Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Berkantor di Desa Kaba-kaba, Bupati Tabanan Tekankan Program Kerja yang Selaras

BALIILU Tayang

:

tabanan
Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. saat bertatap langsung dengan masyarakat melalui inovasi program “Bunga Desa” atau yang biasa dikenal dengan Bupati Ngantor di Desa, berlangsung di Desa Kaba-kaba, Tabanan, Jumat (28/4). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Kembali penuhi komitmen dalam menjalankan program unggulan, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. bertatap langsung dengan masyarakat melalui inovasi program “Bunga Desa” atau yang biasa dikenal dengan Bupati Ngantor di Desa. Kali ini berlangsung di Desa Kaba-kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan, Jumat (28/4).

Bersama dengan Sekda, para Asisten Setda, Kepala OPD terkait, para Camat, para Perbekel se-Kabupaten Tabanan, Dirut RS se-Tabanan, Dirut Perumda dan tokoh masyarakat setempat, kunjungan di desa yang ke-32 ini, Bupati Sanjaya turun langsung ikut melayani sekaligus menjawab beragam kendala yang terjadi di masyarakat.

“Hari ini sesuai komitmen kita bersama di Pemkab Tabanan, bahwa kita memiliki program yang namanya Bupati Ngantor di Desa, hari ini berkantor di desa yang ke-32 dari 133 desa, nanti seluruhnya akan kita kunjungi. Kita di Pemkab Tabanan dan saya selaku pribadi merasakan adanya asas manfaat yang sangat luar biasa. Karena sebenarnya secara langsung kita bisa melihat apa yang sebenarnya ada di desa,” ujar Sanjaya siang itu.

Memiliki visi yang selaras dengan Pemerintah Kabupaten, Desa Kaba-kaba menekankan pembangunan yang berlandaskan visi Abadi (Aman, Bangkit dan Mandiri) dimana tujuannya tetap seirama dan sejalur yakni menyejahterakan masyarakat. Hal tersebut mendapat perhatian khusus dari Bupati Sanjaya, sebab tujuannya berkantor di desa yakni untuk mewujudkan Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani (AUM) dengan capaian kerja yang efektif, efisien, tepat guna dan tepat waktu.

“Kalau sudah sama, Kepala Desa punya Visi Misi yang sama, Kabupaten juga, Gubernur serta Presiden, kenapa tidak kita linierkan program pembangunan, kita samakan, duduk bersama-sama membangun masyarakat. Maka dari itulah Saya di Pemkab Tabanan selama 2 tahun ini mencoba langsung turun di tengah-tengah masyarakat dengan tujuan melihat langsung, merekam langsung apa yang sebenarnya terjadi,” paparnya lebih lanjut.

Baca Juga  Hadiri Ngaben Massal Desa Adat Palian, Bupati Tabanan Puji Konsep Gotong-royong Warga

Sinkronisasi program kerja, ditekankannya agar menjadi fokus dalam membangun Tabanan dari desa. “Gelombang kita sama, kita samakan arah langkah kita. Bagaimana saling membuka program antara Pemkab dan Pemerintah Desa, kalau 40 OPD ini sudah kita sinergikan juga dengan program desa, saya rasa lebih ringan kita membangun. Bekerja sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

 Berkantor di Desa Kaba-kaba dimulai dengan kunjungan Bupati Sanjaya di lokasi yang pertama yakni UPTD Puskesmas Kediri II dengan Peninjauan Pelayanan Kesehatan dari Dinas Kesehatan dan Dinas KB. Dilanjutkan dengan peninjauan stand kuliner dan UMKM serta pasar desa, sekaligus meninjau langsung pelayanan Tera dari Dinas Perindustrian Perdagangan, kemudian, berlanjut dengan peninjauan Bumdes Tanjung Mekar.

Saat berkantor di Desa Kaba-kaba tak lewat Bupati Sanjaya melakukan penanaman pohon Tabebuya dan berlanjut untuk meninjau pelayanan perpustakaan keliling dan pelayanan SID. Di kesempatan tersebut pihaknya juga melakukan tatap muka dengan tokoh dan masyarakat Desa Kaba-kaba sekaligus menerima audiensi dari pihak terkait. Efisiensi dan efektivitas bekerja dari desa dimanfaatkan oleh orang nomor satu di Tabanan itu agar dapat terselesaikan dengan baik.

“Tadi kita melihat langsung pelayanan kesehatan, pendidikan seperti perpustakaan keliling, begitu juga tadi capil, UMKM, semua kegiatan yang dominan di pelayanan bersama, tujuannya selain melayani juga menyerap aspirasi, bagaimana sebenarnya profil desa itu. Kalau melayani masyarakat, ketika melihat profilnya inilah gambaran yang nanti kita pakai sehingga tujuan kita melayani masyarakat tepat guna, tepat waktu dan tepat sasaran,” ujarnya lagi. Dengan berkantor di desa, banyak hal yang didapat, membangun sinergitas dan program, sehingga sasaran untuk mencapai masyarakat yang Aman Unggul dan Madani bisa tercapai dengan baik.

Baca Juga  Pemerintah Kabupaten Tabanan Gelar Musrenbangcam 2025

Menyambut kedatangan Bupati Sanjaya, Kepala Desa, Ir. A.A. Ngurah Anom Widhiadnya melaporkan, dengan luas wilayah desa 448 hektar dan jumlah penduduk sebanyak 7.523, sebenarnya Desa Kaba-kaba memasuki lahan yang tergolong subur. Oleh sebab itu, di kesempatan yang baik tersebut, pihaknya sekaligus menekankan minat para petani untuk menggunakan pupuk organik dalam pertanian. “Sebab dalam program mempertahankan ketahanan pangan ini ke arah organik, harapannya bisa diterima oleh para petani untuk bersabar, menerima hasil yang tinggi namun dengan jangka waktu yang lama,” tandasnya.

Pihaknya juga ungkapkan terima kasihnya kepada jajaran Pemerintah yang hadir siang itu, khususnya kepada Bupati Sanjaya yang memilih di kantor Desa Kaba-kaba sebagai lokasi kerjanya kali ini. “Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bupati Tabanan, merupakan sebuah kehormatan bagi kami dan sekaligus menjadi penyemangat kami dalam bekerja dan melayani masyarakat serta menyosialisasikan program-program Pemerintah Kabupaten,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

DWP Badung Kunjungi Pasien Anak di RS Mangusada, Berbagi Ceria di Hari Anak Nasional

Published

on

By

Penasehat DWP Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama Ketua DWP Nyonya Oliviana Surya Suamba mengunjungi pasien anak di RS Mangusada.
KUNJUNGAN: Penasehat DWP Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama Ketua DWP Nyonya Oliviana Surya Suamba melakukan kunjungan kasih ke pasien anak-anak yang sedang dirawat di Ruang Cilinaya RS Mangusada Badung, Senin (3/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Menyemarakkan peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026, Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama Ketua DWP Badung Nyonya Oliviana Surya Suamba dan jajaran pengurus serta anggota melakukan kunjungan kasih ke pasien anak-anak yang sedang dirawat di Ruang Cilinaya RS Mangusada Badung, Senin (3/8).

Kegiatan ini diharapkan dapat membawa keceriaan, semangat baru, dan kenyamanan bagi anak-anak yang sedang berjuang memulihkan diri.

Penasehat DWP Nyonya Rasniathi Adi Arnawa dan Ketua DWP Nyonya Oliviana Surya Suamba menyerahkan bantuan berupa buku cerita berwarna dan mainan edukatif yang aman dan bermanfaat untuk menumbuhkan imajinasi, melatih keterampilan, serta menghibur selama masa perawatan di rumah sakit.

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan doa tulus dan semangat kepada seluruh anak dan orang tua yang mendampingi.

“Anak-anak adalah anugerah terindah dan harapan masa depan. Wajar jika kita berikan perhatian dan kasih sayang sepenuhnya, terlebih saat mereka sedang sakit dan butuh perjuangan ekstra untuk sembuh. Semoga buku dan mainan ini bisa menjadi teman yang menyenangkan, mengusir rasa bosan, dan membawa senyum lebar di wajah anak-anak. Semoga lekas sembuh, kuat kembali, dan bisa bermain serta belajar dengan ceria seperti sedia kala,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DWP Nyonya Oliviana Surya Suamba menambahkan bahwa kepedulian terhadap tumbuh kembang dan kesejahteraan anak menjadi perhatian utama bagi seluruh anggota DWP.

“Kami ingin hadir bukan sekadar berbagi benda, melainkan berbagi kasih dan perhatian tulus. Semoga kehadiran kami sedikit meringankan beban keluarga dan mengingatkan bahwa diluar sana banyak yang mendoakan kesembuhan dan kebahagiaan anak-anak semua. DWP Badung akan terus berupaya hadir dan berbagi kebaikan untuk anak-anak Badung tercinta,” ungkapnya.

Baca Juga  Bupati Tabanan Apresiasi Kekompakan Warga Banjar Tuakilang Baleran

Turut hadir mendampingi rangkaian kegiatan Direktur RS Mangusada Badung beserta jajaran manajemen dan perawat ruangan, serta para anggota DWP Badung. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekda Eddy Mulya Pimpin Apel Disiplin di Lingkungan Bapenda Denpasar

Tekankan untuk Bersama Wujudkan Tata Kelola Keuangan Daerah yang Optimal 

Loading

Published

on

By

Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya memimpin apel disiplin di lingkungan Badan Pendapatan Daerah Denpasar.
PIMPIN APEL: Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, memimpin apel disiplin di lingkungan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar (Disdikpora), Senin (3/8). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, memimpin apel disiplin di lingkungan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar (Disdikpora), Senin (3/8). Kegiatan yang digelar di halaman kantor dinas tersebut diikuti pejabat struktural hingga staf di kantor tersebut.

Dalam arahannya, Sekda Eddy Mulya menegaskan pentingnya tata kelola keuangan daerah yang kredibel, akuntabel, dan berlandaskan integritas, khususnya dalam pelayanan publik sektor keuangan daerah.

Ia mengingatkan bahwa kualitas layanan menjadi cerminan profesionalitas aparatur pemerintah.

“Sebagai instansi di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar yang membidani tentang keuangan daerah, maka saya berpesan kepada seluruh perangkat di Bapenda agar memiliki integritas dan juga komitmen kuat untuk mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Eddy Mulya, untuk dapat merealisasi tata kelola keuangan dijelaskan bahwa tugas tersebut meliputi koordinasi penyusunan APByang optimal, yang didalamnya terdapat susunan perubahan APBD, hingga laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, maka diperlukan komunikasi dan koordinasi yang baik antar seluruh perangkat.

“Dengan koordinasi yang baik, pengelolaan keuangan daerah Kota Denpasar diharapkan dapat berjalan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan serta prinsip-prinsip pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel,” jelasnya.

Eddy Mulya juga menegaskan pentingnya peran perangkat daerah untuk berkomitmen dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, serta menyelaraskan tata kelola keuangan daerah dengan baik. Terlebih, Badan Pendapatan Daerah memiliki peran strategis sebagai koordinator dalam optimalisasi pendapatan daerah. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Bupati Sanjaya Hadiri Paruman Desa Adat Kota Tabanan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Pimpin Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Percepatan Perlinsos Kota Denpasar

Published

on

By

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memimpin Rapat Koordinasi TKPK dan Percepatan Perlinsos di Graha Sewakadarma.
PIMPIN RAKOR:  Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) dan Percepatan Perlinsos di Denpasar, bertempat di Ruang Sewaka Mahottama, Graha Sewakadarma, Lumintang, Senin (3/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) dan Percepatan Perlinsos di Denpasar. Dimana rakor ini dipimpin langsung Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa,  di Ruang Sewaka Mahottama, Graha Sewakadarma, Lumintang, Senin (3/8).

Rakor turut dihadiri Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan  Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Merta, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selaku bapak angkat di desa dan kelurahan, camat se-Kota Denpasar, serta perbekel dan lurah se-Kota Denpasar. Keterlibatan seluruh unsur tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pemutakhiran data sosial masyarakat.

Dalam arahannya, Wawali Arya Wibawa menegaskan bahwa untuk TKPK merupakan sebagai bentuk evaluasi berkala terhadap program penanganan kemiskinan di Kota Denpasar. Rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga lurah/kepala desa dalam memastikan program tepat sasaran dan berdaya guna.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran OPD, camat, dan perbekel/lurah atas kerja keras serta kolaborasi aktif yang telah ditunjukkan selama ini,” ujarnya.

Secara makro, lanjut Arya Wibawa kinerja pembangunan dan indikator kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar menunjukkan capaian yang sangat positif yakni untuk Pertumbuhan Ekonomi mengalami pertumbuhan sebesar 6,11%, berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali, untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menempati posisi tertinggi di Provinsi Bali serta masuk dalam jajaran 10 besar nasional.

Untuk Kesejahteraan Sosial, menunjukkan peningkatan pada indikator Umur Harapan Hidup, Harapan Lama Sekolah, serta Rata-rata Lama Sekolah. Dan untuk Rasio Gini serta Kemiskinan Tingkat kemiskinan secara persentase berada di angka 2,6% (salah satu yang terendah). Kendati demikian, intervensi tetap berfokus pada kedalaman dan keparahan kemiskinan mengingat jumlah penduduk Kota Denpasar yang relatif besar.

Baca Juga  Bupati Tabanan Resmikan Cocoaland Baturiti, Ekosistem Sejahterakan Petani Tabanan

Guna mencegah masyarakat berpenghasilan rendah turun ke kategori miskin ekstrem, Pemkot Denpasar menekankan pentingnya menjaga masyarakat yang berada di ambang batas kemiskinan (Desil 5 dan Desil 6, memperhitungkan sekitar 18.000 warga rentan).

Lebih lanjut Arya Wibawa menjelaskan, untuk evaluasi berkala pelaksanaan program pendataan Kartu Keluarga (KK) Populasi dan Perlindungan Sosial (Perlinsos). Meskipun target agresif jangka pendek sebesar 60% belum sepenuhnya tercapai secara merata di seluruh wilayah, tren pertumbuhan populasi terdata mengalami peningkatkan signifikan sebesar 21% dalam sepekan terakhir.

Ditegaskan pula bahwa program layanan ini dipastikan berlanjut hingga batas akhir (cut-off) pemerintah pusat pada akhir Agustus. Pemerintah Pusat menetapkan ambang batas capaian minimal antara 40% hingga 60%. Wilayah yang belum mencapai batas minimal tersebut diwajibkan untuk terus menggenjot kinerja pendataan hingga batas waktu akhir Agustus.

Adapun kalkulasi target awal yang dirancang dalam rentang waktu 20 hari kerja. Target awal mencakup pengumpulan data hingga 111.000 KK, dengan target harian sebesar 5.000 KK atau rata-rata 1.250 KK per kecamatan. Dengan status realisasi saat ini berada di kisaran 35.000 KK dan terus bergerak naik dengan rata-rata input 2.000 – 3.600 KK per hari. Yang mana penetapan target tinggi di awal merupakan strategi psikologis untuk mendorong percepatan kerja di lapangan. Semakin panjang durasi pelaksanaan tanpa target ketat, potensi kelelahan (fatigue) pada petugas lapangan maupun masyarakat akan semakin tinggi.

Program di daerah mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat atas lompatan capaian data dalam satu minggu terakhir dengan kenaikan populasi terdata sebesar 21%.

“Dimana keunggulan utama daerah Denpasar terletak pada keberadaan Balai Banjar dan Balai Desa yang sangat efektif sebagai wadah kumpul masyarakat. Dibandingkan kota besar lain seperti Surabaya yang mengandalkan hingga 37.000 agen untuk melakukan penyisiran rumah ke rumah (canvassing/door-to-door), struktur adat dan kemasyarakatan di Denpasar memberikan efisiensi yang jauh lebih tinggi jika dimanfaatkan secara optimal,” papar Arya Wibawa.

Baca Juga  Hadiri Ngaben Massal Desa Adat Palian, Bupati Tabanan Puji Konsep Gotong-royong Warga

Guna mengejar target akumulatif minimal 60% (sekitar 90.000 KK terdata dari posisi 35.000 KK saat ini), rapat ini kemudian menyepakati penyesuaian operasional bagi para Perbekel, Lurah, dan Kepala Dusun/Kaling dalam Pembaruan Jadwal Turun Lapangan dengan seluruh jadwal aktivitas penjangkauan untuk 1 minggu ke depan diwajibkan telah terbarukan (updated). Monitoring Berkala Harian dengan Pemantauan data harian tetap dilakukan tiga kali sehari (Pukul 06.00 WITA, 18.00 WITA, dan 22.00 WITA) untuk memetakan banjar/wilayah yang mengalami penurunan aktivitas malam hari. Adapun Target Ambang Batas Harian dengan menetapkan batas minimal input harian sebesar 2.000 hingga 2.500 KK per hari untuk menjamin tercapainya target 60% sebelum cut-off akhir Agustus. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca