Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Badung Serahkan Hibah Rp 94 M Lebih di Bangli

Bupati Giri Prasta: Kolaborasi Bersinergi Wujudkan Pemerataan Pembangunan Bali

Loading

BALIILU Tayang

:

dana hibah badung untuk bangli
SERAHKAN DANA HIBAH: Bupati Giri Prasta menyerahkan dana hibah untuk Kabupaten Bangli di Wantilan Desa Wisata Penglipuran Bangli, Kamis (19/10). (Foto: gs)

Bangli, baliilu.com – Bupati Badung Nyoman Giri Prasta melalui program “Badung Angelus Buana” yang bermakna Badung Berbagi, dari Badung untuk Bali menyerahkan dana hibah ke Kabupaten Bangli dengan total bantuan sebesar Rp. 94.009.910.818 yang diberikan kepada 154 penerima manfaat.

Program “Badung Angelus Buana” sebagai wujud implementasi kolaborasi bersinergi dalam rangka bergerak, berjuang dan bekerja bersama untuk mewujudkan masa depan Bali yang lebih baik di dalam bingkai One Island One Management. 

“Penyerahan hibah ini merupakan bentuk komitmen kami di Pemerintah Kabupaten Badung dalam membantu mewujudkan pemerataan pembangunan fisik untuk menyejahterakan masyarakat. Dimana dana yang diperoleh berasal dari penyisihan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) yang diberikan kepada masyarakat untuk membantu menggerakkan perekonomian pada sektor informal, membantu menciptakan lapangan pekerjaan, dan tentunya hal ini berkaitan dengan peningkatan kemampuan daya beli masyarakat yang semakin menguat,” ujar Bupati Giri Prasta di Wantilan Desa Wisata Penglipuran Bangli, Kamis (19/10).

Adapun jenis Badan atau Lembaga penerima hibah di Kabupaten Bangli sebagai berikut, Pura/Merajan sebanyak 126 penerima, Sanggar sebanyak 3 penerima, Banjar Adat sebanyak 13 penerima, Sekaa sebanyak 4 penerima, Desa Adat sebanyak 8 penerima. Dari 154 total jumlah penerima dana hibah di Kabupaten Bangli tersebut, tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Tembuku sebanyak 48 penerima dengan bantuan sebesar Rp. 26.266.089.000, Kecamatan Susut sebanyak 37 penerima dengan bantuan sebesar Rp. 18.346.509.500, Kecamatan Peninjoan sebanyak 1 penerima dengan bantuan sebesar Rp. 700.000.000, Kecamatan Kintamani sebanyak 32 penerima dengan bantuan sebesar Rp. 19.754.633.668, dan Kecamatan Bangli sebanyak 36 penerima dengan bantuan sebesar Rp. 28.942.678.650 sehingga total keseluruhan bantuan dana hibah untuk di Kabupaten Bangli pada perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp 94.009.910.818

Baca Juga  "Badung Angelus Buana" di Kabupaten Bangli

“Besar harapan saya, bantuan dana hibah ini dapat dipergunakan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung pembangunan berbagai bidang dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangli. Terlebih Kabupaten Bangli merupakan daerah penyangga air di Provinsi Bali maka kami berkepentingan sekali dengan Bangli, ke depan kami akan berkoordinasi dengan Bupati Bangli untuk menggenjot industri pariwisata disini dengan tetap menjaga kawasan hutan yang ada. Kita juga akan melakukan reboisasi dengan menanam pohon penghasil dan penyerap air. Ini yang akan kita jaga dan lestarikan sehingga kedepannya keasrian Pulau Dewata terjaga dengan bagus debit air meningkat dan menurunkan suhu cuaca yang panas,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bangli menyampaikan terimakasih kepada Bupati Giri Prasta dan Pemkab Badung atas kebijakan program Badung Angelus Buana sehingga masyarakat Kabupaten Bangli mendapatkan dana hibah dengan dana yang besar yakni Rp 94 miliar lebih. “Saya berharap dana hibah yang besar dan fantastis ini bisa cepat menyelesaikan permasalahan yang ada di level masing-masing,” ucapnya.

Turut hadir Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Wakil Bupati Bangli Wayan Diar, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Ketua DPRD Bangli Ketut Suastika, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa, Sekda Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra beserta jajaran Kepala OPD terkait di lingkup Pemkab Badung dan Pemkab Bangli. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pemkab Badung Cek Harga dan Ketersediaan Pangan Jelang Galungan

Published

on

By

stabilitas harga pangan badung
CEK HARGA: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan saat memantau pasar untuk mengecek harga dan ketersediaan pangan menjelang Galungan, Kamis siang (11/6/2026). (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung menjamin stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok aman menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Meski terjadi lonjakan harga wajar pada komoditas bunga akibat tingginya animo masyarakat, Pemkab Badung memastikan stok pangan lain seperti beras dan daging babi dalam kondisi surplus dan terkendali.

​Pantauan di sejumlah pasar terjadi lonjakan harga jual sejumlah barang kebutuhan dan perlengkapan upacara seperti beras, daging, hingga bunga di sejumlah pasar di Badung. Namun kondisi itu dinilai masih dalam batas wajar karena tingginya animo masyarakat.

Pengecekan dilakukan salah satunya di Pasar Bunga Desa Baha, Kecamatan Mengwi dengan karakteristik khusus sebagai pusat grosir khusus bunga dinilai tetap mampu memberikan selisih harga yang lebih murah bagi konsumen dibanding harga jual di pasar umum.

​”Pasar Baha ini agak spesifik, yang khusus menjual bunga dan sudah kelasnya ini adalah grosir. Kalau dilihat jenis komoditas bunga yang dijual itu ada lima; bunga pacar, bunga gumitir, bunga kembang seribu, eh dan juga ada bunga-bunga lainnya, sekitar lima lah rata-rata per hari,” jelas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, I Made Agus Aryawan saat memantau pasar, Kamis siang.

​Agus menyebutkan perbedaan harga untuk komoditas bunga pacar dan bunga gumitir di Pasar Baha berkisar antara Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu, yang lebih murah daripada pasar umum. Pihaknya mencatat rata-rata kenaikan harga menjelang hari raya ini berkisar antara Rp 5 ribu hingga maksimal Rp 10 ribu per kg.

​”Kebutuhan masyarakat akan bunga tentu meningkat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Jadi memang betul ada kenaikan harga rata-rata ya, kalau kami rata-rata sekitar Rp 5 ribu sampai dengan maksimal Rp 10 ribu ya,” ungkap I Made Agus Aryawan.

Baca Juga  129 Perbekel Se-Buleleng Audiensi ke Rumah Jabatan Bupati Badung

​Masyarakat diimbau tidak panik karena pasokan bunga dipastikan aman dan segar. Kelancaran distribusi ini didukung oleh pasokan yang datang dari para petani di dalam maupun di luar wilayah Kabupaten Badung.

​Pemkab Badung memastikan ketersediaan bahan pangan pokok seperti beras dalam kondisi aman. Berdasarkan pemantauan di lapangan, cadangan beras saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 5 sampai 6 bulan ke depan.

​”Ya kalau bahan pokok untuk beras, sebagaimana tadi kami cek di Bulog Sempidi, stoknya aman 5 sampai 6 bulan ke depan. Jadi setiap hari paling tidak ada 2.500 ton itu tersedia ya, stok beras idle,” terang I Made Agus Aryawan.

​Ketersediaan beras di Badung juga didukung oleh panen raya yang sedang berlangsung di beberapa wilayah subak. Salah satunya di Subak Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal yakni hasil panen mencatatkan puluhan ton gabah, sementara di Subak Lepud luas panennya mencapai dua kali lipat.

​”Di Subak Blahkiuh itu ada sekitar 70 ton lebih gabah hasil panen dengan luas panen sekitar 130-an hektar. Lalu luas lahan panen di Subak Lepud mencapai lebih dari 250 hektar dengan tingkat produktivitas yang cukup bagus. Rata-rata produktivitas lahan di kedua subak tersebut berada di angka 6,3 ton hingga 7,5 ton gabah kering per hektar,” urai I Made Agus Aryawan.

Sementara itu, Pemkab Badung juga mengecek harga babi hidup di tingkat peternak yang saat ini masih bertahan di angka Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. Sementara itu, untuk daging babi yang sudah bersih di pasar tradisional dijual dengan harga di bawah Rp 100 ribu per kilogram.

​”Salah satu peternak di Ayunan kami cek, terlihat ada stabilitas harga yang cukuplah ya, tidak terlalu signifikan kenaikannya. Kalau harga tabelnya itu sekitar Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu lah ya, masih belum bersih atau dipotong. Sedangkan yang sudah bersih, itu daging ya, sekitar Rp 90 ribu sampai Rp 95 ribu, itu di pasar umum,” kata Agus.

Baca Juga  Bupati Badung Hadiri Upacara Atma Wedana Bersama dan Mepandes di Pura Pasek Agung Tegal Denpasar

​Menurutnya stok daging untuk pasar tradisional dipastikan masih bisa dipenuhi secara normal dari peternak. Namun, untuk pemenuhan konsumsi dalam jumlah besar, pemesanan disarankan dilakukan lebih awal untuk menjamin ketersediaan stok daging. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

82 Ribu KK di Badung Terima Bantuan Rp 2 Juta

Bupati Adi Arnawa Pastikan Masyarakat Badung Tetap Tenang Rayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan

Loading

Published

on

By

bantuan hari raya badung
SERAHKAN BANTUAN: Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan hari raya secara simbolis di Banjar Sekarmukti Petang, Wantilan Pura Dalem Desa Adat Blahkiuh, Abiansemal serta Banjar Tengah Kaler dan Kelod Desa Gulingan Mengwi, Kamis (11/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung menyalurkan bantuan keuangan Rp 2 juta per Kepala Keluarga (KK) kepada masyarakat Hindu menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan 2026. Program tahun kedua ini menyasar 82.420 KK di seluruh Badung dengan total dana ditransfer langsung ke rekening Bank BPD Bali penerima.

Penyerahan simbolis dilakukan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di tiga lokasi, yaitu Banjar Sekarmukti (Petang), Wantilan Pura Dalem Desa Adat Blahkiuh (Abiansemal), serta Banjar Tengah Kaler dan Kelod Desa Gulingan (Mengwi), Kamis (11/6).

Hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Badung dapil terkait, Forkopimda, Sekda IB Surya Suamba, Ketua TP PKK Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Ketua DWP Nyonya Olivia Surya Suamba, serta jajaran kepala OPD.

Bupati Adi Arnawa menyatakan bantuan ini adalah bentuk kehadiran pemerintah saat kebutuhan dan harga pangan melonjak menjelang hari raya, terutama di tengah dinamika ekonomi global.

“Hari raya adalah momentum kebahagiaan, kebersamaan, dan peningkatan spiritualitas. Namun di sisi lain, menjelang hari raya biasanya terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat yang berdampak pada kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok. Karena itu pemerintah harus hadir membantu masyarakat agar tetap memiliki daya beli yang memadai,” ujarnya.

Bupati menegaskan, pemerintah ingin memastikan warga merayakan hari raya dengan tenang tanpa terbebani masalah ekonomi. “Dengan kondisi ekonomi saat ini, termasuk adanya kenaikan harga bahan bakar yang berimbas pada harga-harga di lapangan, program ini sangat relevan untuk membantu masyarakat mempertahankan daya belinya. Kami ingin memastikan masyarakat Badung tetap bisa merayakan hari raya dengan tenang dan penuh kebahagiaan,” tegasnya.

Selain uang tunai, Pemkab Badung menggandeng Perumda Pasar Mangu Giri Sedana dan BPD Bali untuk memberikan potongan harga belanja Rp 50 ribu bagi warga yang membeli kebutuhan upacara di pasar bentukan pemerintah.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Lantik IB Surya Suamba Sebagai Pj. Sekda Badung

“Ini langkah yang sangat baik karena membantu masyarakat memenuhi kebutuhan upacara sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi. Kalau daya beli masyarakat ada, otomatis perekonomian akan bergerak. Itu salah satu tujuan utama program ini,” kata Adi Arnawa.

Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari kebijakan perlindungan sosial jangka panjang untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. Skemanya akan terus disempurnakan agar bisa digunakan fleksibel saat terjadi krisis.

“Kalau terjadi keadaan luar biasa seperti pandemi, bencana, atau gejolak harga yang signifikan, bantuan ini bisa digunakan kapan saja sesuai kebutuhan masyarakat. Tidak harus menunggu hari raya. Orientasinya tetap sama, yakni menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan dampak inflasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Badung Gede Eka Sudarwitha menjelaskan, peningkatan kebutuhan menjelang hari besar keagamaan memicu kenaikan harga barang dan jasa yang berisiko menurunkan daya beli masyarakat.

“Hari raya keagamaan merupakan momentum yang penuh makna, tidak hanya sebagai sarana meningkatkan keimanan dan spiritualitas, tetapi juga sebagai momen kebersamaan dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat. Namun demikian, menjelang perayaan hari raya keagamaan umumnya terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat yang diikuti dengan kenaikan harga sejumlah barang dan jasa,” ujarnya.

Sudarwitha menyebut kondisi lapangan inilah yang mendasari pemerintah daerah meluncurkan kebijakan jaring pengaman sosial. “Pemberian bantuan keuangan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga daya beli masyarakat, meringankan beban ekonomi keluarga, serta mendukung upaya pengendalian inflasi daerah. Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat menyambut dan merayakan Hari Raya Galungan dengan lebih tenang, khusyuk, dan penuh sukacita,” tambahnya.

Secara hukum, program ini berpijak pada UU No. 11/2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Perda Badung No. 8/2025 tentang APBD 2026, serta Perbup No. 39/2025 terkait tata cara hibah dan bansos.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Ikuti Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Anggota Panitia Kerja Komisi XI DPR RI

Data penerima telah divalidasi ketat lewat musyawarah berjenjang dari tingkat dusun hingga Dinas Sosial. Rincian sebaran penerima bantuan mencakup Kecamatan Petang (7.876 KK), Abiansemal (22.123 KK), Mengwi (24.166 KK), Kuta Utara (8.729 KK), Kuta (5.336 KK), dan Kuta Selatan (14.190 KK). (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wakil Bupati Badung Hadiri Prosesi “Nganyarin” di Pura Dalem Pingit Bongkasa

Published

on

By

pura dalem pingit
HADIRI NGANYARIN: Wabup Bagus Alit Sucipta saat menghadiri prosesi “Nganyarin“ rangkaian Karya Padudusan Agung, Ngenteg Linggih, Mapeselang, Manawa Ratna dan Tawur Pedana di Pura Dalem Pingit, Banjar Tanggayuda, Desa Bongkasa Abiansemal, Rabu (10/6). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, menghadiri prosesi Nganyarin yang merupakan bagian dari rangkaian Karya Padudusan Agung, Ngenteg Linggih, Mapeselang, Manawa Ratna dan Tawur Pedana di Pura Dalem Pingit, Banjar Tanggayuda, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung, Rabu (10/6).

Kehadiran Wakil Bupati disambut hangat oleh warga setempat dan dihadiri perwakilan anggota DPD RI Komang Merta Jiwa, anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, Kadis Kebudayaan Badung I Gede Sukadana, perwakilan Camat Abiansemal, Perbekel Desa Bongkasa, tokoh masyarakat I Wayan Muntra, serta para prajuru adat setempat.

Dalam sambutannya Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kebersamaan warga dalam melaksanakan upacara besar ini. Ia berharap seluruh rangkaian karya berjalan lancar dan membawa kerahayuan bagi masyarakat.

“Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat adalah wujud komitmen untuk meringankan beban warga dalam melaksanakan upacara utama seperti ini. Kami berharap masyarakat Banjar Tanggayuda tetap bersatu dan terus menjaga semangat gotong-royong,” ujarnya.

Sebagai wujud nyata dukungan, Pemerintah Kabupaten Badung menyerahkan bantuan dana hibah secara simbolis sebesar Rp 500 juta.

Sementara itu, Manggala Karya (Ketua Panitia), I Wayan Sunarta, menyampaikan terima kasih mendalam atas kehadiran Wakil Bupati beserta jajaran. Ia menjelaskan bahwa upacara utama ini digelar setelah rampungnya pemugaran fisik fisik pura secara menyeluruh.

“Upacara besar ini dapat kami laksanakan berkat selesainya pembangunan Pura Dalem Pingit, yang sebelumnya mendapat bantuan hibah dari Pemkab Badung pada tahun 2023 sebesar Rp 6 miliar lebih. Landasan bantuan itulah yang kami gunakan untuk menggelar upacara utama ini,” jelas Sunarta.

Sunarta menambahkan, persiapan karya ini telah berjalan matang sejak 28 Januari 2026. Adapun puncak karya telah sukses dilaksanakan pada 3 Juni 2026, dilanjutkan dengan prosesi mepeed-peedan dan diakhiri dengan prosesi nyineb/pengeluwuran pada Kamis (11/6). (gs/bi)

Baca Juga  Terima Audiensi MDA Badung, Giri Prasta Komit Kuatkan Desa Adat dan Tak Terlibat Politik Praktis

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca