Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Antisipasi El Nino, Wabup Suiasa Pimpin Rakor TPID Badung

BALIILU Tayang

:

rakor
PIMPIN RAPAT: Wabup Suiasa saat memimpin rapat High Level Meeting TPID Kabupaten Badung di Ruang Rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Selasa (11/7). (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa memimpin rapat koordinasi atau High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung, dengan topik “Upaya Antisipasi Dampak El Nino terhadap Ketahanan Pangan, Persiapan Kabupaten Badung Ditetapkan Sebagai Daerah Sampel IHK pada Tahun 2024, serta Menjaga Ketersediaan Pasokan dan Kestabilan Harga Barang Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan”, Selasa (11/7) bertempat di Ruang Rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung.

Turut hadir Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Kabupaten Badung IGA Agung Trisna Dewi, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Gusti Agung Diah Utari, Perum Bulog Divisi Regional Bali Sony Supriadi, Kadiskop, UKM dan Perdagangan I Made Widiana, Kepala Bagian Perekonomian AA Sagung Rosyawati, Kepala Bagian SDA Made Adi Adnyana, Perwakilan OPD terkait di lingkup Pemkab Badung dan Perumda Pasar Mangu Giri Sedana.

Dalam arahannya Wabup Ketut Suiasa menyampaikan bahwa Rapat Koordinasi High Level Meeting TPID ini membahas persiapan untuk tahun 2024 dimana Kabupaten Badung ditetapkan sebagai Kabupaten yang mandiri dalam penghitungan indek inflasi daerah yang sebelumnya sampai saat ini tahun 2023 masih masuk dihitung gabung dengan kota Denpasar, belum berdiri sendiri sehingga nanti di tahun 2024 sudah ditetapkan menjadi daerah penghitungan indek inflasi secara mandiri. Dalam hal ini ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, yang pertama apa yang dikonsepkan tentu akan dibuat roadmap atau peta jalan pengendalian inflasi di Badung.

“Hal ini penting karena nantinya tidak diharapkan ketika sudah mandiri dalam penghitungan Inflasi Daerah, malah pengendalian inflasi kita tinggi, tentu dengan demikian ada suatu upaya sistematis dan sistemik yang nanti kita lakukan untuk membentuk roadmap ini. Dengan demikian dalam waktu dekat kami akan merancang roadmapnya dan dari roadmap ini akan dibuatkan kalender kerja yang sifatnya bersinergi lintas sektoral dan juga bersinergi dengan program aksinya tidak lagi ada kegiatan-kegiatan yang bersifat parsial, sepihak-sepihak, sepotong-sepotong atau sebagian-sebagian dan ini yang akan kita lakukan,” jelasnya.

Baca Juga  Wabup Suiasa Terima Audiensi Widya Sabha Badung

Lebih lanjut dijelaskan dalam jangka pendek ada antisipasi terhadap resistensi kecenderungan inflasi meningkat akibat dua hal, yang pertama tantangan iklim, kedua adanya hari raya besar umat Hindu di awal bulan Agustus yaitu Hari Raya Galungan dan Kuningan. Kondisi iklim yang dipengaruhi oleh cuaca yang cukup ekstrim yang menimbulkan banjir sehingga daerah daerah produksi dan pemasok bahan pokok masyarakat akan berdampak terhadap produksi juga bisa menurun, distribusi akan terhambat dan telat yang berakibat pula pada kenaikan harga sebagai pemicu naiknya inflasi.

“Ada informasi dari BMKG bahwa di pertengahan tahun ini akan terjadi kekeringan yang disebabkan oleh El Nino dan hal ini perlu juga kita antisipasi sehingga perlu diupayakan jangan sampai ketersediaan pasokan, distribusi bahan bahan pokok itu terhambat atau tidak tersedia. Nah untuk antisipasi kemungkinan-kemungkinan tersebut perlu tindakan riil dan tadi sudah kami perintahkan agar dilakukan pendataan, ditambahkan frekuensi untuk melakukan operasi pasar kepada masyarakat, bersinergi dengan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, Perum Bulog dan Perumda Pasar Mangu Giri Sedana,” imbuhnya.

Sementara Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Badung AA Sagung Rosyawati, melaporkan Rakor High Level Meeting TPID sebagai bentuk Upaya Antisipasi Dampak El Nino terhadap Ketahanan Pangan, Persiapan Kabupaten Badung ditetapkan sebagai Daerah Sampel IHK pada Tahun 2024, serta Menjaga Ketersediaan Pasokan dan Kestabilan Harga Barang Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan sehingga inflasi dapat dikendalikan melalui optimalisasi 4K yakni Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Demer: Bali Siap Menjadi Wajah Baru Investasi Global Indonesia

Published

on

By

Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih di sela Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur.
KUNKER: Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih di sela Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026). (Foto: dpr.go.id)

Surabaya, Jatim, baliilu.com – Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih menilai Bali memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui implementasi Undang-Undang tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (UU PFII). Menurutnya, regulasi tersebut akan menjadi instrumen penting untuk menarik investasi langsung dari luar negeri (foreign direct investment/FDI) yang berdampak luas terhadap perekonomian nasional, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai gerbang investasi global.

“Pada prinsipnya kita sangat memerlukan sekali yang namanya foreign direct investment atau investasi langsung dari luar negeri, di mana itu nantinya akan menjadi sebuah kekuatan baru dalam perekonomian kita, untuk pertumbuhan kita, dan juga untuk Bali pada khususnya,” ujar Demer, sapaan akrabnya, di sela Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026).

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan, kehadiran pusat finansial internasional di Bali akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Selain membuka peluang penyerapan produk-produk dalam negeri, kawasan tersebut juga diyakini mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja serta mendorong masuknya investasi ke berbagai daerah yang memiliki potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

“Banyak hal nanti produksi yang akan diserap oleh kawasan daripada International Finance Center itu, dan juga tentu sumber daya manusia kita akan terserap. Bahkan investasinya tidak hanya di Bali, tetapi meluas ke seluruh Indonesia yang kaya akan potensi sumber daya alam maupun manusia,” jelasnya dikutip dari laman dpr.go.id.

Lebih lanjut, Demer menekankan bahwa pengembangan pusat finansial internasional harus menjadi momentum untuk menciptakan pemerataan pembangunan di Pulau Dewata. Ia mengingatkan agar kawasan tersebut tidak kembali terpusat di wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan), melainkan diarahkan ke Bali Utara, Bali Timur, atau Bali Barat.

Baca Juga  Penghargaan Terkait Hasil Pengawasan Kearsipan Internal dan Penyusutan Arsip Daerah 2024

“Pertumbuhan di Bali saat ini tidak merata, hanya di selatan saja. Saya minta financial center itu keberadaannya jangan di kawasan Sarbagita, tetapi mengarah ke wilayah Bali Utara, Bali Timur, dan Bali Barat agar tercipta pertumbuhan yang berkualitas,” tegasnya.

Menurut Demer, pemerataan investasi juga harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur strategis. Ia menilai kapasitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sudah mendekati batas maksimal sehingga diperlukan bandara baru untuk mendukung mobilitas pelaku bisnis dan wisatawan mancanegara.

“Kapasitas Bandara Ngurah Rai saat ini sudah sangat penuh, sehingga perlu segera ada airport baru untuk menunjang pergerakan bisnis dan wisatawan internasional. Dengan daya tarik pariwisata serta reputasi Bali di kancah dunia, saya sangat optimistis kawasan finance center ini akan dipercaya oleh para pelaku bisnis internasional,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Kedua Lovina Festival, Gemarikan Jadi Daya Tarik Pengunjung

Published

on

By

Suasana hari kedua Lovina Festival dengan sajian kuliner olahan ikan laut Gemarikan di Pantai Tasik Madu, Lovina, Buleleng.
Suasana hari kedua Lovina Festival dengan sajian Gemarikan. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Setelah resmi dibuka oleh Bupati Buleleng kemarin, Hari kedua Lovina Festival digelar Gemar Makan Ikan (Gemarikan) yang menyediakan 500 porsi makanan dari olahan ikan bertempat di Pantai Tasik Madu Lovina. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (Distankan) Kabupaten Buleleng Gede Melandrat, Sabtu (25/7).

Kadis Melandrat lanjut menjelaskan bahwa rangkaian Lovina Festival hari kedua menyediakan kuliner laut yaitu olahan ikan berupa bakso, sate, ikan panggang sebanyak 500 porsi dengan tujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar gemar makan ikan laut, karena seperti diketahui gizi ikan laut itu sangat tinggi.

“Ini upaya promosi kita untuk perbaikan gizi masyarakat utamanya anak-anak, ibu hamil dan orang tua, karena kandungan gizi protein ikan laut sangat baik bagi tumbuh kembang anak dan tentu dapat mencegah stunting,” ujarnya.

Kadis Lingkungan Hidup ini menambahkan, tema Lovina Festival sekarang selaras dengan aktivitas bahari wilayah Buleleng yang memiliki garis pantai terpanjang. Dengan potensi laut yang dimiliki berlimpah, melalui kegiatan inilah kita mengajak seluruh masyarakat untuk gemar makan ikan laut beserta olahannya.

Salah satu pengunjung bernama Sri Yulianti mengatakan acara Lovina sangat keren, konsepnya sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan berbagai inovasi.

Disinggung terkait menu gemarikan, Yuli mengakui sangat suka dengan olahan ikan laut terutama sate.”Masakan Bali sangat suka, karena bumbunya, sate ini sangat menggoda dengan bumbunya enak banget pasti,” imbuhnya.

Di akhir Yulianti menilai suasana Lovina saat ini sudah tertata dengan baik, menurutnya kawasan ini sangat bagus terutama saat sunsetnya, keren sekali. Ia berharap event Lovina Festival makin bagus lagi kedepannya. (gs/bi)

Baca Juga  Wabup Suiasa Ikuti Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2023 Secara Virtual

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya Sampaikan Duka Mendalam atas Peristiwa di Juwuk Legi, Baturiti

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati Dirga.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wabup Dirga. (Foto: dok)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan rasa duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas peristiwa yang terjadi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, yang mengakibatkan hilangnya nyawa salah seorang warga.

“Sebagai Bupati Tabanan, sekaligus sebagai bagian dari masyarakat Tabanan, saya turut prihatin dan berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kehilangan satu nyawa adalah duka bagi kita semua. Doa dan simpati kami menyertai keluarga yang ditinggalkan serta seluruh pihak yang terdampak,” ujar Sanjaya.

Menurutnya, peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat akan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan, keamanan, serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat yang selama ini menjadi kekuatan Tabanan.

Di tengah suasana duka, Bupati Sanjaya mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

“Indonesia adalah negara hukum. Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi adat, etika, dan nilai-nilai susila, mari kita bersama-sama menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Berikan ruang kepada aparat yang berwenang untuk bekerja secara profesional sehingga nantinya dapat menghasilkan keputusan yang adil sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sebagai wujud kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga telah menyiapkan santunan bagi keluarga korban yang terdampak sebagai bentuk tali kasih. Santunan tersebut merupakan ungkapan empati dan perhatian pemerintah kepada keluarga yang tengah menghadapi masa sulit.

Bupati Sanjaya berharap seluruh masyarakat Tabanan tetap menjaga persatuan, saling menghormati, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif, sehingga proses hukum dapat berlangsung dengan baik dan kehidupan bermasyarakat kembali berjalan dalam semangat kebersamaan, kedamaian, dan saling menghargai. (gs/bi)

Baca Juga  Wabup Suiasa Terima Audiensi Widya Sabha Badung

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca