Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Anak Nelayan dari Buleleng Tembus ITB Berkat Prestasi dan Ketekunan

BALIILU Tayang

:

Made Dea
Made Dea Vio Lantini asal Banjar Dinas Dauh Pura Desa Panji, Kecamatan Sukasada. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Kisah inspiratif datang dari ujung utara Pulau Bali. Made Dea Vio Lantini yang berasal dari Banjar Dinas Dauh Pura Desa Panji, Kecamatan Sukasada, siswi lulusan SMA Negeri 1 Singaraja (Smansa) Tahun 2025 ini, berhasil menembus Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui jalur prestasi. Anak dari keluarga nelayan ini membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih mimpi setinggi langit.

Diterima di Fakultas Teknologi Industri ITB, Dea memiliki cita-cita besar untuk meniti karier sebagai konsultan di perusahaan global ternama. Cita-cita itu lahir dari kombinasi minatnya pada dunia teknik dan kemampuan komunikasi yang terasah lewat berbagai organisasi dan perlombaan debat yang ia ikuti dan menangkan sejak SMA.

“Saya percaya prinsip orang Bali, De Bani di Kandang Gen. Jadi saya berusaha jangan hanya hebat di sekolah, tapi juga bisa bersaing di luar,” ujar Dea saat diwawancarai via telepon, Kamis (17/7).

Selama tiga tahun di SMA Negeri 1 Singaraja (Smansa), Dea mencatatkan segudang prestasi di antaranya Juara 1 Lomba Debat Pariwisata Tingkat Nasional oleh Sekolah Vokasi UGM, Juara 1 Lomba Debat Konstitusi di Institut Pendidikan Indonesia di Garut, Juara 2 Lomba Debat Pendidikan oleh Universitas Teknologi Surabaya, Inovator alat AC tanpa freon untuk mengurangi emisi CFC dan masih banyak lagi prestasi yang ia raih.

Metode belajar Dea sangat terstruktur. Ia menetapkan target akademik dan non-akademik setiap bulan, menjaga nilai tetap tinggi sambil tetap aktif mengikuti berbagai perlombaan. Kesehariannya pun penuh tanggung jawab. Selepas sekolah, ia membantu ibunya berjualan dan menjaga adik yang masih bayi, sebelum kembali belajar di malam hari.

Baca Juga  Pemuda Tabanan Ukir Prestasi di Harbin International Snow Sculpture Competition

Dari pihak keluarga, dukungan datang dalam bentuk keteladanan dan kerja keras. Orang tuanya tidak pernah mengarahkan Dea untuk kuliah di ITB, namun perjuangan mereka menjadi alasan terbesar bagi Dea untuk membuktikan bahwa ia bisa mengangkat nama keluarga lewat pendidikan.

“Orang tua saya hanya tamatan SMP dan SMA. Saya lihat orang tua saya bekerja sangat keras. Saya ingin menjadi orang pertama di keluarga yang kuliah, untuk membalas perjuangan mereka,” ujar Dea.

Dea pun berharap kisahnya bisa memotivasi siswa-siswi lain di Buleleng. “Jangan pernah minder. Pendidikan bisa mengubah nasib. Konsistensi, kerja keras, dan percaya pada diri sendiri itu kunci. Jangan remehkan mimpi kita,” pesannya.

Kini, langkah Dea menuju masa depan cerah baru dimulai. Dari pesisir Buleleng menuju kampus legendaris di Bandung, ia menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang, melainkan batu loncatan menuju keberhasilan.

Sementara itu dari pihak sekolahnya dulu, Dea dikenal sebagai siswi aktif dan penuh semangat. Tak hanya unggul di akademik, ia juga aktif di organisasi seperti Pramuka dan Forum Anak Daerah. Ia kerap mengikuti lomba debat, dan penelitian bahkan beberapa di antaranya ia ikuti secara mandiri dengan biaya sendiri.

“Apapun yang menjadi minat anak-anak, kami support. Dispensasi lomba, fleksibilitas jadwal tugas, sampai pembinaan langsung dari guru-guru. Dan Dea ini termasuk siswa yang sangat termotivasi, dia tahu apa yang ingin dia capai,” ungkap Kepala SMA Negeri 1 Singaraja, Made Sri Astiti

Sosok Dea kini menjadi inspirasi bukan hanya bagi teman-temannya, tapi juga bagi seluruh generasi muda di Buleleng. Dengan semangat dan kerja keras, siapa pun bisa menembus salah satu kampus terbaik di Indonesia. (gs/bi)

Baca Juga  Universitas Udayana Kembali Buka Penelusuran Jalur Mandiri Prestasi Bagi Siswa Berprestasi

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Presiden Prabowo: Hukum Harus Ditegakkan Secara Adil Melindungi Seluruh Lapisan Rakyat

Published

on

By

presiden prabowo
AMANAT: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan amanat pada Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev/presidenri.go.id)

Bogor, Jabar, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sebagai negara hukum, Indonesia harus menjunjung tinggi penegakan hukum untuk melindungi dan memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam amanatnya pada Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026.

“Negara kita adalah negara hukum. Karena itu hukum harus kita tegakkan. Hukum harus dihormati dan dihargai. Hukum harus menjadi pelindung rakyat. Hukum harus memberi rasa aman kepada rakyat yang jujur. Hukum harus menjadi tempat berlindung bagi mereka yang lemah,” ucap Presiden.

Selain itu, Kepala Negara menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan secara adil bagi seluruh lapisan masyarakat dan tidak boleh digunakan untuk membela kepentingan kelompok tertentu.

“Hukum tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas. Hukum tidak boleh menjadi alat mereka-mereka yang punya uang. Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik. Hukum tidak boleh digunakan untuk kepentingan satu kelompok manapun. Tidak boleh ada kriminalisasi, tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang, dan tidak boleh ada siapapun yang kebal terhadap hukum,” lanjut Presiden.

Lebih lanjut, Presiden juga menekankan bahwa perlindungan hukum harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang paling lemah. “Masyarakat yang mencari kebenaran dan keadilan harus dilayani. Orang yang benar harus merasa aman. Orang yang bersalah harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara turut menegaskan bahwa Indonesia terus membangun kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi penghormatan terhadap kritik. Namun demikian, Presiden mengingatkan bahwa kualitas demokrasi harus tetap dijaga.

Baca Juga  Apresiasi Siswa Berprestasi, Bupati Giri Prasta Support Penuh Team KIR SMAN 1 Mengwi Berkompetisi

“Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing. Perbedaan pendapat tidak boleh berubah menjadi kebencian. Kita adalah semuanya anak bangsa Indonesia. Demokrasi kita harus berciri nilai-nilai bangsa Indonesia,” ucapnya.

Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mengedepankan persatuan dan kerukunan. Dalam hal ini, Presiden menegaskan bahwa Polri memiliki peran sebagai penjaga demokrasi yang dewasa.

“Polri harus menjadi penjaga demokrasi yang dewasa. Menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan pendapatnya secara damai. Dan pada saat yang sama, menjaga agar hukum tetap tegak dan ketertiban tetap terpelihara,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara di Bogor

Published

on

By

Hari Bhayangkara
PIMPIN UPACARA: Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Bogor, Jabar, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026. Presiden Prabowo tiba di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob sekitar pukul 07.35 WIB.

Rangkaian upacara dimulai dengan masuknya Komandan Upacara ke lapangan, dilanjutkan dengan masuknya Lambang Kesatuan Polri Tri Brata serta penghormatan kepada Lambang Kesatuan Polri Tri Brata. Bertindak selaku Komandan Upacara yakni Irjen Pol. Suhendri.

Sekitar pukul 07.55 WIB, Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden menuju mimbar kehormatan. Presiden kemudian menerima laporan Perwira Upacara Brigjen Pol. Gatot Mangkurat Putra P.J., sebelum menuju mimbar upacara selaku Inspektur Upacara, didampingi oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Prosesi upacara diawali dengan penghormatan kebesaran, laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara, serta pemeriksaan pasukan. Presiden Prabowo kemudian memimpin mengheningkan cipta, dilanjutkan dengan pengucapan Tri Brata sebagai pedoman hidup anggota Polri.

Dalam upacara tersebut, Presiden Prabowo menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia dan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya kepada sejumlah satuan dan personel Polri. Presiden turut menganugerahkan Pangkat Kehormatan Republik Indonesia kepada sejumlah purnawirawan.

Usai rangkaian penganugerahan, Presiden Prabowo menyampaikan amanat selaku Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Tema peringatan tahun ini, ‘Polri untuk Masyarakat’ adalah sangat tepat, ini adalah jati diri, ini adalah arah pengabdian, ini adalah dan harus terus menjadi kompas moral setiap insan Bhayangkara,” ujar Presiden.

Setelah upacara pokok, Presiden Prabowo didampingi Panglima TNI menuju ke depan pasukan untuk menerima Penganugerahan Medali Keamanan dan Keselamatan Publik atau Loka Praja Samrakshana yang disematkan oleh Kapolri. Prosesi tersebut dilanjutkan dengan foto bersama Presiden dengan pasukan.

Baca Juga  Rayakan International Nurse Day, Pemkot Denpasar Beri Penghargaan DPK PPNI Berprestasi

Rangkaian peringatan kemudian dilanjutkan dengan sejumlah peragaan kemampuan dan keterampilan personel Polri. Presiden dan Wakil Presiden menyaksikan penampilan Drum Corps Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian, kolone senapan, peragaan penyelamatan sandera, terjun payung, serta aksi trail cross jumping dan smoke bomb.

Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden juga menyaksikan defile pasukan yang melintas di hadapan mimbar upacara. Defile tersebut menampilkan kesiapan, disiplin, serta soliditas jajaran Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Setelah rangkaian upacara dan defile, acara dilanjutkan dengan syukuran Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026. Dalam prosesi syukuran tersebut, Presiden Prabowo melakukan pemotongan tumpeng yang kemudian diberikan kepada Kapolri.

Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 menjadi momentum bagi Polri untuk terus memperkuat komitmen pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. Peringatan ini mencerminkan semangat Korps Bhayangkara dalam menjaga stabilitas keamanan nasional dan mendukung pembangunan Indonesia. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Bhayangkara Ke-80, Polri Tegaskan Komitmen Pengabdian melalui Tema “Polri untuk Masyarakat”

Published

on

By

hari bhayangkara
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir. (Foto: Hms Polri)

Bogor, Jabar, baliilu.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satlat Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7). Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, peringatan tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, usia ke-80 bukan sekadar perjalanan waktu bagi institusi Polri, tetapi merupakan perjalanan panjang pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Hari Bhayangkara ke-80 memiliki makna yang sangat penting. Delapan puluh tahun bukan sekadar perjalanan usia sebuah institusi, tetapi merupakan perjalanan panjang pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Momentum ini menjadi refleksi untuk memperteguh semangat dan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum yang berkeadilan,” ujar Johnny.

Menurutnya, melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polri terus memperkuat transformasi menuju institusi kepolisian yang modern, profesional, transparan, dan semakin dipercaya masyarakat.

Johnny menegaskan bahwa tema “Polri untuk Masyarakat” dipilih karena masyarakat merupakan kekuatan utama Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Tema ‘Polri untuk Masyarakat’ sangat relevan karena kami menyadari bahwa kekuatan sejati Polri adalah masyarakat. Oleh karena itu, orientasi kepada masyarakat menjadi komitmen dalam setiap pelaksanaan tugas, baik pelayanan publik, perlindungan, pengayoman, maupun penegakan hukum yang berkeadilan,” katanya.

Ia menambahkan, Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus menghadirkan Polri yang semakin profesional, humanis, dan adaptif dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta tantangan keamanan yang terus berkembang. (gs/bi)

Baca Juga  Ilham Ramadhani Berprestasi di Sayap Rajawali, Berikan yang Terbaik pada Kampus

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca