Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Anggota DPRD Badung Made Suwardana Dampingi Wabup Suiasa Pimpin Rakor dan Penandatanganan Kesepakatan Bersama ATM

BALIILU Tayang

:

suwardana
Anggota DPRD Badung Made Suwardana (kiri) saat mendampingi Wabup Ketut Suiasa memimpin Rapat Koordinasi dan Penandatanganan kesepakatan bersama dalam penanggulangan penyakit AIDS, Tuberkulosis dan Malaria di Kabupaten Badung, Jumat (27/1) di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung. (Foto: ist)

Badung, baliilu.com –  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung I Made Suwardana mendampingi Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa memimpin Rapat Koordinasi sekaligus menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama dalam penanggulangan terhadap penyakit AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (ATM) di Kabupaten Badung.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, Jumat (27/1) ini merupakan salah satu Project Resilient and Sustainable System For Health (RSSH) dan untuk menyamakan pola pikir dan tindakan terkait upaya penanggulangan dan pencegahan ATM melalui dukungan seluruh instansi yang tergabung dalam komisi penanggulangan tersebut.

Turut hadir mendampingi Kepala Dinas Kesehatan Badung dr. Made Padma Puspita, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) dr. I Nyoman Gunarta yang sekaligus menjadi Ketua Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Provinsi Bali dan perwakilan Bappeda dan DPMD Kabupaten Badung.

Kadis Kesehatan Badung dr. Made Padma Puspita melaporkan, dalam penanggulangan kasus penyakit seperti AIDS, Tuberkulosis dan Malaria di Kabupaten Badung pihaknya tidak bisa menangani sendiri. Untuk itu perlu adanya kerja sama dari berbagai stakeholder pemerintah dan elemen masyarakat. Saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Badung bekerja sama dengan sebelas (11) Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Badung, diantaranya praktek dokter mandiri dan klinik-klinik swasta yang nantinya semua akan bekerja sama dalam hal promotif untuk bisa mempromosikan kesehatan dan preventif dalam upaya pencegahan dan melakukan berbagai tindakan agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan yang mengancam diri sendiri maupun orang lain di masa yang akan datang, serta kuratif melakukan suatu upaya kesehatan yang dilakukan untuk mencegah penyakit menjadi lebih parah melalui pengobatan.

Baca Juga  Wabup Suiasa Terima Audiensi Kementerian Tenaga Kerja, BPKK Bekasi di Badung
suwardana
Anggota DPRD Badung Made Suwardana (tengah) saat berfoto bersama usai Rakor dan penandatanganan kesepakatan bersama dalam penanggulangan terhadap penyakit AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (ATM) di Kabupaten Badung, Jumat (27/1) di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung. (Foto: ist)

 Padma Puspita berharap dengan diselenggarakannya rapat koordinasi ini untuk bisa bersama-sama dalam menyamakan pola pikir, bagaimana bersinergitas mengatasi dan memerangi ketiga penyakit menular ini, dengan bersosialisasi dalam pencegahan, penanganan dan menekan perkembangan dari ketiga penyakit tersebut.

“Sinergitas ini dilakukan sebagai upaya dalam merancang terobosan kedepannya sehingga terwujudnya sebuah realistik perencanaan dengan target terukur dan tereksekusi dengan kinerja yang lebih baik,” jelasnya.

Sementara Wabup Ketut Suiasa dalam arahannya menyampaikan, penanggulangan tiga penyakit menular AIDS, Tuberkulosis dan Malaria di Kabupaten Badung harus ditangani secara bersama-sama dan diberikan dukungan penuh. Maka dari itu Pemkab Badung mengadakan rapat koordinasi dan menandatangani kesepakatan bersama dalam upaya penanggulangan tiga penyakit tersebut.

“Dari berbagai elemen terutamanya pemerintah, stakeholder dan perangkat desa di Kabupaten Badung harus bersatu padu dalam menyosialisasikannya ke masyarakat, karena kasus ATM di Kabupaten Badung harus kita tangani secara serius. Contohnya dalam kasus AIDS di Kabupaten Badung, selama ini kita sudah tangani 1.800 kasus, tentu hal tersebut harus ditekan dan diminimalkan. Maka dari itulah harus dilakukan gerakan bersama-sama dalam penanggulangan kasus ini,” ujarnya.

 Wabup Suiasa menambahkan, masyarakat harus lebih sering memproteksi diri dan mengedukasi diri dalam hal dampak dari ketiga penyakit tersebut, serta bekerja sama dengan pihak-pihak yang berkompeten dalam bidang penanganan. Baik itu dalam monitoring warga-warga baru atau yang berstatus penduduk sementara di daerahnya. “Karena dalam penanganan ketiga penyakit menular ini, kita tidak bisa tangani sendiri. Tidak hanya dari pemerintah tapi harus juga berlanjut ke level tingkat desa,“ terangnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Wabup Suiasa Terima Audiensi Kementerian Tenaga Kerja, BPKK Bekasi di Badung

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Wabup Suiasa Pimpin Dialog dan Koordinasi dengan Komnas Perempuan RI

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  <strong>Wabup Suiasa Terima Audiensi Dirkamsel Korlantas Polri</strong>

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca