Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Badung Tetapkan 1.065 Hotel dan 345 Restoran Penerima Hibah Pariwisata, Harapkan segera Lengkapi Persyaratan

BALIILU Tayang

:

de
Pjs. Bupati Badung I Ketut Lihadnyana didampingi Plt. Kadis Pariwisata Cok Raka Darmawan dan Kabag Humas Made Suardita saat memberi keterangan pers di Puspem Badung, Rabu (18/11).

Badung, baliilu.com – Sebanyak 1.065 hotel dan 345 restoran di Kabupaten Badung ditetapkan untuk menerima dana hibah pariwisata dari Pemerintah Pusat. Penerima hibah yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Badung Nomor 67/054/HK/2020 tentang Penetapan Hotel dan Restoran Penerima Hibah Pariwisata Tahun Anggaran 2020 tersebut diharapkan agar segera melengkapi persyaratan administrasi sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hal tersebut disampaikan Pjs. Bupati Badung I Ketut Lihadnyana saat memberi keterangan pers bertempat di Puspem Badung, Rabu (18/11).

Pjs. Bupati Lihadnyana yang didampingi Plt. Kadis Pariwisata Cok Raka Darmawan yang juga Asisten Administrasi Umum dan Kabag Humas Made Suardita menjelaskan bahwa sesuai data base yang dimiliki Badan Pendapatan Daerah termasuk juga di Dinas Pariwisata, jumlah data base Wajib Pajak (WP) hotel di Kabupaten Badung sebanyak 3.351 hotel. “Dari jumlah tersebut yang memenuhi syarat sesuai petunjuk teknis sebanyak 1.065 hotel. Yang sudah melengkapi berkas adalah 480 usaha hotel. Yang belum melengkapi persyaratan 585 usaha. Yang belum melengkapi persyaratan, kami mendorong agar secepatnya bisa memenuhi persyaratan yang telah ditentukan,” harapnya.

Lebih lanjut disampaikan dari 480 usaha tersebut, setelah menyetor berkas dan saat ini yang sudah di review Inspektorat sebanyak 478 usaha. Dari hasil review terdapat 119 hotel berkasnya dikembalikan karena persyaratannya belum lengkap. “Bukan berarti dia tidak dapat, karena belum lengkap dan segera mohon dilengkapi, ” jelasnya. 

Sementara itu, dari database wajib pajak restoran tahun 2019 ada 1.846 usaha restoran. Hasil verifikasi yang memenuhi syarat sebanyak 345 restoran. “Dari jumlah tersebut, yang sudah melengkapi berkas 186 usaha, sedangkan yang belum 159, dimana ini juga direview oleh Inspektorat. Dari hasil review Inspektorat, yang dikembalikan adalah 74 usaha yang harus segera melengkapi kekurangan atas persyaratan yang ditentukan,” jelasnya. 

Menurut Lihadnyana dengan formula-formula dan kriteria yang ditentukan, pada hari ini (kemarin-red) Pemkab Badung mengeluarkan Surat Keputusan Penerima Hibah Pariwisata. Besaran hibah yang akan diterima sudah ditentukan dalam petunjuk pelaksanaan. Bahwa dari total anggaran yang diterima yakni Rp. 948 miliar, 70 persennya atau senilai Rp. 663 miliar untuk pelaku usaha hotel dan restoran. Sisanya 30 % digunakan untuk kegiatan Pemerintah Daerah yang menyangkut masalah keamanan, kebersihan, kesehatan dan lingkungan. “Dari Rp. 663 miliar tersebut, pada tahap pertama ini dana hibah baru cair 50 persen. Untuk hotel pada tahap I dicairkan Rp. 238 miliar lebih dan untuk restoran Rp. 92 miliar lebih. Ini segera kita cairkan secara bertahap. Bila pencairan tahap I sudah berjalan 50 persen, dapat diusulkan untuk pencairan tahap kedua kepada pemerintah pusat, ” imbuhnya. 

Konferensi pers Pj. Bupati Badung terkait dana hibah pariwisata

Dikatakan jumlah dana yang diterima oleh masing-masing hotel dan restoran bervariasi karena sudah ada rumus yang ditentukan. “Formulanya berapa dia bayar pajak dibagi PHR yang diterima oleh Badung dikalikan pagu dana hibah stimulus pariwisata yang didapat Pemkab dari Pusat. Misalnya seseorang yang punya hotel atau restoran membayar pajak Rp. 100 juta dan PHR Badung misalnya Rp. 1 miliar sehingga seratus juta dibagi 1 miliar dikalikan pagu dana yang kita dapatkan dari pusat, berarti segitu mereka mendapatkan dana hibah stimulus ini, sehingga penerimanya proporsional,” tegasnya seraya menambahkan terkait dengan pemanfaatan dana hibah ini pun sudah jelas yaitu digunakan untuk operasional hotel dan restoran, operasional untuk membayar gaji karyawannya, pemeliharaan sarana prasarana di hotel dan restoran tersebut serta tidak diperkenankan untuk membayar utang pajak.

Terkait dengan proses melengkapi persyaratan, Pjs. Bupati mengharapkan agar pelaku usaha hotel dan restoran segera melengkapi administrasinya di Kantor Dinas Pariwisata mulai pukul 07.30 Wita sampai pukul 15.30 Wita setiap hari kerja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Dengan adanya dana hibah pariwisata ini, Pjs. Bupati Lihadnyana mengajak pelaku usaha untuk memanfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai ketentuan yang dipersyaratkan sehingga upaya pemulihan pariwisata di Kabupaten Badung dapat terlaksana dan ekonomi masyarakat pun bisa kembali bangkit. (bt)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Perkuat Kesiapsiagaan, 1.040 Warga Seririt Ikuti Simulasi Bencana HKB 2026

Published

on

By

simulasi bencana seririt
SIMULASI: Kegiatan Simulasi Bencana dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) yang dilaksanakan pada Minggu (26/04) bertempat di Lapangan Umum Seririt, Kecamatan Seririt. (Foro: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Program Ketangguhan Masyarakat Terhadap Bencana dan Perubahan Iklim (KANAL) yang diinisiasi oleh LPBI NU kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui kegiatan Simulasi Bencana dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB). Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (26/04) bertempat di Lapangan Umum Seririt, Kecamatan Seririt.

Simulasi ini melibatkan total 1.040 peserta yang berasal dari delapan desa dan kelurahan di Kecamatan Seririt, yakni Desa Pengastulan, Patemon, Bubunan, Sulanyah, Ularan, Ringdikit, Lokapaksa, serta Kelurahan Seririt. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran langsung bagi masyarakat untuk memahami langkah-langkah mitigasi dan respon cepat saat menghadapi potensi bencana.

Perwakilan LPBI NU, Bapak Affan Asirozi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari LPBI NU, BNPB, BPBD, Kesiapsiagaan Pemkab Buleleng, serta seluruh unsur yang terlibat seperti Kedutaan Besar Australia. Kegiatan ini dilakukan agar masyarakat memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan terhadap bencana. Ke depan, bukan hanya bencana alam, namun juga bencana non-alam, bencana nasional, hingga kerentanan sosial yang perlu kita antisipasi bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Bapak Gede Supriatna, dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat berdasarkan kondisi wilayah.

“Sesuai Peraturan Bupati Buleleng Nomor 59 Tahun 2022 tentang Kajian Risiko Bencana Kabupaten Buleleng Tahun 2022–2026, Kabupaten Buleleng memiliki sembilan potensi bencana seperti gempa, tsunami, banjir, tanah longsor, kekeringan, abrasi, cuaca ekstrem, kebakaran hutan, hingga banjir bandang, belum lagi termasuk potensi bencana sosial. Tentunya terjadinya suatu bencana tidak pernah kita harapkan. Oleh karena itu, peningkatan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat di daerah rawan bencana sangat penting dilakukan. Semoga kita semakin bertumbuh dan tangguh dalam kesiapan menghadapi bencana,” ungkapnya.

Apresiasi juga datang dari salah satu peserta simulasi, Satya Dharma Arta dari Desa Sulanyah. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya, ke depan masyarakat semakin mawas diri, serta peran pemerintah, akademisi, hingga lembaga-lembaga terkait dapat terus berkolaborasi secara utuh dan kuat,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kecamatan Seririt semakin memiliki kesadaran, pengetahuan, serta kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi bencana, sehingga mampu membangun ketangguhan bersama di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika sosial yang terus berkembang. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa Nobatkan Duta Pariwisata Jegeg Bagus Badung 2026, Dorong Inovasi Tanpa Meninggalkan Jati Diri

Published

on

By

Jegeg Bagus Badung
HADIRI GRAND FINAL: Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat hadir di Malam puncak Grand Final Pemilihan Duta Pariwisata Jegeg Bagus Badung 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Sabtu (25/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Malam puncak Grand Final Pemilihan Duta Pariwisata Jegeg Bagus Badung 2026 sukses digelar di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Sabtu (25/4). Ajang tahunan ini membuahkan hasil dengan terpilihnya Ni Putu Haura Ratnaduhita Prastuti sebagai Jegeg Badung 2026 dan Putu Abhidhamma Dharmika Putra sebagai Bagus Badung 2026.

Penobatan dilakukan langsung oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa didampingi Ketua TP. PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Acara ini juga dihadiri oleh Plt. Kadis Pariwisata Badung Ni Kadek Ari Armaeni, jajaran Badan Promosi Pariwisata Daerah, Komite Ekraf, serta perwakilan Jegeg Bagus se-Bali.

Tahun ini, Jegeg Bagus Badung mengusung tema “Kalakasa” yang bermakna ruang dan waktu tanpa batas. Tema tersebut diterjemahkan oleh para finalis melalui berbagai program inovatif berbasis solusi, seperti Loka Krida (Revitalisasi Permainan Tradisional), Swadaya Gita (Seni Gender Wayang) hingga program Digitalisasi UMKM dan pengelolaan sampah berbasis kearifan lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menekankan bahwa pemilihan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam menyiapkan generasi muda menghadapi arus modernisasi tanpa kehilangan akar budaya.

“Ajang ini bukan sekadar kontestasi penampilan, tetapi wahana strategis untuk melahirkan generasi muda yang berkarakter, cerdas, dan berbudaya,” ucapnya.

Bupati dan Nyonya Rasniathi Adi Arnawa juga terlibat aktif dalam menguji kapasitas berpikir kritis para finalis. Hal ini dilakukan untuk memastikan para duta terpilih memiliki ketahanan mental dan intelektual yang kuat dalam mempromosikan pariwisata Badung di era digital.

“Tentu saya sangat mengapresiasi kegiatan Pemilihan Duta Pariwisata Tahun 2026 ini. Ajang ini tidak hanya sekedar menampilkan kontestasi dari segi penampilan, kecantikan, dan performa semata, tetapi yang paling penting merupakan wahana dalam membangun generasi muda Kabupaten Badung yang berkarakter, berkepribadian, cerdas, dan berbudaya, sekaligus menjadi representasi sebagai Duta Pariwisata Badung,” ujar Adi Arnawa.

Bupati menyatakan rasa optimisnya terhadap kualitas para peserta tahun ini yang dinilai mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

“Saya melihat penampilan para peserta sangat luar biasa. Oleh karena itu, saya optimis para duta yang terpilih nantinya akan mampu berprestasi dan berjaya pada ajang Pemilihan Duta Pariwisata tingkat Provinsi Bali,” lanjutnya.

Adi Arnawa juga menegaskan bahwa program-program tersebut harus sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana sebagai fondasi utama pariwisata Bali.

“Melalui ajang ini, kami berharap dapat menumbuhkan semangat generasi muda untuk terus berkembang mengikuti kemajuan zaman, tanpa meninggalkan jati diri, karakter, dan nilai-nilai budaya yang kita miliki. Hal ini sejalan dengan konsep Tri Hita Karana sebagai landasan budaya kita,” tegasnya.

Bupati berharap para pemenang tidak hanya menjadi simbol promosi, tetapi menjadi penggerak perubahan yang mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Badung.

“Kami mendorong Duta Pariwisata menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata, bukan sekadar simbol. Keberhasilan ajang ini terletak pada lahirnya duta yang mampu merepresentasikan Badung secara profesional dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Bagus Alit Sucipta Tegaskan Dukungan untuk Generasi Muda di HUT Ke-56 STT Tri Amerta

Published

on

By

alit sucipta
HADIRI HUT: Wabup Bagus Alit Sucipta saat menghadiri perayaan HUT. Ke-56 STT. Tri Amerta di Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (25/4) (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-56 Sekaa Teruna Teruni (STT) Tri Amerta di Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (25/4). Kehadiran ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mengawal kreativitas pemuda di tingkat desa.

Acara turut dihadiri Anggota DPD RI Dapil Bali I Komang Merta Jiwa, perwakilan DPR RI Dapil Bali I Wayan Sudirta, anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini, Camat Abiansemal IB. Putu Mas Arimbawa beserta Tripika Kecamatan, tokoh masyarakat I Wayan Muntra, serta warga setempat.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kabupaten Badung menyerahkan bantuan sebesar Rp 20 juta yang diserahkan langsung Wabup Bagus Alit Sucipta. Dukungan dana juga mengalir dari Putu Yunita Oktarini (Rp 20 juta), I Komang Merta Jiwa (Rp 5 juta), I Wayan Sudirta (Rp 5 juta), serta I Wayan Muntra (Rp 5 juta) dan diterima langsung oleh Ketua STT yang baru, I Nyoman Sudarmayasa.

Wabup Bagus Alit Sucipta dalam sambutannya menyatakan bahwa kehadirannya merupakan wujud nyata pemerintah daerah mendukung kegiatan kepemudaan. Ia berharap STT Tri Amerta semakin solid dan jaya.

“Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya memberikan dukungan nyata seperti peningkatan dana ogoh-ogoh dari Rp 20 juta menjadi Rp 40 juta, serta dana HUT STT dari Rp 10 juta menjadi Rp 20 juta. Ini merupakan bentuk motivasi agar generasi muda terus melestarikan seni, adat, dan budaya Bali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wabup menegaskan pemerintah akan selalu hadir di tengah masyarakat dan berpesan agar seluruh anggota STT Tri Amerta terus menjaga kebersamaan dalam berorganisasi.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT, I Made Adi Jonatan, melaporkan bahwa perayaan tahun ini mengusung tema “Sahitya Ananta”. Tema ini bermakna upaya meningkatkan solidaritas untuk bergerak menuju kemajuan serta mempererat keharmonisan antar- anggota.

Ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan merupakan hasil kerja sama terstruktur seluruh pemuda-pemudi STT Tri Amerta, yang terbagi dalam berbagai seksi mulai dari acara hingga upakara. Momentum ini sekaligus menjadi bukti semangat generasi muda dalam menjaga tradisi dan memperkuat peran STT sebagai generasi penerus. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca