Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Berhasil Identifikasi Faktor Penentu Keganasan Kanker Kandung Kemih, Juli Sumadi Raih Gelar Doktor Ilmu Kedokteran di FK Unud

BALIILU Tayang

:

juli sumadi
Dr. dr. I Wayan Juli Sumadi, S.Ked., Sp.PA(K) saat menerima SK kelulusan. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Promovendus dr. I Wayan Juli Sumadi, S.Ked., Sp.PA(K) akhirnya berhasil meraih gelar doktor Ilmu Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana setelah mempertahankan disertasi dengan judul “Ekspresi Neural Cadherin (N-Chaderin), Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9) dan Programmed Death Ligand-1(PD-L1) yang Tinggi Sebagai Faktor Risiko Invasi pada Karsinoma Urotelial Kandung Kemih”. Juli Sumadi lulus ujian Promosi Doktor yang dilaksanakan secara offline di Ruang Sidang Pascasarjana Lt III, beberapa waktu lalu.

Juli Sumadi dalam disertasinya menyebutkan salah satu penyakit kanker yang insidennya semakin meningkat adalah kanker kandung kemih. Di seluruh dunia, kanker kandung kemih merupakan kanker terbanyak ke tujuh. Sementara di Amerika Serikat merupakan kanker tersering ke-5 pada pria dan di Indonesia kasusnya terus meningkat. Adanya invasi pada otot polos muskularis propria merupakan parameter prognostik yang penting dan menentukan manajemen utama kanker kandung kemih. Namun, 50% spesimen biopsi karsinoma kandung kemih tidak adekuat untuk menentukan adanya invasi otot, sehingga mengakibatkan manajemen terapi yang tidak sesuai. ‘’Untuk itu, perlu dikembangkan penanda prediktif invasi otot pada karsinoma kandung kemih,’’ terang Juli Sumadi.

Tujuan penelitian ini, lanjut Juli Sumadi, adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan ekspresi N-cadherin, MMP-9 dan PD-L1 pada karsinoma kandung kemih dengan invasi otot (KKKIO) dan non-invasi otot (KKKNIO), serta untuk mengetahui apakah risiko invasi otot lebih tinggi pada ekspresi N-cadherin, MMP-9 dan PD-L1 yang tinggi dibandingkan ekspresi yang rendah pada karsinoma urotelial kandung kemih.

Juli mengatakan, penelitian ini menggunakan rancangan potong lintang dan nested kasus kontrol tidak berpasangan. Hasil yang didapat dari penelitian ini melalui analisis dengan uji chi-square, odd ratio dan analisis regresi logistik adalah terdapat perbedaan ekspresi N-cadherin, MMP-9 dan PD-L1 yang bermakna pada KKKIO dan KKKNIO (masing-masing dengan nilai p=0,01; p<0,001; p<0,001). Pada penelitian kasus kontrol, dari 29 KKKIO (kasus) dan 29 KKKNIO (kontrol) didapatkan pada uji bivariat dengan uji chi-square, ekspresi N-cadherin yang tinggi, MMP-9 yang tinggi, PD-L1 yang tinggi, dan derajat diferensiasi yang tinggi berhubungan dengan invasi otot. Namun, pada analisis multivariat dengan uji regresi logistik didapatkan bahwa yang merupakan faktor risiko independen invasi otot adalah ekspresi tinggi MMP-9 (AOR=4,48, 95%CI=1,22-16,47, p=0,024), dan PD-L1 (AOR=6,34, 95% CI=1,66-24,12, p=0,007).

Baca Juga  FK Unud Gelar Sosialisasi Survei Cakupan Imunisasi Covid-19 di Provinsi Bali

Hasil ini menunjukkan bahwa karsinoma kandung kemih dengan ekspresi MMP-9 yang tinggi berisiko 4,48 kali mengalami invasi otot dibandingkan dengan ekspresi MMP-9 rendah, dan karsinoma kandung kemih dengan ekspresi PD-L1 tinggi berisiko 6,34 kali untuk mengalami invasi otot dibandingkan dengan ekspresi PD-L1 rendah. Persamaan regresi yang didapatkan dari uji regresi logistik tersebut dapat memprediksi adanya invasi otot sebesar 81,3%. 

Pengembangan ilmu (novelty) dari penelitian ini adalah mekanisme degradasi membran basal yang direpresentasikan oleh ekspresi MMP-9 yang tinggi dan mekanisme immune evasion yang direpresentasikan oleh ekspresi PD-L1 yang tinggi merupakan faktor risiko independen terhadap invasi otot pada karsinoma urotelial kandung kemih; ekspresi PD-L1 yang tinggi memiliki risiko yang lebih tinggi, yakni 6,34 kali untuk terjadinya invasi otot pada karsinoma urotelial kandung kemih dibandingkan dengan ekspresi MMP-9 yang tinggi, yakni sebesar 4,48 kali; didapatkan persamaan regresi Y = -1,866 + 1,499 (ekspresi MMP-9) + 1,846 (ekspresi PD-L1) yang dapat digunakan dalam menentukan probabilitas terjadinya invasi otot pada karsinoma urotelial kandung kemih.

Implikasi hasil penelitian ini, kata Juli, bahwa ekspresi MMP-9 dan PD-L1 yang tinggi merupakan faktor risiko independen invasi otot pada karsinoma urotelial kandung kemih.  Sementara, ekspresi N-cadherin yang tinggi belum dapat dibuktikan sebagai faktor risiko. Dari penelitian ini dapat disarankan bahwa ekspresi MMP-9 dan PD-L1 yang tinggi dapat digunakan dalam membantu memprediksi adanya invasi otot pada karsinoma urotelial kandung kemih, terutama pada pasien-pasien dengan hasil biopsi tanpa jaringan otot polos detrusor.

‘’Penelitian lanjutan berupa penelitian multisenter dengan sampel yang lebih besar dapat dilakukan untuk memperkuat hasil penelitian ini, dan perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang pengaruh pensinyalan downstream setelah N-cadherin serta pengaruh cell–matrix cross-talks terhadap mekanisme invasi pada karsinoma urotelial kandung kemih,’’ katanya.

Baca Juga  Pentingnya ‘’Life Support’’, FK Unud Gelar Kuliah Tamu

Ujian dipimpin langsung oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FK Unud Dr. dr. I Made Sudarmaja, M.Kes dengan tim penguji Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM (Promotor), Prof. dr. I Gusti Alit Artha, M.Sc., Sp.PA(K)., MIAC (Kopromotor I), Prof. drh. I Nyoman Mantik Astawa, Ph.D (Kopromotor II), Prof. Dr. dr. I Nyoman Adiputra, M.OH., PFK, Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes, Prof. dr. I Made Ady Wirawan, S.Ked., MPH., Ph.D., Dr. dr. Anak Agung Gde Oka, Sp.U (K), Dr. dr. I Gusti Ayu Sri Mahendra Dewi, Sp.PA(K), Dr. dr. Ni Putu Sriwidyani, Sp.PA., Dr. dr. Ida Ayu Ika Wahyuniari, S.Ked., M.Kes.

Sedangkan undangan akademik adalah Dr. dr. Gede Wirya Kusuma Duarsa, M.Kes., Sp.U(K), Dr. dr. Dewa Ayu Agus Sri Laksemi, M.Sc., Dr. dr. Ni Wayan Winarti, S.Ked.,Sp.PA., dr. I Wayan Sumardika, S.Ked., M.Med.Ed., Ph.D., Dr. dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.KK.

Pada ujian kali ini Dr. dr. I Wayan Juli Sumadi, S.Ked., Sp.PA(K) dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke-344 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat Sangat Memuaskan. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas952-Berhasil-Identifikasi-Faktor-Penentu-Keganasan-Kanker-Kandung-Kemih-Juli-Sumadi-Raih-Gelar-Doktor-Ilmu-Kedokteran.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Unit Interprofessional Education FK Unud Tingkatkan Pengetahuan Lansia tentang Pentingnya Tidur Berkualitas

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Apresiasi Donor Plasma Konvalesen yang Digalang FK Unud

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Sekda Dewa Indra Apresiasi Donor Plasma Konvalesen yang Digalang FK Unud

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca