Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Badung Peringati Harkitnas Ke-115

Sekda Adi Arnawa: Persatuan Wujudkan Kemandirian Bangsa

Loading

BALIILU Tayang

:

harkitnas
HARKITNAS: Sekda Adi Arnawa saat menjadi Inspektur upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-115 di Lapangan Puspem Badung, Senin (22/5). (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Sekda Badung Wayan Adi Arnawa menyatakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Ke-115 tahun 2023 merupakan pengingat tonggak perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia yang ditandai dengan meningkatnya kesadaran kalangan cendekiawan dalam wadah Organisasi Pergerakan Nasional Budi Utomo di bawah pimpinan Dr. Soetomo, dalam menggelorakan pentingnya semangat akar nasionalisme yang kuat dalam rangka mempersatukan bangsa, demi menghempas penjajahan di tanah air serta mewujudkan cita-cita kemerdekaan atas Bangsa Indonesia.

“Kita harus satu tujuan dalam mengisi kemerdekaan untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan, untuk itu generasi sekarang harus memahami dan mampu mewujudkan kemandirian bangsa karena generasi yang mau berjuang untuk kemandirian bangsanya adalah generasi yang mencintai generasi penerusnya dan mencintai tanah airnya,” demikian diungkapkan Sekda Adi Arnawa seusai menjadi Inspektur upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-115 di Lapangan Puspem Badung, Senin (22/5).

Turut hadir Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Wakil Ketua II DPRD Badung Made Sunarta, Ketua Komisi IV Made Suwardana, jajaran Forkopimda Badung, jajaran Kepala OPD di Lingkup Pemkab Badung serta undangan lainnya. 

Sekda Adi Arnawa juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus mempertahankan bara api semangat kebangkitan nasional sembari merapatkan barisan perjuangan dengan menunjukkan kerja keras, kerja cerdas, juga kerja bersama demi kemandirian dan kemajuan Kabupaten Badung dan Bangsa Indonesia yang berkelanjutan. “Ke depan dalam mengisi kemerdekaan, perjuangan kita adalah memerangi kebodohan dan kemiskinan dalam arti luas. Ini yang harus kita lakukan secara bersama-sama dan holistik dalam rangka mencapai Indonesia Emas,” tegasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Sekda Badung Lepas Jalan Santai Hari Koperasi Ke-77 di Badung

NEWS

Ketua TP Posyandu Gianyar Serahkan 8.700 Bibit Tanaman untuk Desa Peserta Lomba Telajakan Tingkat Provinsi

Published

on

By

TP Posyandu Gianyar
SERAHKAN BIBIT POHON: Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, menyerahkan 8.700 pohon bibit tanaman kepada 10 desa yang mengikuti Lomba Telajakan Tingkat Provinsi Bali di Banjar Yangloni, Desa Peliatan, Rabu (10/6). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, menyerahkan 8.700 pohon bibit tanaman kepada 10 desa yang mengikuti Lomba Telajakan Tingkat Provinsi Bali di Banjar Yangloni, Desa Peliatan, Rabu (10/6).

Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan dan motivasi kepada desa-desa yang telah terpilih mengikuti lomba telajakan tingkat provinsi sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan yang bersih, hijau, asri, dan tertata.

Adapun desa yang mengikuti lomba telajakan tingkat provinsi tersebut meliputi Desa Peliatan, Desa Mas, Desa Batubulan, Desa Kemenuh, Desa Celuk, Desa Kedisan, Desa Sanding, Desa Saba, Desa Petak Kaja, dan Desa Kerta.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan penyaluran bibit tanaman dilakukan guna mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat budaya gotong-royong dalam penataan lingkungan di Kabupaten Gianyar.

Menurutnya, penataan telajakan juga menjadi salah satu cara memperkuat identitas daerah, termasuk melalui pemanfaatan tanaman khas dan maskot Kabupaten Gianyar seperti bunga padma.

Ny. Dayu Surya menjelaskan, telajakan memiliki fungsi yang sangat penting dalam mengoptimalkan fungsi telajakan sebagai ruang hijau yang tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keasrian wilayahnya.

“Telajakan juga menjadi ruang interaksi sosial masyarakat yang mencerminkan keharmonisan antara manusia, lingkungan, dan budaya Bali,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Rapat Persiapan Penyaluran Bantuan UMKM Tahap 2, UMKM Badung akan Terima Dana dari Pemerintah Kabupaten Badung
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bali Jagadhita VII Tahun 2026 Sukses Perkuat Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Berkelanjutan di Bali

Published

on

By

Bali Jagadhita
BALI JAGADHITA 2026 DITUTUP: Bank Indonesia Provinsi Bali menutup rangkaian Bali Jagadhita VII Tahun 2026 pada Minggu, 7 Juni 2026, di Mal Bali Galeria, Denpasar. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Bank Indonesia Provinsi Bali menutup rangkaian Bali Jagadhita VII Tahun 2026 pada Minggu, 7 Juni 2026, di Mal Bali Galeria, Denpasar. Kegiatan yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026 ini diselenggarakan melalui sinergi Bank Indonesia Provinsi Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali, Kementerian UMKM, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, serta Dekranasda Provinsi Bali.

Penyelenggaraan Bali Jagadhita VII 2026 mencatat berbagai capaian dalam penguatan perdagangan, pariwisata, dan investasi sebagai tiga pilar utama perekonomian Bali yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan tahunan ini menjadi ajang promosi terintegrasi untuk memperkuat akses pasar UMKM, mendorong pariwisata berkualitas, serta memperluas promosi peluang investasi unggulan di Bali dan Nusa Tenggara.

Penutupan Bali Jagadhita VII 2026 dihadiri oleh Duta Besar Bulgaria, Duta Besar Kerajaan Bahrain, Duta Besar Kesultanan Oman, Duta Besar Republik Armenia, Duta Besar Republik Islam Pakistan, Duta Besar Rumania, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Konsulat Jenderal dan Atase Perdagangan Perwakilan Negara Sahabat, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Asisten Deputi Perluasan Pembiayaan Wirausaha Kementerian UMKM, pimpinan Forkopimda Provinsi Bali, Bupati/ Walikota di Provinsi Bali, kepala satuan kerja dan pimpinan Bank Indonesia, pimpinan instansi vertikal Provinsi Bali, serta investor dari berbagai negara.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menyampaikan bahwa Bali Jagadhita VII Tahun 2026 merupakan program strategis yang mengintegrasikan sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi dalam satu ekosistem pengembangan ekonomi daerah. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Bali Jagadhita berhasil mencatat sejumlah capaian, antara lain transaksi penjualan serta potensi ekspor berhasil mencapai Rp 30 miliar, potensi kesepakatan bisnis sektor pariwisata Bali-Nusra sebesar Rp 6,9 triliun, serta perluasan promosi aset potensial daerah di Bali dan Nusa Tenggara untuk mendukung optimalisasi pendapatan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga  Serahkan 2.000 NIB, Badung Wujudkan Ekosistem Investasi dan Kemudahan Berusaha

“Bali Jagaditha diharapkan menjadi momentum penting dalam mendukung visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali sekaligus memberikan manfaat bagi kepentingan daerah dan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bali Jagadhita turut mempertemukan 22 pemilik proyek investasi di Bali dan Nusa Tenggara dengan enam duta besar negara sahabat serta 35 investor potensial. Menurut Achris, dukungan berbagai pihak, termasuk para konsul dan duta besar negara sahabat, menjadi faktor penting dalam memperluas jejaring kerja sama ekonomi daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, yang hadir mewakili Gubernur Bali, menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Bali Jagadhita yang kini memasuki tahun ketujuh. Menurutnya, Bali Jagadhita terus berkembang sejak penyelenggaraan pertama, baik dari sisi cakupan kegiatan maupun jumlah pemangku kepentingan yang terlibat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya,” ujar Dewa Indra. Ia menambahkan, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Bali yang berkualitas dan berkelanjutan. Bank Indonesia dinilai terus memainkan peran strategis dalam mengorkestrasi berbagai kegiatan yang mampu menggairahkan perekonomian daerah.

Dewa Indra juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali tetap terbuka terhadap investasi yang masuk, sepanjang memperhatikan kepentingan masyarakat, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Sementara itu, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Rudy Brando Hutabarat, yang hadir mewakili Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, menilai Bali layak menjadi teladan nasional dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga. Pada triwulan I 2026, ekonomi Bali tumbuh sebesar 5,58 persen, sementara inflasi tetap terkendali pada level 2,91 persen pada 2025. Rudy juga mengajak para calon investor dan duta besar negara sahabat untuk berinvestasi di Bali karena Bali merupakan destinasi investasi yang memiliki daya saing kuat, didukung pertumbuhan ekonomi yang solid, stabilitas harga yang terjaga, ekosistem pariwisata berkelas dunia, serta komitmen pemerintah daerah terhadap investasi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Sekda Badung Adi Arnawa Buka Musyawarah V Radio RAPI Wilayah 07 Badung

Lebih lanjut, Rudy menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh mitra strategis atas sinergi yang telah terbangun dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali. Pada pilar perdagangan, penutupan Bali Jagadhita VII 2026 menghadirkan peragaan busana desainer muda dan fesyen berkelanjutan untuk mendorong praktik bisnis hijau serta pelestarian wastra Nusantara. Rangkaian kegiatan juga mencatat nilai transaksi dan potensi ekspor sebesar Rp 30 miliar sejak Road to Bali Jagadhita.

Selain itu, penutupan ditandai dengan penyerahan piagam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali untuk kategori pembuatan tote bag bermotif lukis endek Bali dengan jumlah peserta terbanyak. Pada kesempatan yang sama, dilakukan seremoni business matching ekspor UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, yaitu Macha Home Living, yang mencatat potensi penjualan ekspor sebesar Rp 3,3 miliar ke berbagai negara.

Acara penutupan juga diisi dengan penandatanganan komitmen nota kesepakatan antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi Bali terkait sinergi program dan kegiatan pengembangan ekonomi dan keuangan daerah di Provinsi Bali.

Pada pilar pariwisata, Bali Jagadhita VII 2026 turut mendukung penguatan pariwisata berkualitas melalui rangkaian Bali Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 pada 28–30 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh delapan desa wisata Bali-Nusra dan berhasil menghadirkan 286 seller serta 407 buyer dari 44 negara, dengan potensi nilai transaksi mencapai Rp 6,9 triliun. Capaian ini menjadi bagian dari upaya memperluas promosi desa wisata dan memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan di Bali dan Nusa Tenggara.

Pada pilar investasi, Bali Jagadhita VII 2026 turut menghadirkan Bali Investment Forum 2026 yang diselenggarakan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali melalui Pusat Investasi Kerthi Bali Sadhana (PIKBS). Forum ini menjadi wadah promosi proyek investasi unggulan pemerintah daerah, sekaligus mempertemukan pemilik proyek investasi dengan duta besar negara sahabat dan investor potensial.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Lomba Kesenian Bali di Abiansemal

Pada kesempatan tersebut, katalog peluang investasi juga diserahkan kepada sejumlah duta besar yang hadir sebagai bentuk penguatan promosi investasi dan perluasan jejaring kerja sama ekonomi dengan negara sahabat. Melalui sinergi strategis berbagai pihak dalam Bali Jagadhita, Bank Indonesia berharap kegiatan ini dapat semakin mendorong lahirnya karya kreatif yang bernilai tambah lebih besar dan memberi manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi Bali. Upaya tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan rasa bangga dan cinta masyarakat terhadap produk lokal Bali, sekaligus mendukung kemajuan pariwisata agar Bali tetap menjadi salah satu destinasi wisata terbaik dunia. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Penguatan UMKM Berbasis Sustainability dan Talkshow Edukatif Warnai Aktivasi Promosi Perdagangan Bali Jagadhita VII

Published

on

By

Bali Jagadhita
TALKSHOW: Serangkaian kegiatan Bali Jagadhita VII Tahun 2026, Bank Indonesia Provinsi Bali menghadirkan “talkshow sustainability” dengan tema “Innovation, Inclusion and Future Economy”. (Foto: Hms BI Bali)

Denpasar, baliilu.com – Bank Indonesia Provinsi Bali dalam mendukung pengembangan UMKM di Provinsi Bali yang inklusif dan berdaya tahan telah menghadirkan kembali kegiatan Bali Jagadhita VII Tahun 2026 dengan tema “Suddha Bumi Parahita ” atau yang memiliki arti sebagai kesejahteraan dunia yang harmonis dan berkelanjutan. Hal ini merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia Provinsi Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali, dalam pertumbuhan ekonomi hijau, serta penguatan pelestarian budaya.

Kegiatan ini telah diselenggarakan di Bali tanggal 5 – 7 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu strategi Bank Indonesia Provinsi Bali dalam mendukung program pengembangan UMKM yang salah satunya menjadikan UMKM naik kelas dan siap bersaing di pasar global.

Bali Jagadhita memiliki 3 (tiga) pilar utama, yaitu Pilar Perdagangan, Pilar Pariwisata dan Pilar Investasi. Ketiga pilar tesebut akan menjadi fondasi utama dalam transformasi ekonomi Bali yang bepijak pada aspek ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. Pada pilar perdagangan difokuskan pada penguatan kapasitas UMKM, perluasan akses pasar, serta promosi produk unggulan daerah. Adapun salah satu bentuk promosi perdagangan yang dilakukan berupa pameran UMKM unggulan dari berbagai sektor seperti olahan mamin lokal, kriya, body care, home decor, serta fesyen dengan konsep zero waste management sebagai dukungan terhadap pengembangan UMKM hijau maupun business matching UMKM ekspor.

Selain menampilkan produk UMKM Bali, dalam event ini juga menampilkan produk dari NTB dan NTT, terkait dengan kedekatan keterkaitan wilayah ekonomi dan perdagangan Bali-Nusra.

Dalam sambutan yang disampaikan pada saat Opening Ceremony Bali Jagadhita VII, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani menyatakan bahwa dengan sinergi yang dilakukan bersama Pemprov Bali maupun pihak terkait lainnya, Bank Indonesia terus mendukung pengembangan UMKM di daerah sebagai salah satu tulang punggung perekonomian daerah serta menjadi local wisdom Bali dalam Tri Hita Karana.

”Kami berharap melalui pelaksanaan Bali Jagadhita UMKM di Bali-Nusra semakin berdaya saing dan mampu berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tutur Achris.

Baca Juga  Sekda Badung Adi Arnawa Buka Musyawarah V Radio RAPI Wilayah 07 Badung

Pelaksanaan Bali Jagadhita VII yang sebelumnya telah dilalui dengan berbagai kegiatan Road to Bali Jagadhita VII pada Bulan Maret hingga Mei, telah menghasilkan transaksi perdagangan dan ekspor hingga mencapai Rp 30,76 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM Bali-Nusra yang sudah memumpuni dan dapat berdaya saing di pasar global sehingga dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Bali dan Nusa Tenggara.

Sebagai bentuk dukungan dalam pengembangan ekonomi hijau yang sejalan dengan visi Pemprov Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Bank Indonesia Provinsi Bali menghadirkan talkshow sustainability dengan tema Innovation, Inclusion and Future Economy. Dalam talkshow ini kami menghadirkan beberapa narasumber yang kredibel pada bidangnya seperti, Deputi Bidang Perencanaan dan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Ichsan Zulkarnaen; Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Inklusif Hijau Bank Indonesia, Rosita Dewi; Sustainable Lifestyle Advocate, Tasya Kamila; UMKM Binaan Bank Indonesia Bali, AMOD Bali.

Talkshow ini diharapkan dapat menjadi forum komunikasi multipihak dalam mendukung pengembangan ekonomi berkelanjutan di Bali dari berbagai aspek. Selain itu melalui talkshow ini dapat menjadi guidance atau best practices dari bidang policy maker, sustainable lifestyle dan sustainable industry dalam ekonomi berkelanjutan yang dapat diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Bali, Kementerian/Lembaga terkait maupun seluruh pihak yang terlibat.

Selanjutnya, sebagai salah satu bentuk diseminasi kebijakan untuk mendukung sektor perdagangan, telah dilaksanakan talkshow yang menarik dan edukatif dalam rangkaian kegiatan Bali Jagadhita VII. Talkshow mengenai kesehatan khususnya perempuan sebagai salah satu pelaku usaha UMKM, memiliki tema Ruang Perempuan: Perempuan Peduli, Perempuan Terlindungi. Talkshow ini membahas mengenai kesehatan perempuan khususnya mengenai kanker serviks sebagai salah satu penyakit ganas mematikan. Dalam skala mikroekonomi, kanker serviks dapat berimplikasi terhadap perekonomian seiring dengan pentingnya peran perempuan sebagai bagian dari tenaga kerja, penggerak ekonomi keluarga, serta pelaku UMKM yang memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi.

Baca Juga  Pelantikan Pengurus PWRI Badung Masa Bakti 2023-2028

Adapun narasumber pada talkshow kesehatan ini berasal dari berbagai pemangku kepentingan seperti Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr.I.GA. Raka Susanti, M.Kes; Healthy Lifestyle Influencer, Nana Mirdad; Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dr. dr. I Nyoman Bayu Mahendra; serta 2 (dua) penyintas kanker serviks yang telah bersedia untuk menceritakan pengalaman pribadi untuk dapat memberikan motivasi kepada khalayak publik bahwa penyakit yang mematikan pun tetap dapat kalah dengan semangat dan tekad kuat yang dimiliki manusia untuk bersedia sembuh.

Talkshow kesehatan ini diharapkan dapat menguatkan peran pemerintah dan tenaga medis dalam menyampaikan kebijakan, program serta layanan kesehatan. Selain itu, melalui talkshow ini dapat menjadi guidance atau best practices serta mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan, komunitas, dan tokoh publik dalam meningkatkan kualitas kesehatan perempuan secara berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca