serta Satwika Karya. 

Jaya Negara juga mengharapkan setelah dilaksanakannya upacara Ngenteg Linggih Padudusan Mupuk Pedagingan Tawur Wrespati Kalpa Agung lan Panilapatian Pegat Soot Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan ini, seluruh umat terutama warga dan pengempon dapat terus meningkatkatkan rasa persaudaraan dan persatuan antara sesama umat.

Baca Juga  Ratusan Pegawai RSUD Wangaya Ikuti Sosialisasi Aktivasi IKD

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap ke depan upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal- hal negatif di lingkungan desa setempat,” katanya.

Sementara Ketua Panitia Karya, I Made Sueca mengatakan Karya Ngenteg Linggih Padudusan Mupuk Pedagingan Tawur Wrespati Kalpa Agung lan Panilapatian Pegat Soot Pura Gunung Sari Desa Adat Peraupan dilaksanakan karena rampungnya semua palinggih pura yang diperbaharui.

Dimana karya hari ini upakara mendem pedagingan dan tanggal 5 Agustus 2026 dilaksanakan upacara puncak karya yang dipuput oleh Ida Peranda Mpu Nabe Yoga Daksa Paramitha dari Griya Peraupan.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Walikota Denpasar karena sudah hadir menyaksikan upacara ngenteg linggih dan meresmikan karya ini dengan Ngelingga Tangan atau menandatangani Prasasti Karya dan mepunia kepada kami. Semoga karya ini labda karya dan memargi antar,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Ikuti Persembahyangan “Pujawali” di Pura Praja Natha

Perkuat Sradha Bhakti dan Semangat Pengabdian Terbaik kepada Masyarakat

Loading

Published

on

By

Walikota Denpasar Jaya Negara bersama Wawali Arya Wibawa mengikuti persembahyangan Pujawali di Pura Praja Natha, Kantor Walikota Denpasar.
PERSEMBAHYANGAN: Walikota Denpasar IGN Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa mengikuti rangkaian persembahyangan Pujawali Piodalan di Pura Praja Natha, yang berlokasi di Kantor Walikota Denpasar, bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Karo, Rabu (29/7). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar IGN Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa mengikuti rangkaian persembahyangan Pujawali di Pura Praja Natha, yang berlokasi di Kantor Walikota Denpasar, bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Karo, Rabu (29/7).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Denpasar IGN Eddy Mulya, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, IB. Yoga Adi Putra, I Wayan Mariana Wandhira, Made Oka Cahyadi Wiguna beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Denpasar, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Prosesi pujawali berlangsung dengan khidmat sebagai wujud sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian upacara diisi dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh sulinggih, diiringi lantunan kidung suci, pementasan Tari Rejang, pertunjukan Topeng, serta alunan gambelan Bali yang semakin memperkuat suasana sakral dan religius.

Walikota Jaya Negara mengatakan bahwa pelaksanaan Pujawali di Pura Praja Natha, Kantor Walikota Denpasar, merupakan momentum spiritual bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar untuk memohon tuntunan, keselamatan, dan kerahayuan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Pujawali ini tidak hanya menjadi wujud rasa syukur dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, meningkatkan integritas, serta memperkuat komitmen seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Walikota Jaya Negara.

Lebih lanjut disampaikan bahwa nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam pelaksanaan pujawali diharapkan mampu menjadi landasan moral bagi seluruh aparatur pemerintah dalam melaksanakan tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik secara profesional, berintegritas, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Hadiri Peringatan HUT Ke-27 Perumda Tirta Sewakadarma

Pelaksanaan Pujawali di Pura Praja Natha juga menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam menjaga dan melestarikan adat, seni, budaya, serta tradisi Bali yang merupakan bagian penting dari identitas Kota Denpasar. Iringan kidung, Tari Rejang, pertunjukan Topeng, dan tabuh gambelan sekaligus menjadi simbol harmonisasi antara nilai spiritual, budaya, dan kebersamaan yang senantiasa dijaga di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

“Melalui pelaksanaan pujawali ini diharapkan seluruh jajaran Pemerintah Kota Denpasar senantiasa memperoleh tuntunan dan kerahayuan sehingga mampu terus bersinergi dalam mewujudkan pembangunan Kota Denpasar yang maju, harmonis, berbudaya, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca