Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Antusias Jalankan Gotong-royong Semesta Berencana, Gianyar Rutin Tiap Minggu, Tabanan Libatkan Desa Adat Rawat Tanaman

BALIILU Tayang

:

penanaman pohon
VIDEO CONFERENCE: Video conference bersama Gubernur Bali Koster, Forkopimda Bali, Bupati Badung Adi Arnawa, Wakil Bupati Badung Bagus Adi Sucipta dan semua OPA dari DAS Ayung Desa Bongkasa Pertiwi Badung, Minggu, 26 Oktober 2025. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Kepala daerah, ASN, TNI, Polri, pelajar dan seluruh elemen masyarakat antusias menjalankan program Gotong-royong Semesta Berencana yang dicetuskan Gubernur Bali Wayan Koster mulai Minggu, 26 Oktober 2025. Seperti di Gianyar, pemerintah dan masyarakat komitmen menggelar gotong-royong penanaman pohon dan bersih sungai setiap minggu.

Sementara di Tabanan, pemerintah melibatkan seluruh perangkat desa adat dan semua elemen masyarakat agar merawat semua bibit pohon yang telah ditanam.

“Setiap minggu kami di Gianyar selalu ada kegiatan sehingga tidak serentak hari ini. Instruksi Bupati Gianyar, penanaman pohon dan bersih sungai dilakukan bertahap setiap minggu sesuai binaan OPD pada desa se-Kabupaten Gianyar,” kata Wakil Bupati Gianyar, AA Gde Mayun saat video conference bersama Gubernur Bali Koster, Forkopimda Bali, Bupati Badung Adi Arnawa, Wakil Bupati Badung Bagus Adi Sucipta dan semua OPA dari DAS Ayung Desa Bongkasa Pertiwi Badung, Minggu, 26 Oktober 2025.

Pada kegiatan Gotong-royong Semesta Berencana kali ini, Gde Mayun menyampaikan telah menanam 340 bibit pohon dan membersihkan daerah aliran sungai (DAS).

Sementara itu, Bupati Tabanan I Komang Sanjaya menyampaikan, tanaman pohon yang ditanam harus bermanfaat bagi lingkungan dan memberi oksigen bagi manusia.

“Tabanan gak main-main soal lingkungan. Hadirkan 1.500 orang lengkap semua dari semua unsur-unsur. Tabanan telah menanam 1.500 bibit pohon sejak Minggu, 26 Oktober 2025 pagi,” kata Bupati Sanjaya.

Ia menambahkan, tak hanya ASN, TNI, Polri, elemen masyarakat, palajar yang terlibat dalam gotong-royong semesta berencana. Pemkab Tabanan juga melibatkan personel desa dat untuk merawat dan menyiram bibit pohon yang telah ditanam.

“Besok siramnya gimana, hidupin tanaman gimana, untuk itu kami libatkan desa adat dan kita semua harus tanggung jawab terlibat merawat agar tak hanya seremonial saja,” jelas Komang Sanjaya.

Baca Juga  Diskop dan UKM Gianyar Temu Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan

Sanjaya melaporkan rutinitas bersih sungai dan tanam pohon yang berguna untuk upakara, pangan dan kesehatan telah dijalankan  setiap minggu di Tabanan. Sungai-sungai di Tabanan tampak bersih karena rutinitas gotong-royong tersebut.

“Kami punya konsep, kecamatan lain tak boleh mengotori kecamatan lain. Desa lain tak boleh kotori desa lain, begitu juga banjar lain tak  boleh mengotori banjar lain,” katanya.

Sanjaya juga menyampaikan generasi muda Gen Z di Tabanan tampak antusias menjaga dan membersihkan lingkungan. Kebiasaan ini telah dimulai dari tingkatan sekolah.

Selain Tabanan dan Gianyar, Kabupaten Jembrana juga melaporkan sangat antusias menjalankan Gotong-royong Aemesta Berencana.

Bupati Jembrana Kembang Hartawan melaporkan kegiatan serupa dilaksanakan di tujuh titik berbeda. Sebanyak 5.000 bibit mangrove telah di tanam di kelurahan Pendem dan juga menanam beragam bibit pohon di tujuh titik berbeda yang masing-masing berjumlah 700 anakan pohon.

Sejumlah sungai di Jembrana juga telah dibersihkan dengan mengerahkan ribuan ASN, TNI, Polri, elemen masyarakat, pelajar dan penyandang disabilitas.

Bupati Karangasem I Gusti Parwata alias Gus Par melaporkan telah melibatkan 1.500 orang dalam kegiatan Gotong-royong Semesta Berencana bersih sungai dan tanam pohon pada Minggu, 26 Oktober 2025. Sebanyak 1.100 bibit pohon telah ditanam di sejumlah titik di wilayah Karangasem.

“Ini sudah kali keempat kami tanam bibit pohon. Setiap bulan akan kami lakukan gotong-royong seperti ini,” katanya.

Bupati Klungkung Made Satria melaporkan, Pemkab Klungkung bersama TNI Polri Forkopimda, pelajar dan elemen masyarakat yang berjumlah kurang lebih 1.500 orang melaksanakan pembersihan sungai Tukad Unda di Jembatan Merah Pusat Kebudayaan Bali (PKB).

“Kami bersama Desa adat Besan telah menanam 500 kelapa genjah. Juga bersama warga Desa Akah beserta TNI, Polri, Forkopimda, pelajar dan semua elemen masyarakat menanam 1.500 bibit pohon di bentaran Tukad Unda,” kata Bupati Satria.

Baca Juga  ‘’High Level Meeting’’ TPID dan TP2DD Gianyar

Gubernur Koster dalam kesempatan ini berterima kasih kepada kepala daerah, TNI, Polri, ASN, elemen masyarakat, komunitas lingkungan dan semua pihak yang telah menjalankan Gotong-royong Semesta Berencana. Koster meminta agar menjaga kebersihan sungai dan menjaga harmonisasi alam dan manusia dengan cara menanam kembali pohon yang berguna untuk upakara, sumber pangan, kesehatan dan keseimbangan ekologis. Rutinitas gotong-royong semesta berencana akan dilakukan Pemprov Bali setiap bulan.

“Saya mengajak agar kita semua jangan hanya menanam saja tapi juga dirawat dan dipelihara bersama agar tumbuhan yang ditanam sehat dan bisa menghasilkan,” kata Koster. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Warga Terseret Arus Saat Berenang di Pantai Gerokgak, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Published

on

By

PENCARIAN: Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melaksanakan Operasi SAR terhadap seorang anak kelas 5 SD yang dilaporkan terseret arus dan tenggelam saat berenang di Pantai Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (24/9/2026). (Foto: Hms SAR)

Buleleng, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melaksanakan Operasi SAR terhadap seorang anak kelas 5 SD yang dilaporkan terseret arus dan tenggelam saat berenang di Pantai Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (24/9/2026). Informasi kejadian tersebut diterima pada pukul 17.10 WITA dari Kadek Partha, anggota Polsek Gerokgak. Korban diketahui bernama Gede Adimas Raditya Wibawa (11), bertempat tinggal di Banjar Dinas Batuagung, Desa Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, diperoleh kronologis kejadian, dimana awalnya sekitar pukul 16.00 WITA, korban bersama dua orang anak lainnya berenang di Pantai Gerokgak dengan menggunakan styrofoam. Sekitar pukul 16.30 WITA, ketiganya terseret arus ke arah tengah laut. Dua anak berhasil diselamatkan oleh masyarakat, sementara Gede Adimas Raditya Wibawa terseret arus dan menghilang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, operator komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera melakukan koordinasi dengan Polsek Gerokgak dan pihak keluarga korban. Pada pukul 17.30 WITA, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng yang terdiri dari 6 personel bergerak menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, mereka melaksanakan briefing untuk pembagian tugas serta menentukan pola pencarian. Empat personel melakukan pencarian menggunakan rubber boat ke arah utara dari lokasi kejadian. Sementara itu, personel lainnya melaksanakan penyisiran darat ke arah timur sejauh 2,5 KM.

“Pada pukul 18.10 rubber boat mengarah ke utara,” jelas Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan.

Pencarian melalui jalur laut menggunakan rubber boat dilakukan hingga pukul 18.40 WITA. Setelah itu, pencarian dilanjutkan dengan penyisiran darat ke arah barat dari lokasi kejadian. “Tim yang di lapangan, yakni pesisir pantai melaksanakan penyisiran di arah timur dan barat,” imbuhnya.

Baca Juga  ‘’High Level Meeting’’ TPID dan TP2DD Gianyar

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengatakan bahwa tim SAR gabungan telah melakukan upaya pencarian melalui jalur laut dan darat dengan memperhatikan kondisi di sekitar lokasi kejadian. Pencarian akan terus dilakukan selama 7 hari apabila tak kunjung ditemukannya korban, tentunya dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta situasi di lapangan,” ujar Kadek Donny Indrawan.

Upaya pencarian hari pertama berakhir hingga pukul 21.30 Wita, namun korban masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan akan melanjutkan upaya pencarian besok pagi, sesuai dengan rencana operasi dan perkembangan situasi di lapangan. Dalam operasi tersebut, unsur SAR gabungan yang terlibat terdiri atas Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Pol Airud Polda Bali, Pol Airud Polres Gerokgak, Polsek Gerokgak, Babinsa Gerokgak, TNI AL Celukan Bawang, Camat Gerokgak beserta perangkat desa, Cendana Mutiara, Satpol PP Gerokgak, serta keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

KPU Bali Soroti Partisipasi Disabilitas dan Gender dalam Sosialisasi IDI

Published

on

By

SOSIALISASI IDI: Suasana sosialisasi Piloting Project Pengukuran Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Tingkat Kabupaten/Kota se-Bali sekaligus Bimbingan Teknis Peningkatan Pemahaman IDI Provinsi Bali Tahun 2026 di Ruang Rapat Bung Karno, Gedung Bangsa Kesbangpol Provinsi Bali, Denpasar, pada Kamis (24/9/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali mengikuti kegiatan Sosialisasi Piloting Project Pengukuran Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Tingkat Kabupaten/Kota se-Bali sekaligus Bimbingan Teknis Peningkatan Pemahaman IDI Provinsi Bali Tahun 2026 di Ruang Rapat Bung Karno, Gedung Bangsa Kesbangpol Provinsi Bali, Denpasar, pada Kamis (24/9/2026).

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Provinsi Bali, I Made Artanegara, yang menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas lembaga dalam menjaga iklim demokrasi di Bali. Ia memaparkan tren capaian IDI Provinsi Bali yang terus mengalami peningkatan berkesinambungan, yaitu 75,35 pada 2021, 83,31 pada 2022, 85,13 pada 2023, 88,34 pada 2024, hingga mencapai 88,73 pada tahun 2025. Artanegara menegaskan bahwa capaian tinggi ini patut disyukuri, namun kualitas demokrasi yang sesungguhnya bukan sekadar diukur dari angka indeks, melainkan dari sejauh mana peran lembaga dalam melayani masyarakat dengan menjiwai kearifan lokal Sad Kerti Loka Dharma.

Sesi dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Bali, Medha Wardhany. Mengulas hasil pengukuran IDI 2025, Medha menjelaskan bahwa Provinsi Bali berhasil menempati peringkat kedua secara nasional dalam kategori “Tinggi” dengan skor 88,73, di bawah tiga aspek utama: Kebebasan, Kesetaraan, dan Kapasitas Lembaga Demokrasi. Secara spesifik, Medha memaparkan indikator-indikator kunci yang membentuk angka IDI Bali. Pada Aspek Kesetaraan, Indikator 8 mengenai Kesetaraan Gender yang diukur melalui Indeks Ketimpangan Gender (IKG) mencatatkan skor maksimal mencapai 100,00 persen. Sementara pada Aspek Kebebasan, Indikator 5 mengenai Terjaminnya Hak Memilih dan Dipilih bagi Seluruh Kelompok Masyarakat memperoleh skor 91,35 persen, yang diukur berdasarkan ketersediaan fasilitas TPS bagi penyandang disabilitas serta laporan kasus pelanggaran pemilu dengan sumber data dari Bawaslu RI.

Baca Juga  BI Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Luncurkan Blueprint Kawasan Digital Tirta Empul di HLM TP2DD Gianyar

Selain itu, Medha mengumumkan bahwa Provinsi Bali bersama Jawa Barat ditunjuk sebagai lokasi piloting project penghitungan IDI tingkat kabupaten/kota guna menyajikan gambaran kondisi demokrasi daerah yang lebih akurat, spesifik, dan responsif.

Menanggapi pemaparan metodologi dan indikator tersebut, Anggota KPU Provinsi Bali, I Gede John Darmawan, memberikan masukan konstruktif agar penyusunan indikator IDI dapat menangkap realitas riil di lapangan. Terkait Indikator 8 (Kesetaraan Gender) yang mencapai skor sempurna, John mengungkapkan bahwa angka kuantitatif tersebut belum sepenuhnya menggambarkan tantangan nyata proses kaderisasi partai politik.

“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kader perempuan yang benar-benar siap dan memiliki minat politik masih sangat minim akibat kendala budaya patriarki. Dari 100 caleg yang didaftarkan, sering kali hanya sedikit yang memiliki kesungguhan politis, sementara sisanya dimasukkan oleh partai semata-mata demi memenuhi kewajiban administratif kuota 30 persen perempuan. Fakta kualitatif ini harus berani dibuka dan dijadikan bahan evaluasi,” ujar John.

Selanjutnya, mengenai Indikator 5 (Hak Memilih dan Dipilih), John menyoroti rendahnya angka partisipasi pemilih disabilitas di Bali. Meskipun data Bawaslu mencatat ketersediaan fasilitas TPS disabilitas cukup tinggi, kenyataan riil di TPS menunjukkan partisipasi pemilih penyandang disabilitas baru mencapai 20,1 persen dari total lebih dari 20.000 pemilih disabilitas yang terdaftar dalam DPT hasil coklit KPU.

“Meskipun partisipasi pemilih umum di Bali masuk 10 besar nasional sebesar 83,3 persen, angka partisipasi disabilitas sebesar 20,1 persen ini merupakan PR besar bersama. Kami menyarankan agar BPS tidak hanya mengambil indikator prosedural dari Bawaslu, tetapi juga mengintegrasikan data riil partisipasi pemilih dan surat suara rusak langsung dari KPU. Tujuannya agar IDI disusun berdasarkan kenyataan lapangan untuk perbaikan bersama, bukan sekadar mengejar peringkat angka semata,” tegas John.

Baca Juga  Jaga Bumi, Pemkab Gianyar Tanam 300 Pohon

Merespons pandangan KPU Bali, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Bali, Medha Wardhany, menyambut positif data serta masukan evaluatif tersebut. Medha mengonfirmasi bahwa masukan mengenai proses penjaringan kader perempuan dan data partisipasi riil pemilih disabilitas sangat relevan untuk memperkaya interpretasi hasil indikator IDI. Pihaknya berkomitmen membawa seluruh catatan dan data lapangan ini ke forum rekonsiliasi IDI tingkat nasional bersama BPS Pusat sebagai bahan penyempurnaan metodologi indikator IDI mendatang.

Melalui keikutsertaan aktif dalam sosialisasi ini, KPU Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus menyajikan data kepemiluan yang transparan serta bersinergi dengan BPS, Kesbangpol, dan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan pembangunan demokrasi Bali yang inklusif, adil dan berintegritas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pendidikan Gratis dan Bermutu bagi Seluruh Anak Indonesia

Published

on

By

RATAS: Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan gratis dan bermutu bagi seluruh anak Indonesia. Komitmen tersebut mencakup layanan pendidikan di sekolah negeri mulai dari jenjang taman kanak-kanak, pendidikan dasar dan menengah, hingga rencana menggratiskan biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 September 2026. Dalam rapat tersebut, Kepala Negara memanggil sejumlah menteri terkait untuk membahas penguatan akses sekaligus peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan penekanan terhadap komitmen penyediaan layanan pendidikan gratis bagi murid di sekolah negeri. Komitmen tersebut bahkan dimulai sejak jenjang taman kanak-kanak.

“Pak Presiden memberikan penekanan, komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di pendidikan dasar dan menengah. Dan ini juga dimulai dari taman kanak-kanak, sehingga itu yang perlu kami tegaskan,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangannya kepada awak media usai rapat.

Selain memperluas akses pendidikan, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik. Presiden mengarahkan agar kualitas guru terus diperkuat melalui berbagai program pelatihan yang pembiayaannya diupayakan dapat dipenuhi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di sekolah negeri adalah bagian dari komitmen bahwa semua anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan bermutu dalam rangka melaksanakan Astacita yang keempat Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Abdul Mu’ti.

Kebijakan serupa juga berlaku bagi madrasah negeri yang berada di bawah Kementerian Agama. Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa prinsip layanan pendidikan gratis pada sekolah negeri juga diterapkan pada madrasah negeri.

Baca Juga  Jadi Tuan Rumah, Pj. Bupati Gianyar Lepas Kontingen Peda KTNA

“Apa yang berlaku di sekolah itu juga berlaku di madrasah di bawah Kementerian Agama untuk madrasah negeri,” ujar Nasaruddin.

Sementara itu, untuk pendidikan tinggi, pemerintah tengah menghitung kebutuhan pembiayaan dan menyiapkan tahapan pembebasan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa Presiden ingin program tersebut terwujud secepat mungkin, dengan pelaksanaan yang mempertimbangkan kesiapan anggaran dan keberlanjutan pendidikan tinggi.

“Harapannya tentu Bapak Presiden menginginkan secepat-cepatnya program menggratiskan uang kuliah ini bisa dijalankan, namun tentu kita akan melalui tahapan-tahapan ya, tidak langsung,” ucap Brian. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca