Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Balik dari Amerika Serikat, Alumni Program IISMA FPar Unud Berbagi Pengalaman

BALIILU Tayang

:

de
Felisha Amara Bahwono. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Mahasisiwa Fakultas Pariwisata Universitas Udayana (FPar Unud) yang terdaftar sebagai peserta Indonesian International Students Mobility Awards (IISMA) Batch 1 telah kembali dari Amerika Serikat. Mereka adalah Felisha Amara Bahwono dari Program Studi Sarjana Pariwisata dan Laura Putri Via Saiman dari Program Studi Sarjana Industri Perjalanan Wisata.  Berkat program ini, keduanya berkesempatan merasakan suasana perkuliahan di Michigan State University, Amerika Serikat.

Felisha, dalam keterangannya kepada awak media mengaku senang karena mendapatkan kesempatan untuk merasakan atmosfer perkuliahan di negara maju.

“Menurut aku mengikuti program IISMA ini kayak benar-benar membuka wawasan banget sih. International exposure (paparan internasional, red) itu benar-benar dapat. Aku  benar-benar merasa di Indonesia dan di luar (Amerika Serikat, red) sangat berbeda sistem pendidikannya. Di sana  benar-benar maju, mahasiswa di sana rajin dan disiplin banget. Sayangnya aku jarang menemukan yang begitu di Indonesia. Kalau di sini, melihat ada orang yang rajin belajar itu dibilangnya ambisus banget sih atau apalah. Padahal di AS, itu adalah hal yang biasa, bahwa semua orang itu rajin baca, semua orang kalau masuk kelas ya, benar-benar untuk belajar,” tutur Felisha dalam wawancara via telepon, Selasa (8/3).

Felisha pun menceritakan bahwa dirinya sempat merasa sulit beradaptasi. Meskipun pada akhirnya ia bisa menyesuaikan diri juga. “Kesulitan menurut aku pas baru nyampe  di sana sih, adaptasinya agak susah. Semua orang itu geraknya cepat gitu, orang-orangnya juga cepat tanggap dan bedalah kalau disana dengan di Indonesia. Orang-orang di sana lebih individualistis, sedangkan di Indonesia orangnya lebih kolektif. Terus making friends (mencari teman, red) di sana juga awal-awalnya sulit, tapi lama-lama terbiasa juga sih,” jelas Felisha.

Baca Juga  Ghana Hasta, Mahasiswa Prodi Arsitektur Unud Ikuti Program IISMA di Hungaria

Dengan pengalamannya tersebut, ia mendorong agar semakin banyak mahasiswa yang akan mendaftarkan diri pada IISMA Batch 2.

“Buat kalian yang memungkinkan untuk ikut, daftar aja sih, karena menurut aku ini peluang yang bagus banget. Menurut aku juga program ini merupakan inisiatif yang luar biasa. Jadi, kalau teman-teman bisa daftar, daftar saja,” ajaknya.

Selain Felisha dan Laura, mahasiswa Fakultas Pariwisata lainnya yang mengikuti IISMA Batch 1 adalah Rheaya Rivi Hatifa (angkatan 2019) yang berkesempatan belajar di Thailand dan saat ini masih mengikuti program, sebab baru berangkat tahun ini akibat terhalang pandemi Covid-19.

Untuk diketahui, Program IISMA merupakan salah satu program unggulan dari delapan program Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memberikan hak dan kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan kegiatan pengembangan diri di luar kampusnya pada perguruan tinggi terbaik di luar negeri. Pada Program IISMA Batch 1 ini, Unud telah mengirimkan 14 orang mahasiswa yang tersebar ke berbagai negara. Sumber: www.unud.ac.id (sn/gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Wisatawan Asal Polandia Ditemukan Meninggal Dunia pada Hari Ketiga Operasi SAR

Published

on

By

Operasi SAR Gabungan mencari wisatawan asal Polandia yang terseret arus dan tenggelam di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Selasa (2/9/2026).
PENCARIAN: Operasi SAR terhadap seorang wisatawan yang terseret arus dan tenggelam di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, memasuki hari ketiga pada Selasa (2/9/2026). (Foto: Hms SAR)

Jembrana, baliilu.com – Operasi SAR terhadap seorang wisatawan yang terseret arus dan tenggelam di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, memasuki hari ketiga pada Selasa (2/9/2026). Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian melibatkan SRU laut, SRU darat dan SRU udara.

Korban diketahui bernama Marcin Dawid (44), laki-laki, warga negara Polandia. Sebelumnya, korban diduga terseret arus di Pantai Tembles pada Minggu (30/8/2026) malam. Info awal yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menyebutkan korban adalah WNA Inggris, namun di hari kedua terkonfirmasi bahwa Marcin adalah warga negara Polandia sesuai tercantum dalam kartu identitasnya.

Dugaan tersebut bermula ketika sepeda motor serta sejumlah barang milik korban ditemukan di sekitar Pantai Tembles. Berdasarkan informasi yang diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Senin (31/8/2026) pagi, pukul 05.55 Wita, korban diketahui tiba di Pantai Tembles sekitar pukul 18.00 Wita.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan melaksanakan operasi pencarian dengan melibatkan sejumlah unsur SAR. Pada hari ketiga operasi, pukul 07.00 Wita, tim SAR gabungan langsung melaksanakan briefing serta pembagian tugas untuk menentukan pola dan sektor pencarian.

Pada pukul 07.40 Wita, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian melalui jalur laut menggunakan satu unit rubber boat Basarnas yang diawaki empat personel. Pencarian dilakukan ke arah barat dari Pantai Tembles sesuai dengan rencana operasi SAR. Pencarian kemudian diperluas melalui jalur udara dengan menggunakan drone thermal.

Hingga pukul 10.00 Wita, pencarian melalui jalur laut dan udara belum membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan kemudian melanjutkan pencarian pada sore hari dengan melakukan penyisiran di sepanjang pantai ke arah barat dari lokasi kejadian. Pencarian juga kembali didukung penggunaan drone thermal.

Baca Juga  Konektivitas Spasial Antara Jawa Timur dan Lombok, Tantangan dan Peluang

Kurang lebih pada pukul 17.20 Wita, tim SAR gabungan menerima informasi bahwa ada penemuan jenasah terdampar di Pantai Yeh Kuning, Jembrana, sekitar 7,5 kilometer ke arah barat dari lokasi kejadian (Pantai Tembles). Sesosok tubuh dalam keadaan sudah kaku dilihat pertama kali oleh warga setempat, dan langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian.

“Sempat dapat informasi dari rekan-rekan di Pantai Air Kuning, disampaikan bahwa penemuan mayat yang ada di pinggir Pantai Air Kuning,” ungkap Dewa Hendri Gunawan, selaku Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana. Selanjutnya, korban dievakuasi menuju RSU Negara menggunakan ambulans Bidokes Polres Jembrana untuk proses penanganan lebih lanjut.

Adapun unsur SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi ini meliputi: Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Samapta Polres Jembrana, Polsek Mendoyo, Bhabinkamtibmas Desa Penyaringan, Babinsa Desa Penyaringan, TNI AL Pos Pengambengan, Batalion C Pelopor Satbrimob Polda Bali, Polair Polres Jembrana, PMI Kabupaten Jembrana dan masyarakat setempat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ny. Putri Koster Dorong Kader Posyandu Bangli Peka dan Proaktif terhadap Persoalan Masyarakat

Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” Sasar 104 Kader Posyandu di Dua Lokasi

Loading

Published

on

By

Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menyerahkan bantuan saat aksi sosial Membina dan Berbagi bagi kader Posyandu di Kabupaten Bangli, Rabu (2/9).
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster menyerahkan bantuan saat Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali melaksanakan aksi sosial “Membina dan Berbagi” di dua lokasi di Kabupaten Bangli, Rabu (2/9). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Bangli, baliilu.com – Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali melaksanakan aksi sosial “Membina dan Berbagi” di dua lokasi di Kabupaten Bangli, Rabu (2/9). Selain menyerahkan bantuan kepada 104 kader Posyandu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman kader mengenai transformasi Posyandu yang kini mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Aksi sosial diawali di Wantilan Pura Dalem Gede Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut, dengan menyasar 50 kader dari enam Posyandu. Kegiatan kemudian dilanjutkan di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Bebalang, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli, yang melibatkan 54 kader dari lima Posyandu.

Dalam kegiatan tersebut, setiap kader memperoleh bantuan dari Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, berupa 30 kg beras, dua krat telur, dan dua kotak susu. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus untuk menambah semangat para kader yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menekankan bahwa peran Posyandu saat ini telah mengalami transformasi. Posyandu tidak lagi hanya berkutat pada pelayanan kesehatan, tetapi mencakup enam bidang SPM, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.

Untuk memudahkan para kader mengingat enam bidang tersebut, Ny. Putri Koster memperkenalkan singkatan P3K ST, yakni Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Kesehatan, Sosial, serta Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

Sejalan dengan perluasan peran tersebut, Ny. Putri Koster mendorong kader Posyandu agar semakin peka dan proaktif dalam mengenali persoalan yang dihadapi masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Misalnya, ada warga yang kesulitan melanjutkan pendidikan anak. Kader Posyandu bidang pendidikan bisa memfasilitasi dan berkoordinasi dengan perbekel setempat,” ucapnya.

Baca Juga  Gobel Sampaikan Tujuh Saran Indonesia Hadapi Kebijakan Trump, Apa Saja Isinya?

Khusus untuk pendidikan tinggi, Ny. Putri Koster menginformasikan adanya Program 1 Keluarga 1 Sarjana dari Pemerintah Provinsi Bali yang dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

“Kalau memang memenuhi syarat, bisa diarahkan ke program ini,” imbuhnya.

Kepekaan serupa juga diperlukan terhadap persoalan lain di lingkungan masyarakat. Jika ditemukan persoalan ketenteraman dan ketertiban, seperti kasus pencurian, kader dapat mencatat dan membantu meneruskan informasi tersebut kepada pihak terkait sesuai dengan kewenangannya. Dengan demikian, kader Posyandu diharapkan mampu menjadi penghubung antara persoalan yang dihadapi masyarakat dan pelayanan pemerintah yang dibutuhkan.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan aksi sosial “Membina dan Berbagi” di Kabupaten Bangli. Ia menyebutkan, saat ini terdapat 370 Posyandu yang tersebar di 68 desa dan empat kelurahan di Kabupaten Bangli.

Menurut Ny. Sariasih Sedana Arta, sosialisasi mengenai transformasi Posyandu perlu terus diintensifkan. Sebab, Posyandu yang sebelumnya lebih dikenal masyarakat sebagai layanan bidang kesehatan kini memiliki cakupan yang jauh lebih luas melalui enam SPM. Ia bersama jajaran TP Posyandu Kabupaten Bangli menyatakan siap mendukung penguatan peran Posyandu tersebut.

Sementara itu, Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menekankan pentingnya membangun pemahaman kader Posyandu hingga tingkat banjar. Menurutnya, perluasan cakupan Posyandu menjadi enam SPM akan terasa rumit apabila kader belum memahami posisi dan tugasnya.

Ia menjelaskan, transformasi Posyandu pada prinsipnya bertujuan mendekatkan pelayanan dasar pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, kader diharapkan mampu mengenali dan mendata kebutuhan maupun persoalan masyarakat sehingga dapat diteruskan melalui jalur yang tepat.

“Sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan yang mereka butuhkan. Mari jadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar terpadu yang responsif dan berbasis data,” ujarnya.

Baca Juga  Ghana Hasta, Mahasiswa Prodi Arsitektur Unud Ikuti Program IISMA di Hungaria

Anom Agustina sekaligus mengingatkan bahwa kader Posyandu bukan eksekutor seluruh layanan dalam enam SPM. Kader berperan mencatat dan mendata persoalan yang ditemukan di masyarakat, kemudian menyampaikannya kepada kelian banjar untuk diteruskan kepada perbekel hingga jenjang pemerintahan berikutnya sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Melalui aksi sosial “Membina dan Berbagi”, TP Posyandu Provinsi Bali tidak hanya memberikan apresiasi kepada para kader, tetapi juga memperkuat pemahaman mengenai peran Posyandu sebagai penghubung antara kebutuhan masyarakat dan pelayanan dasar pemerintah. Dengan kader yang peka, responsif, dan memahami alur koordinasi, transformasi Posyandu diharapkan dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Presensi Wajah ‘ASN Digital’ Terus Dimatangkan, Versi iOS dalam Proses Verifikasi

Published

on

By

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Badung Ketut Gede Arta saat menghadiri sebuah acara.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung, Ketut Gede Arta (tengah) dalam sebuah acara. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Rencana Pemerintah Kabupaten Badung menerapkan presensi Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis pengenalan wajah melalui aplikasi ‘ASN Digital‘ terus dimatangkan. Di tengah rencana migrasi penuh ke sistem baru mulai Januari 2027, aplikasi presensi berbasis wajah tersebut hingga kini belum bisa digunakan oleh ASN pemilik iPhone. Sistem presensi wajah yang dikembangkan melalui aplikasi mobile saat ini baru tersedia untuk perangkat Android.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung, Ketut Gede Arta, mengakui aplikasi presensi dengan fitur verifikasi wajah belum tersedia untuk pengguna iPhone. Namun, dia memastikan ASN pengguna iOS masih dapat menggunakan aplikasi lama, yakni SIKAP Badung, selama masa transisi.

“Kalau yang Mobile ini yang menggunakan gerak-gerak wajah itu, Android sudah. Di iOS sedang berproses,” ujar Gede Arta saat dikonfirmasi media, Selasa (2/9/2026).

Persoalannya, sistem presensi berbasis wajah tersebut merupakan bagian dari rencana migrasi sistem yang nantinya akan diberlakukan secara penuh. Gede Arta menyebut, berdasarkan rencana dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Badung, penggunaan teknologi pengenalan wajah akan menjadi sistem utama mulai Januari 2027.

“Yang nantinya bermigrasi sepenuhnya itu tanggal 1 Januari, rencananya akan menggunakan wajah,” ucapnya.

Mengenai kesiapan di platform iOS, Kadiskominfo Badung menegaskan bahwa pengembangan aplikasi pada dasarnya telah rampung dan saat ini sedang dalam tahap verifikasi di pihak Apple. Sambil menunggu proses persetujuan di App Store selesai, ASN pengguna iPhone dipastikan tidak mengalami kendala karena layanan presensi tetap berjalan normal melalui aplikasi SIKAP Badung yang dapat diakses baik di Android maupun iOS.

“Presensi yang digunakan sekarang ada dua, yaitu SIKAP Badung dan Badung Mobile,” kata Gede Arta.

Baca Juga  Jelang BK FPar Ke-38, FPar Unud Gelar Kegiatan Bersih-bersih Kawasan Mangrove

SIKAP Badung sendiri merupakan sistem presensi yang telah lebih dahulu digunakan ASN Pemkab Badung. Sistem ini telah memanfaatkan perangkat telepon seluler dan penentuan titik koordinat, namun belum menggunakan teknologi pengenalan wajah seperti sistem terbaru.

Menurut Gede Arta, koordinat pada sistem presensi bukan persoalan baru. Teknologi tersebut sudah tersedia dalam aplikasi SIKAP Badung dan tetap menjadi bagian dari sistem presensi yang dikembangkan saat ini. “SIKAP Badung ini sudah biasa digunakan, koordinatnya sudah ada. Di Android ada, di iOS juga sudah ada,” jelasnya.

Mantan Camat Kuta Selatan ini mengatakan, sistem presensi wajah pada dasarnya merupakan pengembangan dari teknologi yang sudah berjalan sebelumnya. Selain menentukan lokasi pengguna, sistem baru menambahkan mekanisme verifikasi wajah dan gerakan untuk memastikan kehadiran ASN. Pengembangan sistem ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan keandalan aplikasi di setiap platform sebelum diterapkan secara menyeluruh.

“Nah sekarang kalau menggunakan wajah kan harus dinaikkan atau di-upgrade. Koordinatnya sudah ada, sama seperti yang di SIKAP. Saat ini masih mengandalkan sistem ganda selama masa peralihan, yakni SIKAP Badung sebagai sistem lama dan aplikasi mobile sebagai sarana uji coba presensi berbasis wajah,” bebernya.

Sementara itu, dari pihak BKPSDM Badung sebelumnya diperoleh informasi bahwa aplikasi presensi wajah untuk perangkat iOS memang belum dapat digunakan. Pengembangan versi iOS disebut masih dalam proses dan persoalan teknis sistem dikoordinasikan dengan Diskominfo. Dengan target migrasi penuh yang masih dijadwalkan pada Januari 2027, Diskominfo optimistis seluruh proses integrasi—termasuk persetujuan versi iOS—akan tuntas jauh sebelum sistem baru diberlakukan secara total.

“Memang sejauh ini belum. Semuanya masih ditangani di Kominfo,” tambahnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca