Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Berjuang Melawan Covid-19, Ny. Putri Koster: Kita harus Berani Keluar dari Zona Nyaman

BALIILU Tayang

:

de
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster terus berupaya mengajak seluruh masyarakat, khususnya ibu-ibu selaku kader PKK untuk memajukan dan menyejahterakan keluarganya dengan usaha, baik internal dan juga eksternal.

Sebagai garda terdepan di dalam pola pengasuhan dan pendidikan karakter keluarga, peran ibu rumah tangga tentu saja menjadi prioritas utama dalam menjaga keberlangsungan hidup dan keberlanjutan ekonomi, terlebih pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Pandemi Covid-19 mengajarkan kita untuk lebih kuat menapaki serta menghadapi setiap tantangan yang muncul, dengan begitu diperlukan kreativitas dan inovasi dalam mengalihkan mata pencaharian yang tidak selalu diam.

“Dua tahun bukan waktu yang singkat untuk berjuang melawan Covid-19, namun kita harus berani keluar dari zona nyaman. Karena apabila pariwisata belum bisa menjanjikan untuk pulih dalam waktu yang cepat, maka kita jangan berpangku tangan,” ajak Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat menjadi narasumber dalam acara Dialog Bahtera di TVRI Bali dengan tema ‘’Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga di Masa Pandemi Covid-19’’, yang juga menghadirkan narasumber dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Sayu Ketut Sutrisna Dewi, Rabu (24/11).

Lebih lanjut, pendamping Orang Nomor Satu di Pemerintah Provinsi Bali ini mengatakan, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) menjadi salah satu program yang sedang digalakkan kader PKK untuk dapat berinovasi mendatangkan penghasilan, mulai dari mengasah kemampuan yang dimiliki dan kemudian menciptakan lapangan kerja baru bagi diri sendiri dan juga keluarga. Bukan hanya peningkatan pendapatan yang menjadi fokus dari program UP2K ini, melainkan penghematan pengeluaran yang harus dijaga sehingga terjadi penguatan ekonomi dalam sebuah keluarga, karena hidup harus tetap berjalan dan pendidikan anak-anak harus tetap menjadi prioritas utama.

‘’Pandemi Covid-19 mengajarkan kita semua untuk siap menggunakan kecerdasan yang kita miliki dan pelajari semasa di bangku sekolah dulu, dan mengelola keuangan dengan baik dan bijak juga menjadi kunci untuk dapat bertahan terus ke depan,’’ ujarnya.

Peralihan atau adaptasi terhadap kondisi saat ini akan mengarah ke era digitalisasi. Dengan menjadi wirausaha yang mandiri dan memanfaatkan digitalisasi khususnya E_market place untuk melakukan promosi (menjadi metode mendunia dalam hitungan detik) diharapkan mampu menjadi berkah bagi keluarganya.

Yang jauh lebih penting lagi, ungkap seniman multitalenta ini adalah kita semua berani untuk mencoba dan mengambil resiko, karena dengan keluar dari zona nyaman akan mengajarkan kita untuk menambah daya saing dalam berusaha. Namun perlu keberanian juga mengasah mental dengan cara berjualan di online dan menjaga kepercayaan para konsumen serta memelihara atau menanamkan kejujuran dalam diri.

“Digitalisasi menjadi platform ke depan, namun jangan sampai terjebak dan terjajah, kita harus siap untuk menguasai sistem digital di bidang teknologi dan informasi. Dan mari bersama kita hilangkan budaya gali lubang tutup lubang, terlebih terjebak dalam pinjaman on line, tentunya tetap survive menghadapi setiap tantangan di masa pandemi yang hingga saat ini belum berhenti,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, Sayu Ketut Sutrisna Dewi menyampaikan istilah banting stir berkaitan erat dengan pasar, dimana mencapai target pasar baru dalam kondisi seperti saat ini menjadi tantangan bagi semua orang terlebih bagi mereka yang baru terjun ke dunia usaha/ wirausaha. “Di masa sekarang, apa pun bisa dilakukan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar atau masyarakat. Apabila sudah menemukan kebutuhan masyarakat, maka akan muncul ekspansi pasar dengan strategi marketing yang meluaskan diri dan pemasaran,” ujar Sutrisna Dewi.

Penghematan sangat setuju untuk dilakukan oleh semua pihak terdampak, khususnya bagi rumah tangga yang setelah pandemi terjadi mengalami guncangan bagi perekonomiannya. “Di satu sisi melakukan peningkatan pendapatan namun juga penghematan terhadap pengeluaran keuangan menjadikan hal yang harus dilakukan terutama oleh para ibu rumah tangga yang berperan sebagai bendahara di rumah yang mengatur agar pemasukan yang ada bisa mencukupi kebutuhan hidup termasuk biaya sekolah anak-anaknya. Dengan mengubah wanita Bali generasi sandwich (terhimpit) menjadikan hampir seluruh wanita Bali bekerja untuk mengatasi tekanan keuangan, kondisi sangat mendesak sehingga membuat mereka harus berani berhutang kepada tetangga, keluarga. Namun ketika rasa malu mereka keluar untuk meminjam lagi, akan dimanfaatkan oleh industri keuangan melalui pinjaman on-line. Hal ini yang akan menjerat para ibu-ibu semakin terlilit oleh beban yang harus dibayarkan. Layaknya pisau, jika benar dia akan bermanfaat, namun ketika tidak benar maka akan menyakiti,” imbuhnya.

Di masa pandemi ini kesiagaan harus ditingkatkan karena di balik kemudahan pasti akan ada resiko lebih besar yang harus ditanggung. “Jangan sampai mereka terjebak dalam hutang dan berhutang lagi, mari pikirkan sumber dana lain, dengan memanfaatkan keahlian diri yang dimiliki ‘memasak’, menjarit pakaian, menekuni bidang jasa dll,” ungkapnya lagi.

Dipaksa untuk meningkatkan daya kreasi, dimana kalimat the power of kepepet bisa menjadi kekuatan terakhir yang membawa seseorang kepada sebuah perubahan. Maka kondisi seperti saat ini harus dimanfaatkan dengan baik dan menjadikan momentum untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik karena waktu ada tersedia namun aktivitas kurang. Sehingga kita dapat memanfaatkannya untuk merenung, belajar dan mengikuti seminar online yang membuka peluang untuk dimanfaatkan oleh banyak pihak yang nantinya akan mengarahkan kita untuk melakukan action. Mari mulai untuk melakukan filter yang pas untuk dilakukan, yakni dengan meningkatkan daya kreasi, dan menyadari perubahan yang merupakan satu-satunya hal yang abadi, cepat mengambil peluang dan bergerak ke depan serta memiliki kesiapan untuk bergerak cepat dan berubah perlu menjadi kunci serta pembelajaran yang dipegang saat ini. Karena mengeluh tidak akan pernah menyelesaikan masalah, melainkan kita harus tetap fokus kepada solusi.

Setiap orang di kondisi yang tidak pasti ini akan menjadi belajar untuk berani melakukan sesuatu, belajar untuk berani melakukan kalkulasi, belajar untuk mengelola sumberdaya, belajar untuk menjaga relasi dan berani berproses yang natural sesuai dengan siklus. Sehingga nantinya yang lemah akan menyerah sedangkan yang eksis adalah mereka yang tetap bertahan. “Seseorang yang suka mengeluh akan tetap mengeluh dalam kondisi apa pun, maka dari itu mari stop/ berhenti untuk mengeluh, marilah kita hadapi dengan action. Hilangkan prinsip no action – talk only, namun gunakan prinsip action first – talk after,” tegas Sutrisna Dewi

Di tengah orientasi menghadapi perekonomian yang tidak pasti akibat pandemi Covid-19 dan belum pulihnya sektor pariwisata, maka salah satu hal yang dapat dilakukan adalah mengubah cara berfikir, yakni dari job seeker menjadi job kreater. Sehingga akan tumbuh sikap mental yang harus dimiliki oleh siapa saja yang ingin sukses. Pandemi juga mengajarkan kita semua kepada sebuah keharusan yang dihadapi sehingga menunjukkan sikap yang proaktif. Dengan siap menghadapi hal yang akan terjadi dalam segala macam kondisi. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Demer: Bali Siap Menjadi Wajah Baru Investasi Global Indonesia

Published

on

By

Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih di sela Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur.
KUNKER: Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih di sela Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026). (Foto: dpr.go.id)

Surabaya, Jatim, baliilu.com – Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih menilai Bali memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui implementasi Undang-Undang tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (UU PFII). Menurutnya, regulasi tersebut akan menjadi instrumen penting untuk menarik investasi langsung dari luar negeri (foreign direct investment/FDI) yang berdampak luas terhadap perekonomian nasional, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai gerbang investasi global.

“Pada prinsipnya kita sangat memerlukan sekali yang namanya foreign direct investment atau investasi langsung dari luar negeri, di mana itu nantinya akan menjadi sebuah kekuatan baru dalam perekonomian kita, untuk pertumbuhan kita, dan juga untuk Bali pada khususnya,” ujar Demer, sapaan akrabnya, di sela Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026).

Politisi Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan, kehadiran pusat finansial internasional di Bali akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Selain membuka peluang penyerapan produk-produk dalam negeri, kawasan tersebut juga diyakini mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja serta mendorong masuknya investasi ke berbagai daerah yang memiliki potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

“Banyak hal nanti produksi yang akan diserap oleh kawasan daripada International Finance Center itu, dan juga tentu sumber daya manusia kita akan terserap. Bahkan investasinya tidak hanya di Bali, tetapi meluas ke seluruh Indonesia yang kaya akan potensi sumber daya alam maupun manusia,” jelasnya dikutip dari laman dpr.go.id.

Lebih lanjut, Demer menekankan bahwa pengembangan pusat finansial internasional harus menjadi momentum untuk menciptakan pemerataan pembangunan di Pulau Dewata. Ia mengingatkan agar kawasan tersebut tidak kembali terpusat di wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan), melainkan diarahkan ke Bali Utara, Bali Timur, atau Bali Barat.

“Pertumbuhan di Bali saat ini tidak merata, hanya di selatan saja. Saya minta financial center itu keberadaannya jangan di kawasan Sarbagita, tetapi mengarah ke wilayah Bali Utara, Bali Timur, dan Bali Barat agar tercipta pertumbuhan yang berkualitas,” tegasnya.

Menurut Demer, pemerataan investasi juga harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur strategis. Ia menilai kapasitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sudah mendekati batas maksimal sehingga diperlukan bandara baru untuk mendukung mobilitas pelaku bisnis dan wisatawan mancanegara.

“Kapasitas Bandara Ngurah Rai saat ini sudah sangat penuh, sehingga perlu segera ada airport baru untuk menunjang pergerakan bisnis dan wisatawan internasional. Dengan daya tarik pariwisata serta reputasi Bali di kancah dunia, saya sangat optimistis kawasan finance center ini akan dipercaya oleh para pelaku bisnis internasional,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Kedua Lovina Festival, Gemarikan Jadi Daya Tarik Pengunjung

Published

on

By

Suasana hari kedua Lovina Festival dengan sajian kuliner olahan ikan laut Gemarikan di Pantai Tasik Madu, Lovina, Buleleng.
Suasana hari kedua Lovina Festival dengan sajian Gemarikan. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Setelah resmi dibuka oleh Bupati Buleleng kemarin, Hari kedua Lovina Festival digelar Gemar Makan Ikan (Gemarikan) yang menyediakan 500 porsi makanan dari olahan ikan bertempat di Pantai Tasik Madu Lovina. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (Distankan) Kabupaten Buleleng Gede Melandrat, Sabtu (25/7).

Kadis Melandrat lanjut menjelaskan bahwa rangkaian Lovina Festival hari kedua menyediakan kuliner laut yaitu olahan ikan berupa bakso, sate, ikan panggang sebanyak 500 porsi dengan tujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar gemar makan ikan laut, karena seperti diketahui gizi ikan laut itu sangat tinggi.

“Ini upaya promosi kita untuk perbaikan gizi masyarakat utamanya anak-anak, ibu hamil dan orang tua, karena kandungan gizi protein ikan laut sangat baik bagi tumbuh kembang anak dan tentu dapat mencegah stunting,” ujarnya.

Kadis Lingkungan Hidup ini menambahkan, tema Lovina Festival sekarang selaras dengan aktivitas bahari wilayah Buleleng yang memiliki garis pantai terpanjang. Dengan potensi laut yang dimiliki berlimpah, melalui kegiatan inilah kita mengajak seluruh masyarakat untuk gemar makan ikan laut beserta olahannya.

Salah satu pengunjung bernama Sri Yulianti mengatakan acara Lovina sangat keren, konsepnya sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan berbagai inovasi.

Disinggung terkait menu gemarikan, Yuli mengakui sangat suka dengan olahan ikan laut terutama sate.”Masakan Bali sangat suka, karena bumbunya, sate ini sangat menggoda dengan bumbunya enak banget pasti,” imbuhnya.

Di akhir Yulianti menilai suasana Lovina saat ini sudah tertata dengan baik, menurutnya kawasan ini sangat bagus terutama saat sunsetnya, keren sekali. Ia berharap event Lovina Festival makin bagus lagi kedepannya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya Sampaikan Duka Mendalam atas Peristiwa di Juwuk Legi, Baturiti

Published

on

By

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati Dirga.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Wabup Dirga. (Foto: dok)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan rasa duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas peristiwa yang terjadi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, yang mengakibatkan hilangnya nyawa salah seorang warga.

“Sebagai Bupati Tabanan, sekaligus sebagai bagian dari masyarakat Tabanan, saya turut prihatin dan berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kehilangan satu nyawa adalah duka bagi kita semua. Doa dan simpati kami menyertai keluarga yang ditinggalkan serta seluruh pihak yang terdampak,” ujar Sanjaya.

Menurutnya, peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat akan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan, keamanan, serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat yang selama ini menjadi kekuatan Tabanan.

Di tengah suasana duka, Bupati Sanjaya mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

“Indonesia adalah negara hukum. Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi adat, etika, dan nilai-nilai susila, mari kita bersama-sama menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Berikan ruang kepada aparat yang berwenang untuk bekerja secara profesional sehingga nantinya dapat menghasilkan keputusan yang adil sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sebagai wujud kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga telah menyiapkan santunan bagi keluarga korban yang terdampak sebagai bentuk tali kasih. Santunan tersebut merupakan ungkapan empati dan perhatian pemerintah kepada keluarga yang tengah menghadapi masa sulit.

Bupati Sanjaya berharap seluruh masyarakat Tabanan tetap menjaga persatuan, saling menghormati, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif, sehingga proses hukum dapat berlangsung dengan baik dan kehidupan bermasyarakat kembali berjalan dalam semangat kebersamaan, kedamaian, dan saling menghargai. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca