Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bahas Masalah Sampah di Kutsel, Komisi II DPRD Badung Undang Dinas LHK Badung

BALIILU Tayang

:

sampah
RAKER: DPRD Kabupaten Badung melalui Komisi II saat menggelar Raker dengan mengundang Dinas LHK Badung di Kantor Camat Kuta Selatan, Badung, Kamis, 4 September 2025. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – DPRD Kabupaten Badung melalui Komisi II menggelar Rapat Kerja dengan mengundang Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kabupaten Badung di Kantor Camat Kuta Selatan, Badung, Kamis, 4 September 2025. Raker membahas permasalahan dan penanggulangan sampah di Kecamatan Kuta Selatan.

Raker dipimpin Ketua Komisi II DPRD Badung I Made Sada dan Wakil Ketua II DPRD Badung Made Wijaya didampingi Sekretaris Komisi II, I Wayan Luwir Wiana dan Anggota Komisi II lainnya, yakni Wayan Sukses, I Made Sudira, Ida Bagus Manubawa dan I Wayan Edy Sanjaya.

Dari pihak eksekutif turut hadir, Plt. Kadis LHK Kabupaten Badung, Ida Bagus Gede Arjana. Selain itu, turut hadir Camat Kuta Selatan, I Ketut Gede Arta, Lurah/Kepala Desa se-Kecamatan Kuta Selatan, Ketua TPS-3R se-Kecamatan Kuta Selatan dan Vendor Jasa Pengangkut Sampah serta para undangan lainnya.

Wakil Ketua II DPRD Badung, Made Wijaya menyampaikan bahwa Raker Komisi II DPRD Badung telah menampung aspirasi dari tokoh-tokoh masyarakat di Kuta Selatan.

Atas nama Komisi II DPRD Badung, Made Wijaya menyampaikan permohonan maaf, karena baru bisa bertemu atau bertatap muka terkait permasalahan sampah.

Hal tersebut bukan berarti saat masalah sampah, barulah pihaknya bertemu dengan masyarakat dan tokoh-tokoh di Kuta Selatan. Tetapi hal tersebut sudah menjadi agenda pimpinan di Komisi II yang mendampinginya. “Jadi, apapun permasalahan di  masyarakat, memang kita sebagai mereka harus lebih intens untuk turun ke bawah melihat situasi dan kondisi yang terjadi di masyarakat,” kata Made Wijaya.

Dari hasil koordinasi, Made Wijaya menyatakan sepakat bahwa permasalahan sampah diselesaikan secara bersama-sama. Meski terdapat peraturan perundang-undangan yang menyatakan sampah itu diselesaikan oleh Pemerintah, tapi masyarakat juga punya andil dalam berperan aktif menangani sampah itu sendiri.

Baca Juga  Anggota DPRD Badung Nyoman Artawa Hadiri Pemelaspasan Gedung TK Negeri Pembina Petang

“Hari ini bisa kita sepakati, bahwa sampah kita selesaikan bersama. Apalagi, kawasan Kuta Selatan kita sebagai penopang PAD dari pariwisata. Jadi, mau tidak mau, permasalahan sampah ini, kita harus mulai dari diri sendiri dan terus kiat-kiat Pemerintah untuk mendorong dalam menangani masalah sampah,” paparnya.

Jika dilihat dari keberhasilan negara-negara lain, maka diperlukan waktu bertahun-tahun untuk menggenjot masalah sampah bisa tuntas sampai ke akar-akarnya.

“Nah, masalah sampah tidak hanya di Badung, tapi harus selesai di Bali. Ini menjadi kiat Kabupaten/Kota yang kami hadir di pagi hari hingga siang hari ini menemukan beberapa hal, termasuk Pemerintah di dalam menyikapi masalah sampah tentunya digenjot dengan serius, baik di Induk maupun Perubahan harus terkonsentrasi. Itu sudah jelas, kami kawal terus,” urainya.

Dari desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Badung, ternyata hingga saat ini kondisi miris dialami kelurahan. Jika kepala desa/perbekel memperoleh pembagian Pajak Hotel dan Restoran (PHR) untuk anggaran menyelesaikan masalah sampah sesuai regulasi yang ada, namun kondisi berbeda dialami 16  kelurahan yang ada di Badung, yang penyelesaian sampah tidak diimbangi dengan pembiayaan.

“Apa yang sering saya sampaikan, bahwa permasalahan TPS-3R dan TPST yang ada, kalau kurang serius kita anggarkan dan berikan rutin dalam sebulan dan setahun, sudah tentu banyak TPST dan TPS-3R yang mangkrak,” tambahnya.

Untuk itu, pihaknya dari legislatif terus mendorong TPST dan TPS-3R dianggarkan sesuai dengan regulasi, karena DPRD berfungsi penganggaran.

“Setelah Kuta Selatan, kami adakan di Kuta Utara, Kuta dan langsung ke Badung Utara hingga semuanya tuntas di seluruh kecamatan yang ada di Badung,” kata Made Wijaya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Badung I Made Sada memberikan apresiasi kepada semua pihak yang hadir dalam menyerap aspirasi masyarakat dengan mengundang Dinas LHK Kabupaten Badung, dalam memberikan solusi atas permasalahan sampah di Kuta Selatan.

Baca Juga  Wakil Ketua III DPRD Badung Made Sunarta Apresiasi Bantuan Rp 460 Juta Buat Pura Dalem Gede Abianbase

Dari hasil Raker, Made Sada menyebutkan 6 kelurahan dan desa yang ada di Kuta Selatan, untuk sementara sampah bisa ditangani dengan baik. Namun, khususnya di Tanjung Benoa, ternyata terdapat peran serta Desa Adat yang membiayai masalah sampah. “Jika tidak ada peran serta Desa Adat bagaimana kita mencari biaya. Jadi, yang menjadi konsen kita itu, terutama di Kuta Selatan adalah Kelurahan Benoa dan Jimbaran,” kata Made Sada.

Hal tersebut berarti masalah sampah harus benar-benar ditangani oleh Pemerintah. Untuk itu, pihaknya dari Komisi II bakal melakukan rekomendasi agar Pemerintah mendorong secepatnya di dua kelurahan ini harus ada TPS-3R sesegera mungkin.

Untuk bisa berfungsi dengan baik, maka Pemerintah harus bisa menyediakan incenerator dengan bahan bakar berbasis biomassa.

“Itu artinya tidak menggunakan listrik, tidak gunakan BBM, apalagi solar yang sangat mahal tidak bisa dilaksanakan, karena juga penganggaran tidak ada di desa dan desa adat, kasian mereka,” tandasnya.

Terkait pos penganggaran, pihaknya dari Komisi II bakal segera membahas lebih lanjut, agar ada rumahnya, sehingga anggaran bisa dipakai untuk penanganan sampah.

Apalagi, dengan PAD yang ada bersumber dari sektor pariwisata, maka Pemerintah seharusnya bertanggung jawab semaksimal mungkin guna mengatasi sampah yang ada di Kabupaten Badung.

“Tadi, perbedaan sangat jelas sekali mengenai karakteristik sampah dan jumlah sampah yang ada di Badung Selatan dan Badung Utara tidak dapat disamakan. Untuk itu, harus semua konsen terhadap penanganan sampah, tidak saling menyalahkan, tapi semua punya tanggung jawab,” ucapnya secara menegaskan bahwa Pemerintah bertanggung jawab atas penganggaran dan penyediaan TPST serta TPS-3R lengkap dengan luas lahan dan mesin-mesinnya.

Terkait Peraturan Bupati Nomor 7 Tahun 2013 dan Peraturan Gubernur Bali 47 Tahun 2019 menyatakan, bahwa sampah harus diselesaikan di sumbernya melalui pemilahan sampah yang harus dilakukan masyarakat.

Baca Juga  DPRD Badung Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1947 dan Idul Fitri 1446 Hijriah

Menurutnya, bagi masyarakat yang belum terbiasa memilah sampah harus dimulai dari sekarang dimaksimalkan untuk bisa memilah sampah. Jika sudah dipilah, sampah yang dibawa ke mesin incenerator bisa terserap secara maksimal.

“Tanpa pemilahan sampah biarpun canggih mesin incenerator itu akan tidak bisa bekerja dengan maksimal. Kemudian, residu yang dihasilkan, misalnya dibuatkan bata atau apa istilahnya bisa digunakan kembali,” kata Made Sada.

Meski demikian, dalam penanganan sampah diperlukan tenaga pengelola sampah beserta gaji, sehingga Pemerintah perlu memberikan insentif untuk menggaji tenaga pengelola  sampah, yang dipekerjakan di TPS-3R. “Tenaga yang dipekerjakan di TPS-3R itu tentu akan diperlukan gaji yang lebih tinggi, karena tidak semua orang yang bekerja di tempat seperti itu,” tambahnya.

Oleh karena itu, pihaknya dari Komisi II bakal memberikan rekomendasi terhadap hal-hal yang terkait dengan penutupan TPA Suwung supaya bisa ditunda. “Hal itu dilakukan sampai benar-benar ada TPA yang baru berbasis tenaga listrik dari sampah, agar benar-benar sampah tidak menjadi masalah kita semua,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Pangdam IX/Udayana Kerahkan Jajaran Tangani Dampak Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Bali

Published

on

By

Prajurit Kodam IX/Udayana Perbaiki Pagar Saluran Air Antisipasi Cuaca Ekstrem di Bali
PERBAIKAN: Prajurit TNI Kodam IX Udayana saat melakukan perbaikan pagar saluran air mengantisipasi cuaca ekstrem ke depan. (Foto: Pendam IX)

Denpasar, baliilu.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda Provinsi Bali sejak Minggu (1/11/2026) mengakibatkan sejumlah bencana alam di berbagai daerah. Bencana tanah longsor dan pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kabupaten Karangasem, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, dan Badung, bahkan berdampak terhadap keselamatan warga serta aktivitas masyarakat.

Menyikapi kondisi tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Made Putra Widiastawa segera mengerahkan satuan jajaran Kodam IX/Udayana, khususnya Kodim di wilayah terdampak, untuk bergerak cepat melakukan penanganan bencana. Pangdam menekankan agar seluruh satuan kewilayahan senantiasa tanggap terhadap perkembangan situasi, berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, serta mengutamakan keselamatan masyarakat dalam setiap langkah penanganan.

Menindaklanjuti perintah tersebut, prajurit TNI AD jajaran Kodam IX/Udayana langsung bergerak bersama pemerintah daerah, BPBD, Polri, relawan, dan masyarakat untuk menangani dampak bencana di sejumlah wilayah. Upaya tanggap darurat dilakukan melalui pembersihan material longsor, evakuasi pohon tumbang, pengamanan lokasi rawan bencana, hingga pemulihan akses jalan yang terdampak agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman.

Dalam pelaksanaannya, para prajurit bersama unsur terkait turut membantu memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi bencana tetap aman, sekaligus mendukung kelancaran proses penanganan dan evakuasi. Kehadiran personel di lapangan juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi risiko lanjutan akibat kondisi cuaca yang masih berpotensi membahayakan masyarakat.

Langkah cepat tersebut merupakan wujud nyata kehadiran TNI AD di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana alam. Sinergi lintas instansi yang didukung semangat gotong royong menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penanganan dampak bencana, meminimalkan risiko, serta meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah.

Baca Juga  Segenap Pimpinan dan Seluruh Anggota DPRD Badung Ucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menjelaskan bahwa pengerahan prajurit jajaran Kodam IX/Udayana merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah menanggulangi bencana alam, mulai dari tahap tanggap darurat hingga pemulihan kondisi wilayah.

“Pangdam IX/Udayana telah memerintahkan seluruh satuan jajaran, khususnya Kodim di wilayah terdampak, untuk senantiasa siaga dan bergerak cepat membantu masyarakat. Penanganan dilaksanakan secara terpadu melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait, dengan prioritas utama keselamatan warga,” ungkap Kapendam.

Lebih lanjut, Kapendam menegaskan bahwa kehadiran Babinsa dan satuan kewilayahan tidak hanya difokuskan pada penanganan dampak fisik bencana, tetapi juga memastikan kondisi masyarakat tetap aman, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.

Kapendam juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang. Masyarakat diharapkan menghindari kawasan rawan longsor, lereng perbukitan, serta area yang berpotensi tertimpa pohon tumbang dan segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan kondisi yang membahayakan.

Kodam IX/Udayana akan terus mengoptimalkan kesiapsiagaan satuan jajaran serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menghadapi perkembangan situasi di lapangan. Hal ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk selalu hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan wilayah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pimpin Rapat Terbatas, Presiden Prabowo Bahas Stabilitas Ekonomi hingga Efisiensi APBN

Published

on

By

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bersama Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka
RATAS: Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 3 November 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 3 November 2026. Rapat tersebut membahas perkembangan terkini perekonomian nasional, mulai dari inflasi, penguatan sektor manufaktur, arus modal asing, hingga pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjelang akhir tahun.

Dalam keterangan pers seusai rapat, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih menunjukkan perkembangan positif. Hal ini tercermin dari inflasi yang tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah serta meningkatnya aktivitas sektor manufaktur nasional.

“Kita tadi menyampaikan kepada Bapak Presiden mengenai perkembangan ekonomi terkini. Kemarin kan keluar data rilis dari BPS mengenai inflasi 3,23 persen itu di dalam range yang memang menjadi sasaran target dari inflasi Indonesia. Jadi ini on track inflasinya,” ujar Suahasil kepada para awak media usai pertemuan.

Ia menjelaskan, pemerintah menetapkan sasaran inflasi sebesar 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen, atau berada pada rentang 1,5 hingga 3,5 persen. Dengan demikian, inflasi sebesar 3,23 persen masih sesuai dengan proyeksi dan target pengendalian harga yang telah ditetapkan.

“1,5 persen sampai dengan 3,5 persen angka inflasi kita kemarin 3,2 persen artinya itu di dalam range yang memang kita bayangkan sejak kita melakukan estimasi atas perekonomian Indonesia itu yang kita sebut dengan on track,” ungkapnya.

Selain inflasi, Presiden Prabowo juga menerima laporan mengenai perkembangan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia yang menunjukkan tren penguatan pada Oktober 2026. Suahasil mengungkapkan bahwa indeks PMI meningkat dari kisaran 52 menjadi 54.

“Jadi meningkat, ini menunjukkan bahwa para pengusaha kita membayangkan bahwa akan ada peningkatan permintaan karena itu pengusaha mulai siap-siap untuk meningkatkan produksi dengan membeli input lebih banyak,” jelasnya.

Baca Juga  Segenap Pimpinan dan Seluruh Anggota DPRD Badung Ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-79 dan Selamat Hari Jadi Ke-66 Provinsi Bali

Dalam rapat tersebut, pemerintah turut mencermati perkembangan arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik. Suahasil melaporkan bahwa aliran modal asing masih tercatat masuk melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Sedangkan terkait pengelolaan keuangan negara, Suahasil melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa realisasi pendapatan dan belanja APBN hingga penutupan Oktober 2026 masih berjalan sesuai rencana. Meski demikian, pemerintah menghadapi agenda besar dalam dua bulan terakhir tahun anggaran, terutama untuk mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus memastikan pelaksanaan belanja pemerintah berjalan efektif.

“Kemudian saya juga tadi sempat melaporkan APBN untuk tutup bulan Oktober dimana semuanya on track untuk pendapatan dan belanja. Dan kira-kira untuk pendapatan negara kami harus mengumpulkan lagi November-Desember ini sekitar 600 triliun lebih dan untuk belanja negara masih sekitar 990 triliun akan dibelanjakan,” kata Suahasil.

Presiden Prabowo pun secara khusus memberikan arahan agar seluruh kementerian dan lembaga tetap menjaga efisiensi belanja negara, meskipun penyerapan anggaran biasanya meningkat menjelang akhir tahun. Suahasil menegaskan, percepatan realisasi anggaran tetap diperbolehkan sepanjang dilaksanakan dengan tata kelola yang baik dan menghasilkan keluaran sesuai target yang telah direncanakan.

“Dua bulan terakhir seperti biasa namanya operasi APBN itu kalau di akhir tahun biasanya itu ngegas lebih cepat, lebih besar itu silahkan tetapi harus tetap efisien. Harus tetap dalam tata kelola yang baik dan tentu harus dilakukan sesuai dengan target output yang dicanangkan ketika meminta anggaran tersebut,” tegasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Kedua Jembrana Creative Festival 2026, Kolaborasi Lolot x Bagus Wirata Bikin Main Stage Benar-benar Pecah

Published

on

By

Kemeriahan Main Stage Hari Kedua Jembrana Creative Festival Senin 2 November
Kemeriahan di main stage hari kedua Jembrana Creative Festival, Senin (2/11). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Hari kedua Jembrana Creative Festival berlangsung semakin meriah dengan berbagai rangkaian aktivitas dan hiburan yang tersebar di beberapa area festival. Setiap panggung menghadirkan pengalaman berbeda yang menyuguhkan kreativitas, hiburan, serta ruang ekspresi bagi komunitas dan masyarakat.

Di area Red Zone 18+, pengunjung disuguhkan aktivitas live cooking yang menghadirkan keseruan memasak secara langsung, penampilan mixology yang memadukan kreativitas, keterampilan, dan atraksi meracik minuman penuh gaya, dilanjutkan dengan penampilan DJ Erik yang menambah semarak suasana melalui alunan musik dan irama yang energik.

Sementara itu, Community Stage menjadi ruang bagi komunitas untuk menunjukkan kreativitas dan bakatnya. Berbagai penampilan turut memeriahkan area ini, mulai dari stand up comedy, penampilan Jembrana Drum Community, hingga Sunaren yang menghadirkan kegiatan lomba sketsa ogoh-ogoh sebagai bentuk apresiasi terhadap seni dan kreativitas generasi muda.

Tidak kalah meriah, Main Stage menjadi pusat ledakan energi pada hari kedua Jembrana Creative Festival. Penampilan berbagai grup musik lokal maupun luar daerah sukses membakar semangat penonton. Suasana semakin menggila saat Jangar naik ke panggung menimbulkan crowd yang pecah dan disusul penampilan yang paling ditunggu-tunggu, Lolot x Bagus Wirata. Kolaborasi keduanya sukses membuat Main Stage benar-benar pecah! Ribuan energi seolah menyatu dalam lantunan musik, suara penonton yang ikut bernyanyi, hingga sorak sorai yang menggema memenuhi area festival. Dari awal hingga akhir penampilan, atmosfer semakin panas, penuh euforia, dan membuat pengunjung larut dalam kemeriahan malam Jembrana Creative Festival.

Untuk menutup rangkaian penampilan di Main Stage, suasana yang sebelumnya penuh energi dan membara perlahan beralih menjadi lebih santai dan enjoy. Pemoeda Soeka Karokoe hadir sebagai penampil pamungkas yang mengajak pengunjung menikmati alunan musik dengan nuansa yang lebih rileks, hangat, dan penuh kebersamaan. Setelah dibuat bergemuruh oleh penampilan sebelumnya, pengunjung diajak menikmati suasana malam dengan bernyanyi bersama dan larut dalam irama musik yang menyenangkan. Sebuah penutup yang pas untuk mengakhiri keseruan hari kedua Jembrana Creative Festival! (gs/bi)

Baca Juga  Segenap Pimpinan dan Seluruh Anggota DPRD Badung Ucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca