Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Angkat Tema ‘‘Bali Pulau Organik‘‘,  Ny. Putri Koster Jadi Narasumber Dialog Interaktif di RRI Singaraja

Ny. Putri Koster Ajak Kader PKK Ikut Aktif Sebarluaskan dan Jadikan Bali Sebagai Pulau Organik

Loading

BALIILU Tayang

:

ny koster
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat menjadi narasumber Dialog Interaktif di RRI Singaraja, Senin (10/4). (Foto: ist)

Buleleng, baliiu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menggandeng Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana, Koordinator Kelompok Ahli Bidang Bidang Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali Prof. I Made Damriyasa, Kelompok Ahli Bidang Pangan, Sandang dan Papan Prof. I Made Supartha Utama untuk menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif tentang 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru dengan tema “Bali Pulau Organik” bertempat di stasiun RRI Singaraja, Singaraja, pada Senin (10/4/2023).

Ny. Putri Koster yang akrab disapa Bunda Putri tersebut mengatakan bahwa sejatinya TP PKK Prov Bali selalu hadir sebagai mitra Pemerintah Provinsi Bali dalam menyukseskan program-programnya. Menurutnya, TP PKK mempunyai dua program utama yaitu sosialisasi dan aksi sosial. “Sosialisasi berarti kita menyebarluaskan program-program pemerintah agar masyarakat tahu contohnya seperti saat ini, dan aksi sosial kita menyentuh langsung dan memberikan bantuan kepada masyarakat,” jelasnya.

Untuk sosialisasi kali ini, Bunda Putri melanjutkan mengangkat tema tentang Pertanian Organik, karena menurutnya ini hal yang penting untuk dibahas, mengingat masyarakat sudah cenderung meninggalkan gaya hidup sehat melalui konsumsi bahan makanan non-organik. “Kami TP PKK menggandeng pakarnya di bidang pertanian agar bisa mengedukasi masyarakat. Bahwa leluhur kita dari dulu sudah mewariskan sistem pertanian terintegrasi, dengan nilai-nilai adiluhungnya juga. Sehingga mari kita kembali kepada pertanian yang menjadi jati diri kita,” tuturnya.

Di samping itu, wanita yang dikenal sebagai seniman serba bisa ini juga mengatakan bahwa Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati sangat konsen dengan sistem pertanian organik dan ingin menjadikan Bali sebagai provinsi pertama di Indonesia yang menyandang predikat Provinsi Hijau. “Untuk itu mari kita bersama-sama, terutama TP PKK yang kadernya hingga ke unit terkecil masyarakat yaitu keluarga, untuk ikut aktif menyebarluaskan dan menjadikan Bali sebagai pulau organik,” imbuhnya.

Baca Juga  Jadi Narasumber AKU BALI, Ny. Putri Koster Komit Fokus pada Penguatan Pemasaran di Hilir
ny koster
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menggandeng Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana, Koordinator Kelompok Ahli Bidang Bidang Pembangunan Pemerintah Provinsi Bali Prof. I Made Damriyasa, Kelompok Ahli Bidang Pangan, Sandang dan Papan Prof. I Made Supartha Utama untuk menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif tentang 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru dengan tema “Bali Pulau Organik” bertempat di stasiun RRI Singaraja, Singaraja, pada Senin (10/4/2023). (Foto: ist)

Sementara Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mengatakan bahwa komitmen Kabupaten Buleleng sebagai bagian dari Provinsi Bali, sangat sejalan dalam mengembangkan pertanian organik. Ditambahkannya, saat ini Buleleng sudah menerapkan sistem pertanian organik, dimulai dari padi, buah-buahan dan sayuran. “Sama seperti jargon Kabupaten Buleleng, yaitu ‘Buleleng Bisa’, maka saya kira pertanian organik bisa diimplementasikan sepenuhnya di Buleleng,” jelasnya.

Ia pun mengatakan ini sebagai salah satu penanda Bali Era Baru, yaitu mewujudkan SDM Bali yang unggul, tidak hanya unggul di bidang pendidikan namun juga unggul di bidang kesehatan sehingga ke depan bisa semakin berdaya guna. Begitu juga di bidang ekonomi, Bupati Lihadnyana mengatakan bahwa pertanian organik mempunyai aspek ekonomi yang cukup tinggi, sehingga bisa menguntungkan masyarakat Bali. “Pertanian organik ini bukanlah hanya sebuah sistem, namun memiliki nilai yang lebih. Sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang mencakup semuanya, pertanian organik tidak hanya menyelamatkan manusia dan lingkungan Bali, namun juga menyelamatkan kebudayaan Bali yang sudah turun-temurun diwariskan oleh para leluhur,” imbuhnya.

Sementara Prof. Damriyasa mengatakan bahwa di era kepemimpinan Gubernur Koster sangat konsen melindungi alam, manusia dan kebudayaan Bali. Hal itu bisa dilihat dari pencapaian kepemimpinan Gubernur Koster dan Wakil Gubernur Cok Ace yang belum genap lima tahun ini sudah terangkum dalam 44 tonggak peradaban penanda Bali Era Baru. “Di sana sudah terdapat 44 pencapaian beliau selama memimpin Bali, salah satunya yaitu sistem pertanian organik,” jelasnya.

Pemprov Bali dijelaskannya sedang memperbaiki sistem pertanian dari hulu ke hilir, tidak hanya mengganti pupuk berbahan dasar kimia ke pupuk organik, namun juga turut mengedukasi para petani hingga masyarakat tentang pentingnya implementasi pertanian organik untuk Pulau Bali. Untuk itu, ia menegaskan semua harus bergerak simultan, mulai dari pemerintah, masyarakat hingga pemangku kepentingan untuk membawa Bali menjadi green province. “Gubernur Koster sangat konsen untuk menjadikan Bali sebagai pulau organik, bahkan beliau menolak pupuk kimia masuk ke Bali, karena beliau berpikir tentang Bali ke depan, 100 tahun lagi, bukan hanya berpikir tentang Bali di periode beliau. Maka mari kita bersama-sama menjaga dan mewujudkan Bali menjadi pulau organik,” tambahnya.

Baca Juga  Sosialisasi PSBS PADAS di Densel dan Dentim, Ibu Putri Koster: Jangan Tinggalkan Sampah Upakara di Pantai atau Tempat Suci

Di samping itu, ia pun menggugah akademisi dan perguruan tinggi untuk menemukan terobosan yang bisa membantu pemerintah secara cepat menjadikan Bali sebagai pulau organik, baik dalam penciptaan pupuk organik maupun sistem yang lebih baik.

Prof. Supartha Utama memandang bahwa pertanian organik tidak hanya memiliki nilai ekonomi yang tinggi, namun juga memiliki nilai-nilai budaya yang terkandung dalam filosofi Sad Kerthi. Pertanian organik menurutnya tidak hanya menghasilkan bahan pangan yang berkualitas bagi masyarakatnya, namun juga sebagai salah satu upaya dalam menjaga ekosistem Bali secara berkelanjutan. “Di luar negeri, masyarakatnya sangat konsen dengan makanan yang mereka makan, dan makanan organik memiliki nilai lebih bagi mereka. Nah jika kita bisa menjual bahan makanan organik kita dengan nilai-nilai ekstrinsiknya seperti nilai budaya, dll, maka kita bisa menjual produk kita lebih tinggi lagi,” urainya seraya mengatakan jika hasil produksi melalui sistem pertanian organik bisa lebih tinggi dari pertanian biasa.

Sama halnya dengan Prof. Damriyasa, Prof Supartha Utama juga mengatakan jika langkah-langkah Gubernur Bali dalam menjadikan Bali sebagai Pulau Organik sudah sangat sistematis dan selalu memperhatikan berbagai aspek yang ditimbulkan. Seperti masa transisi dari pertanian biasa ke organik, Pemprov Bali mensubsidi pupuk organik baik cair maupun padat kepada para petani, di samping juga terus berupaya mengedukasi petani. Hingga tahun 2023 ditambahkannya sudah sekitar 10.000 atau 66% hektar lahan pertanian diubah menjadi lahan organik, sehingga diharapkan tahun 2024 atau 34% sisanya semua lahan pertanian di Bali sudah menggunakan sistem organik. “Dengan sistem pertanian organik yang dicanangkan oleh Bapak Gubernur, Pemprov Bali telah berhasil menyelamatkan mata air tercemar yang dari awalnya 391 menjadi 244. Bayangkan jika kita tidak beralih mungkin 100 tahun lagi 1.200 mata air di Bali akan tercemar,” tandasnya.

Baca Juga  Ibu Putri Koster Turun Langsung Gotong-royong Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat Desa Adat Batuyang

Dalam kesempatan tersebut, semua narasumber berharap bahwa pertanian organik bisa segera diwujudkan secara masif, untuk menyelamatkan lingkungan dan ekosistem di Bali. Sementara Bunda Putri juga berharap, agar kader PKK hingga di tingkat keluarga bisa menjadi pionir, penggerak terdepan dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya pertanian organik bagi alam dan manusia Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Dorong Birokrasi Inovatif, Bupati Sutjidra Resmikan ASN Corporate University dan Si Bijak Paten

Published

on

By

Peluncuran ASN Corporate University Buleleng
SI BIJAK PATEN: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat menghadiri peluncuran ASN Corporate University dan Sistem Informasi Kebijakan Pengembangan Kompetensi (Si Bijak Paten) di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Senin (19/10). (Foto: Hms Tbn)

Buleleng, baliilu.com – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat reformasi birokrasi di Bumi Panji Sakti. Langkah konkret tersebut diwujudkannya lewat peluncuran ASN Corporate University dan Sistem Informasi Kebijakan Pengembangan Kompetensi (Si Bijak Paten) di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Senin (19/10).

Di bawah kepemimpinannya, Pemkab Buleleng menggandeng Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk menghadirkan sistem pembelajaran terintegrasi. Terobosan ini digagas Bupati Sutjidra agar peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) tidak berhenti sekadar pada pelatihan formal, melainkan langsung bermuara pada penerapan kerja nyata di lapangan.

Di hadapan Kepala LAN Dr. Muhammad Taufiq Dea, Wakil Bupati Gede Supriatna, unsur pimpinan DPRD, serta jajaran pejabat Pemkab Buleleng, Bupati Sutjidra menekankan pentingnya membangun aparatur yang berintegritas, kredibel, dan bersih dari korupsi.

“Pengembangan seluruh ASN ini penting agar mereka memiliki kompetensi, kredibilitas, dan integritas. Pelaksanaannya juga harus transparan, akuntabel, dan bebas dari korupsi,” tegas Bupati Sutjidra.

Melalui program ini, Bupati Sutjidra memastikan arah kebijakan birokrasi selaras dengan delapan program prioritas daerah. Pihaknya menginstruksikan agar proses pembelajaran dimulai secara berjenjang dari unsur pimpinan, pejabat struktural, fungsional, hingga kepala seksi sebelum diteruskan ke seluruh staf di masing-masing perangkat daerah.

Bupati Sutjidra berharap, melalui kepemimpinan yang kuat dan terarah, ASN di Buleleng mampu memahami serta mengeksekusi setiap program prioritas secara optimal, sehingga kehadiran birokrasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Bupati Sutjidra juga optimis penerapan sistem ini mampu menjadikan Buleleng sebagai pilot project nasional dalam pengembangan kompetensi aparatur.

Langkah progresif Bupati Sutjidra ini mendapat apresiasi penuh dari Kepala LAN, Dr. Muhammad Taufiq Dea. Menurut Taufiq, komitmen kuat seorang kepala daerah adalah kunci utama keberhasilan transformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Baca Juga  Tak Lagi Jadi Momok, Ny. Putri Koster Sosialisasikan Penanggulangan Rabies Berbasis Keluarga

“Transformasi birokrasi tidak akan berjalan tanpa adanya kepemimpinan yang visioner dan keberanian untuk mengubah cara-cara lama menjadi lebih adaptif. Apa yang dilakukan Pemkab Buleleng hari ini patut menjadi teladan bagi daerah lain dalam membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan,” ungkapnya

Dengan resmi diluncurkannya ASN Corporate University dan Si Bijak Paten oleh Bupati Sutjidra, Pemkab Buleleng kini bersiap membangun budaya belajar yang berkelanjutan demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin inovatif, efektif, dan solutif. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Dirga Ajak Generasi Muda Jaga Kesehatan, Jauhi Narkoba, dan Peduli Sesama

Published

on

By

Roadshow Orkes Tabanan di SMAN 1 Kediri
HADIRI APEL: Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, menghadiri apel dan roadshow sosialisasi bersama Tim Kolaborasi Orkes Tabanan yang melibatkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), PPTI, PMI, dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK), yang berlangsung di SMA Negeri 1 Kediri, Kecamatan Kediri, Senin (19/10). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, menghadiri apel dan roadshow sosialisasi bersama Tim Kolaborasi Orkes Tabanan yang melibatkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), Palang Merah Indonesia (PMI), dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK), sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting di lingkungan sekolah. Kegiatan berlangsung di SMA Negeri 1 Kediri, Kecamatan Kediri, Senin (19/10), dan dihadiri Kepala Sekolah beserta jajaran guru, para pengurus KPA, PPTI, PMI, dan BNK Kabupaten Tabanan, serta para siswa.

Melalui sambutannya, Wabup Dirga yang juga selaku ketua rangkaian organisasi tersebut menegaskan bahwa generasi muda merupakan penerus Tabanan yang memegang peranan penting dalam menentukan masa depan daerah.

“Anak-anak sekalian adalah generasi penerus Tabanan. Masa depan daerah ini ada di tangan kalian. Karena itu, selain rajin belajar, kalian juga harus menjaga kesehatan, memiliki komitmen yang baik, menjauhi narkoba, dan peduli terhadap sesama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wabup Dirga menjelaskan bahwa masing-masing organisasi yang tergabung dalam Tim Kolaborasi Orkes Tabanan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda.

“KPA mengajak kita memahami HIV/AIDS dengan benar serta tidak memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV. PPTI membantu meningkatkan kesadaran tentang TBC, mulai dari pencegahan hingga pentingnya menjalani pengobatan sampai tuntas. PMI mengajarkan kita tentang kemanusiaan, pertolongan pertama, kesiapsiagaan bencana, dan semangat membangun bersama. Sementara itu, BNK mengajak kita menjauhi penyalahgunaan narkoba dan berani menolak ajakan yang dapat merusak masa depan,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, Wabup Dirga mengingatkan para siswa agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya serta tidak ragu meminta bantuan kepada guru maupun orang tua ketika menghadapi persoalan. Perhatian terhadap percepatan penurunan stunting juga disampaikan Wabup Dirga sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas. Ia menjelaskan bahwa stunting bukan hanya berkaitan dengan tinggi badan, tetapi juga dengan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat berbagai faktor, termasuk kekurangan gizi dalam jangka panjang.

Baca Juga  Tak Lagi Jadi Momok, Ny. Putri Koster Sosialisasikan Penanggulangan Rabies Berbasis Keluarga

“Kalian perlu membiasakan makan makanan bergizi, tidak melewatkan sarapan, rutin berolahraga, menjaga kebersihan, dan memperhatikan kesehatan diri. Kebiasaan sehat remaja akan menjadi bekal penting untuk masa depan anak dan cucu kalian,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Dirga turut mendorong pembentukan KSPAN (Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba) di sekolah-sekolah sebagai wadah bagi para siswa untuk belajar, berbagi informasi yang benar, saling mengingatkan, dan menjadi teladan positif bagi teman sebaya.

“KSPAN bukan sekadar organisasi, tetapi wadah bagi kalian untuk belajar dan berbagi informasi yang benar, saling mengingatkan, serta menjadi contoh positif bagi teman-teman sebaya. Saya berharap KSPAN benar-benar aktif, bukan hanya terbentuk di atas kertas, tetapi diisi dengan kegiatan yang menarik, edukatif, dan bermanfaat bagi lingkungan sekolah,” harapnya.

Wabup Dirga juga mengajak kepala sekolah dan jajaran guru untuk terus mendukung kegiatan tersebut melalui sinergi bersama KPA, PPTI, PMI, dan BNK agar edukasi kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang dekat dan mudah dipahami oleh para siswa. Ia menitipkan tiga pesan utama kepada generasi muda, yakni menjaga diri dan masa depan, peduli terhadap teman, serta menjadi pelopor perubahan.

“Mulailah dari diri sendiri, dari sekolah, dan dari keluarga. Tidak perlu menunggu menjadi orang besar untuk melakukan hal yang baik,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wabup Dirga  Wabup Dirga mengajak kepala sekolah dan jajaran guru untuk terus mendukung kegiatan tersebut melalui sinergi bersama KPA, PPTI, PMI, dan BNK agar edukasi kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang dekat dan mudah dipahami oleh para siswa.  Pihaknya juga berharap seluruh sekolah di Kabupaten Tabanan dapat menjadi lingkungan yang aman, bebas narkoba, peduli terhadap kesehatan, serta mampu melahirkan generasi yang sehat, berprestasi, dan peduli terhadap sesama,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster Buka Pameran IKM Bali Bangkit Tahap IV 2022

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tongkat Komando Berganti, Kombes Pol. I Wayan Winaya Resmi Pimpin Polresta Denpasar

Published

on

By

Kapolda Bali Irjen Pol. Pasma Royce memimpin sertijab Kabid Labfor dan Kapolresta Denpasar di Gedung Presisi Polda Bali
SERTIJAB: Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Bidang Laboratorium Forensik (Kabid Labfor) dan Kapolresta Denpasar yang berlangsung di Gedung Presisi Polda Bali, Senin (19/10/2026) pukul 08.30 Wita. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Bidang Laboratorium Forensik (Kabid Labfor) dan Kapolresta Denpasar yang berlangsung di Gedung Presisi Polda Bali, Senin (19/10/2026) pukul 08.30 Wita.

Dalam sertijab tersebut, jabatan Kapolresta Denpasar resmi beralih dari Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., kepada Kombes Pol. I Wayan Winaya, S.I.K., M.H. Pergantian tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi Polri sekaligus mekanisme pembinaan karier personel untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan dan pelaksanaan tugas kepolisian.

Kombes Pol. Leonardo David Simatupang selanjutnya mengemban tugas baru sebagai Penyelidik Pengamanan Internal Madya TK II Divpropam Polri. Sementara itu, Kombes Pol. I Wayan Winaya sebelumnya menjabat sebagai Dirpamobvit Polda NTB sebelum dipercaya memimpin Polresta Denpasar.

Kapolda Bali menekankan bahwa serah terima jabatan merupakan bagian dari proses regenerasi dan pembinaan organisasi yang harus dimaknai sebagai upaya memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian. Pergantian pejabat juga diharapkan mampu menghadirkan energi baru dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan amanah baru tersebut, Kombes Pol. I Wayan Winaya diharapkan dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas, memperkuat koordinasi dengan seluruh jajaran serta melanjutkan program-program yang telah berjalan di Polresta Denpasar.

Sementara itu, dedikasi dan pengabdian Kombes Pol. Leonardo David Simatupang selama memimpin Polresta Denpasar menjadi bagian dari kesinambungan pelaksanaan tugas organisasi. Pengalaman dan capaian selama masa kepemimpinannya diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas baru di lingkungan Divpropam Polri.

Sementara itu Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pergantian pimpinan merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi Polri.

Baca Juga  Sosialisasi PSBS PADAS di Densel dan Dentim, Ibu Putri Koster: Jangan Tinggalkan Sampah Upakara di Pantai atau Tempat Suci

“Serah terima jabatan merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier sekaligus langkah organisasi untuk memastikan roda kepemimpinan dan pelaksanaan tugas tetap berjalan secara berkesinambungan. Kami menyambut pejabat baru dan siap mendukung pelaksanaan tugas Kapolresta Denpasar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, jajaran Polresta Denpasar akan terus memperkuat sinergi, koordinasi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, termasuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan pelayanan kepolisian yang cepat, humanis dan responsif.

“Dengan kepemimpinan yang baru, kami berharap seluruh personel semakin solid dan mampu melanjutkan program yang sudah berjalan, sekaligus menghadirkan berbagai inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat soliditas internal, meningkatkan profesionalisme personel serta mengoptimalkan pelayanan kepolisian, sehingga Polresta Denpasar semakin mampu menjawab berbagai tantangan keamanan dan kebutuhan masyarakat di wilayah hukum Kota Denpasar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca