Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bangkitkan Pertanian Berkelanjutan, Ketua Dewan Putu Parwata: Bangun Sinergitas antara Pemerintah, Petani dan Pengusaha

BALIILU Tayang

:

de
Ketua DPRD Badung Putu Parwata saat bertemu krama Subak Cemagi Let. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Setelah berhasil terbukti melalui demplot bibit padi MSP13 dan Pupuk Green Parwata di beberapa subak di Abiansemal dan Kuta Utara, dengan hasil berlipat, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M. kembali melakukan demplot seluas 5 hektar di Subak Cemagi Let Badung.

Persiapan demplot didahului pertemuan yang diselenggarakan di Kantor Desa Cemagi Badung yang dihadiri langsung Ketua DPRD Badung Putu Parwata, anggota dewan dapil Kuta Utara Edy Sanjaya, Perbekel Cemagi I Putu Hendra Sastrawan, S.Si., Kelian Pekaseh Cemagi Let I Wayan Suwetra, 17 pangliman dari 17 munduk dan wakil dari krama petani Cemagi Let, Minggu, 1 Mei 2022.

Krama Subak Cemagi Let antusias mengikuti paparan Ketua Dewan Putu Parwata. (Foto: gs)

Ketua Dewan Putu Parwata usai pertemuan mengaku bangga dengan semangat dan spirit petani yang demikan luar biasa. Mereka bangkit kembali dengan satu harapan baru. Karena mereka bisa melihat apa yang kita kerjakan dari hulu, tengah sampai ke hilir.

‘’Kita memberikan petani bibit padi, memberikan pupuk, kita mengedukasi dan hasil gabahnya kita beli sesuai standar pemerintah. Sedangkan beras hasil produksi yang fresh dan enak dengan nama CPar dikembalikan lagi kepada masyarakat dengan hanya 8 ribu per kg,’’ terang Putu Parwata.

Dikatakan, beras CPar ini akan diserahkan ke BUMDA dan BUMDes dengan syarat tidak boleh menjual ke masyarakat petani lebih dari 8.500 atau maksimal 9 ribu. Dengan demikian petani bisa membeli, memanfaatkan berasnya murah tetapi enak. Tetapi jual gabahnya bisa mahal.

‘’Inilah yang disebut sinergitas antara petani, pengusaha dan pemerintah,’’ ujar Politisi asal Dalung Kuta Utara ini.

Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi anggota dewan Edy Sanjaya dan Perbekel Cemagi. (Foto: gs)

Dimana peran pemerintah, Putu Parwata menegaskan peran pemerintah yakni menjaga pada saat petani rugi atau menjaga pada saat gagal panen. Caranya dengan membuat ketentuan peraturan bupati tentang proteksi petani. Kita akan masukkan ke dalam sebuah program kerja, proteksi petani saat gagal panen. Sehingga petani nyaman tak ada ragu-ragu bekerja.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Anom Gumanti Hadiri Korve Kebersihan dan Bazar Pelayanan Publik Kejati Bali 2026

‘’Kalau gagal panen menjadi tanggung jawab pemerintah, dan saya akan pasang anggaran untuk asuransi gagal panen. Pang ngelah pemerintah tanggung jawab dengan petani. Sehingga petani nyaman, bersemangat bekerja dan semangat mendapatkan hasil,’’ tukasnya.

Putu Parwata yang juga menjabat Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung ini menegaskan, inilah yang disebut sinergitas pemerintah dan swasta membangkitkan pertanian yang berkelanjutan, sehingga Badung menjadi berubah. Pariwisata berbasis pertanian dan budaya. Nah inilah kekuatan alam kita yang kita jaga bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat. ‘’Ini yang kita lakukan. Semoga dengan disain ini rakyat Badung tetap akan sejahtera, dan pendapatan perekonomiannya, PDRB-nya akan meningkat terus,’’ ujar Putu Parwata.

Untuk demplot di Cemagi Let dengan luas lahan 5 hektar, Putu Parwata akan memberikan bantuan bibit padi MSP13 gratis, pupuk Green Parwata gratis selanjutnya hasil panennya dibeli dengan harga standar pemerintah. Bahkan untuk memastikan akan didahului penandatanganan MoU antara petani dengan PT. Padi Alam Semesta.

Sebelumnya semua demplot sudah terbukti seperti di Abiansemal dan Kuta Utara bahkan sudah panen di Subak Uma Desa. Hasil demplot dari hasil produksi biasanya 6,5 ton per hektar, dengan bibit padi dan pupuk yang diberikan hasilnya meningkat hingga 11 sampai 12 ton per hektar. ‘’Cuma di sini akan didemplot dulu agar terbukti di masing-masing subak,’’ ujarnya seraya memohon kepada Ida Betara Sri agar diberikan kesuburan.

Krama Subak Cemagi Let penuh semangat setelah Ketua Dewan Putu Parwata hadir di tengah-tengah krama subak. (Foto: gs)

Sementara itu, Perbekel Cemagi I Putu Hendra Sastrawan mengucapkan syukur dan berterima kasih atas kehadiran Ketua DPRD Badung Putu Parwata bertemu dengan pekaseh, pangliman dan krama subak Cemagi Let. ‘’Semoga dengan demplot seluas 5 hektar bisa menumbuhkan semangat dan memberikan kontribusi positif kesejahteraan petani khususnya di Cemagi Let,’’ ujarnya.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Siap Fasilitasi Kegiatan Manasik Haji Kementerian Agama Kabupaten Badung

Sastrawan lanjut menyatakan kebetulan dalam bulan ini Desa Cemagi melaksanakan dua kegiatan yang berkaitan dengan petani yakni program ketahanan pangan dan padat karya tunai dalam bentuk kebersihan irigasi. Dengan kunjungan Ketua Dewan ke Subak Cemagi Let dengan program ‘Petani Bangkit Petani Sejahtera’ ini dengan membuat demplot tentunya menambah semangat petani yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani.

Dikatakan, luas lahan Subak Cemagi Let 330 hektar yang dikerjakan oleh krama subak berjumlah 690 orang. Terdiri dari 17 munduk dengan 17 pangliman dipimpin seorang Kelian Pekaseh. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

Published

on

By

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan P. Roeslani dan Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi memberikan keterangan pers kepada awak media di Vladivostok, Kamis (3/9/2026).
BERI KETERANGAN: Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani dan Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, memberikan keterangan pers kepada awak media di Vladivostok, Kamis, 3 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Vladivostok, Federasi Rusia, baliilu.com – Pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Kamis, 3 September 2026, membahas sejumlah peluang konkret untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara mulai dari pertanian, energi dan sumber daya mineral, mineral, pertahanan, hingga investasi dan perkapalan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, mengatakan bahwa salah satu tindak lanjut konkret dari penguatan kerja sama tersebut adalah penjajakan investasi Pupuk Indonesia untuk pengembangan pabrik pupuk urea di Vladivostok.

“Pada intinya, kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea,” ujar Rosan dalam keterangannya di Vladivostok.

Menurut Rosan, peningkatan kinerja dan efisiensi Pupuk Indonesia membuka peluang bagi perusahaan tersebut untuk memperluas investasi di luar negeri. Kerja sama dengan pihak Rusia diharapkan sekaligus dapat memperkuat ketahanan bahan dan industri nasional.

“Kalau kita lihat dari Pupuk Indonesia ini performance-nya makin lama makin bagus, makin efisien, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok ini dan dengan pihak Rusia. Diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat juga dari sektor ketahanan bahan kita dan juga ketahanan industri kita,” ungkapnya.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menambahkan bahwa penandatanganan nota kesepahaman untuk studi bersama tersebut sejalan dengan arahan Danantara agar Pupuk Indonesia makin berperan dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus memperluas ekspansi global. Posisi Vladivostok yang menghadap kawasan Pasifik dinilai strategis karena kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu pasar utama Pupuk Indonesia.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Anom Gumanti Apresiasi Bupati Badung Realisasikan Dana Bantuan Keagamaan Rp 2 Juta

“Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia,” ujar Dirut Pupuk Indonesia.

Selain sektor pupuk, Rosan mengungkapkan adanya peluang kerja sama di bidang perkapalan. Dalam pertemuan bilateral, Presiden Putin menawarkan kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter yang dapat digunakan untuk mendukung pengolahan hasil perikanan secara langsung.

“Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir, untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita sehingga menjadi lebih baik kualitasnya,” kata Rosan.

Menindaklanjuti tawaran tersebut, Presiden Prabowo akan mengirimkan tim untuk mempelajari lebih lanjut teknologi dan potensi pemanfaatan kapal tersebut bagi Indonesia.

Rosan juga menyoroti rencana ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Eurasia yang diharapkan makin membuka ruang perdagangan dan investasi kedua negara. Terlebih, perdagangan Indonesia–Rusia tercatat meningkat lebih dari 12 persen pada tahun sebelumnya.

“Jadi momentumnya sangat baik, momentumnya sangat pas sehingga ini memperluas dari segi perdagangan, kerja sama, partnership, investasi terhadap kedua negara,” pungkas Rosan.

Rangkaian kesepakatan dan peluang tersebut menunjukkan bahwa pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Putin tidak hanya mempererat hubungan politik Indonesia–Rusia, tetapi juga diarahkan pada kerja sama konkret yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian, industri, dan ketahanan nasional kedua negara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Ke-11, Presiden Prabowo: Pasifik Bukan Pemisah, tapi Jalan Raya Ekonomi Indonesia–Rusia

Published

on

By

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Eastern Economic Forum ke-11 di Far Eastern Federal University, Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis (3/9/2026).
HADIRI EEF: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 3 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr/presidenri.go.id)

Vladivostok, Federasi Rusia, baliilu.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 3 September 2026, sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin. Forum ekonomi yang berlangsung pada 1-4 September 2026 tersebut, mengangkat tema The Far East: Development for the Benefit of the People dan menjadi ajang pertemuan pejabat pemerintah, pemimpin bisnis, serta para ahli dari Rusia dan berbagai negara.

Presiden Putin menjadi pembicara pembuka sebelum Presiden Prabowo menyampaikan pidatonya sebagai tamu kehormatan utama. Setelah itu, forum dilanjutkan dengan penyampaian pandangan dari tiga tamu lainnya, yaitu Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, serta Wakil Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok Ding Xuexian.

Dalam pidatonya, Presiden Putin menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pemimpin dan delegasi dari berbagai negara pada EEF ke-11. Ia menekankan pentingnya kawasan Asia-Pasifik sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia.

“Kawasan Asia-Pasifik, yang merupakan pusat pertumbuhan yang kuat dan menentukan laju pembangunan bagi seluruh perekonomian global,” ujar Presiden Putin.

Menurut Presiden Putin, Rusia merupakan salah satu negara yang aktif terlibat dalam kerja sama investasi dan perdagangan di kawasan Asia-Pasifik. Ia menegaskan bahwa Rusia membangun kerja sama dengan mitra-mitranya secara setara, termasuk melalui berbagai asosiasi integrasi di kawasan.

”Arah strategis kami adalah menjadikan Timur Jauh sebagai wilayah kerja sama dan perubahan dinamis di bidang ekonomi dan infrastruktur, dalam pengembangan teknologi dan pelatihan tenaga kerja, dan tentu saja di bidang sosial,” kata Presiden Putin.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Siap Fasilitasi Kegiatan Manasik Haji Kementerian Agama Kabupaten Badung

Sementara itu, Presiden Prabowo mengawali pidatonya dengan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Putin, Pemerintah Federasi Rusia, dan Roscongress Foundation atas undangan untuk hadir dan berbicara dalam forum tersebut. Kepala Negara mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Rusia kali ini merupakan kunjungan keduanya pada tahun yang sama dan berharap hubungan tersebut semakin memperkuat kerja sama kedua negara, sekaligus membuka peluang bagi Presiden Putin serta para peserta forum untuk berkunjung ke Indonesia.

”Saya berharap dapat membalas keramahan yang diberikan Rusia kepada saya dan menyambut Presiden Putin serta banyak dari Anda di Indonesia,” kata Presiden Prabowo.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memaparkan alasan Indonesia berupaya membangun jembatan yang lebih kuat dengan kawasan Rusia Timur Jauh dan Eurasian Economic Union (EAEU). Menurut Presiden Prabowo, posisi geografis Indonesia yang berada di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik memberikan peluang strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan kawasan Eurasia, termasuk Rusia.

”Indonesia, yang terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik, berupaya membangun jembatan yang lebih kuat ke Timur Jauh Rusia dan ke Uni Ekonomi Eurasia,” ungkapnya._

Presiden Prabowo menilai Indonesia dan Rusia memiliki kesamaan dalam hal bentang wilayah yang luas. Presiden Prabowo juga menyinggung tantangan yang dihadapi negara dengan wilayah luas, ketika pusat pemerintahan dapat terasa jauh dari komunitas yang berada di wilayah perbatasan.

Namun, bagi Presiden Prabowo, jarak geografis antara Vladivostok dan Indonesia tidak semestinya menjadi penghalang. Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Samudra Pasifik tidak seharusnya dipandang sebagai pemisah antara Rusia dan Indonesia.

”Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Ia bukanlah tembok di antara kita. Ia harus menjadi jalan raya antara dua perekonomian kita,” kata Presiden Prabowo.

Baca Juga  Ketua DPRD Badung Anom Gumanti Hadiri Korve Kebersihan dan Bazar Pelayanan Publik Kejati Bali 2026

Pesan tersebut menjadi salah satu penegasan utama Presiden Prabowo di EEF ke-11 bahwa Indonesia memandang kawasan Pasifik bukan sebagai batas geografis, melainkan sebagai ruang strategis untuk membangun konektivitas dan membuka peluang ekonomi baru.

Melalui kemitraan yang semakin erat dengan Rusia dan kawasan Eurasia, Indonesia ingin menjadikan kedekatan geografis di kawasan Pasifik sebagai kekuatan untuk memperluas perdagangan, investasi, dan kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Singgih Januratmoko: Kerukunan Masyarakat Tengger Layak Jadi Teladan

Published

on

By

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko bersama Tim melakukan kunjungan kerja spesifik ke Pura Luhur Poten, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026).
KUNKER: Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko bersama Tim melakukan kunjungan kerja spesifik ke Pura Luhur Poten, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). (Foto: dpr.go.id)

Probolinggo, Jatim, baliilu.com – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko mengapresiasi kuatnya kerukunan dan semangat pluralisme yang terjaga di tengah masyarakat Suku Tengger, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Menurutnya, kehidupan masyarakat Tengger yang saling menghormati dan membantu antarpemeluk agama merupakan teladan nyata bagi daerah lain di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Singgih usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke Komunitas Hindu Tengger, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). Ia menilai sikap saling menjaga dalam menjalankan aktivitas keagamaan menjadi bukti bahwa keberagaman dapat berjalan harmonis di tengah kehidupan masyarakat.

“Kita memang sangat menghargai, sangat merekomendasikan sekali. Tadi ada tokoh masyarakat yang menyampaikan di sini pluralisme sangat baik, gotong-royong juga baik sekali,” ujar Singgih.

Ia mencontohkan, ketika umat Hindu melaksanakan kegiatan keagamaan, masyarakat Muslim turut menjaga dan membantu. Begitu pula sebaliknya, ketika umat Islam menjalankan kegiatan keagamaan, masyarakat Hindu turut memberikan dukungan.

“Kalau ada umat Hindu yang acara keagamaan, yang menjaga dari Islam. Kalau Islam ada kegiatan keagamaan, dari Hindu. Itu baik sekali, bisa dicontoh oleh daerah-daerah yang lain,” katanya.

Singgih menyebut kondisi tersebut menjadi semakin penting karena masyarakat Tengger hidup dalam lingkungan yang memiliki keberagaman agama. Dari sekitar 12 ribu hingga 14 ribu penduduk di wilayah tersebut, sekitar 40 persen di antaranya merupakan umat Hindu.

Menurutnya, praktik toleransi, gotong-royong, dan saling menghormati yang berlangsung secara nyata di tengah masyarakat merupakan modal sosial penting dalam memperkuat persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita berharap ini bisa dijalankan terus dan menjadi contoh juga untuk daerah-daerah yang lain. Saya rasa sangat membanggakan sekali untuk wilayah Tengger, pluralismenya, kebersamaannya, dan saling menghormatinya,” tutur Singgih.

Baca Juga  Putu Parwata Fasilitasi Komunitas Seni Gong Padang Gelar Lomba Baleganjur Ngarap Se-Badung 2024

Dalam kunjungan tersebut, Singgih menegaskan Komisi VIII tidak hanya hadir untuk menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga untuk bersilaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat Hindu Tengger. Berbagai masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi dalam pembentukan kebijakan, penyusunan anggaran, serta pengawasan terhadap Kementerian Agama RI.

Komisi VIII, lanjutnya, juga berkomitmen mendorong penguatan layanan keagamaan yang adil, merata, dan inklusif, termasuk pemenuhan sarana dan prasarana peribadatan serta pendidikan keagamaan. “Nilai-nilai kedamaian, kebersamaan, dan keharmonisan ini merupakan benteng moral yang menjaga keutuhan NKRI dan kebinekaan bangsa kita,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca