Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Berkantor di Desa Munduk Temu, Bupati Tabanan Ajak Jajaran dan Masyarakat Membangun Secara Efektif dan Efisien

BALIILU Tayang

:

sanjaya
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. meresmikan jalan Hotmix di Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Selasa (31/1). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – “Ngantor di Desa”, merupakan program unggulan yang senantiasa direalisasikan oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M. sebagai wujud komitmen untuk membangun Tabanan secara keseluruhan, yang dimulai dari desa. Dalam kunjungannya kali ini, Bupati Sanjaya bersama jajaran kembali meninjau potensi yang ada di desa serta mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat di Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Selasa (31/1). 

Saat bekerja di Kantor Desa Munduk Temu dan Wantilan Desa, Bupati Sanjaya mengajak serta Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda, Asisten I, para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, para Kepala Bagian Setda Kabupaten Tabanan, para Camat se-Kabupaten Tabanan, Direktur Perumda Dharma Santika dan Tirta Amertha Buana, Dirut Bank BPD Bali Cabang Tabanan, Ketua Forum Perbekel dan Forkopimcam Pupuan, Forum Perbekel Se-Kabupaten Tabanan, yang saat itu disambut langsung oleh Camat Pupuan, Perbekel Munduk Temu, tokoh masyarakat setempat serta warga Desa Munduk Temu. 

Dari 133 desa yang ada di Tabanan, sebanyak 29 desa telah dikunjungi oleh orang nomor satu di Tabanan itu, yang tujuannya tidak lain ialah mencapai target terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, dengan capaian yang efektif, efisien, tepat guna dan tepat waktu. ”Kenapa berkantor di Desa? Agar kita secara utuh bisa memformulasikan apa yang menjadi persoalan di desa itu sendiri. Tujuannya adalah melihat secara langsung potensi apa yang perlu dibangun,“ papar Sanjaya. 

Adapun potensi desa yang ditinjau langsung oleh jajaran pemerintah saat itu yakni Balai Masyarakat Desa Adat Kebonjero, yang dilanjutkan dengan kunjungan ke Destinasi Wisata Green River Kebonjero. Saat itu kedatangannya disambut oleh Baleganjur dari Sekaa Teruna dan dilanjutkan dengan penanaman Pohon Tabebuya. Bupati Sanjaya juga sekaligus meresmikan jalan hotmix yang ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Apresiasi Kekompakan Warga Desa Gadungan Dalam Membangun Karya

Selanjutnya, rombongan juga melakukan peninjauan ke Pura Puseh Kebonjero yang dilanjutkan ke kantor Desa Munduk Temu guna melaksanakan peninjauan Gedung, Peninjauan Sistem Informasi Desa, Peninjauan Bumdes serta Peninjauan Pelayanan Masyarakat dari OPD terkait, meninjau serta memberikan arahan terkait sistem pelayanan pajak yang digunakan saat ini agar lebih optimal dengan proses yang lebih mudah. Selanjutnya Bupati Sanjaya bekerja di Wantilan Kantor Desa Munduk Temu untuk bertatap muka dengan tokoh dan masyarakat. 

Kegiatan tatap muka ditandai dengan penyerahan piagam dan penyematan Lencana Desa Mandiri kepada Ketua Forum Perbekel Kabupaten Tabanan, Ketua Forum Perbekel Kecamatan Pupuan, Perbekel Desa Munduk Temu dan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis untuk masyarakat yang terdampak cuaca ekstrim di Desa Munduk Temu. 

Di kesempatan itu, Bupati Sanjaya mengajak jajaran yang hadir serta masyarakat setempat untuk selalu meningkatkan sinergitas dalam membangun secara satu jalur. “Konsep Satu Jalur adalah sebuah formulasi, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Desa bisa kita jinjing bersama, jadi jika ada sinergisitas antar-Desa, Kabupaten, Provinsi dan Pusat, saya yakin akan meringankan pola pembangunan menjadi lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

Pihaknya pun menitikberatkan pembangunan yang sangat baik terhadap obyek wisata Green River yang menjadi potensi desa dan telah dimanfaatkan dengan baik. 

“Obyek Wisata Green River, merupakan pemanfaatan potensi dari masyarakat Munduk Temu, oleh Munduk Temu dan untuk masyarakat Desa Munduk Temu. Saya ajak para kepala OPD hari ini sehingga ada asas manfaat tepat guna dan tepat waktu, tujuannya adalah agar kita bekerja secara kolaborasi,‘‘ tegasnya.

Pada intinya, Sanjaya menyampaikan, tujuannya bekerja di desa dengan hati yang tulus dan ikhlas, sebagai wujud kecintaannya pada Desa, sehingga semangat membangun desa yang dicintai bersama ini, bisa terus meningkat.

Baca Juga  Hadiri “Uleman Karya Ngenteg Linggih”, Bupati Sanjaya Bangga dengan Semangat Warga Kuwum Ancak

Tentunya sambutan hangat diberikan oleh warga Desa Munduk Temu kepada jajaran yang hadir saat itu, terutama Bupati Sanjaya. “Bapak Bupati, kami atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, dengan bantuan jalan hotmix, ini jalan yang sudah kita nanti-nantikan, dan ungkapan terima kasih kepada Bapak dan para OPD terkait yang telah melihat dan meninjau langsung pembangunan di Pura Puseh Kebonjero, mudah-mudahan kedepannya bisa lebih diperhatikan,‘‘ papar Drs. I Gusti Made Arsana, selaku Perbekel Desa Munduk Temu yang saat itu juga memaparkan terkait potensi-potensi yang ada di desa dan inovasi yang telah dilakukan, termasuk dalam pelestarian agrowisata dan pengendalian masalah sampah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bahas Japem, Ketua DPRD Badung: APBD Perubahan 2026 Harus Bermanfaat Nyata bagi Warga Badung

Published

on

By

Rapat Paripurna Bahas APBD Perubahan Badung 2026
RAPAT PARIPURNA: Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti pimpin Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung membahas Penyampaian Jawaban Pemerintah (Japem) terhadap Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi terkait Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026 di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai IIII Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Kamis, 17 September 2026. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – DPRD Kabupaten Badung menggelar Rapat Paripurna di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Kamis, 17 September 2026. Rapat membahas Penyampaian Jawaban Pemerintah (Japem) terhadap Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026.

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti didampingi Wakil Ketua I, Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, Wakil Ketua II, I Made Wijaya dan Wakil Ketua III, I Made Sunarta serta dihadiri anggota DPRD Badung.

Dari eksekutif hadir, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Sekretaris Daerah (Sekda) Badung, Ida Bagus Surya Suamba, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Badung, Pimpinan Instansi Vertikal Badung, para Direksi Perusahaan Daerah Badung, para tenaga ahli DPRD Badung dan Fraksi DPRD Badung serta para undangan lainnya.

“Jadi, saya kira tadi sudah semuanya dijawab oleh Bapak Bupati tentang apa yang menjadi pertanyaan, apa yang menjadi saran Dewan tentang APBD Perubahan Tahun 2026,” ujar Anom Gumanti kepada awak media usai memimpin rapat paripurna.

Anom Gumanti lanjut menjelaskan, bahwa pelaksanaan rapat paripurna ini juga telah mengacu pada Tata Tertib DPRD Badung Nomor 1 Tahun 2024, khususnya Pasal 9 Ayat 3. Dalam tatib tersebut, setiap saran atau pendapat yang disampaikan Dewan wajib mendapatkan jawaban dari Bupati dalam Rapat Paripurna.

Terkait jawaban pemerintah tersebut dapat diterima oleh masing-masing fraksi, Anom Gumanti mengatakan pimpinan DPRD telah memberikan kesempatan kepada seluruh Ketua Fraksi untuk melakukan penelaahan lebih lanjut.

Menurutnya, hasil penelaahan fraksi tersebut nantinya akan menjadi salah satu referensi dalam pengambilan keputusan pada Rapat Paripurna berikutnya.

Baca Juga  Purnama Sasih Kesanga, Bupati Sanjaya Sembahyang Bersama di Pura Luhur Batukau

“Kami memberikan kesempatan kepada masing-masing fraksi untuk menelaah jawaban pemerintah. Hasilnya tentu menjadi bahan dalam pengambilan keputusan,” ucapnya.

Anom Gumanti berharap proses pembahasan APBD Perubahan 2026 tidak hanya berorientasi pada aspek administratif dan anggaran, tetapi juga mempertimbangkan manfaat nyata bagi masyarakat Badung.

Anom Gumanti menegaskan DPRD Badung akan mengedepankan kepentingan masyarakat dalam menentukan keputusan terhadap Raperda Perubahan APBD 2026.

“Jika APBD Perubahan ini memang ditujukan untuk kepentingan masyarakat, tentu akan kita sahkan dan putuskan bersama,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gianyar Raih Peringkat Terbaik III Nasional Anugerah Layanan Investasi 2026

Published

on

By

Bupati Mahayastra Terima Penghargaan Layanan Investasi
TERIMA PENGHARGAAN: Bupati Gianyar I Made Mahayastra, menerima penghargaan Anugerah Layanan Investasi (ALI) Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI Tahun 2026 dari Wamendagri Bima Arya dalam acara yang berlangsung di Auditorium Nusantara, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, Jakarta, Selasa (15/9). (Foto: Hms Gianyar)

Jakarta, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar kembali mencatatkan prestasi di Tingkat Nasional. Melalui Anugerah Layanan Investasi (ALI) Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI Tahun 2026, Gianyar berhasil meraih Peringkat Terbaik III Pemerintah Tingkat Kabupaten atas Capaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) dengan predikat Kategori “Prima”.

Penghargaan tersebut menempatkan Gianyar dalam jajaran tiga besar dari 416 kabupaten se-Indonesia. Gianyar juga menjadi satu-satunya kabupaten dari Provinsi Bali yang berhasil masuk nominasi dalam kategori tersebut. Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra, dari Wamendagri Bima Arya dalam acara yang berlangsung di Auditorium Nusantara, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, Jakarta, Selasa (15/9).

Pada Tingkat Pemerintah Kabupaten, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, meraih Terbaik I, disusul Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, sebagai Terbaik II, dan Kabupaten Gianyar, Bali, sebagai Terbaik III.

Bagi Pemkab Gianyar, penghargaan ini menjadi apresiasi atas konsistensi dalam membangun pelayanan investasi yang semakin mudah, cepat, transparan dan memberikan kepastian bagi masyarakat serta pelaku usaha.

Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama perangkat daerah teknis yang selama ini turut berperan dalam meningkatkan kualitas pelayanan investasi dan perizinan.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Gianyar. Yang terpenting bukan hanya penghargaan yang kita terima, tetapi bagaimana pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha terus kita tingkatkan,” ujar Bupati Mahayastra.

Menurutnya, pelayanan investasi tidak berhenti pada penyelesaian proses perizinan. Pemerintah daerah juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan kegiatan usaha dapat berjalan dengan baik setelah perizinan diterbitkan.

Karena itu, Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) menjadi bagian penting yang terus diperkuat. Percepatan tidak hanya menyangkut proses administratif, tetapi juga bagaimana berbagai kendala dalam realisasi kegiatan usaha dapat ditangani secara cepat, tepat dan terintegrasi.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Apresiasi Kekompakan Warga Desa Gadungan Dalam Membangun Karya

“Investasi harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Kita ingin investasi yang hadir di Gianyar mampu menggerakkan perekonomian, membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati Mahayastra.

Dalam upaya tersebut, sinergi antara DPMPTSP Kabupaten Gianyar, perangkat daerah teknis dan pelaku usaha menjadi kunci. Kolaborasi diperlukan agar pelayanan tidak berjalan secara parsial dan setiap persoalan yang muncul dalam pelaksanaan usaha dapat segera mendapatkan solusi.

Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Setda Kab Gianyar Dr. Ida Ayu Ketut Surya Adnyani dan Kepala DPMPTSP Kabupaten Gianyar Ni Luh Gede Eka Suary bersama jajaran turut mendampingi Bupati Gianyar dalam penerimaan penghargaan tersebut. Capaian ini sekaligus menjadi gambaran atas kerja lintas perangkat daerah dalam mendukung terciptanya ekosistem investasi yang kondusif.

Ke depan, Pemkab Gianyar tidak menjadikan penghargaan ini sebagai titik akhir. Predikat Pelayanan Prima justru menjadi dorongan untuk terus melakukan evaluasi, pembenahan dan inovasi agar kualitas pelayanan investasi semakin responsif terhadap kebutuhan dunia usaha.

Acara Anugerah Layanan Investasi 2026 turut dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya turut menyerahkan penghargaan kepada pemerintah daerah penerima ALI 2026.

Penghargaan ALI 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Gianyar untuk terus memperkuat pelayanan publik, mempercepat pelaksanaan berusaha dan menjaga iklim investasi yang sehat. Dengan kolaborasi lintas sektor, investasi diharapkan semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat menuju Gianyar maju. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemerintah Beri Keringanan PKB, Tunggakan Lebih dari Dua Tahun Cukup Bayar Dua Tahun

Published

on

By

Pelayanan Pajak Kendaraan di Samsat Gerokgak
Kantor Samsat gerai Gerokgak yang ramai dikunjungi pembayar pajak kendaraan. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Kabar baik bagi masyarakat yang masih memiliki tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Pemerintah memberikan keringanan melalui kebijakan pembebasan pokok pajak dan denda, sehingga masyarakat yang memiliki tunggakan lebih dari dua tahun cukup membayar pokok pajak untuk dua tahun.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 23 Tahun 2026 dan berlaku mulai 9 September hingga 11 November 2026. Program ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyelesaikan tunggakan pajak kendaraan dengan beban pembayaran yang lebih ringan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Perang Wibawa, Kamis (17/9), mengajak masyarakat memanfaatkan kebijakan tersebut sebaik-baiknya.

“Ketika masyarakat punya tunggakan lebih dari dua tahun, cukup membayar dua tahun pokok pajak saja. Pokok pajak tahun ketiga dan seterusnya dihapuskan sesuai ketentuan, begitu juga dendanya,” jelasnya.

Ia memberikan gambaran, apabila masyarakat memiliki tunggakan PKB selama lima tahun, maka cukup membayar pokok pajak untuk dua tahun. Sementara tunggakan pokok pajak untuk tiga tahun berikutnya mendapatkan pembebasan sesuai ketentuan program.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan kesempatan yang perlu dimanfaatkan masyarakat. Terlebih, pemerintah juga terus mendekatkan pelayanan pembayaran PKB melalui berbagai langkah, mulai dari Samsat Keliling, pelayanan door to door, razia gabungan, hingga pembukaan Gerai Samsat di Kecamatan Gerokgak yang berlokasi di Gedung PATEN Kantor Camat Gerokgak.

“Ini kesempatan emas bagi masyarakat. Mari berbondong-bondong memanfaatkan kanal pembayaran PKB yang tersedia dan jangan sampai kesempatan ini lewat,” ajaknya.

Di sisi lain, berbagai upaya tersebut juga dilakukan Bapenda untuk mengoptimalkan penerimaan PKB Kabupaten Buleleng. Pada tahun 2026, target penerimaan dari sektor PKB yang harus diamankan mencapai 64 miliar.

Baca Juga  Purnama Sasih Kaulu, Bupati Tabanan Ucap Syukur di Pura Luhur Batukau

Perang Wibawa menegaskan, kemudahan pelayanan dan keringanan yang diberikan pemerintah diharapkan dapat mendorong semakin banyak masyarakat memenuhi kewajiban pajaknya.

“Mari manfaatkan insentif fiskal ini sebesar-besarnya dan sebaik-baiknya. Setelah itu, mari kita dukung pembangunan Buleleng dengan membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca