Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Angkat Potensi Desa Bakas, FTP Unud Kembangkan Teh Herbal

BALIILU Tayang

:

angkat potensi
Produk teh herbal. (Foto: Ist)

Klungkung, baliilu.com – Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana (FTP Unud) mengembangkan produk herbal tea (teh herbal) dengan mengangkat potensi Desa Bakas, Kabupaten Klungkung. Desa Bakas adalah salah satu dari 13 desa di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Desa Bakas memiliki luas kurang lebih 382,225 Ha arah barat dari Kota Semarapura ibukota Kabupaten Klungkung dengan jarak kurang lebih 8 km. Dari luas wilayah tersebut penggunaan tanah untuk sawah dan tegalan masing-masing mencapai 95 Ha dan 28,075 Ha yang sebagian besar diisi dengan tanaman pandan harum sehingga salah satu potensi lokal yang dapat dimanfaatkan adalah daun pandan harum.

Tim Dosen FTP Unud yang terdiri dari Dr. Ir. Luh Putu Wrasiati, M.P., dan Dr. Dewa Ayu Anom Yuarini, S.TP., M.Agb. dari Program Studi Teknologi Industri Pertanian bersama I Gede Arie Mahendra Putra, S.TP., M.TP. dan Putu Julyantika Nica Dewi, S.TP., M.TP. dari Program Studi Teknologi Pangan mengembangkan product herbal tea berbasis daun pandan harum untuk mengangkat potensi yang ada pada Desa Bakas, Kabupaten Klungkung.

Produk yang dikembangkan merupakan produk herbal tea yang dapat berasal dari berbagai macam bahan baik rempah maupun bunga yang setiap produk dapat ditambahkan daun pandan harum sebagai penambah aroma dan citarasa produk. Salah satu bahan yang dapat dicampurkan dalam pengembangan herbal tea dengan daun pandan adalah bahan-bahan seperti jahe, batang serai, kayu secang, bunga telang, bunga ratna dan lainnya yang telah mengalami proses pengeringan.

Teh herbal atau herbal tea adalah sebutan untuk ramuan bunga, daun, biji, akar, atau buah kering untuk membuat minuman yang juga disebut teh herbal. Walaupun disebut “teh”, ramuan atau minuman ini tidak mengandung daun dari tanaman teh. Teh herbal biasanya diseduh dengan air panas untuk mendapatkan minuman yang beraroma harum. Adapun manfaat dari herbal tea yang cukup terkenal adalah meningkatkan daya tahan tubuh, selain itu juga dapat mengatasi peradangan, mengatasi insomnia, menurunkan berat badan, mencegah penyakit jantung, mengatasi permasalahan pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Manfaat yang diberikan oleh herbal tea tersebut dikarenakan herbal tea yang terdiri dari bahan-bahan rempah maupun bunga seperti jahe, batang serai, kayu secang, bunga telang, bunga ratna dan lainnya mengandung komponen bioaktif yang dapat berfungsi sebagai antioksidan.

Baca Juga  Dosen FTP Unud Didapuk Jadi Narasumber dan Instruktur di Desa Banjar

Adapun proses pembuatan herbal tea cukup mudah yaitu bahan yang akan digunakan dipilih kualitasnya yang baik lalu dikecilkan ukurannya dan dikeringkan. Proses pengeringan bahan dapat menggunakan pengeringan dengan sinar matahari maupun pengeringan dengan bantuan oven. Beberapa produk seperti daun pandan harum diberikan perlakuan blanching sebelum dikeringkan agar warna daun dan aroma daun lebih tajam. Apabila seluruh bahan sudah dikecilkan ukurannya dan melalui proses pengeringan bahan siap dikemas dengan kemasan yang menarik. Proses penyajiannya juga cukup mudah dengan cara menyeduh herbal tea pada air mendidih dan produk herbal tea siap untuk disajikan dan dikonsumsi.

Salah satu perwakilan Dosen FTP Unud Dr. Ir. Luh Putu Wrasiati, M.P. menjelaskan, pengembangan produk ini digunakan untuk mengangkat potensi yang ada pada Desa Bakas, Kabupaten Klungkung yaitu pandan harum. Menurutnya, penambahan daun pandan harum kering ke setiap campuran produk herbal tea yang dihasilkan dapat memberikan efek yang baik pada minuman yang dihasilkan, seperti pemberi aroma dan citarasa, memberikan efek relaksasi dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Ia juga mengatakan bahwa herbal tea dengan daun pandan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi minuman ready drink dan apabila dikemas dengan teknik pengemasan yang baik dapat digunakan berpotensi menjadi produk unggulan penunjang pariwisata yang berasal dari Desa Bakas Klungkung, mengingat potensi daun pandan yang terdapat di Desa Bakas sangat melimpah. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1187-Angkat-Potensi-Desa-Bakas-Daun-Pandan-Harum-FTP-Unud-Kembangkan-Product-Herbal-Tea.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Melali Sambil Berbagi, Sahabat Hardtop Negaroa Berbagi Paket Sembako di Gilimanuk

Published

on

By

Hardtop Negaroa
BAGIKAN SEMBAKO: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan membagikan sembako di acara “Melali dan Berbagi” Komunitas Sahabat Hardtop Negaroa, Minggu (3/5) di Karang Sewu. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Kawasan wisata Karang Sewu mendadak semarak dengan kehadiran puluhan Toyota Hardtop dalam tajuk acara “Melali dan Berbagi”, Minggu (3/5). Kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas Sahabat Hardtop Negaroa ini menjadi strategi unik untuk mengangkat potensi wisata lokal Jembrana sambil tetap mengedepankan sisi kemanusiaan melalui aksi bakti sosial.

Sebanyak 24 unit Toyota Hardtop yang tergabung dalam komunitas Sahabat Hardtop Negaroa melakukan konvoi menyusuri jalanan Jembrana dalam agenda “Melali dan Berbagi”.

​Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer kendaraan ikonik, melainkan misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat kurang mampu di sekitar objek wisata tersebut melalui pembagian paket sembako.

​Turut hadir di tengah rombongan, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, yang juga merupakan anggota aktif komunitas ini. Kembang menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi ganda, mempererat silaturahmi sekaligus mengangkat potensi wisata lokal.

“Jalan-jalan ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata yang kita miliki di Jembrana, salah satunya Karang Sewu. Sembari menikmati alam, kami juga ingin hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial pembagian sembako,” ujar Bupati Kembang Hartawan.

​Senada dengan hal tersebut, dr. Putu Gilang Iswara, salah satu anggota komunitas, menjelaskan bahwa Sahabat Hardtop Negaroa ingin menghidupkan kembali “aura” mobil klasik di Bumi Makepung.

“Kita Sahabat Hardtop Negaroa ingin membangkitkan kembali aura mobil legenda di Jembrana dengan menjaga eksistensi mobil Hardtop agar tetap relevan di era modern,” ungkap dr. Gilang.

​Bagi para anggotanya, Toyota Hardtop bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol gaya hidup yang memegang teguh prinsip 5B (Bermanfaat, Berkarya, Bersatu, Bersaudara, dan Bersahaja).

Aksi di Karang Sewu ini membuktikan bahwa di balik eksteriornya yang kokoh dan gahar, komunitas Sahabat Hardtop Negaroa memiliki kepedulian yang lembut terhadap sesama, menjaga harmoni antara hobi, promosi daerah, dan jiwa sosial. (gs/bi)

Baca Juga  Tingkatkan Suasana Akademik, Teknik Pertanian dan Biosistem Unud Gelar Kuliah Umum

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

3 Orang ASN di Lingkungan Pemkab Gianyar Direkomendasikan Pemberhentian

Published

on

By

pemkab gianyar
RAPAT: Suasana pelaksanaan rapat pemeriksaan tim pada Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Sebanyak 3 orang ASN  Pemkab Gianyar diberhentikan oleh Tim Pertimbangan Hukuman Disiplin (TPHD), usai pelaksanaan rapat pemeriksaan Tim pada hari Selasa (5/5) bertempat di Ruang Kerja Sekda Gianyar.

ASN yang direkomendasikan pemberhentian tersebut berinisial DMCDPP, Pranata Trantibum, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gianyar dengan terbukti sah melakukan tindak pidana menguasai narkotika golongan I bukan tanaman yang melebihi 5 gram sesuai Keputusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 1473/Pid.Sus/2025/PN. Dan berinisial KSS, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar dengan terbukti melakukan tindak pidana menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I sesuai Putusan Pengadilan Negeri Gianyar Nomor 12/Pid.Sus/2026/PN. Yang bersangkutan diberhentikan sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, dan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.

Selain itu, ASN berinisial LNH, Pengelola Umum Operasional, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, juga diberhentikan karena yang bersangkutan tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama sepuluh hari kerja secara terus-menerus sesuai Peraturan Bupati Gianyar Nomor 47 Tahun 2024 tentang Cara Penegakan Disiplin Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemkab Gianyar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, selaku ketua tim TPHD menyampaikan bahwa pemberian sanksi tegas tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menegakkan disiplin, integritas, dan profesionalisme aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan.

“Keputusan ini diambil sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah Kabupaten Gianyar tidak akan mentolerir pelanggaran disiplin berat maupun tindak pidana yang dilakukan oleh aparatur, karena ASN harus menjadi contoh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh pegawai agar senantiasa menjaga etika, menaati aturan, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga  FTP Unud Gelar Lepas Pesan Calon Wisudawan Periode Agustus 2023

“Ke depan, apabila terjadi pembiaran terhadap pegawai yang tidak disiplin dan atasan langsung tidak mengambil tindakan tegas, maka atasan yang bersangkutan juga dapat dikenakan sanksi, termasuk kemungkinan dicopot dari jabatannya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Festival Singa Kren, Angkat Akulturasi Budaya sebagai Fondasi Kemajuan

Published

on

By

Singa Kren
JUMPA PERS: Pemerintah Kecamatan Buleleng saat menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kecamatan Buleleng menggelar jumpa pers Singa Kren Festival di Jl. Teleng Singaraja, Selasa (5/5/2026). Festival perdana ini bertajuk Singaraja Kreativitas Seni Festival atau Singa Kren Festival, dengan tema Purwaning Sastrotsawa Pragati yang bermakna nilai budaya, tradisi, dan filsafat sebagai awal kemajuan.

Memimpin jumpa pers, Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca menjelaskan, nama Singa Kren diambil dari program inisiatif Bupati dan Wakil Bupati Buleleng. “Singa” merujuk pada Singaraja, sementara “Kren” merupakan singkatan dari Kreativitas Seni.

“Jadi potensi-potensi kreativitas seni yang unggul. Oleh karena itu, namanya Kren, festival perdana kali. Itu latar belakang sejarah kenapa kami harus mengangkat nama itu,” ujar Putu Gopi Suparnaca.

Festival ini, menurutnya, menjadi wujud nyata jargon Singaraja Kren Buleleng Paten. Acara dirancang sebagai wadah kolaborasi berbagai elemen seni dan budaya yang telah lama hidup di Buleleng, mulai dari seni tari tradisional Bali, akulturasi budaya Tionghoa, Muslim, hingga pengaruh Buddha, serta seni musik modern dan kreativitas UMKM.

Tema Purwaning Sastrotsawa Pragati sendiri mengandung makna filosofis yang mendalam. “Ada kandungan nilai budaya, ada kandungan tradisi yang terpelihara, terlestari hingga kini. Dan itu juga bermakna pada kandungan kreativitas dari kreativitas seni. Kemudian dari nilai budaya, tradisi, dan kandungan filsafat penuh arti ini cikal bakal kemajuan pemerintah Kabupaten Buleleng,” papar mantan Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Buleleng itu.

Berbagai kegiatan akan memeriahkan festival ini, antara lain pentas tari dan seni budaya khas Kecamatan Buleleng, seni musik modern, pameran pelayanan publik, pameran UMKM tradisional dan kuliner, Fun Run, Zumba Party, lomba karaoke, serta fashion show.

Baca Juga  Tingkatkan Suasana Akademik, Teknik Pertanian dan Biosistem Unud Gelar Kuliah Umum

Salah satu highlight-nya adalah garapan kolosal yang berisi ratusan seniman. Ketua Sanggar Santhi Budaya, I Gusti Ngurah Eka Prasetya mengatakan, pihaknya mengerahkan 87 penari dan 26 penabuh yang diiringi gamelan gong kebyar sebagai ciri khas Buleleng.

“Keunikannya ada di sini, karena biasanya garapan-garapan yang memunculkan beberapa macam etnis itu biasanya memiliki karakter musik yang berbeda-beda. Namun sekarang kami mencoba memeras otak dengan mempergunakan perangkat gong kebyar untuk mengiringi sekian banyak etnis dengan melodi baik pentatonis maupun diatonis,” jelas seniman yang akrab disapa Gus Eka itu.

Garapan tersebut bersifat kolosal dengan melibatkan lebih dari 550 orang, termasuk penari laki-laki dan perempuan dari anak-anak hingga dewasa. Menurutnya, meski bukan sesuatu yang benar-benar baru, pengemasan untuk festival perdana ini dibuat berbeda, termasuk proses penyambutan tamu VIP dengan rute yang disesuaikan.

Gus Eka berharap, Festival Singa Kren diharapkan menjadi momentum pelestarian sekaligus pengembangan seni budaya Buleleng yang akulturatif, sekaligus mendorong kemajuan daerah melalui kreativitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca