Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Badai La Nina Diprediksi November – Februari, BPBD Denpasar Imbau Masyarakat Waspada

BALIILU Tayang

:

de
Kepala BPBD Kota Denpasar IB Joni Ariwibawa

Denpasar, baliilu.com – Badai La Nina diprediksi akan terjadi pada November hingga Februari. Kondisi ini juga diprediksi mengakibatkan peningkatan curah hujan hingga 70 persen di Kota Denpasar. Menyikapi kondisi tersebut, sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan untuk meminimalisir resiko yang terjadi, BPBD Kota Denpasar  mengimbau masyarakat agar lebih hati-hati dan waspada.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa saat diwawancarai Minggu (31/10) menjelaskan, badai La Nina identik dengan hujan deras disertai dengan angin kencang. Karenanya, dalam mencegah hal yang tidak diinginkan, BPBD Kota Denpasar  menyiagakan seluruh personil di 4 pos yang disertai dengan peralatan lengkap.

Selain itu, lanjut Gus Joni, pihaknya juga secara intens terus berkoordinasi dengan BMKG. Sehingga upaya mencegah terjadinya resiko yang tidak diinginkan dapat dioptimalkan sedini mungkin.

“Sesuai dengan prediksi BMKG bahwa badai La Nina akan terjadi pada November hingga Februari, dan kami imbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, masyarakat diimbau menunda untuk bepergian jika terjadi hujan lebat. Meskipun demikian, jika terpaksa untuk bepergian agar menghindari berteduh atau berdekatan dengan pohon perindang yang besar, papan reklame serta piranti ketinggian lainnya.

Gus Joni  menambahkan, masyarakat juga diharapkan berperan aktif untuk memberikan informasi berkaitan dengan keberadaan pohon perindang yang membahayakan. Selain itu, masyarakat juga agar tidak membuang sampah sembarangan untuk menghindari banjir.

“Kami juga telah berkoordinasi bersama OPD terkait seperti halnya DLHK untuk optimalisasi perompesan pohon dan DPUPR untuk normalisasi alur sungai dan perawatan tebing dan terasering yang rawan longsor,” ujarnya.

“Jadi kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap musim penghujan dan badai La Nina, hindari pohon besar, papan reklame dan piranti lainnya yang tinggi, serta segera menghubungi BPBD Kota Denpasar melalui saluran telepon di 112 atau 0361 223333, masyarkat juga diimbau untuk memantau kerawanan bencana lewat aplikasi Inarisk dan Info BMKG,” pungkasnya. (ags/eka)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Dua Pendaki Tersesat di Gunung Agung Ditemukan Selamat

Published

on

By

Dua Pendaki Gunung Agung Ditemukan Selamat
SELAMAT: Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dua pendaki di Gunung Agung dalam keadaan selamat pada Rabu (9/9) sekitar pukul 13.30 Wita. (Foto: Hms SAR)

Karangasem, baliilu.com – Operasi SAR terhadap dua orang pendaki yang dilaporkan tersesat di kawasan Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali, membuahkan hasil. Kedua pendaki berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh Tim SAR Gabungan pada Rabu (9/9) sekitar pukul 13.30 Wita.

Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi mengenai dua pendaki yang tersesat di Gunung Agung pada Rabu, 9 September 2026 pukul 08.25 Wita. Keduanya diperkirakan mengalami kesulitan untuk kembali setelah berada di kawasan Gunung Agung sejak Selasa, 8 September 2026 sekitar pukul 17.30 Wita.

Tim SAR Gabungan kemudian melaksanakan pencarian dengan menyisir sejumlah jalur yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan kedua pendaki. “Berdasarkan informasi posisi terakhir pendaki dan petunjuk yang ada di lapangan, kami mencurigai posisi pendaki berada di jalur menuju ke Telung Buana,” jelas Putu Handika Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Pada pukul 12.00 Wita, tim bergerak melewati kawasan Pura Telaga Mas. Selanjutnya, pada pukul 12.15 Wita, sebanyak lima orang pemandu lokal menyusul naik dari arah Pura Pasar Agung, Selat, Karangasem, untuk membantu proses pencarian.

Akhirnya pada pukul 13.30 Wita SRU 1 melaporkan telah menemukan kedua pendaki. “Selama 4 jam pencarian, pendaki dapat kami temukan di ketinggian 2000 mdpl pada pukul 13.30 Wita dengan kondisi selamat dan hanya mengalami kelelahan,” ungkapnya. Posisi tepatnya berada di antara Sungai Lebih dan Sungai Telung Buana, kawasan Gunung Agung. Tim menghadapi medan yang cukup ekstrem karena lokasi penemuan berada di kawasan yang curam dan berada di luar jalur pendakian. Selain itu, kondisi cuaca berupa hujan ringan dan kabut tebal menyebabkan jarak pandang terbatas sehingga proses evakuasi harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Agar mempercepat proses evakuasi, pada pukul 15.45 Wita menyusul 5 personel bergerak menuju lokasi korban dan tim lainnya. Mereka membantu proses evakuasi sekaligus membawa tambahan logistik bagi tim di lapangan. Sementara itu, SRU 1 bersama kedua korban tetap melanjutkan perjalanan turun menuju Pura Pasar Agung.

Sekitar pukul 16.45 Wita, seluruh tim SAR gabungan bersama kedua korban berhasil tiba di area parkir Pura Pasar Agung. Kedua korban langsung mendapatkan penanganan medis dari tim Puskesmas Selat Karangasem. Setelah dipastikan dalam kondisi baik, selanjutnya dijemput oleh rekan-rekannya untuk kembali menuju Denpasar.

Selama berlangsungnya upaya pencarian turut melibatkan umsur SAR Gabungan dari Pos SAR Karangasem, BPBD Kabupaten Karangasem, Babinsa Desa Sebudi, Bhabinkamtibmas Desa Sebudi, Polsek Selat, Damkar Karangasem, Puskesmas Selat beserta satu unit ambulans, Pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Mudi Go to Mountain, KATA (Karangasem Trekking Association), Kelompok Pemandu Pengubengan, Pemandu Gunung Agung Lestari/Edelweis, serta rekan korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengimbau masyarakat, khususnya para pendaki, agar selalu mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan pendakian, memperhatikan kondisi cuaca, menggunakan jalur pendakian resmi, serta tidak memaksakan diri apabila menghadapi kondisi yang berisiko. Tak kalah pentingnya harus didampingi oleh pemandu lokal bagi para pendaki pemula. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Nambah Kapasitas, Wantilan DPRD Bali Direhabilitasi dengan Anggaran Rp 2,62 Miliar

Published

on

By

Sekretaris DPRD Bali I Ketut Nayaka
Sekretaris DPRD Bali, I Ketut Nayaka. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Setelah digunakan selama puluhan tahun tanpa perbaikan besar, wantilan Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Bali akhirnya tahun ini direhabilitasi Pemerintah Provinsi Bali dengan mengalokasikan anggaran Rp 2,62 miliar. Bangunan yang berada di sisi tenggara itu diperbaiki sekaligus untuk menambah kapasitas wantilan yang selama ini kerap digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk menerima masyarakat dan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi.

Sekretaris DPRD Bali, I Ketut Nayaka, mengatakan wantilan tersebut dibangun bersamaan dengan kompleks Gedung DPRD Bali dan mulai ditempati pada 1988. Setelah sekitar 38 tahun, bangunan tersebut dinilai perlu mendapat perbaikan.

“Memang kita tahun ini ada perbaikan berbagai wantilan karena wantilan ini sudah 38 tahun belum pernah diperbaiki,” ujar Nayaka kepada awak media, Rabu (9/9) di kantor setempat.

Nayaka menyampaikan, rehabilitasi tidak hanya menyasar bagian bangunan yang mengalami kerusakan, tetapi juga menata untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan pengguna. Sejumlah bagian yang diperbaiki antara lain plafon, lantai, serta finishing kayu yang kondisinya masih memungkinkan untuk dipertahankan.

Selain itu, proyek tersebut mencakup pelebaran selasar. Selasar akan dilengkapi atap kaca dan bagian bawahnya menggunakan material metal cutting untuk mengurangi panas. Konsep tersebut diharapkan membuat area wantilan terlihat lebih modern dan tetap nyaman digunakan.

“Tujuan utamanya memperbaiki, karena bangunannya sudah lama. Kemudian supaya bisa juga menampung lebih banyak ketika teman-teman atau masyarakat menyampaikan aspirasi,” ucapnya.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, rehabilitasi wantilan di Jalan Dr. Kusuma Atmaja Nomor 3, Niti Mandala Renon, Denpasar, memiliki nilai kontrak sebesar Rp 2.623.951.514. Proyek bersumber dari APBD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026 dengan masa pelaksanaan 135 hari kalender.

Surat pesanan proyek tercatat bertanggal 7 Agustus 2026. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Adi Suta Hutama, sedangkan konsultan pengawas dipercayakan kepada CV Studio Kotak.

Nayaka mengatakan nilai kontrak tersebut berada di bawah pagu anggaran yang sebelumnya disiapkan sekitar Rp 3,5 miliar. Proses pengadaan dilakukan melalui sistem kompetisi atau mini-kompetisi. Setelah proses evaluasi dan verifikasi, penawaran yang dinilai paling efisien ditetapkan sebagai pemenang.

“Kalau dari anggaran sekitar Rp 3,5 miliar itu, kontraknya sekitar Rp 2,62 miliar. Kalau tidak salah, kurang lebih 135 hari,” jelasnya.

Ia berharap pekerjaan dapat rampung pada tahun anggaran 2026 dan tidak sampai melewati akhir Desember. Selama proses rehabilitasi berlangsung, masyarakat maupun kelompok yang hendak menggunakan wantilan untuk menyampaikan aspirasi akan diberi pemakluman karena lokasi masih dalam tahap pengerjaan.

Setelah rehabilitasi rampung, wantilan tetap akan difungsikan sebagaimana sebelumnya. Selain mendukung kegiatan internal DPRD, fasilitas tersebut juga dapat digunakan masyarakat sesuai kebutuhan.

“Kalau sudah selesai, itu memang untuk kegiatan-kegiatan kita, termasuk masyarakat juga bisa menggunakan seperti sebelum-sebelumnya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tim Disiplin Pemkab Badung Sidak DPUPR dan BPKAD, Pastikan ASN Tetap Disiplin

Published

on

By

Tim Disiplin Pemkab Badung Sidak DPUPR dan BPKAD
SIDAK: Tim Disiplin Pemkab Badung saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap terjaga yang menyasar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Rabu (9/9/2026). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Tim Pembinaan Kepegawaian dan Penegakan Pelanggaran Disiplin ASN atau Tim Disiplin Pemkab Badung kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap terjaga. Kali ini, sidak menyasar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Rabu (9/9/2026).

Sidak tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Bupati Badung dalam memperkuat disiplin dan akuntabilitas kinerja ASN. Tim Disiplin Pemkab Badung mengecek presensi sekaligus keberadaan fisik pegawai untuk memastikan kepatuhan terhadap jam kerja dan pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Kegiatan ini dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda Badung I Wayan Wijana, Inspektur Kabupaten Badung, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kepala Bagian Hukum, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

I Wayan Wijana mengatakan hasil verifikasi presensi dan pengecekan langsung di lokasi menemukan empat pegawai di DPUPR yang diduga melanggar ketentuan jam kerja.

“Sementara di BPKAD tidak ditemukan pelanggaran disiplin. Sejumlah pegawai yang tidak hadir terkonfirmasi memiliki keterangan sah secara administratif karena sakit,” katanya.

Sidak tersebut, lanjut Wijana tidak hanya menyasar persoalan kehadiran pegawai. Ada dua hal utama yang menjadi perhatian, yakni kepatuhan terhadap jam kerja dan efektivitas pelayanan publik di masing-masing instansi.

“Pelanggaran jam kerja, seperti datang terlambat atau pulang lebih awal tanpa alasan sah, berimbas langsung pada penilaian kinerja individu serta pemotongan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) secara otomatis,” ujarnya.

Sidak juga menjadi bagian dari upaya mengubah pola pikir atau mindset ASN sebelum Pemkab Badung memperketat sistem absensi berbasis teknologi.

Pemkab Badung kini tengah mengembangkan Sistem Informasi Presensi Mobile berbasis pemindaian wajah atau facial recognition.

“Sistem tersebut nantinya terintegrasi dengan sistem manajemen kinerja digital milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo),” terang Wijana.

Di sisi lain, para pimpinan perangkat daerah diminta memastikan efisiensi dan kualitas pelayanan publik tetap terjaga. Menurut Wijana, disiplin ASN merupakan salah satu fondasi penting untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara cepat, mudah, transparan, dan nyaman.

Pihaknya memastikan sidak serupa akan terus dilakukan secara insidental dan acak di seluruh OPD. Pengawasan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat disiplin sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

“Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel melalui reformasi birokrasi, digitalisasi layanan publik, serta penegakan integritas aparatur secara berkelanjutan,” tegasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca